Kesaksian Kristen

Singkirkan belenggu uang, temukan kebahagiaan sejati

Aku Bekerja Keras Menghasilkan Uang agar Aku Dapat Menjadi Kaya Raya

Ketika aku menikah dengan suamiku, kami sangat miskin dan sering dihina oleh orang lain, dan aku bertekad untuk menghasilkan lebih banyak uang agar kami dapat segera pindah ke sebuah gedung apartemen dan membungkam mulut mereka yang telah memandang rendah kami. Karena itu aku pergi bekerja di pabrik pengolah wol di luar kota dan aku bekerja membersihkan helai-helai wol dari drum. Mesin berputar sangat cepat, jadi jika tanganku tidak cukup cepat bergerak maka aku akan tersapu ke dalam mesin dan mati. Namun demi mendapatkan lebih banyak uang, aku mempertaruhkan diri untuk menempuh resiko yang fatal ini dan terus bekerja di dalam shift-shift tambahan. Biasanya, untuk menghemat waktu dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, aku akan makan sambil bekerja, dan aku hanya tidur sekitar tiga atau empat jam semalam. Suatu malam ketika aku sedang bekerja di shift tambahan, aku tertidur ketika mesin masih berjalan. Untungnya, suamiku melihat hal ini ketika dia mengakhiri shift-nya dan kecelakaan pun dapat dihindari.

Meskipun kadang-kadang aku merasa amat lelah, aku hanya perlu melihat uang yang telah kuhasilkan dari kerja kerasku dan hatiku kemudian menjadi tenang. Aku selalu berpikir: “Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang, engkau tidak bisa melakukan apa pun” dan “Uang membuat dunia berputar.” Tidak ada yang sepenting menghasilkan uang. Selama aku punya uang, aku bisa memperoleh rasa hormat dari orang lain dan menjalani kehidupan yang aku inginkan; aku bersedia untuk mencapai hal ini tidak peduli berapa banyak yang harus kuderita. Dengan cara ini, tujuh tahun berlalu dengan cepat dan kami berhasil menabung puluhan ribu yuan. Putra kami juga sudah menikah dan memiliki putra sendiri, dan hari-hari kami berlangsung dengan bahagia. Namun, kadang-kadang, aku masih merasakan ketidakpuasan yang mengganggu. Ketika aku melihat orang lain membeli rumah dan mobil mewah di kota besar, aku ingin terus bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak uang, berusaha untuk meningkatkan taraf hidupku ke rumah yang lebih besar dan mengendarai mobil yang mewah.

Lanjutkan membaca “Singkirkan belenggu uang, temukan kebahagiaan sejati”
Firman Tuhan

Firman Tuhan Harian – “Visi Pekerjaan Tuhan (3)” – Kutipan 39

Video lagu rohani Kristen terbaru ini akan membawa Anda untuk mengenal kasih dan keselamatan Tuhan.

Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan…

Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Perluas Bacaan Anda

Renungan Harian

Bagaimana Cara Orang Kristen Berdoa Dapat Efektif

Ingin tahu bagaimana berdoa agar didengar Tuhan? Maka jangan lewatkan lirik lagu doa ini, Anda bisa menemukan caranya setelah membacanya!

Jilin, Zhang Liang

Sebagai orang Kristen, doa adalah kursus wajib kita sehari-hari dan satu-satunya cara bagi kita untuk mendekati Tuhan. Tuhan Yesus berkata: “Dan segala sesuatu, apa pun yang kamu minta dalam doa dengan percaya, pastilah kamu akan menerimanya” (Matius 21:22). Dari sini kita bisa pahami bahwa apapun masalah atau kesulitan yang kita hadapi, selama kita benar-benar berdoa kepada Tuhan, Tuhan akan mendengarkan doa kita dan membantu kita mengatasi kesulitan. Tetapi ada saudara dan saudari bertanya, mengapa terkadang mereka tidak mendapat tanggapan dari Tuhan setelah berdoa. Bagaimana berdoa yang efektif? Mari kita bersekutu bersama tentang tiga cara berdoa. Selama kita menguasai ketiga unsur berdoa ini, Tuhan pasti akan mendengarkan doa-doamu.

Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Orang Kristen Berdoa Dapat Efektif”
Misteri Alkitab

Menafsirkan kembali “Dibenarkan oleh iman”, saya menyambut kembalinya Tuhan

Percaya pada Tuhan yang Benar, Hatiku Dipenuhi Kedamaian dan Sukacita
Keluargaku dulunya beragama Buddha, tetapi pada tahun 2004, kami bersama bibiku pindah agama menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Pada saat itu, aku menyadari bahwa umat manusia diciptakan oleh Tuhan, dan bahwa kelangsungan hidup manusia hingga saat ini adalah karena penyaliban Tuhan Yesus demi menebus kita; aku merasa bahwa kasih Tuhan benar-benar hebat. Secara khusus, aku tersentuh saat melihat para misionaris memberitakan injil, mengunjungi saudara-saudari mereka, dan tanpa pamrih membantu saudara-saudari mereka yang kesulitan. Jadi, aku dibaptis menjadi orang Kristen. Setelah percaya kepada Tuhan, aku senang membaca Alkitab dan mendengarkan khotbah, dan saat itulah aku membaca ayat-ayat Alkitab: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10). “Karena dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam damai bersama Tuhan melalui Tuhan kita, Yesus Kristus” (Romas 5:1). Aku merasa bahwa Tuhan telah memberi kami begitu banyak kasih karunia. Hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus, kita bisa disebut orang yang benar, dosa-dosa kita sudah ditebus, dan diangkat ke kerajaan surga ketika Tuhan datang. Ini berkat yang luar biasa! Aku bersumpah untuk memiliki iman sampai akhir. Tidak peduli lingkungan seperti apa yang aku temui, aku akan berdoa, membaca Alkitab, dan tetap hidup di hadapan Tuhan. Setelah itu, aku membaca Alkitab dengan serius setiap hari, aktif mengikuti kebaktian, dan hatiku dipenuhi dengan kedamaian, sukacita, dan kepercayaan diri.

Lanjutkan membaca “Menafsirkan kembali “Dibenarkan oleh iman”, saya menyambut kembalinya Tuhan”
Misteri Alkitab

Gereja manakah yang diangkat ketika Tuhan Yesus datang? Bagaimana kita menemukannya?


Oleh Youxin

Seperti yang kita ketahui, gereja Filadelfia yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu adalah gereja yang diangkat sebelum bencana besar. Saat ini, bencana ada di mana-mana, dan hanya dengan menemukan gereja Filadelfia, kita akan dapat diangkat di hadapan takhta Tuhan sebelum bencana besar tiba. Apakah Anda tahu karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh gereja Filadelfia? Dan bagaimana kita dapat menemukan gereja ini? Mari kita membahas dan menjelajahi masalah ini berikut.

Nubuat dalam Kitab Wahyu, “Dan kepada malaikat gereja di Filadelfia tuliskan; Beginilah kata …. Karena engkau telah memegang firman-Ku tentang kesabaran, maka Aku akan melindungi engkau dari saat pencobaan, yang akan datang atas seluruh dunia, untuk menguji mereka yang diam di bumi. Sesunguhnya, Aku datang segera: peganglah erat-erat apa yang engkau miliki, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi: dan Aku akan menuliskan padanya nama Tuhan-Ku, dan nama kota Tuhan-Ku … yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari sorga dari Tuhan-Ku dan Aku akan menuliskan nama–Ku yang baru padanya. Barangsiapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang Roh berucap kepada gereja-gereja” (Wahyu 3:7–13). Kita dapat melihat dari perikop ini bahwa gereja filadelfia memiliki tiga karakteristik.

Lanjutkan membaca “Gereja manakah yang diangkat ketika Tuhan Yesus datang? Bagaimana kita menemukannya?”
Renungan Harian

Renungan Kristen 2020:Saat Bencana Melanda, apa Kehendak Tuhan

Saat ini, bencana seperti gempa bumi, banjir, bencana belalang, kebakaran, wabah, kelaparan, dll… terus menerus menyebar, dan ruang lingkup penyebaran semakin luas, khususnya virus korona baru-baru ini telah menyebar luas ke semua negara di dunia, dan banyak orang telah tewas dalam bencana tersebut. Dalam menghadapi bencana yang sering terjadi, orang-orang kepanikan, ketakutan, dan kewalahan, sehingga mereka hanya dapat memanggil Tuhan tanpa henti untuk mendapatkan perlindungan. Sebagai orang Kristen harus renungkan, Tuhan mengijinkan bencana datang, apakah kehendak-Nya adalah hanya membiarkan kita memanggil Tuhan dan meminta perlindungan dari Tuhan? Apa niat baik Tuhan? Bagaimana kita bisa dilindungi Tuhan dalam bencana? Hari ini kita akan membahas dan berkomunikasi bersama sehingga kita dapat memahami niat baik Tuhan dan menemukan cara untuk dilindungi oleh Tuhan.

Renungan Orang Kristen: Apa yang Tuhan Peringatkan Melalui Bencana?

Sesungguhnya, Tuhan mengizinkan terjadinya bencana, dan itu adalah peringatan dan teguran Tuhan bagi kita, lalu apa peringatan-Nya untuk kita? Kita semua tahu, di dunia ini, umat manusia semakin jahat dan rusak, mereka semua hidup dalam makan, minum, dan berpesta, hidup dalam kenyamanan daging, manusia saling merampas dan bersaing demi keuntungan pribadi, penuh kebohongan dan kekerasan, manusia telah lama kehilangan martabat dan kepribadiannya, kehilangan hati nurani dan akal sehat, bahkan manusia sama sekali tidak mengakui keberadaan Tuhan, tidak banyak orang yang merindukan kebenaran, dan mengharapkan kemunculan terang sejati. Bahkan mereka yang percaya pada Tuhan mengikuti tren dunia untuk mengejar uang dan ketenaran, mereka serakah akan kenikmatan daging, mereka semua hidup dalam dosa dan sulit untuk dilepaskan. Kejahatan dan kerusakan umat manusia di dunia ini sama seperti di zaman Nuh .Tuhan Yesus pernah bernubuat : “Tetapi sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia. ” (Matius 24:37). Dari perkataan Tuhan Yesus, dapat diketahui bahwa ketika kejahatan dan kerusakan umat manusia pada akhir zaman sama seperti di zaman Nuh, Tuhan telah datang kembali. Tetapi kerusakan manusia terlalu mendalam, tidak ada seorang pun yang bisa secara aktif mencari Tuhan, mencari penampakan dan pekerjaan Tuhan, bahkan jika seseorang telah mendengar kabar bahwa Tuhan telah datang kembali, dia juga tidak mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelidiki. Tuhan mengizinkan terjadinya bencana, tujuan-Nya adalah untuk memperingatkan kita, untuk membangunkan hati kita yang telah mati rasa, agar kita melihat dengan jelas bahwa nubuat tentang kembalinya kedatangan Tuhan telah digenapi, dan Tuhan memang telah datang kembali. Kita harus segera mencari dan menyelidiki penampakan Tuhan, karena jika kita belum memyambut kedatangan Tuhan sebelum bencana, kita akan dihukum dan jatuh dalam bencana.

Bencana akhir zaman semakin besar. Bagaimana cara mencapai pertobatan sejati dan dilindungi oleh Tuhan dalam bencana? Silakan bergabung dengan grup untuk berkonsultasi secara online.

Renungan Orang Kristen: Bagaimana Menyambut Kembalinya Tuhan Yesus

Lanjutkan membaca “Renungan Kristen 2020:Saat Bencana Melanda, apa Kehendak Tuhan”
Renungan Harian

Bacaan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?

Saat ini, gempa bumi, kebakaran, banjir, wabah serangga, wabah dan bencana lainnya semakin besar, dan baru-baru ini coronavirus telah menyebar ke seluruh dunia. Menghadapi bencana-bencana ini, banyak orang percaya berpikir bahwa, setelah menerima keselamatan dari penyaliban Tuhan Yesus, selama mereka mengakui Tuhan dengan mulut dan percaya kepada-Nya dalam hati mereka maka mereka diselamatkan. Mereka percaya bahwa selama mereka sering berdoa dan banyak membaca Alkitab dan memiliki iman kepada Tuhan, maka Tuhan akan melindungi mereka dari bencana, dan mereka akan terus diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Dia kembali, karena Alkitab mengatakan: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10).Tetapi apakah anggapan ini benar? Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Mari kita menyelidiki bersama,untuk membantu Anda menemukan jalan yang telah Tuhan janjikan untuk memasuki kerajaan surga.

Bacaan renungan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?

Lanjutkan membaca “Bacaan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?”
Renungan Harian

Hanya dengan melakukan 3 hal ini di saat teduh, kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan

Saat teduh adalah bagian penting dari kehidupan seharian umat Kristen. Inilah saatnya bagi umat Kristen untuk memusatkan perhatian untuk mendekati dan berkomunikasi dengan Tuhan. Di saat teduh, umat Kristen dapat berdoa, membaca Alkitab, menyanyikan lagu rohani, memuji Tuhan, dll. Saat teduh yang efektif dapat memelihara hubungan baik kita dengan Tuhan dan membantu kita bertumbuh secara rohani. Meskipun banyak saudara dan saudari memiliki saat teduh setiap hari, mereka masih merasa bahwa mereka jauh dari Tuhan dan belum banyak bertumbuh dalam kehidupan rohani mereka. Roh mereka seringkali berada dalam kegelapan serta bersikap negatif dan lemah. Saat teduh seperti itu tidak efektif. Lalu bagaimana kita menerapkan dalam saat teduh agar mencapai hasil?

Pertama, tenangkan hati di hadapan Tuhan pada saat teduh

Lanjutkan membaca “Hanya dengan melakukan 3 hal ini di saat teduh, kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan”
Renungan Harian

Renungan Alkitab Hari Ini: “Mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu”, apa arti sebenarnya dari ayat ini?

Dari Xinjie

Apa renungan alkitab hari ini ? Kita semua berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Saat ini, empat bulan darah telah muncul; gempa bumi, kelaparan, wabah, dan segala macam bencana lainnya menjadi semakin sering terjadi. Nubuat tentang kedatangan Tuhan yang kedua pada dasarnya telah digenapi. Dan ada banyak orang yang bersaksi secara umum bahwa Tuhan Yesus telah kembali. Banyak saudara dan saudari mulai renungan alkitab , karena Alkitab dengan jelas mengatakan:”Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu.” (Matius 24:36). Bagaimana mereka yang bersaksi dapat mengetahui bahwa Tuhan telah kembali? Apakah Tuhan benar-benar kembali? Bagaimana kita bisa menyambut Tuhan? ” Ini adalah pertanyaan penting yang berhubungan dengan apakah kita dapat menyambut Tuhan. Mari kita menjelajahi bersama.

Lanjutkan membaca “Renungan Alkitab Hari Ini: “Mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu”, apa arti sebenarnya dari ayat ini?”
Renungan Harian

Tiga Cara bagi Orang Kristen untuk menang atas pencobaan

Saudari Jingxing, Korea Selatan

Saudara-saudari,

Aku berharap damai Tuhan beserta kalian! Tidak jarang, segala jenis pertempuran roh akan terjadi di sepanjang kita beriman dan mengikuti Tuhan. Ada pencobaan-pencobaan yang menyangkut uang, status dan nama, pencobaan-pencobaan antara laki-laki dan perempuan, juga fitnah dari orang-orang yang tidak percaya, halangan dan tekanan dari orang-orang terkasih, dan juga pengejaran dan penganiayaan oleh suatu rezim yang jahat. Kadang, bencana yang sama sekali tidak diharapkan menimpa kita. Alkitab mengatakan: “Sadarlah, waspadalah, karena si Iblis, lawanmu itu, sama seperti singa yang mengaum, berjalan keliling mencari mangsa untuk ditelan” (1 Petrus 5:8). Firman Tuhan mengatakan: “Di bumi, segala macam roh jahat tanpa henti berkeliaran mencari tempat untuk beristirahat, tanpa henti mencari mayat-mayat manusia untuk dimakan.” Tidak sekejap pun Iblis tidak ada di samping kita, memeras otaknya untuk memakai setiap orang, peristiwa, atau hal untuk mencobai, menguji, dan menganiaya kita, berusaha untuk membuat kita tenggelam ke dalam kejahatan, ke dalam bencana dan untuk menjauhkan kita sendiri dari Tuhan, untuk mengkhianati-Nya sehingga pada akhirnya kita bisa ditelan sepenuhnya olehnya. Jika kita tidak memiliki kebenaran, kita juga tidak memiliki kearifan; jika kita tidak dapat melihat pertempuran roh dengan jelas, jika kita tidak dapat tinggal dengan teguh dalam firman Tuhan, kemungkinan kita akan ikut dengan kenikmatan dan kesenangan daging, jatuh ke dalam jarring Iblis dan kehilangan kesaksian kita. Sebagai orang Kristen, belajar bagaimana mengenali tipu muslihat Iblis sangat penting. Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk memampukan diri kita sendiri mendeteksi tipu muslihat Iblis di tengah-tengah pertempuran roh dan memberi kesaksian bagi Tuhan? Aku hendak membagikan persekutuan dengan kalian tentang tiga jalan penerapan untuk menang atas pencobaan Iblis.

Lanjutkan membaca “Tiga Cara bagi Orang Kristen untuk menang atas pencobaan”