Misteri Alkitab

Menafsirkan kembali “Dibenarkan oleh iman”, saya menyambut kembalinya Tuhan

Percaya pada Tuhan yang Benar, Hatiku Dipenuhi Kedamaian dan Sukacita
Keluargaku dulunya beragama Buddha, tetapi pada tahun 2004, kami bersama bibiku pindah agama menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Pada saat itu, aku menyadari bahwa umat manusia diciptakan oleh Tuhan, dan bahwa kelangsungan hidup manusia hingga saat ini adalah karena penyaliban Tuhan Yesus demi menebus kita; aku merasa bahwa kasih Tuhan benar-benar hebat. Secara khusus, aku tersentuh saat melihat para misionaris memberitakan injil, mengunjungi saudara-saudari mereka, dan tanpa pamrih membantu saudara-saudari mereka yang kesulitan. Jadi, aku dibaptis menjadi orang Kristen. Setelah percaya kepada Tuhan, aku senang membaca Alkitab dan mendengarkan khotbah, dan saat itulah aku membaca ayat-ayat Alkitab: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10). “Karena dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam damai bersama Tuhan melalui Tuhan kita, Yesus Kristus” (Romas 5:1). Aku merasa bahwa Tuhan telah memberi kami begitu banyak kasih karunia. Hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus, kita bisa disebut orang yang benar, dosa-dosa kita sudah ditebus, dan diangkat ke kerajaan surga ketika Tuhan datang. Ini berkat yang luar biasa! Aku bersumpah untuk memiliki iman sampai akhir. Tidak peduli lingkungan seperti apa yang aku temui, aku akan berdoa, membaca Alkitab, dan tetap hidup di hadapan Tuhan. Setelah itu, aku membaca Alkitab dengan serius setiap hari, aktif mengikuti kebaktian, dan hatiku dipenuhi dengan kedamaian, sukacita, dan kepercayaan diri.

Lanjutkan membaca “Menafsirkan kembali “Dibenarkan oleh iman”, saya menyambut kembalinya Tuhan”