Renungan Harian

Bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman, penyucian dan penyelamatan atas umat manusia di akhir zaman

Pertanyaan: Engkau bersaksi bahwa pada akhir zaman Tuhan menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian manusia; jadi, bagaimana sebenarnya Tuhan menghakimi, menyucikan dan menyelamatkan manusia?

Jawaban:

Orang-orang yang mencari dan menyelidiki jalan yang benar ingin memahami cara Tuhan Yang Mahakuasa melakukan penghakiman-Nya di akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa telah menyampaikan banyak hal tentang kebenaran ini. Mari kita baca beberapa ayat firman Tuhan.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Ketika Tuhan menjadi daging kali ini, pekerjaan-Nya untuk mengungkapkan watak-Nya, terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan landasan ini, Ia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia, menunjukkan lebih banyak cara praktis, sehingga dapat mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah landasan di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan” (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan” (“Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Pekerjaan yang Tuhan lakukan di zaman ini terutama untuk penyediaan firman-Nya untuk hidup manusia, penyingkapan hakikat sifat manusia dan watak manusia yang rusak, penghapusan konsep-konsep agamawi, pemikiran yang membeda-bedakan, pemikiran yang ketinggalan zaman, serta pengetahuan dan budaya manusia. Semua ini harus ditelanjangi dan dibersihkan melalui firman Tuhan. Pada akhir zaman, Tuhan menggunakan firman, bukan tanda dan keajaiban, untuk menyempurnakan manusia. Ia menggunakan firman-Nya untuk menyingkapkan manusia, menghakimi manusia, menghajar manusia, dan menyempurnakan manusia, supaya dalam firman Tuhan, manusia dapat melihat hikmat dan keindahan Tuhan, dan dapat memahami watak Tuhan, supaya melalui firman Tuhan, manusia melihat perbuatan-perbuatan Tuhan” (“Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Tuhan memiliki banyak cara untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan berbagai macam lingkungan untuk menangani watak rusak manusia, dan memakai bermacam hal untuk menyingkapkan manusia; suatu saat Dia menangani manusia, di saat lainnya Dia menyingkapkan manusia, menggali dan menyingkapkan berbagai ‘misteri’ di kedalaman hati manusia, dan menunjukkan kepada manusia natur dirinya dengan menyingkapkan banyak hal mengenai keadaannya. Tuhan menyempurnakan manusia melalui beragam cara—melalui penyingkapan, penanganan, pemurnian, dan hajaran—sehingga manusia bisa mengetahui bahwa Tuhan itu nyata” (“Hanya Mereka yang Bertumpu pada Pengamalan yang Dapat Disempurnakan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita melihat bahwa ketika menghakimi umat manusia yang rusak di akhir zaman, Tuhan memakai banyak aspek kebenaran dan watak benar yang Dia ungkapkan untuk menghakimi, menyingkapkan, dan menghukum sifat jahat manusia, untuk menahirkan dan mengubah watak jahat manusia dan menyelamatkan manusia dari pengaruh Iblis. Dalam penghakiman dan hajaran Tuhan yang megah dan penuh murka, kita merasa seolah-olah kita berhadapan muka dengan-Nya; kita dapat dengan jelas melihat sifat esensial dan fakta aktual dari perusakan kita oleh Iblis dan benar-benar memahami esensi kudus Tuhan dan watak benar-Nya yang tidak dapat disinggung. Hati yang takut akan Tuhan lahir dalam diri kita dan kita mengembangkan pemahaman yang nyata tentang Tuhan sementara pada saat yang bersamaan juga memahami banyak kebenaran. Ini memungkinkan watak hidup kita diubah, sehingga kita akhirnya bisa hidup dalam keserupaan manusia yang sejati dari seseorang yang jujur dan menaati Tuhan. Semua firman yang diungkapkan oleh Tuhan membuka banyak aspek kebenaran untuk umat manusia: watak Tuhan yang benar, apa yang Dia miliki dan siapa Dia, misteri rencana pengelolaan-Nya, informasi di balik tiga tahap pekerjaan Tuhan, tujuan dan kehendak Tuhan dalam keselamatan-Nya bagi umat manusia, akar dosa dan kebenaran kerusakan manusia, tempat tujuan dan hasil kesudahan manusia, dan sebagainya. Kebenaran-kebenaran ini adalah firman yang memberi kita kehidupan dan jalan kehidupan kekal. Ketika kita membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita merasakannya seperti pedang bermata dua, dengan keagungan dan murka Tuhan yang memancar dari setiap kata dan setiap baris. Firman ini menuding gagasan tentang Tuhan yang kita miliki di lubuk hati kita, tujuan tercela kita, dan niat licik dalam iman kita, bahkan racun jahat yang tersembunyi dalam sifat kita yang tidak kita ketahui pun diungkapkan, sehingga kita dapat melihat bahwa kita benar-benar rusak oleh Iblis. Kita hidup dengan racun, filsafat, logika, dan hukum Iblis dalam segala hal. Hati kita dipenuhi dengan kejahatan, kecongkakan, keserakahan, tipu daya, dan watak jahat lainnya. Kita semata-mata hidup dalam keiblisan; kita telah menjadi keturunan Iblis, keturunan naga merah besar, yang memberontak melawan Tuhan dan menentang-Nya. Setelah membaca firman penghakiman dan wahyu Tuhan, kita kagum kepada Tuhan, merasakan pengamatan-Nya atas hati kita yang paling dalam. Firman Tuhan menyerang sifat jahat kita dalam setiap aspek seolah-olah kita berhadapan muka dengan-Nya, kadang-kadang mengingatkan atau memperingatkan kita, kadang-kadang mencela kita, menangani kita, atau mendisiplinkan kita. Terkadang kata-kata Tuhan yang garang dipenuhi dengan kemarahan, dan di dalamnya kita melihat kebenaran dari kerusakan kita, membuat kita merasa tidak punya tempat untuk bersembunyi dan kita sangat dipermalukan. Pada saat yang sama, kita sangat merasakan bahwa firman Tuhan sungguh merupakan kebenaran, penuh kuasa dan otoritas, dan bahwa itu adalah wahyu dari watak Tuhan dan kehidupan-Nya. Esensi kudus Tuhan tidak dapat dinajiskan, dan watak benar-Nya tidak dapat disinggung. Kita tidak bisa tidak tersungkur di hadapan Tuhan dan bertobat kepada-Nya. Kita membenci sifat jahat kita sendiri, kita dipenuhi dengan penyesalan dan bersedia menerima penghakiman dan hajaran-Nya. Kita benar-benar yakin dan bertekad dalam hati kita untuk menjalani kehidupan baru untuk memuaskan Tuhan. Ini adalah hasil dari penghakiman firman Tuhan atas umat pilihan Tuhan. Setelah mengalami penghakiman dan hajaran seperti itu, mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan mengasihi kebenaran dapat memperoleh kebenaran dan disempurnakan oleh Tuhan. Mereka yang tidak mengasihi kebenaran dan tidak benar-benar mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan pasti akan disingkirkan oleh-Nya.

Selagi Tuhan menghakimi dan menyingkapkan manusia melalui firman-Nya, Dia juga mempersiapkan berbagai keadaan dan peristiwa untuk menangani dan memangkas orang, menguji mereka, dan menyingkapkan mereka. Setelah mengalami fakta-fakta penghakiman, hajaran, didikan, dan pendisiplinan atas kita, kita mengenali bahwa sifat jahat dan watak jahat kita terlalu keras kepala. Ketika kita mengorbankan diri, menderita, dan membayar harga untuk Tuhan, kita masih bisa tanpa sadar memberontak dan menentang Dia. Di bawah penghakiman-Nya yang benar, megah, dan penuh murka, kita dengan jelas melihat penampakan iblis kita yang mengerikan, yang menolak Tuhan. Kita melihat bahwa kita adalah anak-anak neraka dan kita tidak layak untuk hidup di hadapan Tuhan. Hati kita sakit dalam penderitaan. Kita gemetar ketakutan dan menunjukkan penyesalan. Kita meninggalkan diri sendiri dan mengutuk diri kita sendiri. Saat kita benar-benar bertobat di hadapan Tuhan, Dia menganugerahkan belas kasihan dan toleransi kepada kita; Dia menerangi, mencerahkan, menghibur, dan mendukung kita sehingga kita dapat memahami niat baik keselamatan Tuhan bagi kita dan dapat mengenali keindahan-Nya. Kita menjadi bersedia hidup menurut kebenaran firman Tuhan untuk menghibur dan memuaskan-Nya. Penghakiman dan hajaran Tuhan memberi kita kejelasan tentang siapa yang Dia sukai, yang Dia selamatkan, yang Dia sempurnakan, yang Dia berkati, yang Dia benci, yang Dia singkirkan, dan yang Dia hukum dan kutuk, sehingga benar-benar memahami watak benar Tuhan. Setelah mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, kita benar-benar memahami bahwa kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan adalah penghakiman atas umat manusia yang rusak; itu adalah hajaran, pengamatan, dan penahiran. Tuhan harus menyingkapkan watak-Nya yang benar, megah, penuh murka, dan tidak dapat disinggung oleh sifat jahat umat manusia yang menentang Tuhan. Hanya dengan cara ini kita dapat mengembangkan hati yang takut akan Tuhan, mengejar kebenaran, mengasihi Tuhan, dan menaati dan menyembah-Nya, hidup dalam gambaran manusia sejati untuk memuliakan dan menjadi saksi bagi Tuhan. Ini adalah hasil dari penghakiman dan hajaran Tuhan. Sekarang kita semua harus mengerti bahwa bagi umat manusia yang benar-benar rusak, Tuhan harus menjadi manusia untuk mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Jika tidak, manusia yang rusak tidak akan selamat. Jika kita hanya berhenti dengan Zaman Kasih Karunia dalam iman kita dan menolak untuk menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, kita pasti akan disingkirkan dan dihancurkan. Ini mutlak.

Dikutip dari “Pertanyaan dan Jawaban Klasik mengenai Injil Kerajaan”

Halaman daftar firman Tuhan hari ini bagikan Firman Tuhan dengan Anda, bantu pertumbuhan kehidupan setiap orang Kristen, dan semakin memahami Tuhan!

Renungan Harian

Kita Harus Mendengarkan Suara Tuhan Dalam Menyelidiki Jalan yang Benar

Rekomendasi:Apakah Anda tidak mengerti banyak misteri kebenaran dalam Alkitab? Klik konten renungan harian kristen, dan setiap artikel akan membuat Anda lebih memahami kehendak Tuhan.

Sekarang, banyak orang yang percaya kepada Tuhan berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali. Tetapi ketika mendengar berita tentang seseorang yang menyaksikan kembalinya Tuhan, beberapa orang tidak memperhatikan untuk mencari, menyelidiki dan mendengarkan suara Tuhan untuk menyambut Tuhan. Sebaliknya, mereka berpikir bahwa mereka harus bertanya kepada pendeta dan penatua. Ada orang yang berpikir bahwa mereka harus melihat penilaian pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap gereja ini. Apakah penerapan ini benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan? Jika kita tidak mendengarkan suara Tuhan, dan hanya mendengarkan pemerintah PKT serta pendeta dan penatua, bisakah kita menyambut Tuhan? Apa jalan penerapan yang benar untuk menyelidiki jalan yang benar? Mari kita berkomunikasi bersama.

Penerapan yang benar dalam menyelidiki jalan yang benar, sebenarnya Tuhan Yesus telah memberitahu kita. Tuhan Yesus berkata: “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya’” (Matius 25:6). “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20). Pasal 2 dan 3 dalam Kitab Wahyu juga banyak kali mengatakan: “Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja“. Dapat dilihat dari sini bahwa ketika Tuhan kembali di akhir zaman, Dia akan mengungkapkan firman Roh Kudus kepada gereja-gereja, Dia akan mengetuk pintu dengan berfirman. Siapapun yang bisa menyambut Tuhan dengan mendengarkan suara Tuhan adalah gadis yang bijaksana, dan bisa bersantap bersama Tuhan. Karena hanya Tuhan yang dapat mengungkapkan kebenaran dan mengungkapkan firman Roh Kudus kepada gereja-gereja, jadi sama sekali tidak akan salah jika kita mengenal Tuhan dengan mendengarkan suara Tuhan. Oleh karena itu, ketika kita mendengar seseorang berteriak “Mempelai laki-laki datang”, yang berarti kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali, kita hendaknya secara aktif melakukan pencarian untuk menyambut Tuhan, mendengarkan apakah itu adalah ungkapan kebenaran, menerima dan mengikuti-Nya tanpa ragu-ragu selama kita mengenali suara Tuhan, untuk menyambut Tuhan. Sama seperti ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja, murid-murid seperti Petrus, Yohanes, dan Filipus, mereka tidak memperhatikan penilaian pemimpin agama orang-orang Farisi atas pekerjaan Tuhan Yesus dalam hal menyelidiki jalan yang benar, mereka juga tidak berada di bawah kendali dari pemerintah Romawi. Sebaliknya, mereka memperhatikan untuk mendengarkan khotbah Tuhan Yesus. Ketika mereka mendengar firman Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kemampuan, dan dapat menyediakan orang kapan saja dan di mana saja, mereka percaya bahwa suara dan perkataan Tuhan Yesus adalah suara Tuhan, dan Tuhan Yesus adalah Mesias yang akan datang. Kemudian mereka mengikuti Tuhan dengan tegas. Pada akhir zaman, kita juga harus memperhatikan untuk menyambut Tuhan sesuai dengan cara yang Tuhan berikan kepada kita untuk mendengarkan suara Tuhan, sehingga sesuai dengan kehendak Tuhan.

Marilah kita berpikir tentang hal menyelidiki jalan yang benar dan menyambut kedatangan Tuhan kembali, apakah kita melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan? Ketika kita mendengar seseorang bersaksi tentang kedatangan Tuhan, kita tidak memperhatikan untuk mendengarkan suara Tuhan. Kita selalu ingin bertanya kepada pendeta dan penatua apa pendapat mereka, dan melihat penilaian pemerintah PKT. Bisakah kita menyambut kembalinya Tuhan dengan melakukan ini? Pikirkan tentang penganut Yahudi, ketika mereka mendengar jalan pertobatan yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus, mereka hanya memperhatikan penilaian dari pemimpin agama Farisi. Ketika orang Farisi menghakimi bahwa Tuhan Yesus adalah putra seorang tukang kayu dan bahwa Dia bukan Mesias yang akan datang, mereka dengan membabi buta mendengarkan dan mengikuti orang Farisi. Ketika orang-orang Farisi bergabung dengan pemerintah Romawi untuk memakukan Tuhan Yesus di atas kayu salib, orang-orang percaya Yahudi juga berteriak bahwa Tuhan Yesus harus disalibkan sampai mati. Akhirnya, mereka mengikuti para pemimpin agama dan pemerintah Romawi untuk melakukan kejahatan bersama-sama dan telah menjadi orang yang menentang Tuhan, sehingga kehilangan keselamatan Tuhan selama-lamanya. Ini menggenapi nubuat dalam Alkitab: “Umat-Ku hancur karena kurangnya pengetahuan” (Hosea 4:6). “Tetapi orang bodoh mati karena kekurangan hikmat” (Amsal 10:21). Jadi sekarang ini, apakah kita juga ingin mengikuti jejak orang Yahudi? Ketika kita menyelidiki jalan yang benar, kita harus belajar dari kegagalan orang-orang percaya Yahudi dan memperhatikan untuk mendengarkan suara Tuhan berdasarkan firman Tuhan Yesus. Dengan cara ini, kita tidak akan kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan. Selama kita bisa yakin bahwa yang diungkapkan adalah kebenaran dan suara Tuhan, kita harus mengikuti-Nya dengan teguh. Ini adalah penerapan yang benar dalam menyelidiki jalan yang benar.

Saat ini, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di seluruh dunia yang secara terbuka bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan kata kebenaran. Atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan telah melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, dan menunjukkan kepada manusia cara-cara untuk melepaskan diri dari dosa, sehingga manusia benar-benar bebas dari belenggu dosa untuk mencapai kesucian dan perubahan. Tuhan Yang Mahakuasa juga telah mengungkapkan misteri dan pekerjaan yang telah Tuhan lakukan sejak penciptaan dunia kepada manusia. Seperti misteri rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun, misteri inkarnasi Tuhan, misteri nama Tuhan, dan kisah sebenarnya di balik tiga tahap pekerjaan Tuhan, bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, makna melakukan pekerjaan penghakiman dan hasil apa yang akan dicapai, dan bagaimana Tuhan menyempurnakan para pemenang, bagaimana kerajaan Tuhan terwujud di bumi, dan Tuhan juga menubuatkan tentang keindahan Kerajaan Seribu Tahun, dll. Tuhan juga menunjukkan jalan kepada orang cara-cara mencapai perubahan dan penyucian watak dalam kepercayaan orang kepada Tuhan. Selain itu, Tuhan Yang Mahakuasa juga menyingkapkan akar dosa dan penentangan kita kepada Tuhan, sepenuhnya menelanjangi watak iblis seperti kesombongan dan keangkuhan, serta keegoisan dan kekejian dalam diri kita, sehingga kita dapat memahami bahwa sifat diri kita semata-mata adalah sifat iblis, melihat dengan jelas bahwa apa yang kita jalani semuanya adalah keserupaan iblis, dan dengan demikian menghasilkan pertobatan sejati, bersedia menerima penghakiman dan hajaran Tuhan, hidup dengan mengandalkan firman Tuhan, dan berangsur-angsur melepaskan diri dari belenggu dan kendali watak rusak iblis. Dengan ini, sifat berdosa manusia akan diberantas dari akarnya. Semua kebenaran yang berkaitan dengan pekerjaan Tuhan dan kerajaan Tuhan, serta keselamatan dan kesucian, dibawa kepada kita oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Inilah yang Tuhan Yesus katakan sebagai kebenaran yang belum diberikan kepada kita di Zaman Kasih Karunia. Ini secara persis menggenapi nubuat Tuhan Yesus: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). “Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:47-48). “Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17).

Saat ini, sebagian besar kata-kata yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa dicatat dalam buku yang berjudul “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa dan diterbitkan di Internet agar orang-orang dari seluruh dunia dapat menyelidiki jalan ini. Ada banyak yang haus akan penampakan Tuhan telah kembali di bawah nama Tuhan Yang Mahakuasa. Orang-orang yang kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa ini, sama seperti orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus pada zaman itu, mereka semua berfokus mendengarkan suara Tuhan, daripada berfokus mendengarkan penilaian para pendeta dan penatua agama serta pemerintah PKT. Dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka menyadari bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah suara Tuhan, bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, memiliki otoritas dan kekuasaan, dapat membuka misteri kebenaran, dapat menyucikan manusia dan mengubah manusia, sehingga memperoleh kepastian bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan Yesus dan menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, setelah mereka menegaskan bahwa itu adalah jalan yang benar, tidak peduli berapa banyak rumor yang ada di luar dunia dan tidak peduli berapa banyak penganiayaan dan hambatan yang mereka hadapi, mereka dengan teguh mengikuti Tuhan sampai akhir, dan akhirnya memberikan kesaksian yang gemilang kepada Tuhan. Ada sebagian orang yang telah dibentuk menjadi pemenang oleh Tuhan, dan mereka adalah gadis bijaksana yang menyambut Tuhan sebelum bencana. Sekarang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman akan berakhir, hal mendesak yang perlu kita lakukan adalah berfokus mendengarkan suara Tuhan untuk menyambut kedatangan kembali Tuhan. Ini adalah gadis yang bijaksana. Tuhan Yang Mahakuasa memperingatkan kita: “Aku mendorong orang dari segala bangsa, negara, dan bahkan industri untuk mendengarkan suara Tuhan, untuk mengamati pekerjaan Tuhan, untuk memperhatikan nasib umat manusia. Dengan demikian, Tuhan menjadi yang paling kudus, paling terhormat, paling tinggi, dan satu-satunya Tuhan yang disembah di tengah-tengah umat manusia, dan membuat seluruh umat manusia dapat hidup dalam berkat Tuhan, seperti keturunan Abraham hidup dalam janji Yahweh, dan seperti Adam dan Hawa, yang pada mulanya diciptakan oleh Tuhan, hidup di dalam Taman Eden.” “Pekerjaan Tuhan itu bagaikan gelombang yang membubung dengan dahsyatnya. Tak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya, dan tak ada seorang pun yang dapat menghentikan gerak langkah-Nya. Hanya orang yang baik-baik mendengarkan firman-Nya, mencari dan haus akan Ia, yang dapat mengikuti gerak langkah-Nya dan menerima janji-Nya. Orang-orang yang tidak melakukannya akan dihadapkan pada bencana yang dahsyat dan hukuman yang pantas.”

Saat ini, bencana di seluruh dunia melanda tanpa henti. Malapetaka-malapetaka akan turun ke bumi tidak lama lagi. Jika kita tidak berfokus mendengarkan suara Tuhan untuk menyambut Tuhan, tetapi menolak dan mengutuk pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita akan ditolak dan disingkirkan oleh Tuhan, dan pada akhirnya hanya akan menangis dan mengertakkan gigi dalam bencana. Ini adalah akibat dari tidak mendengarkan suara Tuhan dan hanya mendengarkan perkataan manusia serta iblis dalam menyelidiki jalan yang benar. Setelah memahami ini, apakah kita ingin menjadi gadis bijaksana yang mendengarkan suara Tuhan atau mengikuti jejak orang Yahudi yang bodoh dan keras kepala? Ini tergantung pada pilihan individu.

Renungan Harian

Matius 24: 29—membahas tentang bagaimana nubuat kedatangan Yesus kedua kali digenapi

Pertanyaan:Matius 24:29 mengatakan: “Segera, setelah masa penderitaan itu, ‘Matahari akan menjadi gelap,dan bulan tidak akan memberikan cahayanya, Bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa di langit akan diguncangkan.'” Jika Tuhan Yesus kembali,Dia seharusnya datang dengan membawa kemuliaan besar di atas awan, dan langit dan bumi akan berguncang,serta matahari dan bulan tidak akan bersinar. Sekarang pemandangan ini belum muncul. Karena itu,kami mengira bahwa Tuhan Yesus belum datang kembali, tetapi sekarang banyak orang telah menyaksikan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali,dan Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa—Tuhan yang berinkarnasi,apa sebenarnya yang sedang terjadi? “

Jawaban:
Dengan menantikan kedatangan Tuhan kembali, kita semua melakukan kesalahan yang sama. Kita hanya menantikan kedatangan Tuhan kembali berdasarkan nubuat tentang turun-Nya Dia di awan-awan, tetapi kita mengabaikan nubuat-nubuat lain tentang kedatangan Tuhan kembali. Ini kesalahan fatal! Banyak bagian Alkitab memuat nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali. Misalnya, Tuhan bernubuat: “Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri” (Wahyu 16:15). “Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia” (Matius 25:6). Baca juga Wahyu 3:20, “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan makan bersamanya, dan dia akan bersama-sama dengan-Ku.” “Karena sama seperti petir yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25). Berbagai nubuat ini menyinggung kedatangan Tuhan “bagaikan pencuri,” kedatangan Anak Manusia; dan mengatakan bahwa Dia berbicara kepada manusia sambil mengetuk pintu, dsb. Bukankah ini menunjukkan bahwa selain kedatangan Tuhan kembali di awan-awan di hadapan semua orang, Dia juga akan datang secara rahasia? Jika kita percaya bahwa Tuhan hanya akan datang di awan-awan, lalu bagaimana nubuat tentang kedatangan-Nya secara rahasia dapat digenapi? Coba pikirkan. Saat Tuhan turun di awan-awan, akan ada sejumlah pertengkau besar. Matahari dan bulan tidak lagi bersinar, bintang-bintang berguguran, langit dan bumi akan guncang. Pasti akan terjadi peristiwa yang mengguncangkan bumi, semua orang pasti akan melihat dan mengetahuinya. Lalu bagaimana nubuat tentang Tuhan datang “bagaikan pencuri” dan berdiri di luar pintu dan mengetuk dapat digenapkan? Bila Tuhan datang di awan-awan, semua orang akan melihatnya. Perlukah ada orang yang bersaksi: “Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia“? Tuhan juga berfirman: “Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.” Bagaimana nubuat itu akan digenapkan? Ada juga banyak nubuat dalam Alkitab yang mengatakan saat Tuhan datang kembali di akhir zaman, Dia akan menyelesaikan berbagai pekerjaan. Misalnya, pekerjaan penghakiman yang akan dimulai dari rumah Tuhan. Dia akan membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya, lalu juga ada penuaian dan penampian, dan pekerjaan memisahkan orang berdasarkan jenisnya, seperti memisahkan domba dari kambing, gandum dari lalang, hamba yang baik dari hamba yang jahat. Jika Tuhan datang dalam kemuliaan besar, turun dari awan-awan dan dilihat semua orang, itu tentulah tubuh rohani Tuhan Yesus yang telah bangkit dan menampakkan diri kepada seluruh umat manusia, jadi bukankah semua orang akan sujud dan patuh dan mengikuti-Nya? Siapa yang akan menentang Dia? Kalau begitu, bagaimana domba dan kambing, hamba yang baik dan hamba yang jahat, bisa dibedakan? Bagaimana pekerjaan penuaian dan penampian digenapkan? Ada banyak nubuat dalam Alkitab tentang kedatangan Tuhan kembali di akhir zaman. Jika kita mengesampingkan nubuat-nubuat lain, tetapi membatasi cara kedatangan Tuhan kembali berdasarkan satu atau dua bagian Alkitab tentang Dia datang di awan-awan, bukankah itu agak sewenang-wenang? Dengan begitu, kita bisa kehilangan kesempatan menyambut kedatangan-Nya, dan dapat ditolak oleh-Nya.

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang “bagaikan pencuri” dan, “Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia” (Matius 25:6). “Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:25). Penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa telah menggenapi nubuat ini. Dari luar, Dia tampak sama seperti manusia biasa. Dia bicara dari dalam kemanusiaan biasa. Siapa yang menduga bahwa Dia adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan? Ini menggenapi nubuat kedatangan Tuhan kembali “bagaikan pencuri.” “Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri” (Wahyu 3:3). Nubuat ini mengacu pada penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa yang dengan cepat menyebar ke seluruh sekte dan denominasi, sama seperti pencuri—tidak ada orang yang menyadarinya. Para pemberita-Nya menyaksikan firman-Nya kepada semua orang yang mencari penampakan Tuhan, dengan sabar bersekutu menyampaikan firman Tuhan Yang Mahakuasa. Inilah Tuhan yang mengetuk pintu. Sejak Tuhan Yang Mahakuasa menampakkan diri dan bekerja, Dia terus menerus diburu dan dianiaya secara brutal oleh pemerintah Tiongkok, dan Dia menanggung tentangan luar biasa, kecaman, dan penolakan dari kalangan beragama. Bahkan, ada banyak roh jahat dan setan yang secara terang-terangan mengecam dan menghujat Tuhan Yang Mahakuasa secara online. Ini sepenuhnya menggenapkan nubuat yang disampaikan Tuhan: “Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.” Jika Tuhan turun di hadapan semua orang di awan-awan seperti bayangan orang, tentulah lalang, kambing, hamba yang jahat, dan antikristus sujud menyembah-Nya untuk menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Lalu bagaimana mereka dapat disingkap? Saya khawatir, bahkan setan CCP dan semua orang tak beriman juga akan menerima Tuhan Yang Mahakuasa. Bukankah itu akan menjadi kekacauan besar di dunia? Bagaimana pekerjaan Tuhan di akhir zaman bisa dijalankan? Hanya jika Tuhan berinkarnasi sebagai Anak Manusia untuk menampakkan diri dan bekerja barulah nubuat yang difirmankan oleh Tuhan Yesus ini, termasuk nubuat tentang pekerjaan Tuhan setelah Dia datang kembali di akhir zaman, bisa dipenuhi, digenapkan. Tuhan Yang Mahakuasa telah datang dan mengungkapkan semua kebenaran untuk menyucikan dan menyelamatkan umat manusia, dan Dia menjalankan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Domba-domba-Nya mendengar suara-Nya, dan gadis bijaksana dari tiap sekte dan denominasi mendengar firman yang dinyatakan Tuhan Yang Mahakuasa dan tahu bahwa firman inilah kebenaran, suara Tuhan, dan mereka semua telah berpaling kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Inilah pengangkatan. Orang-orang ini telah diangkat ke hadapan takhta Tuhan dan mengalami penghakiman dan penyucian di hadapan kursi penghakiman Kristus. Merekalah yang pertama disucikan, dijadikan pemenang oleh Tuhan, dan menjadi buah sulung. Ini menggenapkan nubuat dalam kitab Wahyu: “Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni sama seperti anak dara. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tidak ditemukan kelicikan: karena mereka tidak bercacat di hadapan takhta Tuhan” (Wahyu 14:4-5). Setelah Tuhan turun secara rahasia dan membentuk kumpulan pemenang ini, pekerjaan besar-Nya akan selesai. Setelahnya, Dia akan datang di awan-awan dan secara terbuka menampakkan diri kepada semua bangsa. Saat itulah peristiwa kedatangan Tuhan yang besar, yang engkau bicarakan, akan terjadi, dan itu akan menggenapkan nubuat dalam Wahyu 1:7. “Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia.” Inilah peristiwa turunnya Tuhan di awan-awan secara terbuka, dan semua mata akan memengkaung-Nya. Bahkan mereka yang telah menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa akan memengkaung-Nya turun di awan-awan, itulah sebabnya “semua orang di bumi akan meratap karena Dia.” Semua nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali pada dasarnya sudah digenapi, sekarang. Satu-satunya yang belum digenapi adalah nubuat tentang turun-Nya Dia secara terbuka di awan-awan setelah malapetaka.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Mungkin banyak orang tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang suci yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau sekalian melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itulah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Penghakiman Tuhan akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, ketika hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa “Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu” akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengumumkan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan yang sebenarnya. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Ia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. Mereka terlalu keras kepala, terlalu percaya diri, terlalu sombong. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berakhlak itu bisa diberi upah oleh Yesus? Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan sombong, tetapi patuhilah tuntunan Roh Kudus dan rindukanlah mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaatnya” (“Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Roh Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Dikutip dari naskah film “Kerinduan”

Kesaksian Kristen

Apakah Anda Masih Menyelidiki Jalan Yang Benar Berdasarkan Situs Web Terkenal?

Jin Xin

Banyak orang berpendapat bahwa apa yang dikatakan di situs web terkenal dapat dipercayai karena mereka adalah media arus utama yang berwibawa. Karena itu, mereka terbiasa menyelidiki berbagai hal lewat situs web terkenal. Dan ada beberapa orang di antara mereka mengandalkan pernyataan di situs web ini menyelidiki jalan yang benar untuk menyambut kembalinya Tuhan. Mereka percaya dan menerima apa yang diakui dan disetujui oleh situs web ini, dan tidak menolak apa yang ditolak dan dikutuk oleh mereka. Sekarang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali, tetapi ada orang tidak mencari dan menyelidiki karena mereka percaya laporan palsu tentang Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka baca di beberapa situs terkenal. Jadi, apakah cara menyelidiki jalan yang benar berdasarkan pernyataan di situs web terkenal sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah ini jalan penerapan ini benar? Anda harus tahu bahwa cara untuk menyelidiki jalan yang benar berkaitan langsung dengan apakah kita akan dapat menyambut kedatangan Tuhan. Dalam teks di bawah ini kita akan fokus bahas topik “apakah kita akan dapat menyambut Tuhan, jika kita hanya menyelidiki jalan yang benar berdasarkan pernyataan di situs web terkenal ini”.

Bisakah Kita Yakin Dengan Jalan Yang Benar Berdasarkan Pernyataan di Situs Web?

Banyak orang menyelidiki jalan yang benar dengan membaca pernyataan di situs web secara khusus, karena menurut pendapat mereka situs web ini berwibawa dan dapat dipercayai. Tetapi kita harus tahu fakta ini: Semua situs web semuanya dikelola oleh orang dan kontennya di karang dan diatur oleh orang-orang. Oleh karena itu, kami dapat mengatakan bahwa tidak peduli seberapa hebat dan kemasyhuran situs web ini atau seberapa kuat pengaruhnya, semua yang situs web publikasikan dan pernyataan yang disebarkan berasal dari manusia yang rusak. Ini adalah fakta yang tidak dapat disangkal. Manusia yang rusak hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan tidak ada siapa pun yang memiliki kebenaran. Hanya Tuhan adalah kebenaran. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, ketika kita mendengar seseorang bersaksi tentang kedatangan Tuhan Yesus, jika kita tidak mencari dan menyelidiki secara praktis untuk melihat apakah jalan ini mengandungi kebenaran dan apakah yang diungkapkan adalah suara Tuhan, sebaliknya kita percaya secara membuta terhadap pernyataan di situs web dan menganggap pernyataan di situs web sebagai standar untuk menyelidiki jalan yang benar, apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan?

Sebenarnya, pengenalan dan komentar tentang Tuhan Yang Mahakuasa di beberapa situs web tidak sesuai dengan fakta, karena apa yang mereka terbitkan adalah kesimpulan tanpa menyelidiki Gereja Tuhan Yang Mahakuasa secara praktis tetapi terbitan mereka berdasarkan apa yang dikatakan oleh pemerintah PKT. Sebetulnya, firman Tuhan Yang Mahakuasa — Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia dan berbagai kesaksian umat Kristen dari Tuhan Yang Mahakuasa serta berbagai jenis film yang menyaksikan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa telah tersedia untuk semua orang di seluruh dunia dalam situs web Tuhan Yang Mahakuasa untuk dicari dan diselidiki. Tidak peduli apakah situs web personal atau situs web terkenal, jika ingin memahami Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, mereka dapat pergi dan memahami yang sebenarnya Tuhan Yang Mahakuasa dari situs webnya sendiri kapan saja. Dan jika anda memiliki masalah atau pertanyaan untuk dibicarakan, anda selalu dapat menghubungi saudara-saudari Kristen dari Tuhan Yang Mahakuasa yang online 24 jam melalui Live Chat, Messenger, WhatsApp atau Line. Namun, ada situs web terkenal yang tidak pernah menyelidiki Tuhan Yang Mahakuasa secara praktis atau mewawancarai saudara-saudari Kristen dari Tuhan Yang Mahakuasa untuk memahami asal-usul dan perkembangan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, tetapi mereka terus menerbitkan berita palsu yang dibuat oleh pemerintah PKT untuk mencemari nama Gereja Tuhan Yang Mahakuasa secara membabi buta. Dengan begitu, apakah tidak melanggar prinsip objektivitas dan imparsialitas dalam jurnalisme? Jika kita gagal melihat fakta dengan jelas tetapi mempercayai pernyataan yang tidak benar dan laporan palsu yang dibuat oleh beberapa situs terkenal atau berdasarkan kebohongan pemerintah PKT, bukankah ini kebodohan?

Hampir semua laporan tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di beberapa situs web terkenal adalah hukuman pemerintah PKT terhadap Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Semua situs web ini secara tidak langsung telah menjadi corong suara dan mulut bagi pemerintah PKT. Jika kita secara membabi buta mempercayai apa yang dikatakan situs web ini tanpa melakukan perbedaan, apa bedanya ini dengan mendengarkan pemerintah PKT? Kredibilitas apa yang dimiliki kata-kata pemerintah PKT? Seperti yang kita semua tahu, PKT percaya pada Marxisme, Marxisme adalah rezim setan dan ateis yang sangat membenci Tuhan, membenci semua kelompok agama dan siapa pun yang memiliki kepercayaan agama. Sejak berdirinya Partai Komunis Tiongkok, PKT telah secara terbuka mengutuk agama Kristen dan Katolik sebagai kultus dan Alkitab sebagai literatur kultus yang banyak salinannya telah dibakar. Untuk masuk ke Organisasi Perdagangan Dunia, PKT dengan berani berbohong dan membodohi orang-orang di seluruh dunia, ia mengibarkan panji “kebebasan beragama,” secara lahiriah tetapi pada kenyataannya ia tidak pernah kendur dalam penganiayaannya terhadap kepercayaan agama. Sekarang ia tidak hanya menganiaya agama Kristen dan Katolik, tetapi juga Gereja Tiga Pendirian yang dikelola pemerintah PKT. PKT juga menghancurkan gereja dan salib di mana-mana, menangkap dan menganiaya orang-orang Kristen dengan ambisinya untuk menghapus semua kepercayaan agama dan menciptakan zona ateis di Tiongkok. Jelas bahwa, hakikat PKT adalah iblis yang paling menentang Tuhan. Ini adalah partai ateis yang paling jahat, jadi apakah ada kredibilitas dari komentarnya tentang gereja dan kepercayaan agama?

Sekarang, seluruh dunia telah menyingkapkan PKT dan menyatakan PKT yang jahat dari Najis. Tetapi mengapa masih ada situs web menyebarkan rumor atau segala kebohongan yang dibuat oleh pemerintah PKT secara terbuka dan mereka dengan segala upaya melakukan semua ini untuk mencemarkan nama Gereja Tuhan Yang Mahakuasa? Kenapa begitu? Ini benar-benar harus direnungkan. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, jika kita tidak mencari kehendak Tuhan saat menyelidiki jalan yang benar tapi mencari dan mengikuti irama situs web tersebut, jadi apakah kita percaya pada Tuhan atau situs web tersebut? Pernahkah kita memikirkan tentang apa akibatnya jika kita percaya rumor PKT yang disebarkan oleh situs web tersebut? Alkitab berkata, “Apakah hukum taurat akan menghakimi seseorang, sebelum mendengarnya, dan tahu apa yang dia lakukan?”(Yohanes 7:51). Jika ketika menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita tidak mengunjungi situs Gereja Tuhan Yang Mahakuasa untuk melihat apakah firman Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar adalah suara Tuhan, apakah itu kebenaran, apakah itu pekerjaan Tuhan dan apakah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa memiliki pekerjaan Roh Kudus, tetapi sebaliknya kita secara khusus mendengarkan rumor dan kebohongan PKT yang disebarkan oleh situs web terkenal ini, dapatkah kita menyambut kembalinya Tuhan?

Cara yang Benar untuk Menyelidiki Jalan yang Benar

Ada orang mungkin bertanya apa cara yang benar untuk menyelidiki jalan yang benar. Sebenarnya, Tuhan Yesus sudah memberitahu kepada kita: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:12-13). “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). Wahyu 3:20 mengatakan: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku“. Dan itu juga dinubuatkan tujuh kali dalam Wahyu Bab 2 dan 3: “Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja“. Dapat dilihat dari ayat ini, ketika Tuhan datang kembali di akhir zaman, Dia akan berfirman kepada gereja-gereja dan mengungkapkan semua kebenaran dan misteri. Jadi untuk menyelidiki jalan yang benar di akhir zaman, kita harus memperhatikan suara Tuhan untuk melihat apakah jalan ini mengandungi kebenaran atau tidak, apakah itu suara Tuhan, apakah itu dapat menunjukkan jalan kepada orang-orang, dan apakah itu dapat membuat orang untuk mendapatkan jalan yang benar untuk percaya kepada Tuhan. Jika kita bisa yakin bahwa jalan ini ada kebenarannya, maka kita sudah menyambut kedatangan Tuhan. Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja, Petrus, Yohanes dan yang lainnya fokus mendengarkan suara Tuhan dalam menjelajahi jalan yang benar. Mereka melihat bahwa firman Tuhan Yesus berotoritas dan berkuasa, membekalkan kebutuhan manusia, menyelesaikan kebingungan dan kesulitannya, mengungkapkan misteri kerajaan surga dan menunjukkan jalan menuju kerajaan surga. Kemudian mereka yakin bahwa apa yang Tuhan Yesus ungkapkan adalah kebenaran, dan mengenal Dia sebagai Mesias. Dan mereka dengan teguh mengikuti Tuhan Yesus dan mendapatkan keselamatan Tuhan. Oleh karena itu, untuk menyelidiki jalan yang benar, hanya cukup fokus pada mendengarkan suara Tuhan dan menentukan apakah itu kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan. Inilah satu-satunya cara yang benar untuk menyelidiki jalan yang benar. Begitu kita menentukan bahwa apa yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran dan suara Tuhan, kita harus dengan teguh mengikuti-Nya, tidak peduli siapa pun yang menyangkal, mengutuk, dan mengarang desas-desus untuk memfitnah-Nya. Hanya ini adalah gadis yang bijaksana yang benar-benar mengenali suara Tuhan ketika mendengarnya, dan hanya dengan cara ini kita dapat menyambut Tuhan.

Saat ini, Tuhan Yang Mahakuasa—Kristus akhir zaman, telah mengungkapkan jutaan kata dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Didasarkan pada pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, pekerjaan ini dilakukan untuk memurnikan dan menyelamatkan manusia sehingga manusia dapat melepaskan diri sepenuhnya dari belenggu dosa dan memasuki kerajaan surga. Firman ini mengungkapkan semua kebenaran dan misteri, termasuk misteri rencana pengelolaan 6000 tahun Tuhan, tujuan dari tiga tahap pekerjaan Tuhan, misteri inkarnasi Tuhan serta akhir dan tujuan umat manusia dan lain-lain. Pada saat yang sama, Tuhan Yang Mahakuasa menyingkapkan watak dan substansi manusia yang dirusak oleh iblis secara menyeluruh, kebenaran kerusakan manusia, dan akar dosa mereka. Ini membuat kita menyadari bagaimana watak dan substansi kita penuh dengan watak iblis seperti kesombongan, keangkuhan, keegoisan, licik, kebohongan dan tipu daya. Watak iblis ini adalah akar dosa kita. Terlebih lagi, Tuhan Yang Mahakuasa menunjukkan kepada manusia jalan penerapan, seperti apakah kasih sejati kepada Tuhan, apa itu kepatuhan sejati kepada Tuhan, apa itu takut akan Tuhan, bagaimana menerapkan kebenaran dan menjadi orang yang jujur, bagaimana memenuhi tugas kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan untuk memuaskan hati Tuhan, bagaimana takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan bagaimana menjadi orang yang melakukan kehendak Tuhan. Kebenaran dan misteri ini semuanya tercatat dalam buku “Firman Menampakkan Diri Dalam Rupa Manusia” yang telah diterbitkan di situs web Tuhan Yang Mahakuasa. Jika kita ingin menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dan menentukan apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang telah kembali, kita hanya perlu membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa. Jika kita tidak melakukannya tetapi mendengarkan rumor dan kebohongan PKT yang disebarkan oleh beberapa situs terkenal, maka kita adalah gadis yang bodoh, dan pada akhirnya akan ditinggalkan oleh Tuhan, terjebak dalam bencana dan dihukum. Ini memenuhi ayat dalam Alkitab: “Umat-Ku hancur karena kurangnya pengetahuan” (Hosea 4:6). “Tetapi orang bodoh mati karena kekurangan hikmat” (Amsal 10:21).

Rekomendasi:Bencana sering terjadi sekarang. Banyak orang Kristen merasa bahwa ini adalah tanda kedatangan Tuhan Yesus, mungkinkah Tuhan Yesus sudah kembali? Artikel ini akan membantu kita untuk menemukan jawabannya!

未分類

Zaman Nuh Telah Tiba: Bagaimana Kita Bisa Menaiki Bahtera Akhir Zaman?

Rekomendasi:Berbagai bencana sering terjadi di dunia, dan bahkan menjadi semakin parah. Tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus ini sudah kentara. Artikel ini menceritakan dengan jelas 5 tanda tentang kembalinya Tuhan yang dinubuatkan dalam Alkitab, yang akan membantu kita untuk menyambut Tuhan di akhir zaman.

Oleh Becky, Filipina

Apa Yang Harus Kita Simpulkan Dari Tanda-tanda munculnya Zaman Nuh?

Seluruh umat manusia sekarang hidup di bawah kekuasaan Iblis dan menjadi semakin rusak dari hari ke hari. Hal-hal positif dikutuk, dan hal-hal negatif semakin dijunjung tinggi oleh orang-orang di dunia, dan umat manusia sekarang adalah pendukung besar kejahatan. Terutamanya di seluruh kota besar, orang dapat melihat bar karaoke, restoran, dan klub dansa di mana pun, didalamnya masing-masing penuh dengan kejahatan dan pergaulan bebas. Orang-orang bersenang-senang dalam makan, minum, memanjakan diri dalam nafsu fisik, dan mereka telah kehilangan martabat dan integritas mereka. Tidak lagi ada cinta di antara orang-orang, dan semua orang sangat egois dan tercela. Untuk mendapatkan uang atau keuntungan, orang bersaing satu sama lain, bersekongkol dan menipu satu sama lain, dan bahkan bertengkar. Bahkan kakak beradik, orang tua dan anak, teman dan kerabat juga terlalu banyak yang berselisih demi keuntungan. Bukan hanya orang-orang kafir yang bertindak seperti ini, terdapat juga banyak saudara dan saudari yang percaya kepada Tuhan yang tidak dapat menjaga ajaran Tuhan, tetapi mengikuti tren dunia, mengejar keuangan, mendambakan kekayaan, dan memperebut status. Beberapa orang percaya tidak menghadiri persekutuan gereja, dan ketika mereka menghadiri persekutuan, banyak dari mereka hanya mengikuti untuk bersenang-senang, ataupun bertujuan mempromosikan dagangan mereka, mencari pasangan, membuat kontak, dan sebagainya. Gereja perlahan-lahan berasimilasi dengan dunia. Sekarang, di dunia yang menganjurkan kejahatan dan memutarbalikkan kebenaran, tidak ada seorang pun yang mencintai kebenaran atau mengambil inisiatif untuk mencari pekerjaan dan penampakan Tuhan, dan tidak ada yang berpikir tentang bagaimana menjadi orang jujur dan berjalan di jalan yang benar dalam kehidupan yang sesuai dengan firman Tuhan. Sebaliknya, setiap orang mendambakan kejahatan, bahkan mereka menyerahkan diri pada kejahatan, dan bertindak tanpa terkendali.

Pemandangan ini mengingatkan kita pada zaman Nuh. Orang-orang pada zaman itu tidak begitu peduli tentang keberadaan Tuhan, mereka juga tidak menghormati Tuhan atau mengikuti ajaran-Nya. Sebaliknya, mereka melakukan segala macam perbuatan jahat yang menentang Tuhan, seperti pembunuhan, pembakaran, pencurian dan perampokan. Perzinaan telah menjadi kebiasaan bagi mereka sehingga mereka menikah berulang kali, pikiran dan tindakan mereka penuh dengan kejahatan dan kerusakan mereka telah sampai pada tahap yang tidak dapat dipandang. Akhirnya, mereka dihukum oleh Tuhan dan dihancurkan oleh air bah. Sekarang, orang-orang di dunia sama rusak dan jahat seperti orang-orang di zaman Nuh, bahkan lebih parah lagi. Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus bernubuat: “Dan sama seperti di zaman Nuh, begitu juga kelak di hari-hari Anak Manusia. Mereka makan, minum, kawin, dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu air bah datang dan menghancurkan mereka semua. Demikian juga yang terjadi di zaman Lot: mereka makan, minum, menjual, membeli, menanam, dan membangun. Tetapi di hari yang sama Lot keluar dari Sodom, dan turunlah hujan api, dan belerang dari langit dan menghancurkan mereka semua. Demikian juga pada hari ketika Anak Manusia menampakkan diri-Nya” (Lukas 17:26-30). Firman Tuhan memberi tahu kita sesuatu yang sangat penting: Orang-orang di akhir zaman telah menjadi rusak dan jahat seperti orang-orang pada zaman Nuh, maka ia akan menjadi hari kedatangan Anak Manusia dan hari Tuhan datang kembali. Jadi bagaimana kita bisa naik ke bahtera pada akhir zaman sebelum bencana diturunkan?

Apa Prinsip Pekerjaan Tuhan untuk Menyelamatkan Manusia?

Jika kita ingin menaiki bahtera akhir zaman, pertama-tama kita dapat memikirkan kembali prinsip-prinsip pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia pada zaman Nuh. Pada zaman itu, umat manusia telah mencapai puncak kejahatan sehingga menyinggungkan watak Tuhan. Namun, Tuhan tidak segera menghancurkan orang-orang pada saat itu, melainkan bekerja untuk menyelamatkan manusia. Pertama-tama, Tuhan memerintah Nuh untuk membangun bahtera, kemudian Dia menggunakan Nuh untuk menyebarkan Injil dan memberi tahu kepada orang-orang pada zaman itu bahwa Tuhan akan menghancurkan dunia, hanya mereka yang bertobat, yang menerima Injil Tuhan, dan naik ke bahtera akan selamat dan tetap hidup. Nuh telah memberitakan Injil ini kepada orang-orang selama lebih dari seratus tahun, dan ini adalah waktu di mana Tuhan memberi orang kesempatan untuk bertobat—ini adalah kasih Tuhan terhadap manusia. Namun umat manusia pada zaman itu tidak mempercayai Nuh, tetapi mengejeknya, dan mereka mengandalkan gagasan dan imajinasi mereka sendiri untuk membatasi pekerjaan Tuhan. Mereka percaya bahwa tidak mungkin Tuhan menurunkan air bah untuk menghancurkan dunia, lalu mereka menolak untuk percaya pada apapun yang tidak dapat mereka lihat dengan mata mereka sendiri, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang menerima Injil Tuhan. Ketika Tuhan telah menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia, Dia mulai menurunkan banjir untuk menghukum semua pelaku kejahatan. Pada saat itu, pintu bahtera ditutup rapat, dan selain delapan orang keluarga Nuh yang selamat, semua orang yang telah menentang Tuhan dan melakukan segala macam kejahatan telah ditelan oleh banjir—mereka telah melewatkan kesempatan mereka untuk diselamatkan oleh Tuhan. Dari sini, kita dapat melihat bahwa prinsip Tuhan dalam pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia dapat dibagi kepada dua tahap: Pertama, Dia berusaha menyelamatkan manusia, kemudian baru menurunkan bencana. Pada periode Tuhan menyelamatkan umat manusia, itu adalah waktu Tuhan memberi manusia kesempatan untuk bertobat, dan itu juga dilakukan untuk mengungkapkan manusia dan memisahkan segala sesuatu masing-masing menurut jenisnya. Mereka yang dapat mendengarkan firman Tuhan dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan mereka yang tidak percaya firman Tuhan tetapi menolak untuk menerima pekerjaan penyelamatan Tuhan, menentang dan memberontak terhadap Tuhan, semuanya akan diungkapkan sepenuhnya melalui pekerjaan keselamatan Tuhan. Hanya setelah Tuhan memisahkan yang baik dari yang jahat, Dia akan memulai pekerjaan untuk menentukan kesudahan manusia serta menghargai yang baik dan menghukum yang jahat. Pada saat itu, kesudahan manusia akan ditetapkan, dan orang jahat akan dihancurkan, dengan ini kasih dan kebenaran Tuhan dimanifestasikan.

Sebenarnya, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia juga bekerja terlebih dulu untuk menyelamatkan manusia, kemudian barulah Dia menampakkan diri-Nya secara terbuka untuk menghargai yang baik dan menghukum yang jahat. Artinya, jika kita ingin memasuki bahtera akhir zaman, maka pertama-tama kita harus menerima pekerjaan Tuhan yang dilakukan ketika Dia datang secara rahasia. Sampai disini, banyak saudara dan saudari mungkin merasa ragu, dan mungkin juga akan bertanya-tanya, “Tidakkah Tuhan akan datang kembali secara terbuka dengan awan putih pada akhir zaman?” Mereka bertanya-tanya ini karena Alkitab mencatatkan, “Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya. …” (Wahyu 1:7). Jika Tuhan benar-benar datang secara terbuka dengan awan seperti yang kita yakini, maka pasti tidak ada yang berani melawan Tuhan, lalu bagaimana pekerjaan membedakan yang baik dari yang jahat dilakukan? Kita harus menyelidiki Alkitab dengan cermat, karena selain ayat-ayat yang menubuatkan bahwa Tuhan akan datang secara terbuka dengan awan, terdapat juga banyak ayat yang menjelaskan bagaimana Tuhan akan datang secara rahasia.

Tuhan Pertama-tama Datang Secara Rahasia ketika Dia Datang Kembali pada Akhir Zaman

Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang menyebutkan kedatangan Tuhan secara rahasia, misalnya: “Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri” (Wahyu 16:15). “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'” (Matius 25:6). “Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27). “Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga” (Matius 24:43-44). “Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25).
Nubuatan ini mengatakan bahwa kedatangan Tuhan bagaikan pencuri, yang berarti Tuhan akan datang secara rahasia pada akhir zaman. Ayat-ayat ini juga menyebutkan “kedatangan Anak Manusia” dan “Anak Manusia datang”. “Anak Manusia” mengacu kepada Tuhan yang berinkarnasi. Hanya Dia yang lahir dari manusia dengan tubuh manusia normal yang bisa disebut sebagai “Anak Manusia”, sedangkan jika Dia datang dalam tubuh roh, Dia tidak bisa disebut “Anak Manusia”. Misalnya, tubuh rohani Tuhan Yesus setelah kebangkitan dapat menembus dinding dan menyembunyikan diri-Nya di udara, maka tubuh rohani yang supernatural seperti itu tidak dapat disebut “Anak Manusia”. Ini menunjukkan kepada kita bahwa ketika Tuhan Yesus datang kembali pada akhir zaman, Dia akan datang ke antara manusia secara diam-diam dengan mengenakan daging manusia biasa dan normal. Penampilan luar-Nya seperti manusia biasa dan normal, tetapi tidak ada yang bisa mengatakan identitas atau status-Nya yang sebenarnya, karena ini dirahasiakan dari orang-orang. Hanya ketika Dia mulai bekerja dan mengungkapkan firman-Nya untuk menyelamatkan manusia, barulah mereka mampu membedakan suara-Nya dan mengenal-Nya. Mereka yang tidak dapat membedakan suara-Nya akan memperlakukan-Nya sebagai manusia biasa, dan mereka akan menyangkal-Nya, menolak-Nya dan bahkan menghukum-Nya. Sama seperti ketika Tuhan Yesus berinkarnasi menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya, orang-orang Farisi menganggap-Nya hanya sebagai manusia biasa, dan mereka melawan-Nya, menghukum-Nya, dan menyalibkan-Nya di kayu salib. Pada akhirnya, selama periode di mana Tuhan berinkarnasi dan datang secara rahasia, orang-orang Farisi telah melewatkan keselamatan Tuhan dan dihukum oleh Tuhan karena perbuatan jahat mereka yang telah menyinggungkan Tuhan. Selain itu, hanya dengan berinkarnasi pada akhir zaman, barulah Tuhan dapat menanggung banyak penderitaan. Jika Dia datang secara terbuka dengan awan, semua orang akan takut dan akan bersujud di tanah, dan tidak ada yang berani melawan Dia. Maka nubuat-nubuat yang menyebut tentang kedatangan rahasia Tuhan ini tidak akan terpenuhi.

Bagaimana Nubuat Kedatangan Tuhan Secara Terbuka Akan Tergenapi?

Saat berbicara tentang kedatangan Tuhan secara rahasia untuk melakukan pekerjaan-Nya, beberapa saudara dan saudari gagal untuk memahaminya. Alkitab juga menubuatkan bahwa, ketika Tuhan datang kembali, Dia akan menampakkan diri kepada kita secara terbuka dengan awan, jadi bagaimana dua nubuatan yang sama sekali berbeda ini dapat digenapi? Setiap kata yang diungkapkan dari mulut Tuhan harus menjadi kenyataan, hanya urutan pemenuhannya yang berbeda, yaitu, nubuatan tersebut akan digenapi satu demi satu sejalan dengan tahap-tahap pekerjaan Tuhan. Artinya, pada akhir zaman, Tuhan pertama-tama akan datang secara rahasia untuk melakukan pekerjaan penyelamatan manusia, dan kemudian menampakkan diri-Nya secara terbuka dengan awan. Metode pekerjaan Tuhan secara bertahap terhubung langsung dengan pekerjaan yang akan Dia lakukan di akhir zaman. Sekarang mari kita membaca beberapa ayat dari Alkitab: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). “Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak” (Yohanes 5:22). “Dan Dia juga sudah memberikan kepada-Nya otoritas untuk mengadakan penghakiman, karena Dia adalah Anak Manusia” (Yohanes 5:27). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). “Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17). Kita dapat melihat dengan jelas dari ayat-ayat ini bahwa, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengungkapkan lebih banyak kebenaran untuk menyirami dan menyediakan bagi kita. Kebenaran ini adalah kebenaran yang belum pernah kita pahami atau dengar sebelumnya selama kita percaya kepada Tuhan Yesus. Yang lebih penting adalah, ketika Tuhan datang kembali, Dia secara pribadi akan membimbing kita untuk masuk ke dalam kebenaran ini sehingga kehidupan rohani kita dapat bertumbuh. Lebih jauh lagi, Tuhan akan melakukan tahap pekerjaan yang baru di atas dasar pekerjaan Tuhan Yesus, yaitu pekerjaan penghakiman untuk menyucikan kita dari dosa-dosa dan memimpin kita untuk menyingkirkan ikatan dosa untuk selamanya. Ini adalah pekerjaan inkarnasi Tuhan selama waktu Dia bekerja secara rahasia.

Faktanya, sementara kita menunggu Tuhan datang dengan awan, Tuhan Yesus sudah datang kembali yaitu inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa memulai pekerjaan rahasia-Nya untuk menyelamatkan manusia pada tahun 1991, dan kali ini pekerjaan Tuhan telah mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan memulai Zaman Kerajaan. Dia telah mengungkapkan semua kebenaran sehingga manusia dapat mencapai berbagai kebenaran keselamatan. Dengan ini, Dia telah melakukan pekerjaan penghakiman mulai dari rumah Tuhan, dan Dia menyucikan dan menyelamatkan semua orang yang datang di hadapan-Nya dengan sepenuhnya. Dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mengalami pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, kita tidak hanya memiliki pemahaman yang sejati tentang watak Tuhan yang benar yang tidak dapat disinggung manusia, dan kita juga mengetahui akar penyebab dosa-dosa kita. Dengan ini kita dapat membenci diri sendiri dan mengkhianat keinginan daging kita, tetapi memiliki tekad untuk mempraktikkan kebenaran. Lambat laun, hati yang takut akan Tuhan mulai muncul di dalam diri kita. Setelah kita memiliki kesaksian tentang perubahan watak kita, kita dapat menjadi pemenang yang dihasilkan sebelum bencana. Hari ini, kesaksian pengalaman umat pilihan Tuhan dan para pemenang dalam mengalami penghakiman dan hajaran-Nya telah dipublikasikan secara online. Firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa telah sepenuhnya memenuhi nubuatan Alkitab tentang kedatangan Tuhan secara rahasia, Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman, Tuhan membuka gulungan kitab kecil, Tuhan menjadikan pemenang, dan lan-lain.

Semua yang dapat mendengar suara Tuhan saat Tuhan Yang Mahakuasa bekerja secara rahasia adalah gadis yang bijaksana. Setelah mereka menerima pekerjaan penghakiman Tuhan, mereka dapat melepaskan diri dari dosa dan disucikan serta disempurnakan oleh Tuhan. Mereka menjadi pemenang yang mencintai Tuhan, takut akan Tuhan dan menaati Tuhan, dan mereka akan mendapatkan keselamatan Tuhan sebelum bencana. Ini menunjukkan kepada kita bahwa selama periode di mana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya secara rahasia, pekerjaan ini adalah keselamatan dan kasih bagi mereka yang dengan tulus percaya kepada Tuhan dan yang mengejar kebenaran. Sebaliknya, bagi gadis-gadis bodoh yang berpegang teguh pada gagasan dan imajinasi mereka sendiri dan yang tidak menerima pekerjaan rahasia Tuhan yang berinkarnasi, serta bagi semua kekuasaan Iblis yang menolak, memfitnah dan menghujat Tuhan, pekerjaan Tuhan akan menyingkapkan mereka, menyingkirkan dan mengutuk mereka. Inilah hikmat pekerjaan Tuhan. Ketika sekelompok pemenang dijadikan selama pekerjaan rahasia Tuhan, mereka yang mencintai kebenaran dan mereka yang membenci kebenaran, hamba yang baik dan hamba yang jahat, gadis yang bijaksana dan gadis yang bodoh, domba dan kambing—semuanya akan dipisahkan menurut jenisnya. Tuhan kemudian akan secara resmi mulai menurunkan bencana, dan Dia akan menghargai yang baik dan menghukum yang jahat. Dia juga akan menampakkan diri-Nya di atas awan putih secara terbuka kepada semua orang. Pada saat itu, pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia secara rahasia akan diselesaikan sepenuhnya, dan pintu rahmat ke bahtera akhir zaman akan ditutup. Pada saat itu, mereka yang telah menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan telah disucikan dan diselamatkan oleh Tuhan akan diberkati oleh Tuhan, serta dibawa oleh-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Sebaliknya, mereka yang menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan dan dan mengutuk Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman saat Dia bekerja secara rahasia, tidak hanya akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Tuhan, tetapi akan jatuh ke dalam bencana dan di sanalah mereka akan dihukum. Ini secara tepat memenuhi ayat-ayat Alkitab: “Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia” (Wahyu 1:7). “Dan saat itulah akan muncul tanda Anak Manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar” (Matius 24:30). Mereka yang “menikam Dia” merujuk pada mereka yang melawan dan mengutuk Kristus di akhir zaman, karena mereka akan melihat bahwa Dia yang telah mereka menolak dan mengutuk adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, namun mereka telah kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Kristus akhir zaman, lalu mereka akan memukul-mukul dada mereka dan menangis karena merasa sangat menyesal. Pada waktu itu akan munculnya pemandangan “semua orang di bumi akan meratap karena Dia”, ini seperti orang-orang pada zaman Nuh yang selamanya kehilangan kesempatan untuk naik ke bahtera.
Hari ini, pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman telah mendekati akhir dan pintu rahmat akan segera ditutup. Kristus akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: “Aku berkata kepada engkau sekalian, mereka yang percaya kepada Tuhan karena mengikuti tanda-tanda pasti tergolong sebagai orang-orang yang akan mengalami kehancuran. Mereka yang tidak mampu menerima perkataan Yesus yang telah kembali menjadi daging pastilah keturunan neraka, keturunan penghulu malaikat, golongan yang akan mengalami kehancuran kekal. Mungkin banyak orang tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang suci yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau sekalian melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itulah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itulah tanda berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan, dan saatnya Tuhan memberi upah kepada orang baik dan menghukum yang jahat. Penghakiman Tuhan akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, ketika hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa ‘Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu’ akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengumumkan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan yang sebenarnya. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Ia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. Mereka terlalu keras kepala, terlalu percaya diri, terlalu sombong. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berakhlak itu bisa diberi upah oleh Yesus? Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan sombong, tetapi patuhilah tuntunan Roh Kudus dan rindukanlah mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaatnya.” Kita sekarang harus memahami bahwa Tuhan datang secara terbuka dengan awan adalah waktu ketika Dia akan menentukan kesudahan manusia, dan ketika Dia secara terbuka menghukum dan menghancurkan semua yang menentang Dia, itu akan menjadi tahap terakhir dari pekerjaan Tuhan. Hanya ketika Tuhan melakukan pekerjaan secara rahasia, manusia dapat diselamatkan, dan hanya dengan menerima pekerjaan rahasia Tuhan, barulah kita dapat memasuki bahtera akhir zaman. Sekarang, kita menghadapi Injil kembalinya Tuhan, akankah kita melepaskan semua gagasan kita dan menjadi gadis bijaksana yang mencari dan menyelidiki dengan pikiran terbuka? Atau akankah kita menjadi seperti orang-orang di zaman Nuh yang memilih untuk tidak mempercayai atau tidak memperhatikan, dan bahkan menolak dan mengutuk Injil kedatangan kembali Tuhan? Masing-masing dari kita harus merenungkan tentang ini!

Kesaksian Kristen

Dapatkah kita memasuki kerajaan surga karena dibenarkan oleh iman?

PertanyaanAlkitab mengatakan: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10). Kita sudah diselamatkan melalui iman kepada Yesus. Sekali diselamatkan, kita selamanya selamat. Saat Tuhan datang, kita pasti bisa masuk Kerajaan Surga.

Jawaban:
“Sekali kita diselamatkan, kita selamanya selamat dan bisa masuk Kerajaan Surga,” ini sekadar pemahaman dan khayalan manusia. Ini sama sekali tidak sejalan dengan firman Tuhan. Tuhan Yesus tidak pernah berkata orang bisa masuk Kerajaan Surga hanya dengan diselamatkan melalui iman. Tuhan Yesus berkata, hanya orang yang melakukan kehendak Bapa Surgawi yang dapat masuk Kerajaan Surga. Hanya firman Tuhan Yesus yang memiliki otoritas dan adalah kebenaran. Pemahaman dan khayalan manusia bukan kebenaran. Bukan standar bagi orang untuk dapat memasuki Kerajaan Surga. Saudara-saudari, tentang “keselamatan melalui iman” yang kita bicarakan, “keselamatan” ini hanya merujuk pada pengampunan dosa seseorang, tidak dikutuk atau dihukum mati oleh Taurat. Ini bukan berarti orang yang sudah “diselamatkan” dapat menempuh jalan Tuhan, dibebaskan dari dosa, dan sudah menjadi kudus. Ini jelas bukan berarti bahwa orang itu dapat masuk Kerajaan Surga. Walau dosa kita sudah diampuni melalui iman, dosa itu tetap ada. Kita masih sering berbuat dosa dan menentang Tuhan. Kita hidup dalam siklus konstan berdosa dan mengaku dosa. Bagaimana orang semacam itu bisa masuk Kerajaan Surga? Alkitab mengatakan: “karena tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan.” kalau kalian bilang orang yang sering berdosa bisa masuk Kerajaan Surga, itu tidak sesuai dengan fakta. Kalian berani mengatakan orang yang tidak suci dan rusak, yang sering berbuat dosa, hidup di Kerajaan Surga? Kalian pernah melihat orang tidak suci dan jahat di Kerajaan Surga? Tuhan itu benar dan kudus. Mungkinkah Tuhan mengizinkan orang yang sering berdosa masuk Kerajaan Surga? Tuhan Yesus pernah berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34-35). Maka kita bisa memahami bahwa orang yang belum bebas dari dosa dan menerima kekudusan tidak bisa masuk Kerajaan Surga. Seandainya pendapat kalian benar, dan orang yang menerima keselamatan melalui iman dapat masuk Kerajaan Surga, mengapa Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga“? Mengapa Dia mengatakan akan memisahkan kambing dari domba dan gandum dari lalang? Karena itu, “mereka yang diselamatkan melalui iman pasti diizinkan masuk Kerajaan Surga” tak mungkin benar! Keyakinan itu langsung dibantah oleh firman Tuhan Yesus!

Dikutip dari naskah film “Kenangan Menyakitkan”

Rekomendasi:kita sering hidup dalam dosa, hanya mereka yang memiliki pertobatan sejati yang bisa mendapatkan belas kasihan Tuhan, tetapi bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Silakan melihat khotbah ini tentang pertobatan.

Kesaksian Kristen

Kesaksian Diselamatkan oleh Kasih Karunia Tuhan: Saudaraku Mengalami Penyembuhan Ajaib Tuhan

Rekomendasi:Berikut ini adalah kumpulan kesaksian orang Kristen — artikel kesaksian tentang orang Kristen yang mengalami pekerjaan Tuhan, termasuk bertemu dengan Tuhan, peperangan rohani, pernikahan dan keluarga, tempat kerja, dan rahmat yang luar biasa.

Oleh Lizhi, Korea

“Lizhi, sesuatu yang buruk telah terjadi. Ketika Xiaodong sedang bekerja di lokasi pembangunan, satu ton batang baja jatuh dari ketinggian dan menimpanya. Dia kehilangan banyak darah dan hidupnya berada di ujung tanduk. Dia telah dibawa ke rumah sakit, jadi sebaiknya kamu bergegas.” Aku sedang bekerja ketika menjawab panggilan dari rekan kerja adik laki-lakiku. Tanpa sempat berpikir, aku buru-buru naik taksi dan bergegas ke rumah sakit. Ketika berada di dalam taksi, jantungku berdetak kencang, dan terus berpikir: Bagaimana cedera adikku? Mungkinkah dia mati? Semakin aku memikirkannya, semakin aku menjadi takut. Saat itu, firman Tuhan terlintas di benakku: “Jangan takut, Tuhan Semesta Alam Yang Mahakuasa pasti akan bersamamu; Dia menolongmu dan Dia adalah perisaimu.” Firman Tuhan memungkinkan aku untuk memahami dan berpikir: Ya, Tuhan adalah Maha Kuasa dan Dia adalah penopang setia kami. Tuhan bersama kami dan aku tidak perlu takut. Apa pun yang terjadi, aku harus mengandalkan Tuhan. Kemudian aku buru-buru berdoa kepada Tuhan dalam hati: “Ya Tuhan! Adikku tiba-tiba menemui bencana dan aku tidak tahu bagaimana menghadapinya. Ya Tuhan! Tolong selamatkan dia!” Aku terus berseru kepada Tuhan dan, dalam kepedihan dan sengsaraku, taksi tiba di rumah sakit.

Aku bergegas masuk, dan suamiku mengatakan bahwa luka adikku sangat parah, sehingga dia memerlukan operasi besar, dan dia sudah berada di ruang operasi selama dua jam. Seketika jantungku serasa menyumbat tenggorokanku, dan ketakutan serta kekhawatiran meliputi pikiranku: Ayah kami hanya memiliki satu putra ini. Jika sesuatu terjadi padanya, apakah ayah kami dapat mengatasinya di usianya sekarang? Jika adikku melihat dirinya kehilangan lengan atau kakinya, apakah ia akan kehilangan keberanian untuk terus hidup? Dan bagaimana aku harus menghadapinya bila saatnya tiba? Tepat saat itu suamiku membawa pakaian adikku, dan aku melihat semua sepatu dan celananya compang-camping berlumuran darah, dan terlihat beberapa potongan daging yang masih menempel. Hatiku serasa seperti ditikam pisau. Rasanya pedih sekali sampai-sampai aku tidak bisa bernapas dan kakiku tidak bisa menahanku. Jika suamiku tidak berada di sebelahku untuk menopangku, aku akan pingsan dan roboh ke lantai. Aku hanya tidak bisa membayangkan gambaran ketika adikku cedera. Aku memikirkan bagaimana aku telah melihat keadaannya baik-baik saja sehari sebelumnya, dan sekarang hidupnya berada di ujung tanduk, dan aku tidak dapat menahan diriku terisak-isak dengan keras. Seraya menangis, aku berdoa kepada Tuhan dan berkata: “Ya Tuhan! Tolong selamatkan hidup adikku! Selama dia terus bernapas, tidak apa-apa meskipun dia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Ya Tuhan! Aku merasakan kepedihan di hatiku sekarang dan aku tidak tahu bagaimana melewati ini.”

Waktu merayap detik demi detik, menit demi menit, dan pintu ke ruang operasi tidak terbuka. Aku tentu merasa cemas dan berpikir: Sudah lama sekali—bagaimana mungkin dia belum keluar? Apakah ada yang tidak beres? Aku memikirkan senyum ceria adikku, lalu melihat pakaian yang berlumuran darah, dan aku tidak bisa menahan diriku menangis tersedu-sedu. Suamiku menghampiri dan terus berusaha menghiburku, tetapi kata-katanya tidak berpengaruh padaku saat itu. Tepat ketika aku merasa lemah, seorang saudari dari gereja mendengar berita bahwa adikku mengalami kecelakaan, dan dia mengirimiku satu bagian dari firman Tuhan menggunakan ponselnya: “Iman adalah seperti jembatan satu kayu gelondong kayu, mereka yang hidup secara tercela akan mengalami kesulitan menyeberanginya, namun mereka yang siap untuk berkorban dapat menyeberanginya tanpa perlu merasa khawatir. Jika manusia memiliki pikiran yang kerdil dan penakut, mereka sedang diperdayai Iblis. Iblis takut jika kita akan menyeberangi jembatan iman untuk masuk ke dalam Tuhan. Iblis merancangkan segala cara yang mungkin untuk merasuki kita dengan pikiran-pikirannya, kita harus senantiasa berdoa agar terang Tuhan akan bercahaya atas kita, dan kita harus senantiasa bergantung pada Tuhan untuk menyucikan kita dari racun Iblis. Kita harus senantiasa melatih roh kita untuk mendekat kepada Tuhan. Kita akan membiarkan Tuhan berkuasa atas seluruh keberadaan kita.” Firman Tuhan membuat hatiku yang panik dan tak berdaya menjadi tenang. Aku melihat bahwa ketakutan dan kekhawatiranku terus-menerus adalah ide-ide yang Iblis tanamkan ke dalam benakku, dan itu menunjukkan bahwa aku tidak memiliki iman yang benar kepada Tuhan. Hidup kami sesungguhnya digenggam oleh tangan Tuhan, dan Tuhan telah menetapkan sejak semula dan menentukan waktu kapan kita akan dilahirkan dan saatnya kita akan mati. Dia memiliki keputusan akhir, dan aku tahu bahwa aku harus memiliki iman kepada Tuhan. Aku memikirkan Ayub ketika dia menjalani cobaan; dia kehilangan seluruh kekayaannya dan anak-anaknya, tetapi dia tidak pernah bersungut-sungut atau menyalahkan Tuhan, dan ini karena dia memiliki iman yang benar kepada Tuhan. Meskipun aku sama sekali tidak sehebat Ayub, bagaimanapun juga aku ingin meneladaninya. Apakah adikku akan mati atau lumpuh, aku tahu aku harus tunduk pada kedaulatan dan ketetapan Tuhan tanpa bersungut-sungut, apalagi mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal atas Tuhan. Selain itu, aku tahu aku harus berdoa kepada Tuhan setiap saat dan percaya bahwa Tuhan akan membimbingku. Maka, aku berdoa kepada Tuhan: “Ya Tuhan! Apakah adikku akan melalui ini dengan aman atau tidak, semua itu ada dalam tangan-Mu. Aku memohon agar Engkau memberiku iman dan kekuatan, supaya aku dapat dengan tenang menghadapi apa pun hasil akhirnya.” Ketika aku merenungkan firman Tuhan berulang kali, kepedihan di hatiku sedikit berkurang.

10 jam kemudian, pintu menuju ruang operasi akhirnya terbuka. Jantungku berdegap kencang dan aku bergegas mendekat. Dokter berbicara kepada kami, katanya, “Adikmu sangat beruntung. Ketika dia pertama kali masuk, kami tidak yakin untuk melakukan operasi ini. Kakinya mengalami patah tulang, daging dan darahnya bercampur dengan banyak endapan. Semua pembuluh darah rusak, dan luka-lukanya terinfeksi. Necrosis telah memasuki sebagian besar jaringan ototnya dan, karena penundaan yang lama dan dia telah kehilangan begitu banyak darah, dia sangat beruntung karena kami dapat membuatnya tetap bertahan hidup.” Mendengar dokter mengatakan ini dan mengetahui bahwa adikku luput dari bahaya, aku merasa senang dan terus mengucap syukur kepada Tuhan.

Beberapa saat kemudian, dokter menyuruh kami pergi menemui adikku di ICU. Begitu aku masuk, aku melihat adikku berbaring di tempat tidur dalam keadaan koma dengan selang dimasukkan ke mulut dan hidungnya. Dia dibalut perban kasa seluruhnya; satu kaki bertumpu pada pelat baja dan kakinya bengkak seperti kaki beruang. Setelah diamati lebih dekat, aku melihat bahwa tidak satu pun bagian tubuhnya yang tidak cedera, dan aku tidak tahan untuk melihatnya lagi. Sambil menangis, aku berjalan di samping tempat tidur dan memegang tangannya. Dengan suara lembut, aku berbicara di telinganya. “Xiaodong, ini kakakmu. Bisakah kamu mendengarku? Kamu selamat karena perlindungan Tuhan. Jangan takut. Kamu harus percaya kepada Tuhan dan kamu pasti akan membaik.” Saat itu, adikku secara ajaib membuka matanya yang bengkak dan, sambil menangis, dengan pelan ia menganggukkan kepalanya. Aku merasakan sensasi yang tidak dapat diungkapkan, dan aku berpikir: Jika adikku dapat menerima keselamatan Tuhan karena apa yang terjadi padanya, ini benar-benar akan menjadi berkat terselubung! Aku memegang erat tangannya, menunjukkan kepadanya agar tetap gigih, dan sekali lagi aku menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan dalam hatiku: “Ya Tuhan! Aku mengucap syukur kepada-Mu. Adikku hidup oleh rahmat-Mu. Apabila dia membaik, aku akan memberitakan Injil kepadanya dan menjadi saksi tentang kasih karunia keselamatan-Mu!”

Setelah operasi, adikku cepat pulih dari cederanya dan, seminggu kemudian, ia dipindahkan ke bangsal biasa. Selama masa ini, aku memberitakan Injil kepadanya dengan seorang saudari dari gereja. Suatu kali, adikku berkata dengan perasaan mendalam: “Ketika peristiwa itu terjadi, jika bukan karena papan kayu tebal yang melindungi kakiku, satu ton balok baja yang jatuh dari ketinggian pasti akan merenggut nyawaku. Itu perlindungan Tuhan yang luar biasa! Setelah mengalami kecelakaan ini, akhirnya aku menghargai bahwa hidup dan matiku ada di tangan Tuhan, dan bahwa Tuhan memang berada di sampingku!” Mendengar adikku mengatakan ini, kami semua terus menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan. Setelah beberapa hari membaca firman Tuhan, adikku juga menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan sering mendengarkan pembacaan firman Tuhan dan menonton video lagu dan tarian di bangsal rumah sakitnya. Semangatnya terus meningkat, dan ucapannya semakin keras. Dokter dan pasien lain di bangsal berkata kepadanya dengan takjub, “Kamu tidak akan mengira kalau kamu telah melalui operasi besar! Ramuan ajaib apa yang diberikan kakakmu sehingga membuatmu pulih begitu cepat?” Setiap kali dia mendengar seseorang mengatakan sesuatu seperti ini, dia akan bersaksi kepada mereka tentang bagaimana Tuhan menyelamatkannya dengan keselamatan-Nya yang menakjubkan.

Sebulan kemudian, melihat kesehatan adikku pulih dengan baik, dokter bersiap melakukan operasi untuk menjahit pembuluh darah yang rusak di kakinya. Tanpa diduga, setelah dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dia berkata padaku tanpa daya: “Aku khawatir kalau kaki adikmu harus diamputasi. Karena lukanya sangat parah, otot-otot mencuat keluar dari kakinya yang menyebabkan keadaan nekrosis ke sebagian besar jaringan otot. Jika kami tidak mengamputasi, hidupnya bisa dalam bahaya.” Ketika dokter mengatakan ini, pikiranku benar-benar hampa dan tidak dapat menerima kenyataan bahwa kaki adikku perlu diamputasi. Jika adikku menjadi cacat, bagaimana dia akan menjalani sisa hidupnya? Tetapi jika kakinya tidak diamputasi, ada kemungkinan dia bisa mati; bagaimana aku bisa mengatakan ini kepadanya? Apakah dia bisa menerimanya? Ketika aku sedang bingung, firman Tuhan muncul di benakku: ” Hati dan jiwa manusia berada dalam genggaman Tuhan, dan seluruh kehidupannya berada dalam pengamatan mata Tuhan. Entah engkau memercayainya atau tidak, setiap dan segala hal, baik yang hidup maupun mati, akan berganti, berubah, diperbarui, dan lenyap sesuai dengan pemikiran Tuhan. Demikianlah cara Tuhan memerintah atas segala sesuatu.” Firman Tuhan membuat aku memahami bahwa Tuhan memegang kedaulatan atas segala sesuatu, bahwa masa depan dan nasib adikku diatur dan ditetapkan oleh Tuhan, dan bahwa kekhawatiranku itu tidak perlu. Sebelumnya, ketika kehidupan adikku berada di ujung tanduk, aku telah menyaksikan kemahakuasaan dan kedaulatan Tuhan. Kali ini, aku harus lebih memercayakan segalanya kepada Tuhan dan, tidak peduli apa hasil operasi itu, entah kaki adikku akan diamputasi atau tidak, kami tidak akan menyalahkan Tuhan.

Kemudian aku mengumpulkan keberanian dan memberi tahu adikku tentang apa yang akan terjadi. Saat itu, aku masih khawatir kalau berita ini tidak akan masuk ke dalam hatinya. Namun, tanpa diduga, dia terdiam beberapa saat, dan kemudian berkata dengan tenang: “Ini sungguh keajaiban karena aku masih hidup. Aku tidak mengajukan tuntutan yang muluk-muluk tetapi berharap untuk tunduk pada kedaulatan dan ketetapan Tuhan.” Adikku dan aku kemudian mengucapkan doa ketaatan kepada Tuhan, dan bersedia menghadapi operasi amputasi dengan tenang.

Tiga hari kemudian, dokter bersiap untuk mengoperasi adikku. Sebelum operasi dimulai, dokter berkata: “Setelah observasi, kami telah melakukan diskusi akhir dan, mengingat situasi saudaramu, kami ingin mencoba pendekatan baru. Kami belum pernah mencoba pendekatan ini sebelumnya dan ingin mengujinya pada adikmu untuk melihat apakah kami dapat menyelamatkan kakinya. Namun, kami tidak dapat menjamin hasil akhirnya.” Kata-kata dokter itu memberiku secercah harapan. Setidaknya masih ada kemungkinan bahwa adikku akan bisa mempertahankan kakinya, jadi aku memberi izin. Setelah operasi selesai, dokter berkata dengan gembira: “Adikmu sangat beruntung! Operasi untuk menjahit pembuluh darah itu sukses, dan ini menandakan ada harapan besar dia akan bisa mempertahankan kakinya.” Mendengar berita ini, aku merasa sangat gembira, dan aku terus menaikkan syukur kepada Tuhan. Ini benar-benar sama seperti firman Tuhan: “Setiap dan segala hal, baik yang hidup maupun mati, akan berganti, berubah, diperbarui, dan lenyap sesuai dengan pemikiran Tuhan. Demikianlah cara Tuhan memerintah atas segala sesuatu.” Sekali lagi aku menyaksikan perbuatan Tuhan.

Setelah itu, adikku menjalani dua operasi besar lagi dan menghadapi banyak kendala. Meskipun kami masih khawatir dan cemas, namun aku dan adikku dapat mengandalkan Tuhan bersama-sama dan, dengan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, setiap operasi berjalan dengan lancar. Setelah tiga operasi ini, kaki adikku akhirnya diselamatkan. Tiga bulan setelah operasi terakhir, adikku dapat menggunakan kursi roda; lima bulan setelah itu, dia bisa berjalan. Dokter yang merawat melihat adikku pulih begitu cepat dan merasa kagum. Biasanya membutuhkan waktu lama untuk patah tulang, tetapi adikku yang berjalan lagi hanya setelah lima bulan sejak dirawat di rumah sakit, kata mereka, adalah sesuatu yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya di rumah sakit mereka. Tetapi dalam hati aku tahu bahwa ini adalah perbuatan Tuhan.

Setelah mengalami kecelakaan adikku, aku benar-benar merasa bahwa Tuhan ada di sisiku. Ketika aku merasa cemas dan takut saat dihadapkan dengan kondisi adikku, firman Tuhanlah yang memberiku iman dan kekuatan dan memungkinkan aku untuk berdiri teguh. Ketika aku mengandalkan Tuhan dan memandang Tuhan dengan keinginan untuk menaati Dia, aku menyaksikan perbuatan-Nya yang menakjubkan dan imanku kepada Tuhan meningkat. Di jalan kepercayaanku kepada Tuhan, pengalaman ini telah menjadi harta berharga. Dalam kehidupanku di masa yang akan datang, entah hal-hal baik atau buruk yang terjadi, aku berharap selalu mengandalkan Tuhan untuk menghadapinya. Dengan Tuhan berada di sampingku, apa yang perlu ditakutkana? Terima kasih, Tuhan! Segala Kemuliaan bagi Tuhan!

Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab

Kesaksian Kristen

Renungan Kristen tentang mencari pekerjaan: Dengan Mengandalkan Tuhan untuk Mencari Pekerjaan, Saya Telah Mendapatkan Iman dan Keyakinan

Rekomendasi:Apakah dalam kehidupan atau di tempat kerja, orang Kristen akan menghadapi frustrasi dan kegagalan, tetapi bagaimana kita mengalami pekerjaan Tuhan dan keluar dari lingkungan-lingkungan yang sulit? Silakan membaca kesaksian orang Kristen untuk temukan jalan.

Oleh Jiejing, Jepang

Pada bulan April 2015, saya datang ke Jepang, negara yang indah yang telah lama saya rindukan. Melihat lingkungan dan kewarganegaraan yang baik di sini, saya sangat ingin mencari pekerjaan, supaya saya bisa tinggal di sini.

Belakangan, seorang senior memberi tahu saya bahwa sulit bagi orang asing untuk mencari pekerjaan di Jepang, tetapi jika mereka memperoleh Sertifikat Real Estate, itu akan menjadi jauh lebih mudah. Jadi, setelah lulus dari sekolah bahasa, saya memilih jurusan ekonomi tanpa ragu-ragu, karena mahasiswa ekonomi memiliki pelatihan kerja yang sistematis dan perlu mendapatkan sertifikat. Setelah kerja keras untuk satu jangka waktu, saya akhirnya lulus ujian dari Real Estate Notaris.

Untuk membuat resume saya kelihatan impresif supaya meningkatkan peluang saya untuk diupah, selain Sertifikat Real Estate, saya juga memperoleh banyak sertifikat yang lain. Saya berpikir: Karena saya memiliki begitu banyak sertifikat, tidak hanya perusahaan real estate dan property tetapi perusahaan lain juga menginginkan saya. Memikirkan hal ini, saya merasa senang di hati saya.

Kemudian, saya, dengan penuh keyakinan, mulai mengirimkan resume saya ke beberapa perusahaan untuk melamar pekerjaan. Tanpa diduga, yang saya dapatkan hanyalah penolakan, yang membuat saya bingung: Bukankah perusahaan real estate dan property haus akan orang yang memiliki Sertifikat Real Estate. Saya tidak hanya memenuhi persyaratan mereka, tetapi juga memiliki banyak sertifikat lain dan dapat berbicara bahasa Cina, yang berguna untuk bisnis di luar negeri; mengapa saya tidak bisa mendapatkan wawancara? Untuk mendapatkan sertifikat ini, saya telah berupaya keras. Namun terlepas dari ini, saya masih tidak dapat menemukan pekerjaan. Apakah saya punya kesempatan lain? Pada pikiran-pikiran ini, saya merasa sangat tertekan dan kurang percaya diri dalam mencari pekerjaan.

Segera, musim perekrutan telah berlalu. Banyak perusahaan tidak lagi merekrut pekerja, apalagi yang asing. Kemudian saya mencari bantuan dari guru saya secara pribadi, tetapi masih gagal menemukan pekerjaan. Melihat orang lain di kelas saya menemukan pekerjaan, kecuali siswa asing dan saya, saya merasa lebih cemas, khawatir apakah saya dapat menemukan pekerjaan dan tinggal di Jepang.

Selama setengah bulan berikutnya, saya terus mengirimkan resume, tetapi masih belum menemukan pekerjaan, saat itu saya hidup dalam kekhawatiran dan kesakitan. Saya berpikir: Jika saya tidak dapat menemukan pekerjaan pada akhirnya, apa yang harus saya lakukan? Menyadari keadaan saya tidak betul, saya ingat Tuhan. Kemudian saya memberi tahu keadaan saya kepada saudari yang membacakan satu bagian firman Tuhan kepada saya: “Sebagian orang memilih jurusan dengan prospek yang bagus saat kuliah di perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang memuaskan setelah lulus, mencapai kemenangan pertama dalam perjalanan kehidupan mereka. Sebagian lagi belajar dan menguasai berbagai keterampilan berbeda, namun tidak bisa menemukan pekerjaan atau posisi yang sesuai bagi mereka, apalagi meniti karier; pada perjalanan kehidupan mereka, mereka gagal pada setiap tikungan, tertimpa berbagai kesulitan, prospek mereka suram dan kehidupan mereka tak menentu. …Terlepas dari perbedaan keterampilan, IQ, dan tekad, semua orang adalah setara di hadapan nasib, yang artinya tidak ada perbedaan antara yang besar dan yang kecil, yang tinggi dan yang rendah, yang terpandang dan yang biasa saja. Pekerjaan apa pun yang dicari seseorang, apa yang dilakukannya untuk mencari nafkah, berapa banyak kekayaan yang dikumpulkan dalam hidup ini tidak ditentukan oleh orangtua, talenta, daya, maupun ambisi seseorang, melainkan telah ditentukan terlebih dahulu oleh Sang Pencipta.” Dikutip dari “Kemandirian: Titik Peristiwa Ketiga”  Saudari berkata: “Nasib kita ditentukan dan diatur oleh tuhan. Pekerjaan apa yang akan kita lakukan juga sudah ditentukan oleh Tuhan dan tidak didasarkan pada upaya kita sendiri atau kondisi lainnya. Selain itu, ketika kita mencari pekerjaan itu juga ada di tangan Tuhan. Yang perlu kita lakukan adalah percaya bahwa pengaturan Tuhan selalu paling cocok untuk kita dan mengalaminya dengan tenang. ” Setelah mendengar saudari itu, saya mengerti bahwa pekerjaan apa yang akan saya lakukan telah ditentukan sebelumnya oleh Tuhan. Di masa lalu, saya tidak tahu kedaulatan Tuhan, jadi saya ingin mengandalkan kemampuan saya sendiri untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, menempatkan harapan saya pada berbagai sertifikat. Ketika saya tidak dapat mencapai cita-cita saya, saya menjadi negatif dan mengeluh. Penderitaan saya sebenarnya adalah akibat dari ketidaktaatan saya pada kedaulatan Tuhan. Setelah memahami ini, saya merasa sangat lega.

Kemudian, saya membaca bagian lain dari firman Tuhan: “Orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka hidup dalam keadaan yang tidak sadar. Mereka tidak tahu apakah itu benar bergantung pada Tuhan atau bergantung pada diri mereka sendiri. Kemudian kebanyakan waktu mereka memilih untuk bergantung pada diri mereka sendiri, untuk bergantung pada kondisi dan lingkungan yang menguntungkan di sekitar mereka, serta orang-orang, peristiwa dan hal-hal di sekitar mereka yang bermanfaat bagi mereka. Inilah yang paling pandai dilakukan oleh orang. Apa yang paling buruk dilakukan bagi orang adalah mengandalkan Tuhan dan mencari Tuhan, karena mereka merasa bahwa mencari Tuhan terlalu menyusahkan. Mereka tidak dapat melihat Dia atau merasakan Dia, dan mereka merasa itu kabur dan tidak nyata untuk melakukannya. Jadi orang-orang melakukan yang terburuk dengan pelajaran ini, dan jalan masuk mereka ke dalamnya adalah yang paling dangkal. Jika kamu tidak belajar bagaimana berharap kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan, kamu tidak akan pernah melihat pekerjaan yang Tuhan lakukan padamu, atau bimbingan dan pencerahan yang Dia berikan kepadamu. Jika kamu tidak dapat melihat hal-hal ini, maka masalah apakah Tuhan ada atau tidak, apakah Dia membimbing segala sesuatu dalam kehidupan kehendak manusia, di lubuk hati kamu, diakhiri dengan tanda tanya dan tidak dengan tanda titik atau tanda seru. “Apakah Tuhan membimbing segalanya dalam kehidupan manusia?” “Apakah Tuhan mengamati kedalaman hati manusia?” Ini akan merepotkan. Untuk alasan apa kamu membuatkan ini sebagai pertanyaan dan menambahkan tanda tanya? Jika kamu tidak benar-benar bergantung pada Tuhan atau berharap kepada-Nya, kamu tidak akan dapat menghasilkan kepercayaan sejati kepada Tuhan. Jika kamu tidak dapat menghasilkan keyakinan sejati pada Tuhan, maka tanda tanya akan selamanya ada di sana dengan segala yang Tuhan lakukan, dan tidak akan ada tanda titik.” Setelah membaca firman Tuhan, saya berpikir bahwa meskipun saya percaya pada Tuhan, saya tidak memiliki pemahaman yang benar tentang kedaulatan Tuhan atau iman sejati kepada-Nya. Dalam hal mencari pekerjaan, saya tidak pernah mengandalkan atau berharap kepada Tuhan untuk mengalami pekerjaan-Nya tetapi mengandalkan kemampuan saya sendiri, berpikir bahwa karena saya dapat berbicara bahasa Cina dan Jepang dan memegang begitu banyak sertifikat, tidak akan sulit untuk saya untuk mencari pekerjaan. Namun, pada akhirnya, saya bahkan tidak mendapatkan wawancara, ia juga membuat saya merasa sangat negatif dan bahkan menyangkal diri sendiri. Sebenarnya, Tuhan yang mengatur lingkungan seperti itu bagi saya untuk bersandar pada-Nya dan mengalami pekerjaan-Nya dalam kenyataan, sehingga iman saya kepada-Nya dapat meningkat. Mengetahui niat Tuhan, saya merasa bersyukur kepada-Nya dan bersedia mempercayakan pekerjaan saya kepada-Nya. Apakah saya dapat menemukan pekerjaan atau tidak, saya bersedia menaati kedaulatan dan pengaturan Tuhan.

Keesokan harinya, ketika saya mencari informasi pekerjaan di Internet seperti biasa, tiba-tiba saya menemukan bahwa perusahaan real estate dan property yang berlokasi di pusat kota Tokyo sedang merekrut mahasiswa asing. Pekerjaan ini jarang membutuhkan kerja ekstra dan menyediakan liburan reguler, yang tidak akan menunda kepercayaan saya pada Tuhan atau menghadiri pertemuan. Ini benar-benar pekerjaan yang ideal bagi saya. Bukankah itu dipersiapkan oleh Tuhan untuk saya? Lalu saya mengirim resume saya ke perusahaan ini. Yang mengejutkan saya, setelah beberapa menit, mereka menelepon saya dan membuat janji dengan saya untuk wawancara. Setelah menutup telepon, saya terus berterima kasih kepada Tuhan; ketika saya mengandalkan Dia dan mempercayakan pekerjaan saya kepadanya, Dia benar-benar membuat jalan keluar untuk saya.

Selain kegembiraan, saya agak khawatir. Karena saya pemalu dan tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain, di masa lalu, setiap kali sebelum wawancara, saya akan melafalkan jawaban atas pertanyaan yang mungkin ditanyakan dalam wawancara sebelumnya. Tetapi selama wawancara, saya akan melupakan semua yang telah saya persiapkan karena tekanan dan kurang percaya diri. Karena saya tidak melakukan persiapan untuk wawancara yang mendadak ini, bagaimana saya bisa meneruskannya dengan lancar? Lalu saya teringat firman Tuhan ini: “Hidup mereka di dunia ini tidak sendirian. Umat manusia memiliki pemeliharaan Tuhan, Tuhan menyertai mereka; Orang-orang selalu dapat bersandar kepada Tuhan; Ia adalah keluarga bagi setiap pengikut-Nya. Dengan Tuhan sebagai sandaran, umat manusia tidak akan lagi sendirian atau tidak berdaya…” Itu benar. Dari luar, saya menghadiri wawancara sendirian. Faktanya, Tuhan selalu di sisiku; Tuhan adalah sumber kehidupan untuk semua hal dan Dia memegang kedaulatan atas semua orang, peristiwa, dan hal-hal; ketika saya mengandalkan Dia, Dia akan memimpin dan membimbing saya ke jalan di depan. Ketika Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, ia tidak fasih berbicara. Namun, karena imannya kepada Tuhan Yahweh, ia menyelesaikan tugas Tuhan. Pada pikiran-pikiran ini, saya memiliki kekuatan di hati saya. Tuhan adalah penjaga dan ketergantungan di belakang saya; Saya harus belajar bagaimana mengandalkan Dia.

Sebelum wawancara, saya terus berdoa kepada Tuhan, meminta Dia untuk memimpin saya dan membimbing saya untuk berjalan di depan. Terima kasih Tuhan! Selama wawancara, saya tidak merasa gugup dan dapat berkomunikasi dengan pewawancara dengan baik. Puas dengan prestasi saya, pewawancara mengatakan kepada saya bahwa saya lulus dan membuat janji dengan saya untuk wawancara kedua.

Dalam perjalanan pulang, saya menyanyikan lagu-lagu pujian, merasa bahagia dan bebas. Terima kasih Tuhan! Melalui pengalaman ini, saya benar-benar merasa bahwa Tuhan benar di sisi saya; Ketika saya mengandalkan dan berharap kepada-Nya, Dia secara praktis menuntun saya dengan perkataan-Nya, yang tidak kabur sama sekali. Sejak itu saya memiliki iman yang lebih baik kepada Tuhan.

Wawancara kedua segera diikuti oleh yang ketiga di mana akan ada dua pemimpin departemen mewawancarai saya. Mengetahui hal ini, saya merasa sangat takut dan berpikir: Dua pewawancara ini adalah pemimpin yang mungkin ketat dengan saya selama wawancara. Jika mereka tidak puas dengan saya dan menolak saya, maka saya harus memulai dari awal. Meskipun saya dapat mengandalkan Tuhan, apakah mereka akan mempekerjakan orang yang tidak mahir berbahasa Jepang dan memiliki kaliber yang buruk? Semakin saya memikirkannya, semakin sedikit kepercayaan diri saya.

Pada hari wawancara, saya masih merasa takut. Mengetahui ada yang salah dengan situasi saya, saya memberi tahu kesulitan saya kepada saudari itu. Dia membacakan satu bagian dari firman Tuhan kepada saya: “Tuhan adalah satu-satunya Tuan atas nasib manusia, sehingga mustahil bagi manusia untuk mengatur nasibnya sendiri, mustahil baginya untuk melampaui itu. Tidak peduli seberapa hebat kemampuan seseorang, ia tidak bisa memengaruhi, apalagi mengatur, menata, mengendalikan, atau mengubah nasib orang lain. Hanya Tuhan yang Unik yang bisa mengatur segala hal bagi manusia, karena Ia memiliki otoritas unik yang berdaulat atas nasib manusia; sehingga hanya Sang Pencipta itulah Tuan yang unik bagi manusia.” Kemudian saudari itu berkomunikasi dan bersekutu dengan saya,” Semua hal ditentukan oleh Tuhan. Dari luar, apakah kamu bisa lulus wawancara tergantung pada pewawancara. Tetapi pada kenyataannya, itu ada di tangan Tuhan. Karena kamu terikat oleh pengaruh status dan menempatkan keputusan yang dibuat oleh manusia di atas segalanya, kamu tidak memiliki tempat Tuhan dalam hati atau mengetahui otoritas-Nya. Tuhan adalah Pencipta; selama kita mengandalkan Dia, Dia akan memimpin kita. ” Mendengar persekutuan saudari itu, saya tidak lagi merasa takut. Itu benar. Hanya Tuhan yang memegang kedaulatan atas nasibku. Apakah saya bisa lulus wawancara didasarkan pada pengendalian dan ketentuan Tuhan. Saya harus tunduk pada ketetapan dan pengaturan-Nya tanpa pilihan individu. Memikirkan hal ini, saya merasa yakin dan lega.

Setelah menyelaraskan mentalitas saya, saya menghadiri wawancara dengan tenang. Ketika saya diajukan pertanyaan yang tidak bisa saya jawab atau ketika saya tidak bisa mengungkapkan ide saya dalam bahasa Jepang dengan bebas, saya tidak lagi merasa gugup atau takut. Karena saya tahu bahwa apakah saya bisa lulus wawancara ada di tangan Tuhan; Saya hanya perlu melakukan semua yang saya bisa. Beberapa hari kemudian, saya menerima email dari perusahaan yang mengatakan bahwa saya melewati wawancara ketiga, dan mereka membuat janji dengan saya untuk putaran wawancara terakhir di mana pewawancara adalah manajer. Saya merasa sangat senang. Saya benar-benar merasakan otoritas dari firman Tuhan, dan selama saya bertindak sesuai dengan firman-Nya, saya akan melihat perbuatan-Nya yang menakjubkan.

Meskipun saya masih merasa agak gugup tentang wawancara berikut ini, saya tahu Tuhan akan memimpin perjalanan saya, karena setelah mengalami perbuatan-Nya yang menakjubkan, saya tahu bahwa Dia selalu berada di sisiku. Kemudian saya berdoa kepada-Nya, “Ya Tuhan! Engkau tahu bahwa saya tidak memiliki kekuatan dari pernyataan, wawasan, dan keberanian. Semoga Engkau memberi saya iman dan kekuatan sehingga saya dapat menghadapi dan mengalami lingkungan ini. ” Setelah berdoa, saya merasa tenang di hati. Selama wawancara, saya rasa terbebas dan cepat menjawab pertanyaannya. Yang mengejutkan saya, beberapa menit setelah wawancara, kepala departemen personalia memberi saya pemberitahuan dan mengatakan kepada saya bahwa saya diterima oleh perusahaan dengan gaji yang lebih tinggi daripada yang lain yang diterima. Melihat semua ini, saya terharu hingga meneteskan air mata dan tahu bahwa itu adalah perbuatan Tuhan yang menakjubkan.

Melalui pengalaman ini, saya benar-benar menghargai bahwa Tuhan selalu ada di sisi saya, membekali saya dan memimpin saya. Saya juga melihat bahwa Tuhan adalah tepat dan bahwa firman-Nya memiliki kuasa dan otoritas, dan bahwa sebenarnya tidak samar untuk bersandar dan berharap kepada-Nya. Puji Tuhan! Saya tidak hanya menemukan pekerjaan yang baik, tetapi juga mendapatkan sedikit pengetahuan yang benar tentang kedaulatan-Nya dan lebih percaya kepada-Nya. Saya percaya bahwa dengan penyertaan Tuhan dan bimbingan dari firman-Nya, saya akan menjadi lebih berani dan percaya diri di masa depan. Segala kemuliaan bagi Tuhan Yang Mahakuasa!

Kesaksian Kristen

5 tanda kedatangan kembalinya Tuhan Yeses yang dinubuatkan dalam Alkitab telah digenapi

Oleh Zheng Xun

Sekarang adalah hari-hari terakhir dari akhir zaman. Banyak saudara dan saudari yang sungguh percaya kepada Tuhan dan yang menantikan Tuhan memiliki pertanyaan ini: Dalam Wahyu 22:7 Tuhan Yesus mengatakan, “Lihatlah, Aku segera datang!” Tuhan berjanji kepada kita akan kembali pada hari-hari terakhir. Apakah Tuhan Yesus sudah kembali? Pertanyaan ini sangat penting bagi kita semua sebagai orang Kristen. Bagaimana kita bisa tahu jika Tuhan Yesus sudah kembali? Sebenarnya, sekarang berbagai tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus telah muncul, jadi kita gabungkan dengan ayat alkitab untuk melihat apa saja tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman?

Tanda kedatangan Tuhan Yesus: 1. Penampakan Perang, Kelaparan, dan Gempa Bumi

Dikatakan dalam Matius pasal 24, ayat 6 sampai 8: “Engkau akan mendengar bunyi-bunyi peperangan dan kabar-kabar tentang peperangan: tetapi janganlah engkau gelisah: karena semua hal ini harus terjadi, tetapi kesudahannya belumlah tiba. Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan.” Bencana yang telah terjadi di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir sudah semakin parah dan, yang mengerikan bagi manusia, gempa bumi, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, kelaparan, dan wabah penyakit sering terjadi dan menyebar luas; dunia berada dalam keadaan yang mudah berubah dan bergejolak, dan perang, tindakan kekerasan, konflik regional, dan serangan teroris sering terjadi dan terus meningkat. Contoh, pada bulan April 2015, 16 negara bagian di AS menemukan bahwa mereka terserang virus flu burung, dan para ahli mengindikasikan bahwa ini adalah wabah flu burung terburuk di AS dalam 30 tahun terakhir. Pada tanggal 25 April 2015, gempa bumi dengan kekuatan 8,1 skala Richter terjadi di Nepal tengah, yang mengakibatkan kematian sekitar 9.000 jiwa, dengan 22.000 lainnya terluka. Ini adalah bencana alam terbesar yang melanda Nepal dalam lebih dari 80 tahun. Dari November 2015 hingga Juli 2016, Paris, Brussel, dan Nice mengalami beberapa kali serangan teroris, yang menyebabkan kematian sedikitnya 200 jiwa, dengan lebih dari 700 orang terluka. Pada April 2016, India mengalami kekeringan terburuk selama 40 tahun terakhir, yang menyebabkan lebih dari 300 juta jiwa berjuang mencari air minum yang memadai. Dari 4 hingga 6 Februari 2017, karena salju tebal, terjadi serangkaian longsoran salju di sepanjang perbatasan Afghanistan dan Pakistan, yang menyebabkan kematian lebih dari 100 jiwa dan memengaruhi kehidupan sekitar 2.617 keluarga, sehingga total korbannya mencapai 15.702 jiwa. Saat fajar tanggal 1 April 2017, banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh hujan lebat melanda Mocoa, Kolombia, menewaskan sedikitnya 316 jiwa dan melukai 332 orang, dengan 103 orang lainnya dinyatakan hilang. Ini adalah bencana terkait cuaca ketiga dalam sejarah Kolombia dan dianggap sebagai bencana terburuk yang pernah menimpa Mocoa. Frekuensi dari bencana-bencana inilah yang menjadi pengingat dari Tuhan untuk umat manusia, dan dari semua itu kita dapat melihat bahwa nubuat Alkitab ini telah lama digenapi, dan Tuhan telah datang kembali.

Rekomendasi terkait:Bagaimana Tuhan Yesus Akan Kembali di Akhir Zaman?

Tanda kedatangan Tuhan Yesus: 2. Pemulihan Israel

Dikatakan dalam Matius pasal 24, ayat 32 sampai 33: “Sekarang, pelajarilah perumpamaan tentang pohon ara; Ketika rantingnya melunak, dan mengeluarkan daun, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat: Demikian juga kamu, ketika kamu akan melihat semua hal ini, tahu bahwa itu sudah dekat, bahkan di depan pintu.” Seperti yang kita semua ketahui, pohon ara yang mulai bertunas dibicarakan sehubungan dengan pemulihan Israel. Israel dipulihkan pada tanggal 14 Mei 1948. Kitab suci ini memberi tahu kita bahwa ketika kita melihat Israel dipulihkan, sang Anak Manusia ada di depan pintu. Sekarang sudah 70 tahun sejak Israel dipulihkan; 70 tahun yang lalu, Tuhan ada di depan pintu, jadi bukankah dia sudah lama datang kembali? Sangat jelas bahwa tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus ini juga telah digenapi.

Tanda kedatangan Tuhan Yesus: 3. Injil akan Dikhotbahkan di Seluruh Penjuru Dunia

Dikatakan dalam Matius pasal 24, ayat 14: “Dan Injil kerajaan ini akan dikhotbahkan di seluruh dunia sebagai kesaksian kepada seluruh bangsa dan baru akan tiba akhirnya.” “Dan Injil … ini akan dikhotbahkan di seluruh dunia” berarti bahwa ketika seluruh dunia telah mendengar Injil Tuhan Yesus, Kristus akan datang. (Ini artinya bukan ketika setiap orang telah mendengar Injil atau ketika setiap orang percaya kepada Kristus.) Ketika Tuhan Yesus dipakukan pada kayu salib dan menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya, Roh Kudus mulai membimbing para murid dan rasul untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus. Sejak itu, Injil Tuhan secara bertahap telah disebarkan melalui semua saluran, seperti radio, internet, buku, selebaran Injil, atau penginjilan orang yang percaya. Agama Kristen telah menjadi mapan di seluruh dunia, dan banyak negara bahkan menggunakan agama Kristen sebagai agama nasional mereka. Umat ​​Kristen juga sudah lama menyebar ke seluruh dunia, dan bahkan sudah banyak orang yang menerima Injil Tuhan Yesus di Tiongkok, yang dikuasai oleh partai politik ateis; Injil penebusan Tuhan Yesus telah lama menyebar ke ujung dunia. Saudara-saudari yang terkasih, pikirkanlah sejenak: Bangsa apa, wilayah mana di dunia sekarang yang belum pernah mendengar Injil Tuhan Yesus?

Rekomendasi terkait:Sebuah Langkah Penting untuk Menyambut Kedatangan Kembali Tuhan

Tanda kedatangan Tuhan Yesus: 4. Kedurhakaan Akan Bertambah Banyak dan Kasih Orang-Orang yang Percaya Akan Menjadi Dingin

Dikatakan dalam Matius pasal 24, ayat 12: “Dan karena kedurhakaan akan bertambah banyak, kasih banyak orang akan menjadi dingin.” Kedurhakaan sekarang meningkat di dunia agama, dan sekarang tanpa pekerjaan Roh Kudus atau kehadiran Tuhan. Meskipun beberapa orang tampaknya memiliki kepercayaan yang kuat, mereka masih berjalan di jalan duniawi. Pendambaan kekayaan tersebar luas di kalangan orang-orang yang percaya, ada yang menjual segala macam barang di gereja-gereja mereka, ada yang berbisnis, dan ada yang menjalankan pabrik dan menyibukkan diri dengan menghasilkan uang. Mereka tidak berpikir untuk bekerja demi Tuhan dan mereka hidup terperangkap dalam jerat duniawi. Ketika para pendeta dan penatua berkhotbah, mereka hanya berfokus menjelaskan pengetahuan alkitabiah dan teori-teori teologis daripada memberitakan firman Tuhan; mereka tidak memberikan kesaksian kepada Tuhan atau meninggikan Tuhan, dan mereka tidak memimpin orang-orang yang percaya untuk berusaha memahami kehendak Tuhan. Maka dari itu, mereka akhirnya mengarahkan pendengar mereka ke dalam pengetahuan alkitabiah, dan kelompok mereka menjadi semakin jauh dari Tuhan; beberapa pendeta dan penatua bersaing satu sama lain dan terlibat dalam perselisihan karena cemburu, sedemikian rupa sehingga mereka bahkan membentuk geng, memecah menjadi berbagai faksi dan geng, mencuri persembahan, terlibat dalam pelanggaran seksual dan tidak memiliki hati yang takut kepada Tuhan sama sekali. Tindakan jahat ini semakin banyak terjadi sekarang ini di dunia agama dan gereja-gereja menjadi semakin tandus. Hal-hal ini mau tidak mau membuat kita berpikir tentang akhir Zaman Hukum Taurat, ketika bait suci yang sebelumnya dipenuhi dengan kemuliaan Yahweh tampak tandus, para imam memberikan pengorbanan yang buruk, dan bait suci menjadi pasar. Apakah ada perbedaan antara gereja-gereja saat ini dan bait suci pada akhir Zaman Hukum Taurat? Dari sini kita bisa melihat bahwa nubuat Alkitab ini telah sepenuhnya digenapi, dan bahwa Tuhan telah datang kembali.

Tanda kedatangan Tuhan Yesus: 5. Penampakan Kristus Palsu dan Nabi Palsu

Dikatakan dalam Markus pasal 13, ayat 6, bahwa ketika para murid bertanya kepada Tuhan Yesus, akan ada pertanda apa untuk kedatangan-Nya yang kedua pada akhir zaman, Tuhan Yesus berkata: “Karena banyak orang akan datang atas nama-Ku, dan berkata, Aku adalah Kristus, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” Dan hal ini tercatat dalam Matius pasal 24, ayat 24: “Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan.

Tuhan Yesus bernubuat bahwa ketika Dia datang kembali pada akhir zaman, akan muncul Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu. Selama beberapa tahun terakhir, Kristus palsu dan nabi palsu telah muncul satu demi satu di negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Mereka menyebut diri mereka Kristus, dan tidak hanya mencoba mengaku-ngaku dengan nama Yesus, tetapi mereka juga mencoba untuk meniru tanda-tanda dan keajaiban Tuhan Yesus, menyembuhkan orang sakit, mengusir iblis, dll. Dari penampakan begitu banyaknya Kristus palsu, kita dapat melihat bahwa nubuat mengenai kedatangan Tuhan Yesus telah digenapi, karena ketika Kristus palsu muncul, Kristus yang sejati telah datang. Pada saat ini, kita bahkan harus mengambil inisiatif dan mencari penampakan dan pekerjaan Tuhan. Mungkin beberapa saudara-saudari akan mengatakan, “Sekarang, begitu banyak Kristus palsu dan nabi palsu bermunculan. Jika kita mengambil inisiatif untuk mencari tahu dan menyelidiki mereka, apa yang harus kita lakukan jika kita tertipu?” Akan tetapi, jika kita tidak mencari tahu dan menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan karena kita takut tertipu, kita tidak akan tahu bahwa Tuhan telah datang kembali, dan bukankah itu membuat semakin besar kemungkinan kita untuk ditinggalkan? Bukankah kita akan berhenti makan karena kita takut tersedak, dan kehilangan banyak hal untuk menyelamatkan yang sedikit? Dari sini, kita dapat melihat bahwa mengadopsi sikap tidak mendengar apa-apa, tidak melihat apa-apa, dan tidak menyentuh apa-apa terhadap semua orang yang memberitakan kedatangan Tuhan karena takut tertipu adalah hal bodoh. Jika kita ingin menyambut kedatangan Tuhan Yesus, maka penting bagi kita untuk dapat membedakan antara Kristus palsu dan Kristus sejati. Hanya dengan cara ini kita dapat menyambut Tuhan dan tidak tertipu. Jadi, apa saja ciri-ciri Kristus palsu? Tuhan Yesus berkata: “Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat.” Dari firman Tuhan ini, kita dapat melihat bahwa ciri-ciri utama dari Kristus palsu adalah: Mereka hanya dapat melakukan beberapa tanda dan keajaiban sederhana dan mengkhotbahkan kekeliruan yang tampak benar tetapi yang sebenarnya salah untuk menipu orang-orang; mereka benar-benar tidak mampu mengungkapkan kebenaran apa pun untuk menyelesaikan masalah umat manusia terkait dosa dan pengakuan, dan mereka tidak dapat menyelamatkan umat manusia dari kerusakan mereka sendiri. Ini karena esensi dari Kristus palsu adalah roh-roh jahat yang sangat keji, dan mereka sama sekali tidak memiliki kebenaran. Hanya Kristus yang benar, jalan dan hidupnya; hanya Kristus yang bisa mengungkapkan kebenaran, menunjukkan kepada kita jalan dan menyediakan hidup bagi kita. Semua yang tidak dapat mengungkapkan kebenaran yang tersedia untuk kita dan hanya dapat menunjukkan beberapa tanda dan keajaiban sederhana adalah Kristus-Kristus palsu—inilah prinsip dasar bagaimana membedakan Kristus palsu dan Kristus sejati. Dengan firman Tuhan sebagai landasan, kita tidak perlu khawatir tertipu. Untuk mengetahui secara spesifik perbedaan antara Kristus palsu dan Kristus sejati, tontonlah klip video yang luar biasa ini:Cara Membedakan Kristus Sejati Dan Kristus-Kristus Palsu.

Dari fakta-fakta di atas, kita dapat melihat bahwa semua tanda-tanda mengenai kedatangan Tuhan Yesus telah muncul—Tuhan telah datang kembali. Namun, banyak orang pasti akan bertanya: “Jika Tuhan telah datang kembali, mengapa kita belum menyambut Dia?” Pernahkah kamu berpikir bahwa mungkin ada yang salah dalam cara kita melakukan penyambutan kedatangan Tuhan Yesus? Dalam hal kedatangan Tuhan Yesus, banyak orang menjadikan perlindungan terhadap Kristus palsu sebagai prioritas utama mereka. Mereka berpegang teguh pada pemahaman dan imajinasi mereka dan percaya bahwa semua yang memberikan kesaksian tentang kedatangan kembali Tuhan adalah salah, dan mereka tidak memperhatikan bagaimana menjadi perawan yang bijaksana dan mendengar suara Tuhan. Beberapa orang fokus memperhatikan dan menunggu, berpegang pada nama Tuhan Yesus dan menjaga jalan-Nya. Akan tetapi ini hanya penantian pasif dan mereka tidak pernah melakukan prakarsa dan maju untuk mencari tahu dan menyelidiki, dan mereka tidak memperhatikan untuk mendengar suara Tuhan. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dengan melakukan cara ini? Tuhan Yesus berfirman: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). “Carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9). “Diberkatilah orang yang miskin dalam roh: karena kerajaan surga adalah milik mereka. … Diberkatilah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Tuhan” (Matius 5:3, 8). Tuhan itu setia, dan selama kita memiliki hati yang mencari, secara aktif menyelidiki penampakan dan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara Tuhan, dan melihat apakah cara ini memiliki ungkapan kebenaran dan apakah ini dapat memberi kita kehidupan atau tidak, maka Tuhan pasti akan membimbing kita untuk mengenali kedatangan-Nya yang kedua!

Firman Tuhan

Tuhan Bermaksud Menghancurkan Dunia dengan Banjir. Memerintahkan Nuh untuk Membangun Bahtera

(Kej 6:9-14) Inilah kisah Nuh. Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela di dalam generasinya, dan Nuh berjalan bersama Tuhan. Nuh memiliki tiga anak, Sem, Ham, dan Yafet. Namun bumi sudah rusak di hadapan Tuhan dan penuh dengan kekerasan. Tuhan memandang bumi itu dan melihat bumi memang sudah rusak, karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi. Lalu Tuhan berfirman kepada Nuh: “Akhir semua makhluk hidup sudah ada di hadapan-Ku; karena bumi penuh dengan kekerasan oleh mereka, maka Aku akan menghancurkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah sebuah bahtera dari kayu gofir; petak-petak ruang haruslah engkau buat di dalamnya dan engkau harus melapisinya dari luar dan dari dalam dengan pakal.”

(Kej 6:18-22) Tetapi dengan engkau Aku akan menetapkan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu, yaitu engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan istrimu, dan istri anak-anakmu. Dan dari segala makhluk yang hidup, satu pasang dari tiap jenis haruslah engkau bawa ke dalam bahtera itu, supaya hidup mereka tetap terpelihara bersama engkau; mereka haruslah jantan dan betina. Dari segala jenis burung, dan segala jenis ternak, dari segala jenis binatang melata di bumi, masing-masing satu pasang harus datang kepadamu, supaya hidup mereka tetap terpelihara. Dan bawalah bersamamu segala yang bisa engkau makan, dan engkau harus mengumpulkannya untuk menjadi makanan bagimu dan makanan mereka. Itulah yang dilakukan Nuh, tepat seperti yang Tuhan perintahkan, demikianlah dilakukannya.

……

Pada zaman itu, Tuhan bermaksud memanggil Nuh untuk melakukan hal yang sangat penting. Mengapa Ia harus melakukannya? Karena Tuhan punya rencana di hati-Nya pada saat itu. Rencana-Nya adalah menghancurkan dunia dengan menggunakan banjir. Mengapa menghancurkan dunia? Dikatakan di sini: “Bumi sudah rusak di hadapan Tuhan dan penuh dengan kekerasan.” Apa yang engkau lihat dari frasa “bumi penuh dengan kekerasan”? Ini adalah sebuah fenomena di bumi ketika dunia dan orang-orang di dalamnya sudah sedemikian rusaknya hingga ke tingkat yang ekstrem, dan itulah yang dimaksud dengan: “bumi penuh dengan kekerasan.” Dalam bahasa zaman sekarang, “penuh dengan kekerasan” artinya segala sesuatu dalam keadaan kacau balau. Bagi manusia, itu berarti di semua lapisan masyarakat tidak ada lagi ketertiban, dan segala sesuatunya kacau dan sulit untuk dikelola. Di mata Tuhan, itu berarti orang-orang di dunia sudah terlalu rusak. Rusak sampai sejauh mana? Sedemikian rusaknya sampai-sampai Tuhan tidak tahan lagi untuk melihatnya dan tidak dapat lagi bersabar tentang hal itu. Sedemikian rusaknya sampai-sampai Tuhan memutuskan untuk menghancurkannya. Setelah Tuhan berketetapan untuk menghancurkan dunia, Ia berencana menemukan seseorang untuk membangun bahtera. Kemudian Tuhan memilih Nuh untuk melakukan hal ini, yaitu meminta Nuh untuk membangun bahtera. …

Bahwa Nuh dipanggil adalah fakta yang sederhana, tetapi poin utama dari apa yang kita bicarakan─watak Tuhan, kehendak-Nya dan esensi-Nya dalam catatan ini─tidaklah sederhana. Untuk memahami beberapa aspek tentang Tuhan ini, pertama-tama kita harus memahami jenis orang seperti apa yang ingin Tuhan panggil, dan melalui ini kita memahami watak, kehendak dan esensi-Nya. Ini sangat penting. Jadi di mata Tuhan, orang jenis apakah yang Ia panggil? Orang ini haruslah seseorang yang dapat mendengarkan firman-Nya, yang dapat mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Pada saat yang sama, orang ini haruslah juga seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab, seseorang yang akan melaksanakan firman Tuhan dan menganggapnya sebagai tanggung jawab dan kewajiban yang harus mereka penuhi. Lalu, apakah orang ini harus seseorang yang mengenal Tuhan? Tidak. Pada waktu itu, Nuh belum mendengar terlalu banyak pengajaran Tuhan atau mengalami pekerjaan Tuhan apa pun. Oleh karena itu, pengetahuan Nuh akan Tuhan sangat sedikit. Walaupun dicatat di sini bahwa Nuh berjalan bersama Tuhan, apakah ia pernah melihat pribadi Tuhan? Jawabannya, tidak! Karena pada waktu itu, hanya utusan Tuhan yang datang kepada manusia. Meskipun mereka dapat mewakili Tuhan dengan mengatakan dan melakukan berbagai hal, mereka hanya menyampaikan kehendak dan maksud Tuhan. Pribadi Tuhan tidak diungkapkan kepada manusia dengan berhadapan muka. Di bagian kitab suci ini, semua yang pada dasarnya kita lihat adalah apa yang orang ini, yaitu Nuh, harus lakukan dan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepadanya. Jadi, apa esensi yang Tuhan ungkapkan di sini? Segala sesuatu yang Tuhan lakukan direncanakan dengan tepat. Ketika Ia melihat sesuatu atau situasi yang terjadi, akan ada standar untuk mengukur di mata-Nya, dan standar ini akan menentukan apakah Ia akan memulai sebuah rencana untuk berurusan dengan hal itu atau bagaimana untuk memperlakukan hal dan situasi tersebut. Ia tidak bersikap acuh tak acuh atau tidak berperasaan terhadap segala sesuatu. Sebenarnya, justru sebaliknya. Ada ayat di sini di mana Tuhan berkata kepada Nuh: “Akhir semua makhluk hidup sudah ada di hadapan-Ku; karena bumi penuh dengan kekerasan oleh mereka, maka Aku akan menghancurkan mereka bersama-sama dengan bumi.” Di dalam firman Tuhan saat ini, apakah Ia berkata bahwa Ia akan menghancurkan hanya manusia? Tidak! Tuhan berkata Ia akan menghancurkan semua makhluk hidup dari daging. Mengapa Tuhan menginginkan kehancuran? Ada penyingkapan lain dari watak Tuhan di sini: Di mata Tuhan, ada batas untuk kesabaran-Nya terhadap kerusakan manusia, terhadap kenajisan, kekerasan dan ketidaktaatan semua manusia. Apakah batas-Nya? Batas-Nya seperti yang Tuhan katakan: “Tuhan memandang bumi itu dan melihat bumi memang sudah rusak, karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi.” Apa yang dimaksud dengan frasa “karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi.”? Artinya semua makhluk hidup, termasuk mereka yang mengikuti Tuhan, mereka yang memanggil nama Tuhan, mereka yang pernah mengorbankan korban bakaran kepada Tuhan, mereka yang secara lisan mengakui Tuhan dan bahkan memuji Tuhan─begitu perilaku mereka penuh dengan kerusakan dan terlihat oleh Tuhan, Ia harus menghancurkan mereka. Itulah batas Tuhan. Jadi sampai sejauh mana Tuhan tetap bersabar terhadap manusia dan kerusakan semua manusia? Sampai sejauh semua orang, entah pengikut Tuhan atau orang tidak percaya, tidak lagi berjalan di jalan yang benar. Sampai sejauh manusia tidak hanya rusak secara moral dan penuh dengan kejahatan, tetapi juga tak seorang pun percaya akan keberadaan Tuhan, tak seorang pun percaya bahwa dunia ini diatur oleh Tuhan dan bahwa Tuhan dapat memberikan cahaya dan jalan yang benar bagi manusia. Sampai sejauh manusia meremehkan keberadaan Tuhan dan tidak mengizinkan Tuhan ada. Begitu kerusakan manusia mencapai titik ini, Tuhan tidak akan bersabar lagi. Apa yang akan menggantikan kesabarannya? Datangnya murka Tuhan dan hukuman Tuhan. Bukankah ini adalah sebagian penyingkapan dari watak Tuhan? Di zaman sekarang ini, apakah masih ada orang yang benar di mata Tuhan? Apakah masih ada manusia yang sempurna di mata Tuhan? Apakah zaman ini adalah zaman di mana perilaku semua manusia di bumi rusak di mata Tuhan? Di zaman sekarang ini, selain mereka yang ingin Tuhan sempurnakan, mereka yang dapat mengikuti Tuhan dan menerima keselamatan-Nya, bukankah semua manusia yang terbuat dari daging sedang menantang batas kesabaran Tuhan? Bukankah segala sesuatu yang terjadi di sampingmu, yang engkau lihat dengan matamu dan dengar dengan telingamu, dan yang secara pribadi engkau alami setiap hari di dunia ini penuh dengan kekerasan? Di mata Tuhan, bukankah dunia seperti ini, zaman seperti ini, seharusnya sudah diakhiri? Meskipun latar belakang zaman sekarang sepenuhnya berbeda dengan latar belakang di zaman Nuh, perasaan dan murka Tuhan terhadap kerusakan manusia tetap sama persis seperti pada waktu itu. Tuhan sanggup bersabar oleh karena pekerjaan-Nya, tetapi berdasarkan segala macam keadaan dan kondisi, dunia ini seharusnya sudah dihancurkan sejak lama di mata Tuhan. Situasinya jauh dan melampaui situasi di masa lalu ketika dunia dihancurkan oleh banjir.

……

Dalam keadaan seperti ini, apa yang paling Tuhan pedulikan? Sama sekali bukan bagaimana mereka yang tidak mengikuti Dia atau mereka yang menentang Dia, memperlakukan-Nya atau menentang-Nya, atau bagaimana umat manusia memfitnah-Nya. Ia hanya peduli tentang apakah mereka yang mengikuti-Nya, objek keselamatan-Nya dalam rencana pengelolaan-Nya, telah disempurnakan oleh-Nya, apakah mereka telah mencapai kepuasan hati-Nya. Mengenai orang-orang selain mereka yang mengikuti Dia, Ia hanya sesekali saja memberi mereka sedikit hukuman untuk menyatakan murka-Nya. Misalnya: tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain sebagainya. Pada saat yang sama, Ia juga sangat melindungi dan menjaga mereka yang mengikuti Dia dan yang akan diselamatkan oleh-Nya. Watak Tuhan adalah ini: Di satu sisi, Ia dapat memberikan kesabaran dan ketahanan yang luar biasa kepada orang-orang yang bermaksud Ia sempurnakan, dan menunggu mereka selama mungkin. Di sisi lain, Tuhan teramat sangat membenci orang-orang tipe Iblis yang tidak mengikuti Dia dan yang menentang Dia. Meskipun Dia tidak peduli apakah orang-orang tipe Iblis ini mengikuti-Nya atau menyembah-Nya, Ia tetap membenci mereka sementara bersabar bagi mereka di dalam hati-Nya, dan manakala Ia menentukan kesudahan dari orang-orang tipe Iblis ini, Ia juga menantikan tibanya langkah-langkah dalam rencana pengelolaan-Nya.

Rekomendasi:Hanya dengan memahami tanda tanda kedatangan tuhan yesus barulah kita dapat bertemu Tuhan. Silakan membaca untuk memahami 5 nubuatan tentang kedatangan Tuhan yang kedua.