Renungan Harian

Apa yang Dimaksud dengan Pertobatan Sejati?

005-尼尼微王及大臣披麻蒙灰-ZB-20180516Oleh Liu Shuo

Catatan Editor: Pertobatan adalah suatu bentuk perilaku di mana orang Kristen dapat mengakui dosa-dosa mereka, bertobat, dan memperbaiki jalan mereka. Melakukan pertobatan menurut Alkitab adalah penerapan yang umum bagi setiap orang Kristen. Namun sering kali kita masih akan berbuat dosa lagi setelah bertobat kepada Tuhan, yang menunjukkan bahwa pertobatan kita bukanlah pertobatan sejati, jadi apa arti pertobatan sejati? Pertobatan macam apa yang sejalan dengan kehendak Tuhan? Marilah kita melihat bagaimana rekan-rekan sekerja ini menemukan jawabannya pada pertemuan pembelajaran Alkitab. Lanjutkan membaca “Apa yang Dimaksud dengan Pertobatan Sejati?”

Kesaksian Kristen

Dapatkah Kita Masuk ke Dalam Kerajaan Surga Setelah Dosa Kita Diampuni

yesus mengetuk pintu,Saudara He Jun, Sichuan

Minggu, 5 Agustus 2018. Berawan.

Setelah pertemuan hari ini, seorang saudara datang mencariku, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. Dia berkata bahwa Tuhan menuntut manusia untuk kudus, tetapi manusia sering tanpa sadar berbuat dosa, dan jika manusia selalu hidup dalam dosa seperti ini, apakah dia dapat masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang? Aku memberitahukan kepadanya bahwa Tuhan Yesus telah disalibkan dan menanggung semua dosa kita, membayar harga dengan nyawa-Nya. Kukatakan kepadanya bahwa dosa-dosa kita telah diampuni karena kita percaya kepada Tuhan Yesus, dan Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang berdosa, dan asalkan kita dapat menyerahkan segala sesuatu dan mengorbankan diri kita, bekerja keras untuk Tuhan, dan bertahan sampai akhir, kita akan diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali. Setelah saudara itu mendengarku mengatakan ini, tampak seakan-akan dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan, dan dia pergi dengan kelihatan agak kecewa. Sementara melihatnya meninggalkanku, aku merasakan beberapa emosi yang sangat kompleks. Sejujurnya, bukankah aku memiliki kekhawatiran yang sama dengan saudara ini? Merenungkan tentang bagaimana aku telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tetapi sering kali aku telah diikat oleh dosa, dan telah hidup dalam kondisi di mana aku berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari, aku juga tidak ingin terus hidup seperti itu. Namun aku benar-benar tidak mampu mengalahkan dosa, dan karenanya aku sering berdoa kepada Tuhan dan memperkuat pembacaan firman. Namun aku tidak pernah menyelesaikan masalah dosaku. Tuhan itu kudus, jadi apakah Dia akan memuji seseorang seperti diriku, yang begitu penuh dengan dosa?

Selasa, 7 Agustus 2018. Berawan.

Hari ini aku bertengkar dengan istriku karena sebuah masalah sepele, dan aku merasa sangat bersalah dan tertekan. Mengapa aku kembali mengulangi kesalahan masa lalu? Malam ini, aku menangis saat aku berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosaku, dan setelah aku berdoa, aku tetap merasa sedih. Aku teringat ajaran Tuhan: “Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, Engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri” (Matius 22:37-39). Firman ini terutama meminta kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa kita, dan kedua, kita harus mengasihi sesama seperti diri kita sendiri; saudara-saudari harus saling mendorong, bersikap toleran dan sabar satu sama lain dan saling memberikan penghiburan dan berbelas kasihan. Ini adalah sesuatu yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen, dan hanya dengan cara inilah kita dapat menjalani kehidupan yang memuliakan Tuhan dan menjadi kesaksian bagi-Nya. Namun selama beberapa tahun terakhir kepercayaanku kepada Tuhan, aku bahkan belum memenuhi satu tuntutan ini: ketika di rumah, terkadang aku dan istriku bertengkar karena masalah-masalah kecil; ketika di gereja dan saudara-saudari mengatakan hal-hal yang membuatku malu, aku mulai berprasangka terhadap mereka, dan terkadang aku bahkan mengabaikan mereka. Sering kali, aku berdoa bahwa aku ingin mengasihi Tuhan, tetapi ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi di rumah atau sesuatu tidak berjalan seperti yang seharusnya, aku masih salah paham dan menyalahkan Tuhan, berpikir “Aku telah mengorbankan diriku untuk Tuhan, jadi mengapa Dia tidak melindungiku? …” Oh, tidak ada satu pun yang kulakukan yang memenuhi tuntutan Tuhan atau sesuai dengan kehendak Tuhan. Meskipun aku sering berdoa kepada Tuhan, aku masih sering berbuat dosa, dan aku tidak mampu mengendalikannya betapapun aku menginginkannya. Aku sering kali berpikir: “Walaupun dosa-dosaku telah diampuni karena kepercayaanku kepada Tuhan, aku masih selalu berbuat dosa dan mendukakan Tuhan. Jika aku terus seperti ini, dapatkah aku masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang? Bagaimana aku bisa berhenti berbuat dosa?”

Baru-baru ini, aku sering menyelidiki Alkitab, dan banyak kali mencari penjelasan dari para pendeta dan penatua, tetapi aku tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan. Masalah ini secara langsung terkait dengan masalah penting tentang apakah aku akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga atau tidak, dan bagaimanapun juga, aku tidak boleh mengabaikan masalah ini. Tuhan berkata: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Aku percaya bahwa, asalkan aku memiliki hati yang mencari, Tuhan pasti akan memberiku pencerahan.

Minggu, 12 Agustus 2018. Mendung.

Pagi ini, setelah menaikkan doa yang sungguh-sungguh kepada Tuhan, seperti biasa, aku membuka Alkitab dan memulai saat teduhku. Aku kemudian membaca sebuah ayat dalam kitab Wahyu yang menggerakkan hatiku: “Dan sekali-kali tidak akan masuk ke sana segala sesuatu yang mencemarkan, siapa pun yang melakukan kekejian, atau berdusta, melainkan hanya mereka yang tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba” (Wahyu 21:27). Alkitab memberi tahu kita dengan jelas bahwa kita yang belum ditahirkan tidak dapat masuk ke sana, dan bukankah frasa “ke sana” ini merujuk pada kerajaan surga? Kemudian aku membaca pasal 7, ayat 21 dalam Injil Matius: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” Dan juga Yohanes 8:34–35 mengatakan, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya.” Saat aku merenungkan ayat-ayat Alkitab ini, aku berpikir bahwa, meskipun aku telah berdoa kepada Tuhan dan membaca Alkitab setiap hari selama bertahun-tahun aku percaya kepada Tuhan, dan telah sering memberitakan Injil dan melayani, menyerahkan segalanya dan mengorbankan diriku untuk Dia, aku masih dengan sadar melakukan dosa, aku berbuat dosa dan kemudian mengaku dosa, dan aku tidak mampu menaati ajaran Tuhan atau melakukan apa yang Tuhan tuntut. Jelas sekali aku bukan orang yang melakukan kehendak Bapa di surga, apalagi orang yang telah ditahirkan, jadi apakah aku masih dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Kerajaan surga adalah kerajaan Tuhan dan Tuhan itu kudus, jadi bagaimana mungkin orang yang penuh kekotoran dan yang selalu berbuat dosa dapat pernah memenuhi syarat untuk masuk kerajaan surga dan hidup bersama Tuhan? Tampaknya masuk ke dalam kerajaan surga tidak sesederhana yang kita bayangkan!

Senin, 13 Agustus 2018. Berawan dan cerah.

Hari ini, aku bertemu Saudara Zheng, yang sudah lama tidak kujumpai, dan aku sangat senang bertemu dengannya. Saat kami mengobrol, aku menyinggung hal yang telah membingungkanku selama ini. Setelah aku memberi tahu dia tentang hal itu, Saudara Zheng memberiku persekutuan, dengan berkata, “Dosa manusia diampuni ketika Tuhan Yesus disalibkan, dan ketika kita percaya kepada Tuhan, dosa kita diampuni dan kita diselamatkan. Namun, apa arti sesungguhnya saat dikatakan bahwa dosa-dosa kita telah diampuni? Jika kita dapat memahami masalah ini, kita akan tahu mengapa kita masih berbuat dosa bahkan setelah percaya kepada Tuhan dan apa artinya dosa-dosa kita diampuni. Mengenai apakah kita akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga atau tidak, pertama-tama kita harus melihat latar belakang penampakan dan pekerjaan Tuhan Yesus. Pada akhir Zaman Hukum Taurat, manusia semakin dirusak oleh Iblis dan semakin banyak berbuat dosa, sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi korban penghapus dosa yang dapat mereka persembahkan yang akan cukup untuk menebus dosa mereka, dan manusia berada dalam bahaya dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat saat itu. Dengan latar belakang ini, Tuhan menjadi manusia sebagai Tuhan Yesus dan disalibkan di kayu salib sebagai korban penghapus dosa bagi manusia, dan dengan demikian dosa-dosa manusia diampuni sekali dan selamanya. Setelah itu, asalkan manusia berdoa, mengaku, dan bertobat di dalam nama Tuhan, maka dosa-dosa mereka diampuni, dan mereka tidak lagi berada di bawah kutuk dan hukuman hukum Taurat. Tuhan juga tidak lagi melihat manusia sebagai orang berdosa, dan mereka dapat secara langsung berdoa dan berseru kepada Tuhan, dan menikmati anugerah Tuhan yang berlimpah dan pembekalan dari kebenaran-Nya. Dari sini dapat dipahami bahwa dosa-dosa kita diampuni karena kepercayaan kita kepada Tuhan, dan yang dimaksud dengan ‘dosa-dosa kita diampuni’ hanyalah bahwa Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kita karena melanggar hukum Taurat dan perintah-Nya serta menentang firman-Nya. Dengan kata lain, Tuhan tidak akan mengingat perbuatan dosa kita yang melanggar dan menyinggung hukum Tuhan. Namun watak jahat dan natur dosa kita, yang menyebabkan kita berbuat dosa, belum diampuni oleh Tuhan, dan justru karena natur dosa yang menentang Tuhan dan watak jahat kita yang terus ada itulah yang membuat kita masih dapat sering berbuat dosa. Karena itu, dapat dilihat bahwa natur dosa kita adalah sesuatu yang paling menentang Tuhan dan bertentangan dengan kebenaran, dan jika kita tidak menyelesaikan natur dosa kita, masalah dosa manusia tidak akan mungkin terselesaikan, dan kita bahkan dapat melakukan dosa yang lebih buruk daripada melanggar hukum Taurat, dan masuk ke dalam kerajaan surga pun akan menjadi sama sekali tidak mungkin. Alkitab dengan jelas menyatakan: ‘Tetapi karena Dia yang memanggilmu kudus, jadilah engkau kudus dalam semua perkataanmu: karena ada tertulis, kuduslah engkau, karena Aku kudus’ (1 Petrus 1:15-16). ‘Karena jika kita dengan sengaja berbuat dosa setelah menerima pengetahuan kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada adalah penghakiman mengerikan dan lautan api yang akan menghanguskan orang-orang durhaka‘ (Ibrani 10:26-27). ‘Karena ganjaran dosa adalah kematian’ (Roma 6:23). Dari ayat-ayat ini aku melihat bahwa jika natur dosa kita belum terselesaikan, dan kita tetap hidup dalam kondisi di mana kita berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari, meskipun kita mungkin percaya kepada Tuhan sampai akhir, kita tetap akan binasa, karena Tuhan itu kudus, dan manusia yang kotor dan rusak tidak layak menerima berkat dan janji Tuhan, dan tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Tuhan.”

Saat ini, hatiku terasa agak lebih terang, dan aku mengerti bahwa dosa-dosa kita diampuni hanya berarti bahwa Tuhan telah mengampuni perbuatan dosa kita karena melanggar hukum Tuhan. Namun kita belum menyelesaikan natur dosa kita yang menentang Tuhan, jadi tidak heran aku tidak dapat menyelesaikannya betapapun aku menginginkannya, saat aku hidup setiap hari dalam keadaan berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari! Syukur kepada Tuhan! Persekutuan yang kuterima hari ini benar-benar sangat jelas, dan aku merasa sepertinya awan telah berlalu dan akhirnya aku bisa melihat langit biru. Ketika aku akan pergi, Saudara Zheng memberiku sebuah buku dan berkata bahwa semua pemahamannya berasal dari membaca buku ini, dan aku merasa bahagia.

Rabu, 15 Agustus 2018. Hari yang cerah.

Syukur atas kasih Tuhan, aku merasa cukup baik beberapa hari terakhir ini. Dari buku yang diberikan Saudara Zheng kepadaku ini, aku jadi memahami banyak kebenaran yang sebelumnya tidak kupahami, dan itu telah meruntuhkan kegalauan dan kebingunganku selama bertahun-tahun. Aku membaca dalam buku itu: “Karena, di Zaman Kasih Karunia, roh jahat diusir dari manusia melalui penumpangan tangan dan doa, namun watak rusak dalam diri manusia tetap tinggal di dalam dirinya. Manusia disembuhkan dari sakitnya dan diampuni dosa-dosanya, tetapi pekerjaan mengenyahkan watak rusak Iblis dalam diri manusia belumlah dilakukan dalam dirinya. Manusia hanya diselamatkan dan diampuni dosanya karena imannya, tetapi sifat dosa manusia tidak diambil daripadanya dan masih tetap ada dalam dirinya. Dosa manusia diampuni melalui Tuhan yang berinkarnasi, namun bukan berarti manusia tidak lagi memiliki dosa dalam dirinya. Dosa manusia dapat diampuni melalui korban penghapusan dosa, tetapi manusia belum mampu menyelesaikan masalah bagaimana ia dapat untuk tidak lagi berbuat dosa dan bagaimana agar sifat dosanya dapat dibuang sepenuhnya dan diubahkan” (“Misteri Inkarnasi (4)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). “Engkau hanya tahu bahwa Yesus akan turun ke bumi pada akhir zaman, tetapi bagaimana tepatnya Dia akan turun? Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis. Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus—enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu. Jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan” (“Mengenai Sebutan dan Identitas” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Membaca firman ini dan kemudian merenungkan apa yang disampaikan oleh Saudara Zheng kepadaku, tiba-tiba semuanya menjadi jelas bagiku. Ternyata Tuhan Yesus hanya melakukan pekerjaan penebusan umat manusia, dengan demikian memungkinkan dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan melalui kepercayaan kita; yang belum dilakukan-Nya adalah pekerjaan untuk mentahirkan dan mengubah manusia sepenuhnya. Meskipun Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, Dia tidak membebaskan kita dari natur jahat kita, dan watak rusak di dalam diri kita tetap ada, seperti kecongkakan, keegoisan, kecurangan, dan kejahatan. Hal-hal ini lebih dalam dan lebih degil daripada dosa, dan kecuali natur jahat yang menentang Tuhan dan watak rusak ini diselesaikan, kita akan terus tanpa sadar melakukan dosa dan menentang Tuhan. Ini membuatku berpikir tentang bagaimana kita selalu hidup dalam dosa. Contohnya, dalam transaksi kita dengan orang lain, kita selalu ingin mengambil keuntungan dari mereka dan sama sekali tidak mau rugi; ketika kita melihat orang lain yang lebih baik daripada kita, kita sering mengungkapkan watak rusak kita berupa perasaan iri hati dan ketidaktaatan; kita tidak mengatakan apa pun ketika seseorang tidak menyenangkan kita, tetapi hati kita jadi dipenuhi dengan kebencian terhadap mereka; ketika Tuhan memberi anugerah kepada kita, kita merasa bahagia, tetapi ketika Dia tidak memberi anugerah kepada kita, kita menyalahkan Dia, sedemikian rupa sehingga ketika bencana alam atau bencana akibat perbuatan manusia terjadi, banyak pemahaman muncul dalam diri kita tentang Tuhan, dan dalam kasus-kasus serius, kita bahkan dapat menyangkal dan mengkhianati Tuhan …. Setiap hari, kita hidup dalam lingkaran setan berbuat dosa, mengaku dosa, dan kemudian kembali berbuat dosa, seperti yang dikatakan Rasul Paulus: “Karena aku tahu, bahwa di dalam aku (yaitu, di dalam dagingku), tidak ada hal yang baik, karena dalam diriku ada kehendak; tetapi aku tidak mendapati cara berbuat apa yang baik” (Roma 7:18). Jika Tuhan sendiri tidak datang untuk melakukan pekerjaan mentahirkan dan mengubah manusia, maka tak seorang pun dari kita yang akan mampu melepaskan ikatan dan kekangan dosa, kita akan dikalahkan oleh dosa, kita akan mengikuti tren jahat dunia, mengingini kesenangan dosa, dan tidak ada yang kita hidupi akan memiliki kemanusiaan yang normal sedikit pun. Bahkan orang-orang yang percaya kepada Tuhan sepanjang hidup mereka, atau para pemimpin agama yang mengetahui Alkitab dengan baik dan yang memiliki pengetahuan yang luas dalam ayat-ayat, mereka pun seperti ini—tak seorang pun dari mereka mampu melepaskan ikatan dosa. Jadi, bahkan jika dosa kita dapat diampuni ribuan kali, sepuluh ribuan kali, kita tetap tidak akan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga.

Syukur kepada Tuhan! Firman ini sangat berharga dan telah menyelesaikan masalah yang telah begitu lama membingungkanku ini. Jadi bagaimana sebenarnya kita dapat menyingkirkan dosa? Apakah buku ini punya sebuah jalan untuk melakukan ini? Aku harus terus membaca …

Kamis, 16 Agustus 2018. Mendung berubah cerah.

Di sore hari, matahari tetap dapat bersinar dari balik awan tebal. Aku sedang duduk di perpustakaanku sambil terus membaca buku itu.

Aku bersyukur atas pencerahan dan bimbingan Tuhan! Di dalam buku ini, aku telah menemukan jalan untuk melepaskan ikatan dosa: “Dosa manusia diampuni karena pekerjaan penyaliban Tuhan, tetapi manusia tetap hidup dalam watak lama Iblis yang rusak. Dengan demikian, manusia harus sepenuhnya diselamatkan dari watak rusak Iblis sehingga sifat dosa manusia sepenuhnya dibuang dan tidak akan pernah lagi berkembang, sehingga memungkinkan watak manusia berubah. Hal ini mengharuskan manusia memahami jalan pertumbuhan dalam kehidupan, jalan hidup, dan cara untuk mengubah wataknya. Hal ini juga mengharuskan manusia untuk bertindak sesuai dengan jalan ini sehingga watak manusia dapat secara bertahap diubahkan dan ia dapat hidup di bawah cahaya terang, sehingga segala sesuatu yang ia lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga ia dapat membuang watak rusak Iblisnya, dan supaya dia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kegelapan Iblis, sehingga ia pun benar-benar lepas dari dosa. Hanya dengan begitu, manusia akan menerima keselamatan yang lengkap” (“Misteri Inkarnasi (4)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). “Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup” (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Ketika membaca dua bagian ini, tiba-tiba aku mengerti: ternyata, jika kita ingin melepaskan ikatan dan kekangan watak kita yang jahat dan rusak, kita harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman dan kemudian watak kita yang rusak dapat diubah dan ditahirkan, dan baru pada saat itulah kita akan memenuhi syarat untuk melihat wajah Tuhan, memperoleh keselamatan Tuhan yang sempurna, dan hidup selamanya dalam kerajaan Tuhan. Aku mau tak mau teringat dengan sesuatu yang Tuhan Yesus katakan: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12–13). Dan nubuat-nubuat dalam Alkitab ini juga muncul di benakku: “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17). “Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman” (1 Petrus 1: 5). Sebenarnya, Tuhan Yesus telah sejak lama menubuatkan bahwa Dia akan datang kembali pada akhir zaman dan akan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya agar dapat sepenuhnya mentahirkan dan mengubah watak kita yang rusak, dan memungkinkan kita untuk mendapatkan semua kebenaran dan memperoleh keselamatan Tuhan yang sempurna. Namun aku begitu bodoh dan buta; aku tidak berupaya untuk merenungkan atau mencari kehendak Tuhan di dalam firman-Nya, melainkan aku berpegang pada pemahaman dan imajinasiku sendiri, percaya bahwa Tuhan Yesus telah menanggung semua dosa kita, bahwa dosa-dosa kita telah diampuni, dan asalkan kita menyerahkan segalanya untuk mengikuti Tuhan, kita akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Sekarang tampaknya jika masalah berbuat dosa kita tidak diselesaikan, dengan tubuh kita yang penuh dengan kekotoran dan kerusakan, pada akhirnya kita tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga, sama seperti yang dikatakan dalam buku ini: “Engkau harus tahu orang-orang semacam apa yang Aku inginkan. Orang yang tidak murni tidak diizinkan masuk ke dalam kerajaan. Orang-orang yang tidak murni tidak diizinkan mencemarkan tanah yang kudus. Meskipun engkau mungkin sudah melakukan banyak pekerjaan, dan telah bekerja selama bertahun-tahun, pada akhirnya, jika engkau masih tetap kotor dan menyedihkan—menurut hukum Surga tidak dapat dibenarkan engkau berharap dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku! Semenjak dunia dijadikan sampai saat ini, tak pernah Aku memberi jalan masuk yang mudah bagi orang-orang yang menjilat untuk mendapatkan perkenanan-Ku. Inilah peraturan surga, dan tak seorang pun dapat melanggarnya!” (“Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Firman ini memiliki otoritas dan kuasa, dan aku mengerti bahwa Tuhan itu pengasih dan penyayang, namun Dia juga adalah Tuhan itu sendiri yang benar dan kudus. Tuhan tidak mengizinkan manusia yang kotor dan rusak untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya, dan jika natur dosa kita tidak ditahirkan dan diubah, bahkan jika dosa-dosa kita telah diampuni, dan secara lahiriah kita tampaknya melakukan beberapa perbuatan baik dan kita menyerahkan segalanya, mengorbankan diri kita dan bekerja untuk Tuhan, impian kita untuk masuk ke dalam kerajaan surga hanya akan selamanya menjadi sebuah mimpi!

Awan benar-benar telah berlalu dan sekarang aku melihat sinar matahari! Akhirnya sekarang aku mengerti bahwa kita yang telah memperoleh keselamatan Tuhan hanya telah diampuni dari dosa-dosa kita dan telah ditebus, tetapi kita belum membebaskan diri kita dari dosa. Kita masih harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman dan ditahirkan, dan baru pada saat itulah kita akan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga dan memperoleh hidup yang kekal. Ini dengan tepat menggenapi apa yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu: “Dan sekali-kali tidak akan masuk ke sana segala sesuatu yang mencemarkan, siapa pun yang melakukan kekejian, atau berdusta, melainkan hanya mereka yang tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba” (Wahyu 21:27). Syukur kepada Tuhan, karena akhirnya aku tahu cara membebaskan diriku dari dosa!

 

Rekomendasi:Nubuat tentang kedatangan Tuhan telah digenapi. Apakah Anda tahu tanda tanda kedatangan tuhan yesus?

Kesaksian Kristen

Cara Bertobat dan Tidak Berbuat Dosa Lagi: Aku Menemukan Jalan

Doa Kristen dalam saat teduh,

Rekomendasi:Mengapa kita masih berbuat dosa setelah berdoa? Bagaimana kita mencapai pertobatan sejati? Artikel ini akan memberi tahu Anda jawabannya.

Oleh Saudari Meng’ai, Taiwan

Catatan Editor: Saudari Meng’ai adalah orang Kristen generasi ketiga yang telah secara konsisten melayani di dalam gereja, tetapi dalam beberapa tahun terakhir dia mendapati bahwa walaupun iman dan pelayanannya teguh bagi Tuhan, dia masih terkungkung oleh ikatan dosa sampai pada titik di mana dia bahkan tidak mampu bersikap toleran atau mengampuni suaminya sendiri. Ketika dia membaca firman Tuhan yang mengatakan, “Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” (Imamat 11:44), dia menyadari bahwa jika dia terus berbuat dosa, dia tidak akan memenuhi syarat untuk melihat wajah Tuhan. Ini benar-benar menyusahkan baginya. Namun, sekarang dia telah menemukan jalan untuk dibebaskan dari dosa, dan hubungannya dengan suaminya juga menjadi harmonis. Bagaimana Meng’ai menemukan jalan menuju kebebasan dari dosa? Marilah kita membaca pengalamannya. Lanjutkan membaca “Cara Bertobat dan Tidak Berbuat Dosa Lagi: Aku Menemukan Jalan”

Renungan Harian

5 Tanda-tanda Kedatangan Kembali Tuhan Yesus yang Kedua Kalinya Telah Muncul, jadi Sudahkah Anda Menyambut-Nya?

Bencana besar,Oleh Xinjie

Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus berjanji kepada kita: “Lihatlah, Aku segera datang” (Wahyu 22:12). Sekarang adalah akhir zaman, tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus kedua kali telah muncul, dan beberapa peristiwa signifikan di akhir zaman telah terjadi. Banyak saudara-saudari telah mendapatkan firasat bahwa hari Tuhan sudah dekat. Apakah Tuhan sudah datang kembali? Apa yang bisa kita lakukan untuk menyambut Tuhan? Mari kita membahas ini sekarang dengan menjelajahi nubuat-nubuat yang tercantum dalam Alkitab. Lanjutkan membaca “5 Tanda-tanda Kedatangan Kembali Tuhan Yesus yang Kedua Kalinya Telah Muncul, jadi Sudahkah Anda Menyambut-Nya?”

Firman Tuhan

Orang seperti apa yang diselamatkan Tuhan? Orang seperti apakah yang disingkirkan-Nya?

Rekomendasi:Halaman Firman Tuhan Hari ini memungkinkan Anda untuk membaca lebih banyak kata-kata Tuhan dan memahami kehendak Tuhan. Klik tautan untuk membacanya.

Firman Tuhan yang Relevan:

Mereka yang menjadi milik Iblis tidak mengerti firman Tuhan, dan mereka yang merupakan milik Tuhan dapat mendengar suara-Nya. Semua yang menyadari dan memahami kata-kata yang Kuucapkan adalah mereka yang akan diselamatkan, dan memberi kesaksian tentang Tuhan; mereka yang tidak mengerti kata-kata yang Kuucapkan tidak dapat memberi kesaksian tentang Tuhan, dan akan disingkirkan.

Dikutip dari “Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan”

Orang-orang mati adalah mereka yang tidak punya roh, mati rasa secara ekstrem, dan menentang Tuhan. Terlebih lagi, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Orang-orang ini tidak punya keinginan sedikit pun untuk mematuhi Tuhan: mereka hanya memberontak terhadap-Nya dan menentang-Nya, dan sama sekali tidak punya kesetiaan. Orang-orang yang hidup adalah mereka yang rohnya telah dilahirkan kembali, yang tahu mematuhi Tuhan, dan setia kepada Tuhan. Mereka dikuasai kebenaran dan menjadi kesaksian, dan hanya orang-orang inilah yang menyenangkan bagi Tuhan di dalam rumah-Nya. Tuhan menyelamatkan orang-orang yang bisa hidup kembali, yang dapat melihat pekerjaan penyelamatan Tuhan, yang bisa setia terhadap Tuhan, dan mau mencari Tuhan. Ia menyelamatkan mereka yang percaya kepada inkarnasi Tuhan, dan percaya pada penampakan-Nya. Sebagian orang bisa hidup kembali, dan sebagian lainnya tidak; ini tergantung pada sifat mereka, apakah bisa diselamatkan atau tidak. Banyak orang telah mendengar banyak firman Tuhan tetapi tidak memahami keinginan-Nya. Mereka telah mendengar banyak firman Tuhan tetapi masih tidak mampu melakukannya. Mereka tidak mampu hidup dalam kebenaran apa pun dan dengan sengaja mengganggu pekerjaan Tuhan. Mereka tidak mampu melakukan pekerjaan apa pun bagi Tuhan, mereka tidak mampu menyerahkan apa pun bagi-Nya, dan mereka juga secara diam-diam memakai uang gereja serta makan di rumah Tuhan dengan gratis. Orang-orang seperti ini mati dan mereka tidak akan diselamatkan. Tuhan menyelamatkan semua orang yang berada dalam pekerjaan-Nya. Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang tidak bisa menerima penyelamatan-Nya; hanya sebagian kecil yang bisa menerima penyelamatan ini, karena kebanyakan orang terlalu mati sehingga tidak bisa diselamatkan. Mereka benar-benar dieksploitasi Iblis, dan sifat dasarnya terlalu jahat. Sejumlah kecil orang ini pun bukan orang-orang yang sepenuhnya mampu mematuhi Tuhan. Mereka bukanlah orang-orang yang telah sepenuhnya patuh kepada Tuhan sejak awal, atau memiliki cinta terdalam kepada Tuhan sejak permulaan. Alih-alih, mereka menjadi patuh kepada Tuhan karena pekerjaan penaklukan-Nya—mereka melihat Tuhan karena cinta terhebat-Nya, sehingga ada perubahan dalam watak mereka karena watak Tuhan yang penuh kebenaran. Orang-orang ini menjadi mengenal Tuhan karena pekerjaan-Nya, yang nyata dan normal.

Dikutip dari “Sudahkah Engkau Hidup Kembali?”

Tuhan senantiasa menyempurnakan orang-orang yang melayani-Nya. Dia tidak menyingkirkan mereka begitu saja. Jika engkau benar-benar menerima penghakiman dan hajaran firman Tuhan, jika engkau mampu mengesampingkan segala penerapan dan peraturan agamamu yang lama, dan berhenti menggunakan gagasan agamamu yang lama sebagai ukuran firman Tuhan zaman sekarang, barulah ada masa depan untukmu. Akan tetapi, jika engkau berpegang teguh pada perkara-perkara lama, jika engkau terus menyimpannya, tidak mungkin engkau dapat diselamatkan. Tuhan tidak akan memedulikan orang-orang seperti itu.

Dikutip dari “Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan”

Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan adalah mereka yang mau menerapkan firman Tuhan dan mau melakukan kebenaran. Orang-orang yang dapat sungguh-sungguh bersaksi bagi Tuhan adalah mereka yang juga mau menerapkan firman-Nya dan dapat dengan sungguh-sunguh berdiri di pihak kebenaran. Orang-orang yang menggunakan tipu daya dan melakukan ketidakadilan semuanya yang tidak memiliki kebenaran, dan mereka semua mempermalukan Tuhan. Siapa pun yang terlibat pertikaian di dalam gereja adalah kaki tangan dan jelmaan Iblis. Orang-orang seperti ini sangatlah jahat. Orang-orang yang tidak berpengertian dan tidak mampu berdiri di pihak kebenaran semuanya memendam niat jahat dan menodai kebenaran. Orang-orang ini sangat jelas merupakan representasi Iblis; mereka tidak mungkin ditebus dan tentu saja merupakan sasaran penyingkiran. Keluarga Tuhan tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak melakukan kebenaran untuk tetap tinggal. juga tidak boleh membiarkan mereka yang dengan sengaja mengacaukan gereja untuk tetap tinggal. Namun, saat ini belum waktunya untuk melakukan pekerjaan pengusiran; orang-orang semacam itu hanya akan dibongkar dan disingkirkan pada akhirnya. Tidak ada lagi pekerjaan sia-sia yang perlu dilakukan atas orang-orang ini; mereka yang adalah milik Iblis tidak mampu berdiri di pihak kebenaran, sedangkan orang-orang yang mencari kebenaran dapat berdiri di pihak kebenaran. Orang-orang yang tidak melakukan kebenaran tidak layak mendengarkan jalan kebenaran dan tidak layak menjadi saksi kebenaran. Kebenaran sama sekali tidak diperuntukkan bagi telinga mereka, melainkan ditujukan pada mereka yang melakukannya. Sebelum kesudahan setiap orang dinyatakan, mereka yang mengganggu gereja dan pekerjaan Tuhan akan pertama-tama disisihkan untuk sekarang ini, mereka akan ditangani kemudian. Begitu pekerjaan itu selesai, orang-orang ini akan disingkapkan satu demi satu, dan setelah itu akan disingkirkan.Untuk saat ini, sementara kebenaran diberikan, mereka akan diabaikan. Ketika kebenaran telah dinyatakan seluruhnya kepada manusia, orang-orang itu harus disingkirkan; itu juga akan menjadi saat ketika semua orang akan dikelompokkan sesuai jenisnya. Karena kepicikan berpikir mereka, orang-orang yang tak berpengertian akan hancur di tangan orang-orang jahat, akan disesatkan oleh orang jahat tanpa bisa dipulihkan kembali. Orang-orang ini harus ditangani dengan cara demikian, karena mereka tidak mencintai kebenaran, karena mereka tidak mampu berdiri di pihak kebenaran, karena mereka mengikuti orang jahat dan berdiri di pihak yang jahat, dan karena mereka bersekongkol dengan orang jahat dan menentang Tuhan. Kendati tahu benar bahwa orang-orang jahat itu menyebarkan kejahatan, mereka mengeraskan hatinya dan tetap menentang kebenaran untuk mengikuti mereka. Bukankah orang-orang ini yang tidak melakukan kebenaran, tetapi yang melakukan hal-hal yang menghancurkan dan menjijikkan ini semuanya melakukan kejahatan? Walaupun ada di antara mereka yang menganggap dirinya raja dan ada orang-orang yang mengikuti mereka, Bukankah natur mereka yang menentang Tuhan sama saja? Dalih apa yang dapat mereka miliki untuk mengklaim bahwa Tuhan tidak menyelamatkan mereka? Alasan apa yang dapat mereka kemukakan bahwa Tuhan tidak adil? Bukankah kejahatan mereka sendiri yang menghancurkan mereka? Bukankah pemberontakan mereka sendiri yang menyeret mereka ke neraka? Orang-orang yang melakukan kebenaran pada akhirnya akan diselamatkan dan disempurnakan oleh karena kebenaran. Orang-orang yang tidak melakukan kebenaran pada akhirnya akan mengalami kehancuran oleh karena kebenaran. Inilah kesudahan yang menanti orang-orang yang melakukan kebenaran dan yang tidak melakukan kebenaran.

Dikutip dari “Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran”

Sebagian orang berperilaku sangat sopan dan pantas dan tampak “penuh sopan santun” di hadirat Tuhan, tapi mereka berbalik menentang dan kehilangan seluruh kendali diri di hadirat Roh. Apakah engkau semua menganggap manusia semacam itu orang yang jujur? Jika engkau seorang munafik dan orang yang mahir bergaul, maka Aku katakan bahwa engkau benar-benar orang yang terlalu meremehkan Tuhan. Jika kata-katamu dipoles dengan alasan dan pembenaran diri yang tidak ada nilainya, maka Aku katakan engkau adalah orang yang benar-benar benci untuk melakukan kebenaran. Jika engkau memiliki banyak rahasia yang enggan engkau bagikan, dan jika engkau tidak mau membuka rahasiamu—yaitu kesulitanmu—di hadapan orang-orang untuk mencari jalan terang, maka Aku katakan engkau adalah orang yang tidak akan menerima keselamatan dengan mudah dan orang yang tidak akan mudah keluar dari kegelapan. Jika mencari jalan kebenaran menyenangkan hatimu, maka engkau adalah orang yang selalu diam di dalam terang. Jika engkau sangat senang menjadi pelaku pelayanan di rumah Tuhan, bekerja dengan rajin dan bersungguh-sungguh tanpa ingin dikenal, selalu memberi, dan tidak pernah mengambil, maka Aku katakan engkau adalah orang suci yang setia, karena engkau tidak mencari upah dan hanya menjadi orang yang jujur. Jika engkau mau berterus terang, jika engkau mau mengorbankan seluruh milikmu, jika engkau mampu mengorbankan hidupmu bagi Tuhan dan menjadi saksi, jika engkau jujur sampai ke taraf engkau hanya tahu untuk memuaskan Tuhan dan tidak memikirkan dirimu sendiri atau mengambil untuk dirimu sendiri, maka Aku katakan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang terpelihara dalam terang dan yang akan hidup untuk selamanya di dalam kerajaan.

Dikutip dari “Tiga Peringatan”

Beberapa orang menghentikan tugas-tugas mereka ketika sesuatu yang negatif menimpa mereka, dan tidak mampu bangkit setelah mengalami setiap kemunduran. Orang-orang ini semuanya adalah orang bodoh yang tidak mengasihi kebenaran, dan mereka akan gagal mendapatkan kebenaran bahkan meskipun mereka tetap beriman seumur hidup. Bagaimana orang bodoh semacam itu bisa mengikuti sampai akhir? Orang-orang yang cerdik dan mereka yang benar-benar memiliki kualitas batin serta memahami perkara-perkara rohani adalah para pencari kebenaran, dan seringkali mereka mungkin bisa mendapatkan beberapa inspirasi, pelajaran, pencerahan, dan kemajuan. Ketika hal yang sama terjadi sepuluh kali pada orang bodoh yang tidak memahami perkara-perkara rohani, tidak satu kali pun mereka akan mendapatkan manfaat dari kehidupan, tidak satu kali pun mereka akan membuat perubahan dan tidak satu kali pun mereka akan memahami natur mereka. Mereka gagal sepuluh kali, mereka tersandung sepuluh kali, tetapi mereka masih belum tersadar juga, demikian pula mereka tidak mencari kebenaran untuk menemukan akar masalahnya. Tidak peduli sebanyak apa pun orang semacam itu mungkin mendengarkan khotbah, mereka tidak akan pernah memahami kebenaran—mereka tidak mungkin berhasil. Setiap kali mereka tersandung, mereka membutuhkan orang lain untuk membantu mereka kembali bangkit, untuk membujuk mereka. Jika mereka tidak dibujuk atau diberi bantuan, mereka tidak akan bangkit lagi. Setiap kali hal itu terjadi, ada bahaya terjatuh, dan setiap kali ada bahaya mereka akan mengalami kemunduran. Tidakkah ini merupakan akhir bagi mereka? Apakah masih ada alasan bagi orang-orang yang tidak berguna ini untuk diselamatkan? Penyelamatan Tuhan atas manusia adalah penyelamatan bagi mereka yang mengasihi kebenaran. Itu adalah penyelamatan bagi mereka yang memiliki kemauan dan keteguhan hati, mereka yang bercita-cita untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan. Mengatakan bahwa seseorang memiliki keteguhan hati berarti bahwa mereka merindukan keadilan, kebaikan dan kebenaran, dan bahwa mereka memiliki hati nurani. Tuhan bekerja di dalam diri orang-orang ini sehingga mereka bisa memahami dan mendapatkan kebenaran, sehingga kerusakan mereka dapat ditahirkan dan watak hidup mereka dapat diubah. Jika di dalam dirimu tidak ada kasih terhadap kebenaran atau aspirasi terhadap keadilan dan terang, maka setiap kali engkau menghadapi kejahatan, engkau tidak akan memiliki keinginan untuk membuang hal-hal yang jahat atau keteguhan hati untuk menanggung kesusahan, dan jika hati nuranimu mati rasa, maka kemampuanmu untuk menerima kebenaran juga mati rasa, engkau tidak peka terhadap kebenaran atau perkara-perkara yang terjadi, tidak mampu membedakan apa pun, dan engkau tidak memiliki kemampuan untuk menangani atau menyelesaikan sesuatu, dengan demikian tidak ada jalan untuk diselamatkan. Orang seperti ini tidak memiliki apa pun untuk direkomendasikan pada diri mereka, tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk bekerja bersamanya. Mereka tidak memberikan tanggapan, tidak peduli sejelas atau seterang apa Tuhan berbicara tentang kebenaran, seolah-olah mereka sudah mati. Bukankah semuanya sudah berakhir bagi mereka? Siapa pun yang masih bernapas dapat diselamatkan melalui pernapasan buatan. Tetapi jika mereka telah mati dan roh mereka telah pergi, maka pernapasan buatan tidak akan ada gunanya lagi. Begitu sesuatu menimpa engkau, engkau menciut, dan engkau tidak memberikan kesaksian, sehingga engkau tidak mungkin bisa diselamatkan dan engkau benar-benar menuju kebinasaan.

Dikutip dari “Orang yang Bimbang Tidak Dapat Diselamatkan”

Orang-orang semacam ini tidak memiliki pengertian mengenai pekerjaan yang baru, tetapi dipenuhi dengan berbagai gagasan yang tak habis-habisnya. Mereka tidak melakukan fungsi apa pun di gereja. Sebaliknya, mereka membuat kerusakan dan menyebarkan hal-hal yang negatif ke mana-mana, bahkan sampai melakukan segala macam pelanggaran dan gangguan di gereja, dan akhirnya mendorong orang-orang yang kurang arif ke dalam kebingungan dan kekalutan. Setan-setan hidup ini, roh-roh jahat ini harus segera meninggalkan gereja, jika tidak, gereja akan menjadi sengsara karenamu. Engkau mungkin tidak takut akan pekerjaan hari ini, tetapi tidakkah engkau takut akan hukuman yang benar di hari esok? Ada banyak orang di gereja yang adalah benalu, begitu pula ada banyak serigala yang berusaha mengacaukan pekerjaan Tuhan yang berjalan baik. Semua ini adalah setan-setan yang dikirim oleh si raja setan, serigala-serigala jahat yang berusaha menelan domba-domba yang tidak menyadarinya. Jika orang-orang seperti ini tidak disingkirkan, mereka menjadi parasit di gereja dan ngengat-ngengat yang menggerogoti persembahan. Belatung-belatung yang keji, bebal, rendah, dan menjijikkan ini suatu hari nanti akan dihukum!

Dikutip dari “Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan”

Orang-orang yang hanya memikirkan daging dan mencintai kesenangan hidup, orang-orang yang imannya mendua, orang-orang yang terlibat dalam jampi-jampi jahat dan mantera, orang-orang yang tidak bermoral, compang-camping dan acak-acakan, orang-orang yang mencuri persembahan korban bagi Yahweh dan apa yang menjadi milik-Nya, orang-orang yang mencintai suap, orang-orang yang memimpikan untuk pergi ke surga, orang-orang yang angkuh dan sombong, dan semata-mata berjuang demi kemasyhuran dan kekayaan pribadi, orang-orang yang menyebarkan kata-kata yang tidak sopan, orang-orang yang menghujat Tuhan itu sendiri, orang-orang yang tidak melakukan apa pun selain menghakimi dan memfitnah Tuhan, orang-orang yang berkomplot dengan orang lain dan mencoba membentuk golongan tersendiri, orang-orang yang meninggikan diri mereka lebih tinggi daripada Tuhan, laki-laki dan perempuan muda yang ceroboh, laki-laki dan perempuan paruh baya dan lanjut usia yang terjerat dalam percabulan, laki-laki dan perempuan yang menikmati kemasyhuran dan kekayaan pribadi dan mengejar status pribadi di antara orang lain, orang-orang yang tidak bertobat dan terperangkap dalam dosa—bukankah mereka semuanya berada di luar keselamatan? Percabulan, perbuatan yang berdosa, jampi-jampi jahat, mantera, kata-kata tak senonoh, dan kata-kata yang tidak sopan, semuanya merajalela di antaramu, sementara firman kebenaran dan kehidupan diinjak-injak di antaramu, dan bahasa yang kudus itu tercemar di antaramu. Engkau semua, orang-orang kafir, penuh dengan kenajisan dan ketidaktaatan! Di manakah engkau semua akan berakhir? Beraninya orang-orang yang mencintai daging, yang melakukan perbuatan jahat kedagingan, dan terjerat dalam dosa percabulan masih bertebal muka untuk melanjutkan kehidupan? Tidakkah engkau semua tahu bahwa orang-orang sepertimu adalah belatung yang berada di luar keselamatan? Apa yang membuatmu memenuhi syarat untuk menuntut ini dan itu? Hingga saat ini, tidak ada perubahan sedikit pun dalam diri orang-orang yang tidak mencintai kebenaran dan yang hanya mencintai daging—jadi, bagaimana orang-orang semacam itu dapat diselamatkan? Bahkan saat ini pun, mereka yang tidak mencintai jalan hidup, yang tidak meninggikan Tuhan dan memberikan kesaksian tentang Dia, yang menyusun rencana jahat demi status mereka sendiri, yang memuji diri mereka sendiri—tidakkah mereka tetap sama? Apa pentingnya menyelamatkan mereka? Apakah engkau dapat diselamatkan atau tidak, itu tidaklah bergantung pada seberapa berkualitasnya dirimu, atau berapa tahun engkau telah bekerja, apalagi pada berapa banyak sertifikat yang sudah engkau miliki. Hal itu tergantung pada apakah pengejaranmu telah membuahkan hasil. Engkau harus tahu bahwa yang diselamatkan adalah “pohon-pohon” yang menghasilkan buah, bukan pohon-pohon dengan dedaunan lebat dan bunga melimpah tetapi tidak menghasilkan buah. Bahkan seandainya engkau telah menghabiskan bertahun-tahun bepergian ke banyak tempat, lalu apa? Di manakah kesaksianmu? Rasa hormatmu terhadap Tuhan jauh lebih rendah dari kasihmu terhadap diri sendiri dan hasratmu yang penuh hawa nafsu—bukankah orang seperti ini adalah orang yang hina? Bagaimana mereka bisa menjadi contoh dan teladan keselamatan? Sifatmu tidak dapat diubah, engkau terlalu pemberontak, engkau tidak dapat diselamatkan! Bukankah orang-orang seperti inilah yang akan disingkirkan? Ketika pekerjaan-Ku selesai, bukankah itu merupakan datangnya hari terakhirmu? Aku telah melakukan begitu banyak pekerjaan dan mengucapkan begitu banyak firman di antara engkau semua—berapa banyakkah di antaranya yang masuk ke telingamu? Berapa banyakkah di antaranya yang pernah engkau taati? Ketika pekerjaan-Ku berakhir, itu juga akan menjadi saat engkau berhenti menentang dan melawan Aku. Selama periode Aku bekerja, engkau selalu bertindak melawan Aku; engkau tidak pernah menaati kata-kata-Ku. Aku melakukan pekerjaan-Ku, dan engkau melakukan “pekerjaanmu” sendiri, engkau membangun kerajaan kecilmu sendiri—engkau semua sekawanan rubah dan anjing, semua yang engkau lakukan melawan Aku! Engkau selalu berusaha membawa orang-orang yang mencintaimu saja ke dalam pelukanmu—di mana rasa hormatmu? Semua yang engkau lakukan adalah tipu daya! Engkau tidak memiliki ketaatan atau rasa hormat—semua yang engkau lakukan tipu daya dan penghujatan! Dapatkah orang-orang seperti itu diselamatkan? Laki-laki yang secara seksual tidak bermoral dan penuh nafsu selalu ingin menarik para pelacur genit itu kepada mereka demi kesenangan mereka sendiri. Aku sama sekali tidak akan menyelamatkan setan-setan yang secara seksual tidak bermoral seperti itu. Aku membencimu, wahai setan-setan cabul, nafsu birahi dan kegenitanmu akan menjerumuskanmu ke dalam neraka—apa yang akan engkau katakan kepada dirimu sendiri? Engkau semua, setan-setan cabul dan roh-roh jahat, sangat memuakkan! Engkau semua sangat menjijikkan! Bagaimana mungkin sampah seperti itu diselamatkan? Mungkinkah mereka yang terjerat dalam dosa masih dapat diselamatkan? Saat ini, kebenaran ini, jalan ini, dan kehidupan ini tidak menarik bagimu; engkau hanya tertarik pada dosa, uang, kedudukan, kemasyhuran dan keuntungan, kenikmatan daging, ketampanan laki-laki dan kegenitan perempuan. Apa yang membuatmu memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan-Ku? Citramu bahkan lebih besar dari Tuhan, statusmu lebih tinggi dari Tuhan, belum lagi martabatmu—engkau telah menjadi idola yang dipuja orang. Tidakkah engkau telah menjadi penghulu malaikat? Ketika kesudahan dari manusia disingkapkan, yang juga menjadi saat ketika pekerjaan penyelamatan hampir selesai, banyak orang dari antaramu akan menjadi mayat-mayat yang berada di luar keselamatan dan harus disingkirkan.

Dikutip dari “Penerapan (7)”

Orang yang kelak akan bertahan sampai tempat perhentian semuanya telah mengalami hari kesengsaraan dan juga menjadi saksi bagi Tuhan. Mereka semuanya adalah orang-orang yang telah melakukan tugas mereka dan berniat untuk menaati Tuhan. Orang-orang yang hanya ingin menggunakan kesempatan untuk melayani demi menghindarkan diri dari melakukan kebenaran tidak akan dapat bertahan. Tuhan punya standar yang tepat untuk mengatur kesudahan semua orang. Ia tidak hanya mengambil keputusan ini berdasarkan pada perkataan dan perilaku orang, Ia juga tidak membuat keputusan berdasarkan pada perilaku mereka selama periode waktu tertentu. Ia sama sekali tidak akan berlaku lunak terhadap semua perilaku jahat seseorang karena pelayanan orang tersebut kepada Tuhan di masa lalu. Ia juga tidak akan melepaskan orang dari kematian karena jasa satu kali yang orang tersebut lakukan bagi Tuhan. Tidak seorang pun dapat menghindari pembalasan atas kejahatan mereka, dan tidak seorang pun dapat menutupi perilaku jahat mereka dan dengan demikian menghindarkan diri mereka dari siksaan kehancuran. Jika orang dapat dengan sungguh-sungguh melakukan tugasnya sendiri, ini berarti mereka selamanya setia kepada Tuhan dan tidak mencari upah, terlepas dari apakah mereka menerima berkat atau menderita kemalangan. Jika orang setia kepada Tuhan ketika mereka melihat berkat, tetapi kehilangan kesetiaan ketika mereka tidak dapat melihat berkat dan pada akhirnya mereka tidak dapat menjadi saksi bagi Tuhan, dan tetap tidak mampu melakukan tugas mereka seperti yang seharusnya, orang-orang ini, yang pernah memberikan pelayanan kepada Tuhan dengan setia, mereka tetap akan dihancurkan. Singkatnya, orang-orang jahat tidak dapat bertahan sampai ke kekekalan, dan mereka juga tidak dapat masuk ke tempat perhentian. Hanya orang benar yang merupakan tuan atas tempat perhentian.

Dikutip dari “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama”

Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab

Renungan Harian

Belajar Alkitab: Cara untuk benar-benar mendekati Tuhan

Doa Kristen dalam saat teduh,Mendekatlah kepada Tuhan, dan Dia akan mendekat kepada engkau.
(Yakobus 4:8)

Sebagai seorang Kristen, hati selalu tenang dan mendekat kepada Tuhan di hadapan Tuhan, ini adalah cara untuk membangun hubungan normal kita dengan Tuhan. Ketika kita bersedia datang kepada Tuhan dan berdoa dengan hati tulus untuk mendekat kepada Tuhan, Tuhan akan mendengarkan doa-doa kita dan mencerahkan kita sehingga kita dapat memahami kehendak dan permintaan Tuhan, serta memahami lebih banyak kebenaran. Dari sini kita melihat kesetiaan Tuhan, Tuhan begitu tulus kepada orang-orang yang dekat dengannya. Selain itu, kita juga perlu tahu bahwa Tuhan adalah Tuhan yang menyelidiki kedalaman hati manusia. Lanjutkan membaca “Belajar Alkitab: Cara untuk benar-benar mendekati Tuhan”

Firman Tuhan

Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?

BAA249H-B-你真是信神的人嗎-ZB20191012-IDRekomendasi:Firman Tuhan adalah cahaya di depan kaki kita—cahaya di jalan. Klik untuk membaca Firman Tuhan, dan biarkan Tuhan memimpin Anda berjalan ke arah depan.

Mungkin perjalanan imanmu kepada Tuhan sudah lebih dari satu atau dua tahun, dan mungkin selama bertahun-tahun ini engkau telah mengalami banyak kesulitan dalam hidupmu; atau mungkin engkau belum mengalami kesulitan tetapi sebaliknya telah menerima banyak kasih karunia. Mungkin juga engkau belum mengalami kesulitan atau kasih karunia, tetapi menjalani kehidupan yang paling biasa. Terlepas dari itu, engkau tetap merupakan pengikut Tuhan, jadi mari kita bersekutu tentang hal mengikut Dia. Namun, Aku harus mengingatkan semua orang yang membaca ini bahwa firman Tuhan ditujukan kepada semua orang yang mengakui Tuhan dan semua orang yang mengikut Tuhan, bukan kepada semua orang pada umumnya, termasuk mereka yang tidak mengakui Tuhan. Lanjutkan membaca “Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?”

Firman Tuhan

Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus

Aku telah melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, dan sudah banyak perkataan yang Aku ungkapkan di masa ini. Perkataan ini diucapkan demi keselamatan manusia, dan diungkapkan agar manusia dapat selaras dengan-Ku. Namun, di bumi, Aku hanya mendapatkan segelintir orang yang selaras dengan-Ku, karena itu Kukatakan bahwa manusia tidak menghargai perkataan-Ku, sebab manusia tidak selaras dengan-Ku. Dengan demikian, pekerjaan yang Kulakukan bukan sekadar supaya manusia dapat menyembah-Ku, yang lebih penting, supaya manusia dapat selaras dengan-Ku. Orang-orang yang telah rusak, semua hidup dalam perangkap Iblis, mereka hidup dalam daging, hidup dalam hasrat yang mementingkan diri sendiri, dan tak satu pun dari antara mereka yang selaras dengan-Ku. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka selaras dengan-Ku, tetapi semuanya menyembah berhala yang samar. Lanjutkan membaca “Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus”

Renungan Harian

Belajar Alkitab: Arti sebenarnya dari “dilahirkan kembali ” dalam Yohanes 3: 3

Yesus menjawab dan berkata kepadanya, Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Kecuali jika seseorang dilahirkan kembali, dia tidak dapat melihat kerajaan Tuhan.

Lanjutkan membaca “Belajar Alkitab: Arti sebenarnya dari “dilahirkan kembali ” dalam Yohanes 3: 3″

Firman Tuhan

Ayat Alkitab tentang pengangkatan-temukan cara diangkat

1. Apa arti sebenarnya diangkat? Diangkat kemana?

Banyak orang percaya menganggap bahwa Tuhan datang diakhir zaman akan membawa orang percaya ke langit untuk bertemu dengan Tuhan, apakah ini benar? Sekarang setelah bencana datang, nubuatan tentang kembalinya Tuhan pada dasarnya terpenuhi, jadi mengapa tidak melihat orang yang diangkat di langit untuk bertemu dengan Tuhan? Apa sebenarnya pengangkatan itu? Konten berikut ini akan memberi jawaban kepada Anda! Lanjutkan membaca “Ayat Alkitab tentang pengangkatan-temukan cara diangkat”