Misteri Alkitab

Bagaimana Kita Dapat Menjadi Gadis Bijaksana dalam Matius 25:1–13 dan Menyambut Tuhan?

Perumpamaan Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh: Cara Menjadi Gadis Bijaksana dalam Menyambut Tuhan

Tuhan Yesus berkata: “Engkau akan mendengar bunyi-bunyi peperangan dan kabar-kabar tentang peperangan: tetapi janganlah engkau gelisah: karena semua hal ini harus terjadi, tetapi kesudahannya belumlah tiba. Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan” (Matius 24:6–8). Bencana sekarang sedang terjadi dalam jumlah yang semakin banyak di seluruh dunia: virus corona Wuhan, belalang di Afrika, kebakaran hutan di Australia, dan bencana lainnya telah muncul satu per satu. Empat bulan berdarah juga telah muncul. Nubuat tentang kedatangan Tuhan pada dasarnya telah digenapi; Tuhan pasti sudah datang kembali. Satu hal yang memenuhi pikiran banyak orang percaya dalam Tuhan adalah ini: bagaimana kita dapat menjadi gadis bijaksana dalam menyambut kedatangan Tuhan? Tuhan Yesus pernah berkata: “Maka Kerajaan Surga diumpamakan seperti sepuluh anak dara, yang membawa pelita mereka, dan menunggu mempelai laki-laki. Lima di antaranya bijaksana, dan lima bodoh. Mereka yang bodoh membawa pelita mereka, tetapi tidak membawa minyak. Tetapi yang bijaksana mengambil minyak dalam bejana mereka bersama pelita mereka” (Matius 25: 1-4). Kita dapat melihat dari Alkitab, bahwa gadis bijaksana mempersiapkan minyak untuk pelita dan dengan tekun menanti kedatangan Tuhan. Pada akhirnya, mereka dapat menyambut Dia, dan menghadiri perjamuan di kerajaan surga. Jadi, banyak saudara-saudari percaya bahwa selama mereka membaca Alkitab secara konsisten, menghadiri pertemuan, melakukan pekerjaan Tuhan dengan rajin, dan menanti dengan tekun, ini berarti mereka telah mempersiapkan minyak dan adalah gadis bijaksana, dan mereka akan diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang. Namun, ini telah menjadi penerapan kita selama bertahun-tahun, dan sekarang segala jenis bencana telah datang, tetapi kita belum menyambut Tuhan. Ini membuat kita tidak punya pilihan selain merenung, dan bertanya kepada diri sendiri: apakah melakukan pekerjaan Tuhan dengan rajin seperti ini benar-benar bisa dikatakan menjadi gadis bijaksana? Apakah kita akan dapat menyambut Tuhan dan diangkat sebelum kesengsaraan tiba?

Membaca Alkitab, Berdoa, dan Melakukan Pekerjaan Tuhan dengan Rajin: Apakah Ini Membuat Kita Menjadi Gadis Bijaksana?
Mari kita ingat kembali para ahli Taurat, imam kepala, dan orang Farisi. Mereka semua memiliki pengetahuan Alkitab yang luas, dan keluarga mereka telah melayani Tuhan selama beberapa generasi. Mereka menaati hukum Taurat secara ketat, menaati hukum Tuhan, bekerja dengan rajin, dan bahkan melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk menyebarkan Injil Tuhan. Dapat dikatakan bahwa mereka melakukan banyak pekerjaan, menanggung penderitaan yang tidak sedikit, dan dengan tekun menantikan kedatangan Mesias. Menurut gagasan dan imajinasi kita, mereka seharusnya adalah gadis bijaksana yang mempersiapkan minyak; mereka seharusnya memenuhi syarat lebih dari siapa pun untuk menyambut Tuhan dan mendapatkan keselamatan dan kasih karunia-Nya. Namun apa faktanya? Ketika Tuhan Yesus menjadi manusia dan datang untuk melakukan pekerjaan, orang-orang ini tidak hanya gagal mengenali Tuhan Yesus, tetapi mereka bahkan percaya, berdasarkan gagasan dan imajinasi mereka, bahwa “siapa pun yang tidak disebut ‘Mesias’ adalah bukan Tuhan.” Mereka dapat dengan jelas mendengar bahwa firman Tuhan memiliki otoritas dan kuasa, tetapi berdasarkan gagasan dan imajinasi mereka, mereka mengutuk pekerjaan dan perkataan Tuhan Yesus sebagai sesuatu yang bukan berasal dari Alkitab. Mereka menggunakan ini sebagai pembenaran untuk menyangkali bahwa Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan mereka juga memanfaatkan ini untuk menghakimi dan menghujat Tuhan Yesus. Mereka sama sekali tidak memiliki rasa hormat kepada Tuhan di hati mereka; mereka tidak memahami, juga tidak mencari atau menyelidiki hal ini. Mereka bahkan bekerja dengan pemerintah Romawi untuk menyalibkan Tuhan Yesus, dan akhirnya mereka dihukum oleh Tuhan. Jadi, dapatkah dikatakan bahwa orang-orang Farisi adalah gadis bijaksana? Mereka hanya menyibukkan diri dengan bekerja dan melakukan pekerjaan, dengan menjunjung tinggi hukum Taurat Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak memiliki sedikit pun pengetahuan tentang Tuhan; mereka tidak mampu mendengar suara Tuhan. Mereka dapat disebut gadis yang paling bodoh. Kalau begitu, apa yang benar-benar dapat membuat kita menjadi gadis bijaksana? Bacalah terus untuk mengetahui lebih lanjut.

Apa yang dimaksud dengan Gadis Bijaksana?
Tuhan Yesus pernah berkata: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'” (Matius 25:6). Dari Alkitab, kita dapat melihat bahwa gadis bijaksana dapat menyambut mempelai laki-laki terutama karena mereka menganggap penting mendengar suara Tuhan. Ketika mereka mendengar seseorang berseru bahwa mempelai laki-laki akan datang, para gadis bijaksana mengambil inisiatif untuk pergi menyambutnya, dan mereka mencari dan menyelidiki. Pada akhirnya, mereka mendengar suara Tuhan dalam perkataan Tuhan, dan karenanya mereka menyambut Tuhan. Sama seperti ketika, sebagaimana dicatat dalam Alkitab, perempuan Samaria mendengar Tuhan Yesus berkata: “Karena kamu telah memiliki lima suami; dan dia yang kamu miliki sekarang bukan suamimu: perkataanmu itu jujur” (Yohanes 4:18). Dia kemudian menyadari bahwa hanya Tuhan yang mampu mengetahui dan berbicara tentang segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hatinya. Takjub, dia berseru kepada orang-orang yang ada di sana, “Mari, temuilah seorang pria, yang memberitahuku segala hal yang pernah kulakukan: bukankah ini Kristus?” (Yohanes 4:29). Dia mengenali dari perkataan-Nya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan. Dan kemudian ada Petrus—selama perjalanan hidupnya bersama Tuhan, dia melihat bahwa perkataan yang diucapkan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bukanlah hal-hal yang dapat dikatakan dan dilakukan oleh manusia normal. Dari perkataan dan pekerjaan Tuhan, dia mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Anak Tuhan. Ada juga Natanael, Yohanes, Andreas, dan lainnya yang semuanya mendengar suara Tuhan dalam perkataan Tuhan Yesus. Mereka menyadari dengan pasti bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan itu sendiri, dan mereka meninggalkan segalanya demi mengikut Dia. Hanya orang-orang inilah yang merupakan gadis bijaksana.

Fakta-fakta di atas membuktikan bahwa tidak semua orang yang membaca Alkitab, menghadiri pertemuan, melakukan pekerjaan Tuhan dengan rajin, dan menantikan dengan tekun adalah gadis bijaksana. Di atas segalanya, gadis bijaksana adalah mereka yang mengindahkan suara Tuhan, dan ketika mereka mendengar orang lain menyebarkan Injil Tuhan, mereka mampu melepaskan gagasan dan imajinasi mereka sendiri dan, menyelidiki pekerjaan Tuhan dengan hati yang mencari dan penuh kerendahan hati. Pada akhirnya, mereka mendapatkan pencerahan Tuhan, mengenali suara Tuhan, dan menyambut Tuhan. Adapun mereka yang tidak mengindahkan suara Tuhan, yang tidak mencari bahkan setelah mendengar kebenaran diungkapkan, yang tidak memiliki kepekaan, yang hanya dengan keras hati berpegang teguh pada perkataan harfiah dari Alkitab, dan yang percaya bahwa dengan bekerja keras, dengan mengorbankan diri mereka dan memberikan persembahan, mereka akan dapat menyambut penampakan Tuhan—mereka semua adalah gadis bodoh, dan pada akhirnya mereka akan kehilangan keselamatan dan anugerah Tuhan.

Agar dapat menghindari menjadi gadis bodoh serta ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan di tengah bencana, pada saat penting ini ketika kedatangan Tuhan harus disambut, kita harus menjadi gadis bijaksana dan memfokuskan diri kita pada upaya untuk mendengar suara Tuhan. Ada tertulis dalam kitab Wahyu: “Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja” (Wahyu 2:7). “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20). Nubuat-nubuat ini menunjukkan bahwa saat Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengucapkan firman. Jadi, bagaimana kita dapat mengenali suara Tuhan? Selanjutnya, mari kita mempersekutukan beberapa prinsip lagi.

1) Perkataan yang Diungkapkan oleh Tuhan Memiliki Otoritas dan Kuasa, dan Itu adalah Pengungkapan Watak Tuhan
Seperti yang kita semua ketahui, perkataan yang Tuhan ucapkan pada mulanya, itulah yang menciptakan dunia ini. Perkataan Tuhan memiliki otoritas dan kuasa; segera setelah perkataan Tuhan diucapkan, semuanya menjadi kenyataan. Sebagaimana yang dikatakan Tuhan dalam kitab Kejadian: “Jadilah terang. Dan terang pun jadi” (Kejadian 1:3). “Hendaklah air di bawah langit berkumpul di satu tempat, dan tanah yang kering terlihat: maka jadilah demikian” (Kejadian 1:9). Yahweh berkata kepada Musa, “Umumkanlah kepada seluruh umat Israel, dan katakan kepada mereka, Hendaklah engkau kudus: karena Aku Yahweh Tuhanmu kudus” (Imamat 19:2). Ada juga perkataan Tuhan Yesus yang menyingkapkan orang-orang Farisi: “Tetapi celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik, karena engkau menutup Kerajaan Surga terhadap manusia: padahal engkau sendiri tidak pernah pergi ke sana, namun engkau menghalangi orang-orang yang berusaha masuk ke sana” (Matius 23:13).

Begitu kita mendengar perkataan Tuhan, kita menjadi sadar bahwa tidak ada manusia biasa yang mampu mengucapkannya. Firman Tuhan dapat memerintahkan segala sesuatu; segalanya diciptakan dan dijadikan sempurna oleh firman-Nya. Semua orang yang menentang dan tidak menaati Tuhan juga dapat dikutuk oleh firman-Nya. Mendengar firman sangat menakjubkan bagi kita dan kita dapat merasakan bahwa watak Tuhan tidak menoleransi pelanggaran dari semua manusia, bahwa firman Tuhan sepenuhnya mewakili status dan otoritas-Nya, dan bahwa pada akhir zaman kita harus mengenali apakah yang kita dengar adalah suara Tuhan yang datang kembali. Inilah caranya kita bisa mendapatkan kepekaan.

2) Firman Tuhan Menyingkapkan Misteri, dan Mengungkapkan Kerusakan dan Rahasia Manusia
Seperti yang kita ketahui, Tuhan Yesus yang berinkarnasi menyingkapkan banyak misteri selama Dia datang untuk bekerja. Beberapa di antaranya “Bertobatlah, Karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17) dan juga “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7:21). Hanya setelah Tuhan menyingkapkan misteri mengenai jalan masuk ke dalam kerajaan surga barulah kita mengetahui bahwa hanya mereka yang benar-benar bertobat dan menjadi orang-orang yang melakukan kehendak Bapa di surgalah yang dapat memasuki kerajaan surga. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kita ketahui jika Tuhan Yesus tidak menyingkapkan misteri ini kepada kita.

Selain itu, Tuhan adalah Tuhan yang menyelidiki kedalaman hati manusia. Tuhan memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang kita; hanya Tuhan yang mampu mengungkapkan kerusakan kita dan apa yang ada di dalam hati kita. Contohnya, Tuhan Yesus berbicara tentang masalah Natanael di bawah pohon ara, yang memungkinkan Natanael mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang kedatangannya telah dinubuatkan. Ada juga Matius si pemungut cukai, yang mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan karena Yesus berbicara tentang isi doa-doanya. Di sini kita dapat melihat bahwa firman Tuhan tidak hanya menyingkapkan misteri, tetapi juga mengungkapkan kerusakan dan rahasia manusia; ini juga adalah sebuah jalan untuk kita dapat mengenali apakah suatu perkataan adalah suara Tuhan.

3) Perkataan Tuhan Dapat Memberikan Makanan Kehidupan dan Memberikan Jalan bagi Manusia
Tuhan Yesus berkata: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku” (Yohanes 14:6). Tuhan sendiri adalah kebenaran; Tuhan mampu menyingkapkan kebenaran untuk memberi makan manusia sesuai dengan kebutuhan mereka, kapan pun dan di mana pun. Selama Zaman Hukum Taurat, manusia tidak mengetahui cara hidup atau cara menyembah Tuhan, sehingga Tuhan memberikan hukum Taurat melalui Musa untuk memimpin orang-orang dalam kehidupan mereka. Sebagaimana yang dikatakan dalam Sepuluh Hukum Tuhan: “Aku adalah YAHWEH, Tuhanmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Jangan ada padamu tuhan lain di hadapan-Ku” (Ulangan 5:6–7). “Engkau tidak boleh membunuh. Engkau tidak boleh berzina. … Engkau tidak boleh bersumpah palsu atas sesamamu. Engkau juga tidak boleh menginginkan istri sesamamu…” (Ulangan 5:17–21). Setelah mendengar firman Tuhan, barulah orang-orang pada zaman itu mengetahui bagaimana mereka harus hidup dan bagaimana mereka harus menyembah Tuhan. Kemudian, ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja dan menyebarkan Injil kerajaan surga, Dia mulai mengajar orang-orang bahwa mereka harus mengakui dosa-dosa mereka dan bertobat, bahwa mereka harus toleran dan sabar, bahwa mereka harus mengasihi sesama seperti diri mereka sendiri, bahwa mereka harus menjadi garam dan terang dunia, dan masih banyak lagi. Sama seperti ketika Petrus mengajukan pertanyaan kepada Tuhan Yesus ini, “Tuhan, berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia bersalah kepadaku dan aku mengampuninya? Sampai tujuh kali?” (Matius 18:21), Yesus langsung menjawab Petrus, “Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, tapi tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:22). Setelah mendengar perkataan dari Tuhan ini, Petrus mengerti bahwa pengampunan adalah sesuatu yang harus kita taati; ini tidak bersyarat atau dibatasi jumlahnya. Dari jawaban ini, Petrus memiliki jalan penerapan.

Jadi, jika seseorang sekarang memberi kita kabar baik bahwa Tuhan telah datang kembali dan memberikan kesaksian kepada kita bahwa Roh Kudus sedang berbicara kepada gereja-gereja, kita dapat mendengarkan dan menilai apakah jalan ini dapat memberi kita makanan untuk kebutuhan kita saat ini. Kita semua sekarang hidup dalam keadaan berbuat dosa dan kemudian mengaku dosa, yang darinya kita tidak dapat membebaskan diri. Jika perkataan yang mereka bagikan dapat menunjukkan jalan untuk membebaskan diri kita dari dosa dan mencapai kesucian, ini berarti Tuhan Yesus telah datang kembali. Kita dapat mengenali suara Tuhan berdasarkan satu prinsip ini.

Silakan membaca ayat-ayat Alkitab di sini sehingga hubungan Anda menjadi lebih intim dengan Tuhan.

video Kristen

Film Rohani “Iman kepada Tuhan 3 – Bangkitlah, Mereka yang Tidak Mau Menjadi Budak” (Edisi Dubbing)

Meng Changlin, seorang rekan sekerja di Gereja Tiga-Pendirian, awalnya berpikir bahwa percaya kepada Tuhan di Gereja Tiga-Pendirian akan menghindarkannya dari penganiayaan PKT. Namun, setelah Xi Jinping berkuasa, PKT meningkatkan penganiayaannya terhadap keyakinan beragama, dan bahkan Gereja Tiga-Pendirian yang dikelola pemerintah mulai menderita penindasan dan penganiayaan; banyak dari salib mereka diturunkan dan gereja dirobohkan, dan PKT bahkan mulai memaksa gereja untuk mengibarkan bendera nasional, menyanyikan lagu kebangsaan, dan menggantung potret Ketua Xi …. Dalam menghadapi penganiayaan PKT ini, pendetanya tidak memimpin orang percaya dalam berdoa untuk mencari kehendak Tuhan, melainkan mematuhi PKT dalam segala hal. Meng Changlin percaya ini sepenuhnya menyimpang dari jalan Tuhan, dan bahwa mereka telah menyerah untuk menjadi budak Iblis, raja setan. Dia mendesak pendetanya untuk meninggalkan Gereja Tiga-Pendirian dan mengambil jalan gereja rumah, tetapi pendetanya menegurnya dan menghalangi jalannya. Pada titik inilah dia bertemu Xiang Zhiheng, seorang Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Melalui pencarian dan persekutuan, Meng Changlin mampu melihat dengan lebih jelas daripada sebelumnya bahwa kebijakan Tiga-Pendirian hanyalah sebuah strategi PKT untuk mengulur waktu bagi rencananya untuk sepenuhnya menyingkirkan keyakinan beragama; dia melihat bahwa ketika para pendeta dan penatua memimpin orang-orang percaya untuk mematuhi PKT, mereka sedang menentang dan mengkhianati Tuhan, dan bahwa mereka semua adalah gembala palsu yang melayani Iblis. Pada saat yang sama, Meng Changlin jadi memahami pentingnya mengalami penganiayaan dan kesengsaraan sebagai bagian dari kepercayaan kepada Tuhan, dan melihat dengan jelas bahwa iman kepada Tuhan di bawah rezim jahat PKT menuntut mempertaruhkan nyawa seseorang untuk mengikuti Tuhan. Dia menjadi mengerti bahwa percaya kepada Tuhan membutuhkan mendengarkan firman Tuhan dan menaati Tuhan, dan bahwa seseorang tidak dapat mendengarkan atau menaati orang-orang menggantikan posisi Tuhan. Meng Changlin dan yang lainnya, melalui pencarian dan penyelidikan, memahami bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa semuanya adalah kebenaran dan suara Tuhan, dan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali! Mereka dipenuhi dengan sukacita, dan akhirnya menerobos perbudakan dan batasan rezim jahat PKT dan para gembala palsu serta antikristus di dunia keagamaan. Mereka kembali ke hadapan takhta Tuhan.

Tonton film Kristen terbaik ini yang akan beri tahu Anda bagaimana menyambut kedatangan Tuhan kembali.

Kesaksian Kristen

Kita Hanya Dapat Memasuki Kerajaan Surga dengan Melakukan Kehendak Tuhan (Bagian Dua)

Menurut nubuatan alkitabiah, Tuhan akan berinkarnasi dan menjadi Anak Manusia untuk bekerja di antara umat manusia pada saat Dia datang kembali. Lalu tahukah Anda inkarnasi artinya? Klik tautan ini untuk mengetahui misteri ini.

Oleh Saudari Xinshou , Amerika Serikat

Setelah Saudari Li mendengarkan, dia tersenyum dan berkata, “Syukur kepada Tuhan, engkau telah mengajukan pertanyaan yang kritis! Apakah kita bisa menjadi orang yang melakukan kehendak Bapa itu terkait langsung dengan kesudahan dan tempat tujuan kita sendiri, dan persekutuan tentang pertanyaan ini sangat diperlukan! Pada akhir zaman, Tuhan Yesus yang datang kembali, yang adalah Tuhan Yang Mahakuasa, telah menyingkapkan kebenaran dan misteri-misteri seputar pertanyaan ini kepada kita. Pertama, mari kita membaca beberapa bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa!” Setelah berbicara, Saudari Li membuka sebuah buku firman Tuhan dan mulai membaca, “Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis. Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus—enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu. Jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan” (“Mengenai Sebutan dan Identitas” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

“Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup” (“Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

“Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah firman dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan firman biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan” (“Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Saudari Li bersekutu, “Firman Tuhan Yang Mahakuasa menyatakan dengan sangat jelas bahwa jika kita ingin menjadi orang yang melakukan kehendak Tuhan, kita harus terlebih dahulu menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman. Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan, agar setelah kita percaya kepada Tuhan, jika kita berdosa, kita hanya harus berdoa kepada Tuhan, dan dosa-dosa kita akan diampuni. Namun demikian, yang tidak dapat kita ingkari adalah bahwa sifat Iblis di dalam diri kita masih mengakar jauh di dalam diri kita, bahwa kita sering mengungkapkan watak-watak Iblis dalam diri kita seperti kecongkakan, kepentingan diri sendiri, kebengkokan, kelicikan, keegoisan, kehinaan, kejahatan, dan keserakahan, bahwa kita tidak mampu melakukan firman Tuhan, dan bahwa kita terus berdosa dan menentang Tuhan tanpa menyadarinya. Bagi orang-orang seperti kita, yang hidup dalam dosa, dalam ikatan dengan sifat Iblis dalam diri kita, bahkan jika dosa-dosa kita diampuni seribu atau sepuluh ribu kali, kita masih menjadi milik Iblis, dan kita tidak bisa mendapatkan perkenanan Tuhan atau memasuki kerajaan surga. Tuhan tahu kita secara mendalam dirusak oleh Iblis, jadi Dia kembali datang berinkarnasi di akhir zaman, dan atas dasar pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, mengungkapkan kebenaran untuk melakukan pekerjaan penghakiman lebih lanjut yang dimulai dengan rumah Tuhan untuk menyucikan dan mengubah watak-watak kita yang rusak. Ketika kita mengalami penghakiman dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita melihat dengan jelas esensi-esensi kita sendiri yang rusak dan akar dari perlawanan kita terhadap Tuhan, kita memperoleh pengetahuan sejati tentang watak Tuhan yang benar dan kudus, kerinduan Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu, kita menghasilkan hati yang takut akan Tuhan, dan kita bisa sungguh-sungguh membenci diri kita sendiri. Setelah ini, ketika kita menelanjangi watak-watak yang rusak, kita dapat dengan sadar mengkhianati diri kita sendiri dan melakukan yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan Tuhan. Secara bertahap, kita menjadi semakin taat kepada Tuhan, watak-watak kita yang rusak berkurang, dan kita semakin bisa melakukan firman Tuhan. Dengan terus-menerus mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, kita dapat mengembangkan kepatuhan dan kasih yang sejati kepada Tuhan, melaksanakan firman Tuhan dalam segala hal, dan mengejar kebenaran, sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan. Jadi, hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman dan mengejar kebenaran kita bisa menjadi orang yang melakukan kehendak Tuhan dan diangkat oleh Tuhan ke dalam kerajaan surga.”

Aku merasa jauh lebih terang setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa dan persekutuan Saudari Li. Itu benar, watak Tuhan adalah benar dan kudus, kita hidup dalam dosa, dan kita masih bisa tanpa sadar berdosa dan menentang Tuhan. Kita bukan orang yang melakukan kehendak Bapa sama sekali, jadi bagaimana mungkin kita bisa memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan surga? Tampaknya bagiku bahwa kita benar-benar perlu menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman untuk melepaskan diri dari belenggu dosa, disucikan, dan diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan! Syukur kepada Tuhan atas pencerahan dan bimbingan-Nya. Melalui persekutuan saudara-saudariku hari itu, aku seketika langsung mengerti pertanyaan yang telah membingungkan aku begitu lama. Aku ingat gulungan kitab dengan tujuh meterai yang disebutkan dalam Wahyu, yang hanya bisa dibuka oleh Tuhan. Jika Tuhan belum datang kembali, siapa lagi yang bisa menjelaskan misteri-misteri seperti itu? Di masa lalu, aku telah berdoa kepada Tuhan untuk menjadi salah satu gadis bijaksana yang dengan tenang menunggu kedatangan-Nya, tetapi aku tidak pernah berani membayangkan bahwa aku benar-benar akan dapat menerima Tuhan yang datang kembali! Semakin aku berpikir, hatiku semakin terang. Bagiku, semua ini tampaknya mewujudkan maksud baik Tuhan, jadi aku memutuskan untuk dengan rajin menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Sebelum aku pulang, Saudara Zhang memberiku sebuah buku, Gulungan Kitab Dibuka oleh Anak Domba, yang dengan senang hati kuterima.

Menerima Pekerjaan Tuhan di Akhir Zaman Membawa Rasa Manis yang Tak Tertandingi di Hatiku

Pada periode berikutnya, melalui menonton film-film Injil dan video-video nyanyian pujian Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, mendengarkan album-album nyanyian rohani mereka, dan membaca firman Tuhan, aku memahami misteri rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan, aspek-aspek kebenaran mengenai inkarnasi Tuhan, misteri nama Tuhan, dan hal-hal lain yang membuatku yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus, yang sudah begitu lama kita nantikan. Aku membaca dalam firman Tuhan: “Umat manusia, setelah meninggalkan pembekalan kehidupan dari Yang Mahakuasa, tidak mengetahui tujuan keberadaan hidup mereka, tetapi tetap saja takut akan kematian. Mereka tanpa bantuan maupun dukungan, tetapi tetap enggan menutup mata mereka, dan mereka menguatkan diri untuk menjalani keberadaan hidup mereka yang hina di dunia ini, sekarung daging tanpa jiwa di dalamnya. Engkau hidup dengan cara seperti ini, tanpa harapan, sama halnya dengan orang lain, tanpa tujuan. Di dalam legenda, hanya Yang Mahakuduslah yang akan datang untuk menyelamatkan mereka yang mengerang di tengah penderitaan dan sangat mendambakan kedatangan-Nya. Sejauh ini, keyakinan ini belum terwujud dalam diri mereka yang kurang memiliki kesadaran. Kendati demikian, orang-orang masih begitu merindukannya. Yang Mahakuasa memiliki belas kasihan untuk orang-orang yang sudah sangat menderita ini. Sementara itu, Dia muak dengan orang-orang yang tidak memiliki kesadaran karena Dia sudah terlalu lama menunggu jawaban dari umat manusia. Dia ingin mencari, Dia hendak mencari hati dan rohmu, untuk membawakanmu air dan makanan, serta membangunkanmu, agar engkau tidak akan haus dan lapar lagi” (“Keluhan Yang Mahakuasa” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Dalam firman Tuhan, aku merasakan kasih-Nya bagi umat manusia. Tuhan selalu memperhatikan kita yang hidup dalam dosa, dan Tuhan berharap kita semua dapat mendengar suara-Nya dan menerima keselamatan-Nya. Aku ingat bagaimana pada saat kebingungan terbesarku, Tuhan secara ajaib mengatur dan menetapkan agar Saudara Zhang dan Saudari Li memberitakan Injil Kerajaan Tuhan kepadaku, serta dengan sabar bersekutu denganku dalam banyak aspek kebenaran, sehingga aku akan memiliki kesempatan untuk datang di hadapan Tuhan dan mengejar pekerjaan baru Tuhan. Ini benar-benar kasih karunia dan keselamatan Tuhan! Terutama ketika aku mendengar nyanyian pujian gereja “Kasih Tuhan yang Sejati,” aku merasa bahwa setiap baris lagu tersebut adalah suaraku, serta pengalamanku sendiri yang nyata. Syukur kepada Tuhan karena menyelamatkan aku. Aku akhirnya menemukan rumahku yang sebenarnya!

Firman Tuhan Mengubah Pandanganku yang Salah tentang Kepercayaan pada Tuhan

Suatu hari, aku membaca, “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II,” di mana Tuhan bersekutu tentang pengalaman Ayub, dan baru saat itu aku mengerti bahwa Tuhan memperkenan orang seperti Ayub, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Selama ujian-ujian yang dia alami, kekayaannya dilucuti dan anak-anaknya meninggal, meskipun dia dalam penderitaan yang dalam, dia tidak pernah mengeluh kepada Tuhan, dan sebaliknya berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku, dengan telanjang aku juga akan kembali ke situ: Yahweh yang memberi, Yahweh juga yang mengambil; terpujilah nama Yahweh” (Ayub 1:21). Ketika Ayub kembali menghadapi ujian, tumbuh bisul di seluruh tubuhnya, dia masih mempertahankan imannya kepada Tuhan, dan lebih suka mengutuk dirinya sendiri daripada mengeluh terhadap Tuhan. Dari sini, aku dapat melihat bahwa ketakutan dan kepatuhan Ayub pada Tuhan adalah sungguh-sungguh. Apakah Tuhan memberi atau mengambil, Ayub dapat mematuhi pengaturan dan rencana-Nya, dan imannya berdiri teguh ketika diuji.

Aku membaca bagian lain dari firman Tuhan di artikel yang sama, “Pada waktu bersamaan dengan mengejar Tuhan, manusia tidak memperlakukan Tuhan seperti Tuhan. Manusia selalu berusaha membuat kesepakatan dengan Tuhan, tiada henti membuat tuntutan kepada-Nya, dan bahkan menekan-Nya di setiap langkah, berusaha menempuh satu mil setelah diberi satu inci. Pada saat bersamaan saat mencoba membuat kesepakatan dengan Tuhan, manusia juga berdebat dengan-Nya, dan bahkan ada orang-orang yang, ketika ujian menimpa mereka atau mereka berada dalam situasi tertentu, sering menjadi lemah, pasif serta malas dalam pekerjaan mereka, dan penuh keluhan tentang Tuhan. Sejak pertama kali manusia mulai percaya kepada Tuhan, ia telah menganggap Tuhan berlimpah ruah, sama seperti pisau Swiss Army, dan dia menganggap dirinya sendiri sebagai kreditur terbesar Tuhan, seolah mencoba mendapatkan berkat dan janji dari Tuhan adalah hak dan kewajibannya yang melekat pada dirinya, sementara tanggung jawab Tuhan adalah untuk melindungi dan memelihara manusia dan membekalinya. Seperti inilah pemahaman dasar tentang “percaya kepada Tuhan” dari semua orang yang percaya kepada Tuhan, dan pemahaman terdalam mereka tentang konsep kepercayaan kepada Tuhan. Dari hakikat sifat manusia hingga pengejaran subjektifnya, tidak ada satu pun yang berhubungan dengan sikap takut akan Tuhan. Tujuan manusia percaya kepada Tuhan mungkin tidak ada kaitan dengan penyembahan kepada Tuhan. Yang berarti, manusia tidak pernah mempertimbangkan atau memahami bahwa kepercayaan kepada Tuhan membutuhkan takut akan Tuhan, dan menyembah Tuhan. Dalam kondisi seperti itulah, hakikat manusia jelas terlihat. Dan seperti apakah hakikat ini? Hati manusia itu jahat, mengandung pengkhianatan dan kebohongan, tidak mencintai keadilan dan kebenaran, atau hal yang positif, dan hati tersebut hina dan serakah. Hati manusia benar-benar tertutup bagi Tuhan; manusia tidak memberikannya kepada Tuhan sama sekali. Tuhan tidak pernah melihat hati manusia yang sejati, dan Dia juga tidak pernah disembah oleh manusia. … dibandingkan dengan Ayub, iman engkau semua sungguh tidak layak disebutkan. Engkau semua adalah musuh Tuhan, engkau semua tidak takut akan Tuhan, engkau semua tidak mampu bersikap teguh dalam kesaksianmu bagi Tuhan, dan tidak mampu menang atas serangan, tuduhan, dan pencobaan Iblis. Apa yang membuat engkau semua memenuhi syarat untuk menerima janji Tuhan?” (“Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Melihat pengalaman Ayub dan wahyu dalam firman Tuhan, aku merasa sangat malu. Karena aku percaya pada Tuhan, meskipun aku mencurahkan diri dan membayar harga, hal-hal itu dipenuhi oleh kontaminan pribadiku sendiri. Apa yang aku kejar adalah mendapatkan berkat dan kasih karunia bagi diriku sendiri, dan esensi dari apa yang kulakukan adalah bertransaksi dengan Tuhan. Ketika Tuhan memberiku kasih karunia dan berkat, dan bisnisku bertumbuh, aku secara aktif memberitakan Injil dan dengan bersemangat mencurahkan diri bagi-Nya. Namun, ketika perusahaanku menghadapi kebangkrutan dan terlilit hutang besar, aku mengeluh kepada Tuhan karena tidak melindungi aku, setelah itu kehilangan imanku kepada Tuhan, dan tidak lagi termotivasi untuk mncurahkan diri bagi-Nya. Sekarang, aku akhirnya dengan jelas melihat bahwa Tuhan tidak memperkenan pencurahan diri dan pembayaran harga dengan cara ini, dan tidak peduli berapa banyak yang kulakukan secara lahiriah, aku melakukan semuanya bagi kepentingan pribadiku, untuk mendapatkan berkat-berkat Tuhan. Aku tidak melakukannya untuk memuaskan Tuhan sama sekali, apalagi bisa disebut sebagai seseorang yang melakukan kehendak Tuhan. Ketika aku menyadari hal-hal ini, aku merasa berhutang terlalu banyak pada Tuhan, jadi aku segera berdoa kepada Tuhan, “Tuhan! Di masa lalu, aku hanya percaya kepada-Mu karena aku berusaha mengisi perutku dengan roti. Aku mencoba untuk mengambil kasih karunia dan berkat dari-Mu, dan bahkan ketika aku bekerja dan mencurahkan diri, itu adalah untuk bertransaksi dengan Engkau. Sekarang, dari firman-Mu, aku melihat bahwa pandangan-pandanganku tentang kepercayaan adalah salah. Aku ingin bertobat kepada-Mu dan meminta bimbingan-Mu bagi jalan di depanku, sehingga aku bisa menjadi seseorang yang sungguh-sungguh takut dan menaati-Mu.”

Ketika Pencobaan Datang, Firman Tuhan Adalah Mahakuasa

Tak lama kemudian, sebuah ujian juga datang kepadaku. Pertama, aku kehilangan pekerjaanku, setelah itu mata suamiku tiba-tiba berhenti berfungsi. Dia membutuhkan operasi segera. Pada awalnya, aku bingung mengapa hal ini terjadi padaku secara tiba-tiba. Aku berpikir, “Bagaimana mungkin hal-hal sial seperti ini terjadi padaku tepat setelah aku menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman? Apa yang terjadi?” Pikiranku kosong saat itu, dan aku tidak bisa melakukan apa-apa selain berdoa kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya untuk melindungi suamiku. Namun setelah aku berdoa, aku ingat satu bagian dari firman Tuhan, “Jika ingin diselamatkan dan ingin sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan, maka semua orang yang mengikuti Tuhan harus menghadapi pencobaan dan serangan besar maupun kecil dari Iblis. Mereka yang keluar dari pencobaan dan serangan ini dan mampu mengalahkan Iblis sepenuhnya adalah mereka yang telah diselamatkan oleh Tuhan” (“Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Saat itulah aku menyadari keadaan-keadaan ini sama sekali bukan kebetulan. Ini adalah pertempuran rohani, dan saatnya Tuhan memintaku untuk menjadi saksi. Sama seperti selama ujian-ujian yang dialami Ayub, ketika secara lahiriah tampak bahwa bandit-bandit mencuri kekayaannya dan malapetaka merenggut nyawa anak-anaknya, di belakangnya ada pertaruhan antara Tuhan dan Iblis. Iblis menggunakan hal-hal ini untuk mencobai dan menyerang Ayub, berharap untuk menghancurkan iman Ayub kepada Tuhan. Tuhan juga ingin menggunakan pencobaan-pencobaan Iblis untuk menguji iman Ayub dan melihat apakah dia bisa tetap berada di jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Pada saat itu, aku mengerti bahwa Iblis menggunakan kehilangan pekerjaanku dan kondisi suamiku untuk mengganggu dan mencobaiku, untuk membuatku menyalahkan dan salah paham terhadap Tuhan tentang hal-hal ini, atau bahkan menyangkal Tuhan, tetapi Tuhan juga menggunakan hal-hal ini untuk mengujiku dan melihat bagaimana aku akan memilih di tengah-tengah ujian. Aku juga memikirkan sikap Ayub atas ujian-ujiannya. Tidak peduli bagaimanapun keadaannya, dia tidak pernah menyangkal Tuhan. Dia tetap memuliakan nama Tuhan, dan akhirnya, dia berdiri teguh dan bersaksi bagi Tuhan, dan mendapatkan perkenanan Tuhan. Ketika aku memikirkan hal ini, aku jauh lebih tenang, dan aku memiliki jalan penerapan. Jadi, aku berdoa kepada Tuhan, “Tuhan Yang Mahakuasa! Terima kasih atas pencerahan dan bimbingan-Mu. Sekarang, aku mengerti kehendak-Mu, dan aku mempercayakan operasi suamiku sepenuhnya kepada-Mu. Tidak peduli apakah operasi ini berhasil, aku akan mematuhi pengaturan dan rencana-Mu.” Aku sangat terkejut melihat operasi suamiku berhasil. Kata dokter, setelah sebulan istirahat, penglihatannya akan pulih kembali. Ketika aku mendengar berita ini, aku diam-diam mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan.

Setelah ini, kesulitan lain menimpa kami: aku tidak punya pekerjaan, dan sementara suamiku mulai pulih, dia tidak bisa bekerja, jadi tanpa sumber dukungan ekonomi, bagaimana kami bisa membayar sewa rumah dan pengeluaran sehari-hari? Dan kapan kami bisa membayar hutang-hutang kami sebelumnya? Pikiran-pikiran ini sangat membingungkanku. Namun kemudian, aku ingat bahwa maksud baik Tuhan ada dalam segala hal yang terjadi pada kami setiap hari. Meskipun aku tidak mengerti kehendak Tuhan, dan tidak tahu kapan kesulitan-kesulitan yang kami hadapi akan terselesaikan, aku tidak bisa menyalahkan Tuhan. Aku terkejut ketika sesaat setelah aku berdoa kepada Tuhan untuk menyatakan kesediaanku untuk mematuhi pengaturan dan rencana-Nya, sebuah cek pembayaran dari kantor pusat waralaba tiba. Kami awalnya berencana untuk mengabaikan pembayaran ini sebagai kerugian, dan aku sangat terkejut menerima pembayaran dari mereka. Aku tidak bisa menyembunyikan kegembiraanku setelah menerima uang ini, dan aku tahu ini adalah pengaturan ajaib Tuhan sedang bekerja. Pada saat kami merasa paling putus asa, Tuhan memakai orang-orang, peristiwa-peristiwa, dan hal-hal di sekitar kami untuk membantu kita menyelesaikan masalah-masalah kami. Aku juga melihat bahwa Tuhan menggunakan ujian ini untuk menghilangkan kontaminan-kontaminan dalam diriku, mengubah tujuan-tujuan yang salah dalam kepercayaanku untuk bertransaksi dengan-Nya, dan memungkinkan aku untuk sungguh-sungguh setia dan taat kepada-Nya. Pengalaman ini membuatku mengerti bahwa hanya dengan mencari kebenaran, merefleksikan kerusakan dan kontaminasi kita sendiri, dan mematuhi semua pengaturan dan rencana Tuhan dalam keadaan-keadaan yang Dia tetapkan untuk kita sehingga kita dapat menerima rahmat dan kasih karunia Tuhan atau menyaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan.

Firman yang diungkapkan oleh Tuhan di akhir zaman menyingkapkan keseluruhan kebenaran dan misteri tentang kehendak Tuhan, watak Tuhan, orang-orang seperti apa yang dikasihi dan dibenci oleh Tuhan, kesudahan dan tempat tujuan masing-masing jenis orang, jalan menuju keselamatan penuh, dan banyak lagi. Hanya melalui firman inilah aku menjadi tahu bahwa pandangan masa laluku yang keliru, bahwa kepercayaan kepada Tuhan hanyalah untuk mencari berkat dan kasih karunia, sama sekali tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam kepercayaan kita pada Tuhan, kehendak dan persyaratan Tuhan adalah bahwa kita harus takut dan menaati Tuhan. Ini adalah firman yang diungkapkan oleh Tuhan di akhir zaman yang menunjukkan pandangan-pandangan yang benar kepadaku tentang kepercayaan kepada Tuhan, dan akhirnya mengakhiri kepercayaanku yang samar-samar! Syukur kepada Tuhan!

Kesaksian Kristen

Kita Hanya Dapat Memasuki Kerajaan Surga dengan Melakukan Kehendak Tuhan (Bagian Satu)

Oleh Saudari Xinshou, Amerika Serikat

Catatan Editor: Banyak orang percaya bahwa hanya dengan meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan, kita sedang melakukan kehendak Bapa, tetapi Tuhan Yesus berkata,

“Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21–23). Mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa mereka yang bekerja dan berkhotbah dalam nama-Nya adalah para pelaku kejahatan? Bukankah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan berarti melakukan kehendak Bapa? Apa artinya melakukan kehendak Bapa? Pengalaman Saudari Xinshou memberikan kita sebuah jawaban. Bacalah terus untuk mengetahuinya lebih lanjut …

Pada tahun 2012, aku dan suamiku datang ke Amerika Serikat untuk mencari pekerjaan. Dalam suatu kebetulan yang membahagiakan, aku pergi ke sebuah gereja untuk mendengarkan khotbah, dan ketika aku mendengar pendeta berkhotbah bahwa Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita, aku terkejut. Terutama ketika aku mendengar nyanyian pujian kepada Tuhan, kasih Tuhan Yesus yang tanpa pamrih membuatku menangis. Kasih Tuhan bagaikan lampu yang menyala di malam yang gelap yang menerangi seluruh hidupku. Aku mulai berpartisipasi dalam semua jenis kegiatan gereja. Belakangan, aku dipilih untuk tugas-tugas menerima tamu di gereja, dan aku dengan antusias memberitakan Injil bagi Tuhan. Aku percaya bahwa selama aku mencurahkan diri bagi Tuhan dengan bersemangat, aku adalah hamba setia Tuhan, bahwa Dia akan senang denganku, dan bahwa Dia akan memberiku berkat.

Saat Perubahan Tak Terduga Menimpaku, Aku Terjebak dalam Kebingungan

Kami diberkati oleh Tuhan, dan bisnis kami bertumbuh. Pada tahun 2013, kami membuka sebuah perusahaan waralaba, dan bisnis berkembang pesat. Namun masa-masa indah itu tidak berlangsung lama—pada tahun 2015, dengan alasan bahwa kami melanggar peraturan bagi pemegang waralaba, pemilik waralaba mendenda kami sejumlah seluruh bonus tahunan kami. Ketika kami kalah dalam gugatan hukum kami, perusahaan kami berada di ambang kebangkrutan, dan perkara tersebut membuat kami terbelit hutang yang sangat besar. Ketika kami kehilangan kasih karunia Tuhan, aku seperti anak domba yang kehilangan arah. Aku tidak tahu harus ke mana, dan aku merasa sengsara dan tidak berdaya. Larut malam, ketika semua orang tertidur, aku sering berpikir, “Aku sudah selalu bersemangat mencurahkan diri bagi Tuhan dan melayani gereja, jadi mengapa Tuhan tidak mengawasi dan melindungiku? Ataukah hal ini terjadi padaku karena aku melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan?” Aku sangat bingung, dan aku sering kali menangis sementara aku berdoa kepada Tuhan, “Tuhan! Aku tidak tahu mengapa hal ini telah terjadi padaku, dan aku tersiksa. Tuhan! Aku tidak bisa merasakan hadirat-Mu. Apakah Engkau benar-benar telah meninggalkan aku? Tuhan! Di manakah Engkau? Tolong beri aku petunjuk-Mu!” Tetapi setelah aku berdoa, hatiku tetap terasa berat. Tanpa menyadarinya, imanku kepada Tuhan jauh berkurang. Aku menghadiri semakin sedikit pertemuan di gereja, dan aku hanya terus membaca Alkitab dan berdoa di rumah.

Kebingungan Tentang Orang Seperti Apa Yang Dapat Memasuki Kerajaan Surga

Suatu hari, ketika aku membaca Alkitab, aku menemukan firman Tuhan Yesus,

“Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21–23). Firman Tuhan membuatku merenung, “Mengapa Tuhan Yesus mengatakan mereka yang meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Dia, yang begitu aktif melayani Tuhan, adalah para pelaku kejahatan? Adakah beberapa misteri dalam firman Tuhan Yesus?” Aku bertanya kepada para pendeta dan penatuaku tentang arti ayat-ayat Alkitab ini, tetapi secara seragam, jawaban mereka adalah, “Engkau tidak boleh meragukan firman Tuhan. Selama kita memberitakan Injil dan melakukan lebih banyak pekerjaan, ketika saatnya tiba, kita akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan memasuki kerajaan surga.” Setelah mendengar para pendeta dan penatua mengatakan ini, aku merasa bahwa meskipun aku tidak sepenuhnya memahami maksud Tuhan Yesus dalam ayat-ayat ini, aku kembali menemukan motivasi untuk mencurahkan diri bagi Tuhan, jadi aku kembali mengambil bagian dalam banyak kegiatan gereja.

Suatu hari, pada sebuah pertemuan ibadah penginjilan yang dihadiri oleh ribuan orang, aku mendengar nyanyian pujian yang berjudul “Berjalan Keluar”. Nyanyian pujian itu sangat menyentuh hatiku. Aku menyadari bahwa aku tidak pernah benar-benar meninggalkan apa pun. Aku masih mencurahkan diri semua energiku bagi bisnis dan keluargaku sendiri. Sebenarnya aku telah melakukan sangat sedikit bagi Tuhan. Aku berhutang begitu banyak pada Tuhan! Sementara aku memikirkan hal itu, air mata mengalir tak terbendung di wajahku. Aku diam-diam mendorong diriku sendiri dengan berpikir, “Aku tidak bisa terus seperti ini. Aku perlu memiliki iman pada janji-janji Tuhan. Selama aku dengan penuh semangat menyebarkan Injil, aku percaya Tuhan akan menepati janji-janji-Nya.” Aku menyalakan kembali hasrat dalam diriku untuk mengejar Tuhan, tetapi karena kebingunganku tetap tidak terpecahkan, aku juga sering berdoa kepada Tuhan untuk mencari tahu.

Sebuah Pertemuan yang Ajaib Menyalakan Api di Hatiku

Suatu hari, ketika aku menunggu kereta bawah tanah, kereta-kereta tiba-tiba berhenti. Aku sangat cemas, dan aku bertanya kepada wanita di sebelahku apa yang sedang terjadi. Sementara kami bercakap-cakap, aku mengetahui bahwa dia juga seorang Kristen, jadi kami berdoa bersama-sama kepada Tuhan, dan tak lama kemudian, kereta-kereta berjalan lagi. Ketika kami naik kereta dan mulai berbicara, seolah-olah kami sudah saling kenal selama bertahun-tahun. Kami bercakap-cakap dengan sangat akrab. Kami bertukar nomor telepon, dan aku mengundang saudari baruku untuk belajar Alkitab bersamaku.

Suatu kali, saudariku itu mengundangku ke pertemuan pelajaran Alkitab di gerejanya, dan aku dengan senang hati menyetujuinya. Di sana, aku bertemu Saudari Li dan Saudara Zhang, yang persekutuannya sangat bermanfaat. Mereka memberiku pemahaman yang jauh lebih jelas dan terang tentang ayat-ayat Alkitab yang telah membingungkan aku di masa lalu. Setelah itu, Saudara Zhang memutar video tarian dan nyanyian yang berjudul “Tuhan Telah Bawa Kemuliaan-Nya ke Timur” bagiku. Gambar-gambar dalam video itu membuatku terkejut. Aku berseru berkali-kali karena keterampilan para penarinya. Saudara Zhang memberitahuku bahwa para penari tersebut semuanya adalah saudara-saudari yang percaya pada Tuhan. Aku sangat terkejut, dan berpikir bahwa tarian mereka pasti datang melalui tuntunan Roh Kudus. Namun ketika aku melihat video tersebut menyebutkan bahwa Tuhan telah datang ke Timur, aku berpikir, “Mereka bukan orang-orang yang percaya pada Kilat dari Timur, bukan? Di masa lalu aku hanya mendengar para pendeta dan penatua memperingatkan kami agar tidak berhubungan dengan para misionaris Kilat dari Timur, atau kami akan terhilang dari kawanan domba. Apakah aku benar-benar telah bertemu dengan mereka hari ini?” Namun kemudian aku berpikir, “Ada begitu banyak terang dalam persekutuan mereka, dan melalui interaksiku dengan mereka, aku dapat merasakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, yang sama sekali berbeda dari apa yang dikatakan oleh para pendeta dan penatua. Selama aku berada di sini, aku mungkin lebih baik mendengarkan mereka. Dan jika mereka benar-benar telah mengambil jalan yang salah dalam keyakinan mereka, mungkin aku dapat membujuk mereka agar kembali ke jalan yang benar.” Jadi, aku memutuskan untuk terus mendengarkan.

Setelah itu, aku menjelaskan pertanyaan yang membingungkanku kepada mereka, “Dalam Alkitab, Tuhan Yesus berkata,

‘Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan’ (Matius 7: 21–23). Di antara orang-orang ini yang mencurahkan diri dan bekerja bagi Tuhan, beberapa meninggalkan keluarga mereka, yang lain mempersembahkan seluruh masa muda mereka bagi pelayanan, dan beberapa bahkan tidak menikah agar dapat melayani Tuhan sepanjang hidup mereka. Berbicara secara logis, mereka seharusnya telah mendapatkan perkenanan Tuhan, jadi mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa mereka adalah para pelaku kejahatan? Orang seperti apa yang melakukan kehendak Bapa?”

Saudara Zhang tersenyum dan bersekutu, “Di masa lalu, kita semua percaya bahwa selama kita meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja, kita adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa, bahwa kita akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan dapat memasuki kerajaan surga. Namun, apakah secara lahiriah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja benar-benar berarti bahwa kita melakukan kehendak Tuhan? Ini adalah pertanyaan yang harus kita pertimbangkan dengan cermat! Pikirkan kembali orang-orang Farisi. Mereka sering menafsirkan Kitab Suci bagi orang, berdoa bagi orang percaya, dan melakukan perjalanan jauh dan luas untuk bekerja dan berkhotbah, tetapi ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja, mengapa mereka tidak hanya gagal untuk mendapatkan perkenanan Tuhan, tetapi pada kenyataannya dikutuk oleh Tuhan? Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang melayani Tuhan, jadi ketika Tuhan datang untuk bekerja, mereka seharusnya mencari dan menerima keselamatan Tuhan, tetapi mereka justru melakukan yang sebaliknya. Untuk melindungi status dan posisi mereka sendiri, mereka tidak hanya menolak untuk menerima pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, mereka juga menipu dan menghasut orang-orang percaya Yahudi agar secara tak terkendali menentang dan mengutuk Tuhan, menjadi saksi palsu untuk menjebak Tuhan, dan bahkan berkolusi dengan pemerintah Romawi agar Tuhan Yesus disalibkan. Semua yang dilakukan orang-orang Farisi menjadikan diri mereka musuh Tuhan. Dengan demikian mereka meyinggung watak Tuhan, dan Tuhan mengutuk dan menghukum mereka. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa secara lahiriah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja tidak berarti bahwa kita melakukan kehendak Tuhan. Lihatlah juga kita, sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Meskipun kita dapat meninggalkan dan mencurahkan diri dalam nama Tuhan, tujuan kita bukanlah untuk mengasihi dan menaati-Nya, tetapi sebaliknya adalah untuk mengambil kasih karunia dan berkat dari Tuhan, dan untuk memasuki kerajaan surga. Ketika kita membayar harga dan mencurahkan diri dengan cara ini, esensi dari apa yang kita lakukan adalah bertransaksi dengan Tuhan. Kita curang dan menggunakan Tuhan. Ketika kita mengalami penyakit atau kemunduran dalam karier kita, daripada mencari kehendak Tuhan, kita tidak melakukan apa-apa selain berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk menyingkirkan penyakit atau hambatan yang menyebabkan kita menderita, dan ketika Tuhan tidak memenuhi tuntutan kita, kita mengeluh dan salah paham terhadap Tuhan, menjauhkan diri dari Tuhan, dan dalam kasus-kasus serius menyangkal dan mengkhianati Tuhan. Dalam hal bagaimana kita memperlakukan kedatangan Tuhan kembali, kebanyakan orang tidak memfokuskan upaya mereka untuk memahami firman Tuhan atau mencari kehendak-Nya, tetapi sebaliknya secara membabi-buta mendengarkan para pendeta dan penatuanya. Bahkan ketika orang-orang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali, mereka tidak mencari atau menyelidiki, dan beberapa melangkah amat jauh dengan mengikuti para pendetanya dalam menentang dan mengutuk pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Hal ini sangat parah di antara para pendeta dan penatua dunia keagamaan, yang melihat bahwa pekerjaan dan firman Tuhan di akhir zaman memiliki otoritas dan kuasa, tetapi menolak untuk mencari atau menyelidikinya, dan yang atas nama ‘melindungi kawanan domba dan menjamin keamanan jalan kebenaran,’ tetapi sebenarnya untuk melindungi status dan posisi mereka, berusaha keras untuk menyangkal, mengutuk, dan menentang pekerjaan Tuhan di akhir zaman, mencegah orang percaya untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan di akhir zaman, dan menjaga orang dengan ketat di bawah kendali mereka. Bukankah ini menjadikan mereka antikristus yang menentang Tuhan? Dari hal-hal ini, kita dapat melihat bahwa bahkan jika orang dapat meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan, mereka masih mampu menipu dan menggunakan Tuhan, mengikuti dan menyembah manusia, dan bahkan mengutuk Tuhan, menentang Tuhan, dan bertindak sebagai musuh Tuhan. Bukankah orang-orang seperti ini justru adalah orang-orang yang disebut Tuhan Yesus sebagai para pelaku kejahatan? Jadi, meninggalkan dan mencurahkan diri dengan cara ini bukan hanya tak menerima perkenanan Tuhan, tetapi mengundang kutukan Tuhan.

“Tuhan Yesus berkata, ‘Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri’ (Matius 22:37-39). ‘Jika engkau tetap berada di dalam firman-Ku, engkau adalah sungguh-sungguh murid-Ku’ (Yohanes 8:31). Dari firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa mereka yang benar-benar melakukan kehendak Bapa adalah mereka yang, di dalam proses meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja, mampu melaksanakan firman Tuhan, mematuhi perintah-perintah Tuhan, menerapkan persyaratan-persyaratan Tuhan bagi manusia, berdiri teguh dan bersaksi bagi Tuhan di tengah-tengah ujian dan pemurnian, dan melakukan segalanya hanya untuk memuaskan Tuhan. Mereka adalah orang-orang dengan kepatuhan dan kasih yang tulus kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang seperti Abraham, yang menghormati Tuhan di atas segalanya dan dapat mematuhi persyaratan-persyaratan Tuhan. Ketika Tuhan memintanya untuk mengorbankan putranya satu-satunya, Ishak, di atas mezbah, dia tidak mencari alasan atau dalih, tetapi melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dengan ketaatan mutlak, dengan tulus siap untuk mengembalikan Ishak kepada Tuhan, dan akhirnya diberkati oleh Tuhan. Dan juga seperti Petrus, yang mengabdikan hidupnya untuk mengejar kasih Tuhan dan memuaskan Tuhan. Dia ingat firman Tuhan Yesus, dan merindukan dan mencari kebenaran dalam segala hal. Setelah dia menerima amanat Tuhan, Petrus menggembalakan gereja dengan ketat sesuai dengan kehendak dan persyaratan-persyaratan Tuhan, menekankan untuk melakukan kebenaran dan memuaskan kehendak Tuhan, dan akhirnya disalibkan terbalik demi Tuhan. Dia sangat mengasihi Tuhan sepenuhnya, bahkan taat sampai mati. Keduanya mengorbankan segalanya untuk memuaskan Tuhan, bahkan hidup mereka sendiri. Orang-orang seperti ini adalah mereka yang sungguh-sungguh memiliki ketaatan dan kasih kepada Tuhan. Mereka menciptakan kesaksian yang indah dan bergema bagi Tuhan, dan ini adalah orang-orang yang benar-benar melakukan kehendak Bapa.”

Di masa lalu, ketika aku membaca firman ini dari Tuhan Yesus, aku merasa ada kebenaran yang dapat dicari di dalamnya, tetapi aku tidak sepenuhnya mengerti. Namun, melalui persekutuan Saudara Zhang, aku akhirnya mengerti apa yang Tuhan Yesus maksudkan, dan ketika aku mempertimbangkan firman ini dengan persekutuannya, aku diingatkan tentang semua perilakuku di masa lalu: ketika aku menikmati kasih karunia Tuhan, imanku kepada-Nya tampak kuat, dan aku dengan bersemangat mencurahkan diri bagi Tuhan, tetapi ketika malapetaka dan ujian menimpaku, aku kehilangan imanku kepada Tuhan, bahkan mengeluh bahwa Dia tidak melindungi aku, dan kehilangan hasratku untuk mencurahkan diri bagi-Nya. Memikirkan semua yang telah kulakukan, tampaknya aku benar-benar sedang bertransaksi dengan Tuhan. Apakah aku benar-benar tengah menggunakan dan menipu Tuhan? Bisakah bekerja dan mencurahkan diri seperti itu benar-benar mendapatkan pujian Tuhan? Sepertinya aku sebenarnya bukan seseorang yang melakukan kehendak Bapa! Namun kemudian, bagaimana seseorang bisa menjadi orang yang melakukan kehendak Bapa dan memasuki kerajaan surga? Jadi, aku sekali lagi menjelaskan kebingunganku kepada mereka.

Kesaksian Kristen

Bagaimana Nubuat Tentang Kedatangan Tuhan Yesus yang Kedua Akan Digenapi?

Oleh Saudari Zhou Jing

Cara kedatangan Kristus yang kedua kali adalah Tuhan pertama-tama menjadi manusia dan turun ke bumi secara diam-diam, dan kemudian menampakkan diri secara terbuka kepada manusia. Bagaimana Saudari Zhou Jing mengetahui misteri tentang kedatangan Kristus yang kedua kali ini? Mari kita lihat pengalamannya, yang akan membantu Anda menyambut kedatangan Kristus yang kedua kali sesegera mungkin.

Setelah beberapa waktu, Saudari Gan, yang telah lama tidak kujumpai selama beberapa bulan, datang menemuiku; aku tahu ini diatur oleh Tuhan. Saudari Gan telah melayani Tuhan selama beberapa tahun dan dia adalah orang yang bijaksana dan berwawasan luas. Menurutku dia mungkin bisa menyelesaikan masalahku ini, jadi aku berkata, “Saudari Gan, ada sesuatu yang agak membingungkanku yang ingin kumengerti. Itu dicatat dalam Alkitab, ‘Dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan dengan kuasa dan kemuliaan besar’ (Lukas 21:27). ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin’ (Wahyu 1:7). Dikatakan bahwa ketika Tuhan datang, Dia akan turun di atas awan dengan kemuliaan dan kuasa yang besar; Dia akan menampakkan diri secara terbuka dan semua orang akan dapat melihat-Nya. Jadi, kita telah selalu menantikan Dia datang di atas awan untuk membawa kita ke dalam surga. Di seluruh dunia sekarang ada bencana terus-menerus, gempa bumi, kelaparan, dan pecahnya perang, ditambah banyaknya fenomena langit. Semua tanda menunjukkan bahwa nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali pada dasarnya telah digenapi, jadi mengapa kita masih belum melihat Dia turun di awan untuk menjumpai kita? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? “

Saudari Gan mendengarkan apa yang kukatakan, berpikir sejenak, dan kemudian berkata, “Pertanyaanmu ini adalah sesuatu yang kita semua, yang berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua, ingin mengerti. Jika kita ingin menyambut kedatangan-Nya kembali, pertama-tama kita harus mengetahui bagaimana sebenarnya Tuhan akan datang pada akhir zaman— ini sangat penting! Bahkan, ada nubuat dalam Alkitab tentang cara lain Tuhan akan datang, tidak hanya datang di atas awan seperti yang engkau sebutkan. Contohnya, ada Wahyu 16:15: ‘Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri.’ Dan dalam Wahyu 3:3 dikatakan, ‘Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu.’ Ditambah Matius 24:44: ‘Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga.’ Nubuat-nubuat ini menyatakan bahwa Dia akan datang secara diam-diam, bagaikan pencuri, dan tak seorang pun yang akan mengetahuinya. Saudari, lihatlah ayat-ayat yang baru saja kita bicarakan: di ayat yang satu dikatakan Tuhan akan datang kembali secara terbuka di atas awan, di ayat yang lain dikatakan bahwa Dia akan datang secara diam-diam dan tak seorang pun yang akan mengetahuinya. Pernahkah kita merenungkan hal ini? Mengapa nubuat-nubuat tentang hal yang sama, kedatangan Tuhan kembali, mengatakan hal yang berbeda?”

Aku tidak sepenuhnya mengerti dengan apa yang dikatakannya, dan berpikir dalam hati, “Benar. Wahyu 1:7 mengatakan ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia,’ tetapi Wahyu 16:15 mengatakan’ Aku datang bagaikan pencuri.’ Apa artinya? Bagaimana sebenarnya Tuhan akan datang?”

Kebingungan, aku menjawab Saudari Gan, “Beberapa dari nubuat ini mengatakan bahwa Tuhan akan turun secara terbuka, sementara nubuat yang lain mengatakan bahwa Dia akan datang secara diam-diam. Ayat-ayat ini tampaknya bertentangan, tetapi aku tahu bahwa firman Tuhan tidak akan gagal dan hanya saja sekarang aku belum mengerti ini. Tolong persekutukan tentang hal ini kepadaku.”

Sambil tersenyum, Saudari Gan berkata, “Tuhan itu setia dan nubuat-nubuat ini akan digenapi—semuanya akan terjadi. Meskipun ayat-ayat itu tampaknya bertentangan, sebenarnya tidak sama sekali. ‘Bagaikan pencuri’ artinya Tuhan akan datang kembali secara diam-diam, dan ‘datang dengan awan-awan’ merujuk Dia datang secara terbuka. Artinya, ketika Dia datang kembali, Dia akan datang secara diam-diam terlebih dahulu, dan setelah itu barulah Dia akan menampakkan diri secara terbuka.”

“Pertama secara diam-diam dan kemudian secara terbuka!” seruku dalam keterkejutan.

“Ya, ketika Tuhan datang kembali, pertama-tama Dia akan datang secara diam-diam dengan berinkarnasi sebagai Anak Manusia, dan kemudian setelah Dia menyelesaikan pekerjaan itu, Dia akan datang di atas awan dan secara terbuka menampakkan diri kepada semua manusia di segala bangsa,” jelasnya dengan sabar.

Aku berkata dengan penuh semangat, “Jadi Dia terlebih dahulu akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia, datang secara diam-diam, dan kemudian menampakkan diri di awan? Ini baru pertama kali aku mendengarnya!”

Saudari Gan tersenyum dan berkata, “Mari kita membaca ayat Alkitab lainnya dan engkau akan mengerti! Tuhan Yesus berkata, ‘Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak’ (Matius 24:27). ‘Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini’ (Lukas 17:24–25). Ayat-ayat ini menyebutkan ‘Anak Manusia’ dan ‘Kedatangan Anak Manusia.’ ‘Anak Manusia’ lahir dari seseorang, memiliki kemanusiaan yang normal, dan makan, mengenakan pakaian, hidup, serta bersikap seperti orang biasa; Dia berpenampilan sama seperti orang biasa secara lahiriah. Namun, Dia memiliki esensi ilahi, mampu mengungkapkan kebenaran, dan melakukan pekerjaan untuk menyelamatkan umat manusia. Sama seperti Tuhan Yesus disebut ‘Anak Manusia’ karena Dia adalah Roh Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, dan meskipun secara lahiriah Dia tampak normal dan biasa, tetapi daging itu adalah Tuhan dalam esensinya dan memiliki keilahian penuh. Inilah sebabnya Tuhan Yesus adalah Kristus, mengapa Dia adalah Tuhan itu sendiri. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyebut ‘Anak Manusia’ dan ‘Kedatangan Anak Manusia.’ Itu semua merujuk kepada Tuhan yang datang kembali dalam daging pada akhir zaman. Alkitab juga mengatakan, ‘Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.’ Kita semua tahu bahwa hanya ketika Tuhan berinkarnasi di dalam daging sebagai Anak Manusia dan datang di antara manusia secara diam-diam barulah manusia gagal mengenali Dia sebagai Tuhan; mereka menganggap Anak Manusia yang berinkarnasi sebagai orang biasa, dan itulah sebabnya mereka menolak, memfitnah, dan menghakimi Tuhan, atau bahkan memberontak dan menentang Tuhan yang datang dalam daging. Itulah sebabnya Tuhan akan ‘mengalami berbagai penderitaan.’ Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja di dalam daging, Dia mengalami penolakan, fitnah, ejekan, hujatan, penghukuman dari manusia dan akhirnya dipakukan di kayu salib. Jika Tuhan turun di atas awan dan secara terbuka menampakkan diri kepada manusia saat Dia datang kembali, semua orang akan melihatnya, gemetar ketakutan, dan bersujud di hadapan Tuhan dalam penyembahan. Tak seorang pun yang akan berani memberontak atau menentang Tuhan. Lalu bagaimana ‘Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini’ bisa digenapi? Jadi kita dapat yakin bahwa kedatangan Tuhan kembali pertama-tama akan secara diam-diam, dalam daging, dan setelah itu Dia akan menampakkan diri secara terbuka di awan.”

Setelah mendengar perkataannya, aku merenungkannya sendiri. “Jadi ada dasar yang alkitabiah untuk pernyataan bahwa ketika Tuhan datang kembali, Dia akan terlebih dahulu datang secara diam-diam, dan setelah itu Dia akan menampakkan diri secara terbuka di awan. Bagaimana mungkin aku telah membaca Alkitab selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah menemukan bahwa Dia akan datang kembali dengan dua cara yang berbeda? Wow! Namun mengapa Dia pertama-tama menjadi manusia dan datang secara diam-diam, dan kemudian menampakkan diri secara terbuka? Apa yang sedang terjadi? Aku harus bertanya.” Kemudian aku berkata, “Saudari Gan, dari persekutuanmu, aku mengerti bahwa kedatangan Tuhan kembali pertama-tama akan secara diam-diam dan kemudian Dia akan menampakkan diri secara terbuka, dan dengan pengertian ini, nubuat Alkitab tampaknya tidak lagi bertentangan. Namun aku belum sepenuhnya mengerti mengapa Dia pertama-tama akan datang secara diam-diam dan kemudian menampakkan diri secara terbuka. Apa kehendak Tuhan dalam hal ini?”

Saudari Gan menjawab, “Kebenarannya adalah Tuhan pertama-tama menjadi manusia dan bekerja secara diam-diam dan kemudian menampakkan diri secara terbuka pada akhir zaman adalah sepenuhnya yang dibutuhkan untuk pekerjaan-Nya, dan itu adalah sesuatu yang juga kita butuhkan sebagai manusia yang rusak. Kita percaya kepada Tuhan dan kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus; dosa-dosa kita telah diampuni. Namun, natur kita yang berdosa masih sangat mengakar dan kita tidak mampu untuk tidak sering berbuat dosa, atau bahkan melakukan segala sesuatu yang memberontak atau menentang Tuhan. Itu adalah fakta yang tidak bisa disangkali. Tuhan Yahweh berkata, ‘Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus’ (Imamat 11:45). Dan dalam Ibrani 12:14 dikatakan, ‘… tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan.’ Orang-orang seperti kita yang terus-menerus berbuat dosa dan kemudian mengaku dosa sama sekali tidak layak melihat wajah Tuhan, dan kita tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengucapkan nubuat-nubuat ini di waktu lampau: ‘Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu’ (Yohanes 16:12–13). ‘Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman’ (Yohanes 12:48). Ada juga Wahyu 2:7: ‘Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja; Bagi ia yang menang akan Kuberi makan dari pohon kehidupan, yang ada di tengah-tengah Taman Firdaus Tuhan.’ Yang kupahami dari nubuat-nubuat ini adalah bahwa ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengungkapkan lebih banyak firman dan lakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Dia akan datang untuk mengubah, menyucikan, dan menyelamatkan manusia dan membebaskan kita sepenuhnya dari wilayah kekuasaan Iblis. Pekerjaan-Nya pada akhir zaman juga akan termasuk memisahkan manusia menurut jenis mereka—Dia akan menyingkapkan orang percaya yang benar dan yang fasik, gandum dan lalang, domba dan kambing, memisahkan semua menurut jenis mereka, dan kemudian Dia akan memberi upah kepada orang baik dan menghukum orang jahat. Selama periode waktu di mana Tuhan sedang bekerja secara diam-diam, mereka yang menerima pekerjaan penghakiman Tuhan akan diangkat ke hadapan takhta Tuhan. Mereka akan mengalami penghakiman dan hajaran firman Tuhan dan mendapatkan pengenalan sejati tentang sifat jahat mereka sendiri dan akar penentangan mereka terhadap Tuhan. Mereka juga akan memiliki pemahaman tentang watak benar Tuhan yang tidak akan menoleransi pelanggaran. Watak mereka yang rusak akan secara perlahan-lahan disucikan dan diubahkan; mereka akan melangkah ke jalan mencari kebenaran dan diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan. Namun, mereka yang tidak pernah mencari penampakan Tuhan selama masa-Nya bekerja secara diam-diam atau bahkan menolak dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan adalah mereka yang akan disingkapkan sebagai orang tidak percaya, sebagai orang jahat dalam pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Ketika pekerjaan rahasia Tuhan telah berakhir, Dia akan menjatuhkan malapetaka besar untuk mulai memberi upah kepada orang baik dan menghukum orang jahat, dan kemudian setelah malapetaka ini Dia akan menampakkan diri kepada semua orang. Ketika mereka yang menolak dan menentang Tuhan melihat bahwa Dia yang mereka tolak dan tentang benar-benar adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, mereka akan menyesal, meratap, dan menggertakkan gigi mereka. Ini menggenapi firman Tuhan: ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin’ (Wahyu 1: 7). Dari sini kita dapat melihat bahwa pekerjaan Tuhan penuh dengan hikmat, dan ini juga merupakan pengungkapan watak Tuhan yang benar.”

Mendengar persekutuan dari Saudari Gan ini sangat mencerahkan hatiku; aku menyadari bahwa inilah cara nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali akan digenapi. Saat Tuhan datang kembali, Dia pertama-tama akan berinkarnasi dan datang secara diam-diam untuk mengungkapkan kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman, dan menjadikan sekelompok pemenang; setelah itu barulah Dia akan menampakkan diri secara terbuka kepada manusia. Siapa pun yang tidak menerima pekerjaan Tuhan selama masa kerja-Nya secara diam-diam, tetapi dengan ceroboh menghakimi dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan adalah orang yang membenci kebenaran dan hanya bisa jatuh ke dalam melapetaka dan dihukum saat Tuhan menampakkan diri secara terbuka. Tuhan juga akan menggunakan cara ini untuk menyingkapkan gandum dan lalang, domba dan kambing, hamba yang baik dan yang jahat, memisahkan semua manusia menurut jenis mereka. Tuhan benar-benar sangat bijaksana, sungguh mahakuasa! Aku tidak pernah mengerti sebelumnya bagaimana sebenarnya Tuhan akan datang, tetapi hanya tahu dengan bodohnya menatap ke awan-awan di langit menantikan Tuhan untuk turun ke atas salah satu dari awan-awan itu. Aku tidak pernah benar-benar mencari atau merenungkan semua nubuat tentang kedatangan-Nya yang kedua dan karena itu aku melewatkan nubuat tentang kedatangan-Nya secara diam-diam. Itu sangat berbahaya! Jika aku terus menantikan seperti itu, bukan saja aku tidak akan dapat menyambut Tuhan, tetapi aku akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan dan memasuki kerajaan surga! Ini membuatku merasa agak cemas, jadi aku bergegas bertanya, “Saudari Gan, lalu apa yang harus kita lakukan untuk menemukan pekerjaan Tuhan ketika Dia datang secara diam-diam, dan menyambut kedatangan-Nya kembali?”

Dia tersenyum dan berkata, “Kita baru saja melihat dari apa yang dinubuatkan dalam Alkitab bahwa ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengucapkan lebih banyak firman dan melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Jadi kunci untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua adalah menerima firman-Nya pada akhir zaman dan mengikuti pekerjaan baru Tuhan. Tuhan Yesus berkata, ‘Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya’ (Matius 25:6). ‘Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku’ (Yohanes 10:27). Domba-domba Tuhan dapat mendengar suara Tuhan; semua orang yang mendengar perkataan Tuhan dan dari perkataan itu mampu mengenali suara-Nya akan dapat menyambut penampakan Tuhan. Itu sama seperti murid-murid Tuhan Yesus, Petrus, Yohanes, Matius, dan yang lainnya. Ketika mereka mendengar khotbah Tuhan Yesus tentang Injil kerajaan surga, mereka dapat memastikan dari pekerjaan dan perkataan-Nya bahwa Dia adalah Mesias yang telah mereka nantikan, jadi mereka mengikuti-Nya tanpa keraguan. Mereka adalah para gadis bijaksana. Jika kita ingin menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali, kita juga harus menjadi gadis bijaksana, dengan berfokus mendengar suara-Nya. Jika kita mendengar seseorang berkata bahwa Tuhan telah datang kembali, bahwa Dia telah mengucapkan firman yang baru dan sedang melakukan pekerjaan menghakimi dan menyucikan umat manusia, kita tidak boleh membuang-buang waktu untuk menyelidikinya. Asalkan kita dapat memastikan bahwa itu adalah pekerjaan dan firman Tuhan, kita harus menerima dan tunduk padanya. Dengan demikian kita akan dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali dan menghadiri perjamuan bersama-Nya.”

Mendengar persekutuan Saudari Gan, aku menjawab dengan gembira, “Syukur kepada Tuhan! Sekarang akhirnya aku tahu bahwa kunci untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua adalah menjadi seorang gadis bijaksana dan mendengarkan suara Tuhan dengan saksama. Asalkan aku dapat mengonfirmasi bahwa perkataan itu diucapkan oleh Tuhan, aku harus dengan segera menerimanya—itu adalah satu-satunya cara untuk menyambut kedatangan-Nya kembali. Oh, Saudari Gan, baru beberapa bulan berlalu sejak aku bertemu denganmu. Bagaimana engkau bisa memahami banyak hal dengan begitu cepat?”

Dia berkata dengan gembira, “Syukur kepada Tuhan! Semua yang telah kubicarakan hari ini baru kupahami setelah membaca sebuah buku tertentu. Aku membawanya hari ini. Bagaimana kalau kita membacanya bersama-sama?”

Senang, aku mengangguk dan berkata, “Bagus sekali!”

Sini ada Injil turunnya kerajaan Tuhan untuk menyambut Tuhan Yesus di akhir zaman, sehingga Anda bisa menyambut Tuhan dan masuk kerajaan secepat mungkin.”

Misteri Alkitab

5 Tanda-tanda Kedatangan Kembali Tuhan Yesus yang Kedua Kalinya Telah Muncul, jadi Sudahkah Anda Menyambut-Nya?

Sini ada Injil turunnya kerajaan Tuhan untuk menyambut Tuhan Yesus di akhir zaman, sehingga Anda bisa menyambut Tuhan dan masuk kerajaan secepat mungkin.”

Oleh Xinjie

Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus berjanji kepada kita: “Lihatlah, Aku segera datang” (Wahyu 22:12). Sekarang adalah akhir zaman, tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus kedua kali telah muncul, dan beberapa peristiwa signifikan di akhir zaman telah terjadi. Banyak saudara-saudari telah mendapatkan firasat bahwa hari Tuhan sudah dekat. Apakah Tuhan sudah datang kembali? Apa yang bisa kita lakukan untuk menyambut Tuhan? Mari kita membahas ini sekarang dengan menjelajahi nubuat-nubuat yang tercantum dalam Alkitab.

Isi
● Tanda Pertama Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Gempa Bumi, Kelaparan, Tulah dan Perang
● Tanda Kedua Kedatangan Tuhan Kedua Kali: Penampakan Keganjilan Surgawi
● Tanda Ketiga Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Penampakan Kristus-Kristus Palsu
● Tanda Keempat Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Pemulihan Israel
● Tanda Kelima Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Penyebaran Injil Sampai ke Ujung Bumi
● Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali?
5 Tanda-tanda Kedatangan Kembali Tuhan Yesus yang Kedua Kalinya Telah Muncul, jadi Sudahkah Anda Menyambut-Nya?

Tanda Pertama Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Gempa Bumi, Kelaparan, Tulah dan Perang
Matius 24: 6–8 menyatakan: “Engkau akan mendengar bunyi-bunyi peperangan dan kabar-kabar tentang peperangan: tetapi janganlah engkau gelisah: karena semua hal ini harus terjadi, tetapi kesudahannya belumlah tiba. Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan” Perang telah sering pecah dalam beberapa tahun terakhir, berbagai peristiwa seperti penggulingan rezim Taliban di Afghanistan, konflik antara India dan Pakistan, invasi Amerika Serikat ke Irak, dan perang yang terus meningkat antara Israel dan Palestina. Tulah, kebakaran, banjir, dan gempa bumi juga terlihat di mana-mana. Dari catatan khusus yaitu “virus corona baru,” yang merebak di Wuhan, Tiongkok pada tahun 2019 dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia. Ada juga kebakaran hutan yang parah di Australia pada bulan September 2019, sementara wabah belalang yang parah terjadi di Afrika Timur di sisi lain planet ini, dengan banyak negara sekarang menghadapi kelaparan. Pada bulan Januari 2020, Indonesia mengalami banjir, dan Newfoundland di Kanada dilanda badai salju sekali dalam satu abad. Gempa bumi telah terjadi di Elazig di Turki, Kuba selatan di Karibia, dan di tempat lain. Dari tanda-tanda ini, dapat dilihat bahwa nubuat ini telah digenapi.

Tanda Kedua Kedatangan Tuhan Kedua Kali: Penampakan Keganjilan Surgawi
Wahyu 6:12 menyatakan, “Dan aku melihat saat Ia membuka meterai keenam, dan, lihatlah, ada gempa bumi yang hebat; dan matahari menjadi hitam seperti kain karung dari rambut, dan bulan menjadi semerah darah.” Yoel 2:30–31 menyatakan, “Dan aku akan menunjukkan banyak keajaiban di langit dan bumi, darah dan api, dan tiang asap. Matahari akan berubah menjadi kegelapan, dan bulan menjadi darah, sebelum hari kedatangan Yahweh yang hebat dan dahsyat itu.” Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak contoh bulan berubah menjadi semerah darah. Misalnya, selama rentang dua tahun 2014 dan 2015, terjadi serangkaian empat “bulan darah”, dan pada tanggal 31 Januari 2018, ada “bulan super darah biru”, yang muncul hanya sekali setiap 150 tahun. Kemudian, “bulan darah serigala super” muncul pada Januari 2019. Fenomena yang dinubuatkan tentang matahari yang berubah menjadi hitam juga telah muncul, dan, memang, ada banyak gerhana matahari total, seperti gerhana di Singapura pada tanggal 26 Desember 2019 dan di Chili pada tanggal 2 Juli di tahun yang sama. Penggenapan nubuat tersebut tampak jelas dalam berbagai fenomena ini.

Tanda Ketiga Kedatangan Tuhan Kembali: Penampakan Kristus-Kristus Palsu
Matius 24: 4–5 mengatakan: “Yesus menjawab mereka, kata-Nya: ‘Waspadalah agar jangan seorang pun menipumu. Karena banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata Akulah Kristus; dan mereka akan menipu banyak orang.'” Dari nubuat Tuhan, kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan datang kembali, Kristus-kristus palsu akan muncul dan menipu banyak orang. Dalam beberapa tahun terakhir, Kristus-kristus palsu telah menampakkan diri dan menipu banyak orang di negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Kristus-kristus palsu ini tidak memiliki esensi Kristus, mereka juga tidak dapat menyatakan kebenaran, tetapi mereka mengklaim diri mereka sebagai Kristus. Di sinilah maka penggenapan nubuat ini tampak jelas.

Tanda Keempat Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Pemulihan Israel
Matius 24: 32–33 mengatakan, “Sekarang, pelajarilah perumpamaan tentang pohon ara; Ketika rantingnya melunak, dan mengeluarkan daun, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat: Demikian juga kamu, ketika kamu akan melihat semua hal ini, tahu bahwa itu sudah dekat, bahkan di depan pintu.” Banyak orang yang percaya kepada Tuhan tahu bahwa ranting dan daun pohon ara yang melunak merujuk pada pemulihan Israel. Ketika Israel dipulihkan, hari Tuhan akan dekat, dan Israel dipulihkan pada tahun 14 Mei 1948. Jelas, nubuat kedatangan Tuhan ini telah digenapi sepenuhnya.

Tanda Kelima Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Penyebaran Injil Sampai ke Ujung Bumi
Matius 24:14 mencatat: “Dan Injil kerajaan ini akan dikhotbahkan di seluruh dunia sebagai kesaksian kepada seluruh bangsa dan baru akan tiba akhirnya.” Dalam Markus 16:15, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya, “Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakan Injil kepada semua makhluk.” Setelah Yesus dibangkitkan dan naik ke surga, Roh Kudus mulai memimpin mereka yang mengikuti Tuhan Yesus untuk menyaksikan Tuhan Yesus. Saat ini, orang-orang Kristen telah menyebar ke seluruh dunia dan banyak negara demokratis telah mengadopsi Kekristenan sebagai agama negara mereka. Bahkan di Tiongkok, di mana partai yang berkuasa bersifat ateistik, puluhan juta orang telah menerima Injil Tuhan Yesus, dan dengan demikian dapat dilihat bahwa Injil penebusan umat manusia melalui Tuhan Yesus telah menyebar ke seluruh dunia. Dalam hal ini, jelaslah bahwa nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali telah digenapi.

Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali?
Dari fakta-fakta yang tercantum di atas, kita dapat melihat bahwa lima tanda kedatangan Tuhan kembali telah muncul. Sekarang adalah saat yang kritis dalam menyambut kedatangan Tuhan. Apa yang harus kita lakukan sebelum kita dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali? Tuhan Yesus memberi kita jawaban untuk pertanyaan ini sejak lama.

Dalam Yohanes 16: 12–13, Tuhan Yesus berkata: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu.” Wahyu 3:20 menyatakan, “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.” Ada juga banyak nubuat dalam pasal 2 dan 3 dari Kitab Wahyu: “Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.” Seperti yang dapat engkau lihat dari ayat-ayat ini, ketika Tuhan datang kembali, Dia akan menyampaikan perkataan dan berbicara kepada gereja-gereja, memberi tahu kita semua tentang kebenaran yang tidak kita pahami sebelumnya. Mereka yang, setelah mendengar perkataan Tuhan dan mengenali suara-Nya, menerima Dia dan tunduk kepada-Nya akan dapat menyambut Tuhan dan menghadiri perjamuan kawin Anak Domba; di sisi lain, mereka yang tidak mengenali suara Tuhan, tentunya tidak akan menjadi domba-Nya, dan mereka akan disingkapkan dan disingkirkan oleh Tuhan. Dalam hal ini, jelaslah bahwa ketika kita menantikan kedatangan Tuhan, sangatlah penting agar kita menemukan perkataan Roh Kudus kepada gereja-gereja dan belajar mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: “Oleh karena inilah, berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan—sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada” (“Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Mendengar ini, beberapa orang mungkin bertanya: “Jadi, ke mana kita pergi untuk menemukan suara Tuhan?” Dalam Matius 25:6, Tuhan Yesus berkata, “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya.” Karena Tuhan memanggil domba-domba-Nya dengan perkataan dan ucapan-Nya, pasti akan ada beberapa orang yang akan mendengarkan suara Tuhan terlebih dahulu dan mengikuti jejak langkah Anak Domba, dan kemudian berseru ke mana-mana, “Mempelai laki-laki datang,” yaitu untuk menyebarkan berita tentang kedatangan Tuhan kembali dan pesan tentang kedatangan Tuhan yang kedua, sehingga semua orang memiliki kesempatan untuk mendengar suara Tuhan. Karena itu dikatakan bahwa apakah kita dapat mengikuti jejak langkah Anak Domba bergantung pada apakah kita memiliki hati yang rindu mencari Dia dan apakah kita dapat mengenali suara-Nya. Sama seperti ketika Tuhan Yesus pertama kali menampakkan diri dan mulai bekerja, Petrus, Maria, dan yang lainnya mengenali Tuhan Yesus sebagai Mesias dari pekerjaan dan perkataan-Nya, dan mereka mengikuti Dia dan mulai menyaksikan Injil-Nya. Mereka yang mendengar pekerjaan dan firman Tuhan Yesus dan dapat mengenali suara Tuhan adalah gadis-gadis yang bijaksana, sementara para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi yang tidak menyukai kebenaran mendengar otoritas dan kuasa dari firman Tuhan Yesus tetapi tidak menyelidikinya. Sebaliknya, mereka berpegang teguh pada gagasan dan imajinasi mereka, berpikir bahwa “orang yang tidak disebut Mesias bukanlah Tuhan” dan menunggu Mesias menampakkan diri kepada mereka. Mereka bahkan mengutuk dan menghujat pekerjaan Tuhan Yesus, dan, pada akhirnya, mereka kehilangan keselamatan Tuhan. Ada juga orang-orang percaya Yahudi yang mengikuti orang-orang Farisi dan tidak membedakan suara Tuhan dalam pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, yang secara membabi buta mendengarkan para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi, dan menolak keselamatan Tuhan. Orang-orang seperti itu menjadi gadis-gadis bodoh yang ditinggalkan oleh Tuhan. Beberapa orang mungkin bertanya, “Jadi bagaimana suara Tuhan dapat dibedakan?” Padahal, ini tidaklah sulit. Perkataan dan ucapan Tuhan pastilah tak terkatakan oleh manusia. Perkataan dan ucapan Tuhan itu haruslah sangat berotoritas dan berkuasa. Perkataan dan ucapan Tuhan itu akan dapat mengungkap berbagai misteri kerajaan surga dan menyingkapkan kerusakan manusia, dan sebagainya. Seluruh firman ini adalah kebenaran, dan semua itu bisa menjadi kehidupan manusia. Siapa pun yang memiliki hati dan roh akan merasakannya ketika ia mendengar firman Tuhan, dan akan ada konfirmasi di dalam hatinya ketika Sang Pencipta sedang berbicara dan menyampaikan perkataan-Nya kepada kita umat manusia. Domba-domba Tuhan mendengarkan suara-Nya. Jika kita yakin bahwa firman ini adalah suara Tuhan, kita harus menerima dan menaatinya, betapapun kecilnya firman itu sesuai dengan pengertian kita. Hanya dengan cara inilah kita dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali.

Di dunia saat ini, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang bersaksi bahwa Tuhan—Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi—telah datang kembali. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan firman, dan firman ini diterbitkan di Internet untuk diperiksa oleh orang-orang dari semua negara dan lapisan masyarakat. Satu demi satu, banyak orang dari setiap bangsa yang merindukan kebenaran datang dengan harapan mendengar suara Tuhan dan menyambut Dia. Seperti yang dikatakan dalam Alkitab, “Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya.” Jika kita benar-benar membaca lebih banyak firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, mendengarkan untuk membedakan apakah itu suara Tuhan, kemudian kita akan dapat menentukan apakah Tuhan telah datang kembali atau tidak. Seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 10:27: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.” “Diberkatilah orang yang miskin dalam roh: karena kerajaan surga adalah milik mereka” (Matius 5:3). Aku percaya bahwa selama kita memiliki hati yang mencari dengan rendah hati, kita dapat mengenali suara Tuhan dan menyambut kedatangan-Nya kembali.

Kesaksian Kristen

Kisah Nyata Kristen: Aku Mungkin Tidak Kaya, tetapi Aku Sangat Beruntung

Oleh Bong, Filipina

Aku Ingin Menjadi Kaya

“Kepala sekolah, tolong beri anakku kesempatan dan biarkan dia mengikuti ujian!” Mata ibuku memohon belas kasihan kepala sekolah saat dia berbicara dengan suara yang sedikit bergetar.

Dengan air muka tetap serius, kepala sekolah berkata: “Tidak, sekolah punya peraturan. Setiap anak hanya boleh mengikuti ujian apabila biaya ujian telah dibayarkan!”

Ibuku tampak malu dan memohon kepada kepala sekolah, katanya: “Kepala sekolah, aku juga tahu keadaan sangat sulit bagi Anda di sekolah, tetapi aku punya banyak anak dan kami baru saja akan mengusahakan. Kami benar-benar tidak mampu membayar biaya ujian. Bagaimana kalau aku menulis Surat Pernyataan Berutang (SPB) kepada sekolah, lalu Anda mengizinkan putraku mengikuti ujian, dan aku akan mencari cara untuk membayar utangku kepada Anda sesegera mungkin ….”

Kepala sekolah menatap ibuku dan berpikir sejenak. Tampak seolah-olah dia tidak punya banyak pilihan, lalu berkata: “Oke, baiklah!”

…………

Aku tidak akan pernah lupa sewaktu aku melanjutkan ke SMA ketika keluargaku tidak mampu membayar biaya ujian, ibuku memohon kepada kepala sekolah agar mengizinkan aku mengikuti ujian dan dia harus menulis SPB. Aku merasa sangat marah saat itu. Dalam masyarakat di mana uang yang berkuasa, jika engkau tidak punya uang, engkau tidak dapat mencapai apa pun, dan diam-diam aku bertekad bulat: Setelah tumbuh dewasa, aku akan bekerja keras untuk menghasilkan uang, menjadi kaya dan mengubah suratan nasibku sendiri!

Kehidupan yang Menukar Kesehatan Demi Uang

Setelah lulus SMA, untuk mewujudkan impianku sesegera mungkin, aku mendaftar di sekolah kejuruan dan belajar reparasi mobil. Ketika belajar di sekolah tersebut, aku berusaha keras untuk belajar pengetahuan spesialis. Ketika teman-teman sekelasku pergi menikmati waktu luang mereka di siang hari, aku masih belajar keterampilan mesin; ketika semua orang pergi tidur di malam hari, aku terjaga membaca dan belajar keras.

Setelah lulus, aku pergi ke Manila untuk mengembangkan keterampilanku. Namun, karena tidak memiliki koneksi dan sertifikat kelulusanku bukan dari sekolah terkenal, ketika aku melamar pekerjaan, tidak ada yang mau mempekerjakan aku. Aku merasa tidak punya pilihan lain selain bekerja di perusahaan reparasi mobil milik pamanku. Untuk menghasilkan lebih banyak uang, aku memperbaiki mobil dan membantu pamanku menghitung laporan keuangannya. Aku bekerja setiap hari dari dini hari hingga senja, dan aku masih sering bekerja lembur ketika orang lain selesai dan pulang.

Setelah menikah, aku memiliki tiga anak. Aku tidak ingin anak-anakku menjadi miskin seperti aku dulu, jadi aku bekerja lebih keras. Aku bekerja setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam, dan setelah bekerja aku mengendarai tuk-tuk listrik, mengangkut orang-orang berkeliling demi menghasilkan uang tambahan. Akhirnya aku pulang sekitar jam 2 pagi dan hanya tidur sekitar tiga atau empat jam setiap malam. Bukan hanya itu, aku juga menggunakan cuti empat hari yang kumiliki setiap bulan untuk bekerja sambilan sebagai sopir taksi demi menghasilkan sedikit uang tambahan. Sekalipun aku sudah menjadi orang yang percaya kepada Tuhan, aku hanya menghadiri pertemuan ibadah ketika aku memiliki waktu luang dan terkadang aku merasa berutang kepada Tuhan. Namun ketika aku melihat keluargaku tidak hidup sejahtera, aku akan mulai bekerja keras lagi membanting tulang demi mendapatkan uang.

Setelah beberapa tahun bekerja keras, akhirnya aku bisa membeli rumah dan mobil. Namun, yang tidak begitu hebat adalah, karena aku telah bekerja di malam hari begitu lama dan terlalu memaksakan diri, aku mengalami tekanan darah tinggi. Dokter berpesan agar aku pergi berobat dan tidak lagi terlalu banyak bekerja. Aku berpikir dalam hatiku: “Kondisi kesehatanku sudah tidak bagus dan jika nanti aku tidak bisa mencari uang, apakah itu berarti bahwa harapanku untuk menjadi kaya sekarang pupus?” Memikirkan hal ini, aku merasa putus asa. Namun, aku tidak mau menyerah begitu saja, jadi aku pergi berobat dan melanjutkan mencari uang baik siang maupun malam. Baru ketika aku benar-benar merasa tidak sehat secara fisik, aku terpaksa tinggal di rumah dan tidak mengeluarkan mobil. Tetapi setiap kali beristirahat, aku menyadari kalau aku akan menghasilkan uang lebih sedikit dan kemudian aku menjadi enggan untuk beristirahat, sehingga aku menahan penyakitku dan terus mengemudi. Hingga akhirnya, penyakitku memburuk dan aku menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa bekerja lagi. Aku tidak punya pilihan selain berhenti bekerja dan beristirahat, serta mengandalkan obat agar tetap bertahan ….

Aku Mendengar Panggilan Tuhan

Suatu hari di bulan Juni 2016, Pendeta Jess dan istrinya datang menemui kami. Mereka mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, dan bahwa Dia sedang melakukan tahap pekerjaan yang baru. Mereka berkata bahwa Tuhan Yesus telah melakukan pekerjaan penebusan di Zaman Kasih Karunia dan, meskipun dosa-dosa kita telah diampuni oleh Tuhan, karena kita telah sedemikian dirusak oleh Iblis, natur berdosa kita yang jahat seperti Iblis tetap berakar dalam diri kita. Mereka berkata bahwa di bawah kekuasaan sifat berdosa kita, kita acap kali mampu berbuat dosa dan melawan Tuhan, dan kita diikat serta dikekang oleh dosa. Mengingat kebutuhan kita sebagai manusia yang rusak, pada akhir zaman Tuhan sekali lagi menjadi manusia untuk melakukan tahap pekerjaan penghakiman dan pentahiran manusia oleh firman, dan tahap pekerjaan ini dilakukan di atas dasar pekerjaan penebusan. Tuhan datang untuk menyelamatkan kita sepenuhnya dari ikatan dosa, dan ini sepenuhnya merupakan penggenapan nubuat Alkitab “Penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17).

Mendengar persekutuan Pendeta Jess, hatiku merasa sangat tersentuh. Aku memikirkan tentang bagaimana, meskipun telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, aku tidak pernah lepas dari ikatan dosa, tetapi tetap mengikuti tren sosial dan mengejar kehidupan yang berlimpah materi …. Sesekali, aku merasa berutang kepada Tuhan, tetapi aku tidak bisa mengendalikan diriku—aku benar-benar memiliki dosa yang berakar dalam diriku! Makin aku mendengarkan, makin aku merasa bahwa persekutuan Pendeta Jess berasal dari Tuhan, jadi kuputuskan untuk mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Pendeta Jess kemudian bersaksi kepadaku tentang pekerjaan Tuhan Yesus yang datang kembali—Tuhan yang Mahakuasa—dan dia mengadakan persekutuan tentang aspek-aspek kebenaran seperti tiga tahap pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, misteri inkarnasi, bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman untuk mentahirkan dan mengubah manusia serta bagaimana Tuhan menentukan tempat tujuan akhir umat manusia. Aku menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, dan aku dan istriku dengan senang hati menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman.

Tepat setelah menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, dengan bersemangat aku menghadiri pertemuan ibadah, aku membaca firman Tuhan setiap kali aku mempunyai waktu, aku merasa sangat dekat dengan Tuhan dan kondisi rohku makin lebih baik. Tetapi setelah beberapa saat, melihat bahwa keluargaku membutuhkan uang untuk banyak hal, aku berpikir aku harus mulai menghasilkan uang dengan segera. Itu semua tidak akan terwujud jika tidak mempunyai uang, jadi aku mulai bekerja keras sekali lagi. Kadang-kadang, pekerjaan berbenturan dengan pertemuan gereja dan aku malah memilih untuk mencari uang, jadi aku tidak rutin menghadiri pertemuan ibadah. Istriku dan saudara-saudariku di gereja berkali-kali menyampaikan persekutuan kepadaku, dengan mengatakan bahwa pekerjaan akhir zaman adalah tahap terakhir pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Kita harus berfokus untuk mengejar kebenaran, kata mereka, kesenangan fisik adalah hampa, memiliki makanan dan pakaian sudah cukup, dan tidak apa-apa bekerja hanya pada jam-jam normal. Mereka menyuruhku untuk tidak mengejar kekayaan dan kesenangan materi begitu banyak sehingga aku bahkan tidak mempunyai waktu untuk menghadiri pertemuan ibadah, karena jika demikian aku mungkin akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kebenaran. Tetapi hatiku sudah dikuasai uang dan aku tidak menggubris apa yang dikatakan saudara-saudariku; aku terus bekerja keras untuk mendapatkan uang.

Sesudahnya, aku bekerja di perusahaan pamanku di siang hari dan mengendarai taksi di malam hari untuk menghasilkan sedikit tambahan uang. Sebulan berlalu dengan cara ini, lalu dua bulan, kemudian tiga bulan…. Untuk menghasilkan uang, aku terus-menerus hiruk-pikuk dan sibuk. Selama waktu ini, taksiku mengalami masalah hampir setiap hari, tetapi aku tidak pernah berdoa kepada Tuhan atau menenangkan rohku untuk melakukan refleksi diri supaya mengetahui alasan mengapa demikian. Kemudian pada suatu hari, aku baru saja hendak mengeluarkan taksiku ketika mesinnya mogok. Berpikir bahwa kerusakan besar seperti itu tidak akan dapat diperbaiki dengan cepat, aku pulang ke rumah. Sambil berjalan pulang, aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya: “Sejak aku mulai menyibukkan diriku untuk menghasilkan uang, aku belum menghadiri pertemuan ibadah rutin, dan aku merasa makin jauh dari Tuhan. Setiap hari, kepalaku dipenuhi dengan pemikiran tentang bagaimana menghasilkan lebih banyak uang dan bagaimana menjalani kehidupan materi yang lebih baik. Aku tidak pernah memikirkan bagaimana aku bisa menghadiri pertemuan ibadah atau bagaimana aku bisa membaca lebih banyak firman Tuhan dan memahami lebih banyak kebenaran. Mesin mobilku tiba-tiba mogok hari ini—mungkinkah kehendak baik Tuhan ada di balik kejadian ini?”

Firman Tuhan Menuntunku untuk Melihat Kejahatan Iblis

Setelah tiba di rumah, aku melihat bahwa istriku tidak berada di sana, jadi aku pergi mencarinya ke gereja. Kebetulan aku bertemu dengan dua saudari dan, ketika mereka mengetahui bahwa mobilku bermasalah, mereka bersekutu denganku, kata mereka: “Saudaraku, engkau seorang Kristen, dan saat menghadapi masalah, engkau seharusnya menerima bahwa semua itu adalah dari Tuhan! Engkau telah bekerja keras terus-menerus untuk menghasilkan uang, sampai sekarang sudah cukup lama engkau tidak menghadiri pertemuan ibadah secara rutin dan hatimu semakin menjauh dari Tuhan. Mobilmu rusak hari ini dan kehendak baik Tuhan ada di balik kejadian ini. Engkau harus menenangkan hatimu dan mencari dengan tekun. Pikirkan baik-baik: Apakah uang diperoleh hanya karena kita ingin memperolehnya? Apakah kita benar-benar mampu mengendalikan nasib kita sendiri? Jika kita memahami pertanyaan-pertanyaan ini, kita akan tahu pendekatan apa yang harus kita ambil terhadap uang.” Mereka kemudian memintaku membaca satu bagian firman Tuhan: “Nasib manusia dikendalikan oleh tangan Tuhan. Engkau tidak mampu mengendalikan dirimu sendiri: Meskipun selalu terburu-buru dan menyibukkan diri sendiri, manusia tetap tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Jika engkau dapat mengetahui prospekmu sendiri, jika engkau dapat mengendalikan nasibmu sendiri, apakah engkau masih menjadi makhluk?” (“Memulihkan Kehidupan Normal Manusia dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Setelah membaca bagian ini, kedua saudari itu kemudian memberiku persekutuan tentang aspek kebenaran kedaulatan Tuhan atas nasib umat manusia. Setelah mendengarkan ini, aku merasa dipenuhi dengan segala macam emosi yang berbeda: “Ya,” pikirku. “Kita umat manusia adalah ciptaan Tuhan, dan nasib kita dikuasai dan dikendalikan oleh Tuhan. Tuhan juga menentukan sejak semula berapa banyak uang yang dapat kita hasilkan seumur hidup kita, tetapi aku tidak mengakui kenyataan kedaulatan Tuhan atas nasib umat manusia, tetapi sebaliknya hanya berfokus menghasilkan uang dengan kerja kerasku sendiri, menjadikan diriku kaya, mencoba mengubah nasibku sendiri dan berjuang membebaskan diri dari aturan Tuhan—aku benar-benar pemberontak dan bebal!” Setelah menyadari hal ini, aku berkata pada kedua saudari itu, “Sejak aku berhenti menghadiri pertemuan ibadah secara rutin demi menghasilkan uang, aku sudah menghabiskan semua uang yang kuperoleh dengan mengemudikan taksi untuk memperbaiki mobil. Kali ini, uang yang harus kukeluarkan untuk mesin baru adalah semua uang yang kuperoleh dengan mengemudikan taksi selama tiga bulan terakhir. Ini membuat aku benar-benar menghargai bahwa kita benar-benar tidak dapat mengendalikan nasib kita sendiri, dan apakah aku hidup miskin atau kaya atau berapa banyak uang yang kumiliki tidak ditentukan semata-mata oleh upaya sepihakku, tetapi lebih ditentukan oleh kedaulatan Tuhan. Tuhan memakai masalah mesin mobilku mogok hari ini untuk mendesakku agar kembali ke hadapan-Nya, membuatku mengenali kedaulatan-Nya dan agar aku tidak lagi bergumul sendiri. Aku harus belajar bagaimana menaati Tuhan dan menjadikan pengejaran akan kebenaran sebagai prioritasku. Satu-satunya hal yang benar untuk dilakukan adalah memercayakan perihal mencari uang ke dalam tangan Tuhan!”

Setelah mendengar aku mengatakan ini, salah seorang saudari berkata, “Syukur kepada Tuhan! Saudaraku, bahwa engkau dapat memahami hal ini, itu adalah karena tuntunan Tuhan! Tetapi jika kita ingin benar-benar bebas dari ikatan yang dikenakan uang pada kita, kita harus memiliki kepekaan mengenai cara-cara dan siasat curang yang Iblis pakai dengan menggunakan uang untuk merusak dan membahayakan kita, kita harus mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang kejahatan dan kekejian si Iblis serta memahami upaya sungguh-sungguh yang dilakukan Tuhan demi menyelamatkan kita. Marilah kita membaca bagian lain dari firman Tuhan yang berkaitan dengan aspek ini.” Sambil mengatakannya, saudari itu membacakan bagiku satu bagian firman Tuhan: “‘Uang membuat dunia berputar’ adalah filsafat Iblis, dan filsafat ini berlaku di tengah seluruh umat manusia, di tengah setiap masyarakat manusia. Engkau dapat mengatakan bahwa itu adalah sebuah tren karena pepatah tersebut sudah ditanamkan ke dalam hati setiap orang dan kini melekat dalam hati mereka. Pada mulanya orang tidak menerima pepatah ini, lalu menjadi terbiasa dengannya sehingga ketika mereka berhubungan dengan kehidupan nyata, mereka secara bertahap menerima filsafat ini secara diam-diam, mengakui keberadaannya dan akhirnya, mereka sendiri menyetujuinya …. Tidakkah engkau semua merasa bahwa engkau tidak dapat bertahan hidup di dunia ini tanpa uang, bahwa bahkan suatu hari akan mustahil? Status orang didasarkan pada berapa banyak uang yang mereka miliki dan begitu pula kehormatan mereka. Punggung orang miskin membungkuk malu, sementara orang kaya menikmati status tinggi mereka. Mereka berdiri tegak dan bangga, berbicara keras-keras dan hidup dengan sombong …. Sejauh mana pepatah ini memengaruhimu? Engkau mungkin tahu jalan yang benar, engkau mungkin tahu kebenaran, tetapi engkau tidak berdaya untuk menempuhnya. Engkau mungkin tahu dengan jelas firman Tuhan, tetapi engkau tidak mau membayar harga, tidak mau menderita untuk membayar harga. Sebaliknya, engkau lebih suka mengorbankan masa depan dan takdirmu sendiri untuk selalu melawan Tuhan. Tidak peduli apa yang Tuhan firmankan, tidak peduli apa yang Tuhan lakukan, tidak peduli sejauh mana engkau menyadari bahwa cinta Tuhan kepadamu sangat dalam dan luar biasa, dengan keras kepala engkau masih akan tetap menempuh jalan itu dan membayar harga demi pepatah ini. Artinya, pepatah ini sudah mengendalikan perilakumu dan pikiranmu, dan engkau lebih suka membiarkan nasibmu dikendalikan oleh pepatah ini daripada meninggalkannya. Orang melakukan ini, mereka dikendalikan oleh pepatah ini dan dipengaruhi olehnya. Bukankah ini akibat dari Iblis yang merusak manusia? Bukankah filsafat dan watak jahat Iblis ini sudah mengakar di dalam hatimu? Jika engkau melakukan ini, bukankah Iblis telah mencapai tujuannya? (Ya.)” (“Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Setelah membaca bagian firman Tuhan ini, saudari tersebut memberikan persekutuan, dengan mengatakan: “Firman Tuhan berbicara dengan jelas tentang akar penyebab mengapa kita tunduk pada ikatan uang, dan firman ini memberi tahu kita konsekuensi serius yang menanti kita jika kita mengejar uang. Setelah manusia digoda dan dirusak oleh Iblis, Iblis menggunakan segala macam falsafah dan aksioma seperti ‘Uang adalah yang utama,’ ‘Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang, engkau tidak dapat berbuat apa-apa,’ ‘Manusia mati demi uang; burung mati demi makanan’ dan ‘Uang membuat dunia berputar’ untuk menyesatkan dan merusak kita. Setelah menerima falsafah dan aksioma seperti ini, kita memandang uang sebagai hal yang lebih penting daripada yang lain, menganggap bahwa kita hanya bisa mendapatkan pijakan yang kuat di tengah masyarakat jika kita memiliki uang, dan kemudian kita akan dapat menikmati kehidupan yang kaya. Karena itu kita berjuang dan berusaha serta bekerja sangat keras demi mendapatkan uang, dan semakin lama kita menjadi makin rakus. Ketika kita memiliki uang, kita menginginkan lebih banyak uang, dan tanpa menyadarinya kita tenggelam menjadi hamba uang. Kita menghabiskan seluruh waktu kita demi menghasilkan uang, menyia-nyiakan kesehatan tubuh kita, dan kita tidak mengejar jalan yang benar padahal kita sangat tahu bahwa itu adalah jalan yang benar. Kemudian kita tidak lagi merasa ingin menyembah Tuhan atau berusaha hidup dalam kehidupan yang bermakna. Dari sini, kita dapat melihat bahwa Iblis menggunakan aksioma kehidupan yang jahat ini untuk merusak dan mencelakakan kita, menjerat kita sepenuhnya dalam jaringnya, dan dengan demikian membuat kita menyangkal keberadaan Tuhan, mengingkari kedaulatan Tuhan, menjauhi Dia dan mengkhianati-Nya, dan menjadi sepenuhnya berada di bawah kendalinya dan diikat olehnya sehingga kita kehilangan keselamatan Tuhan—inilah tujuan utama Iblis untuk merusak manusia. Namun jika kita tidak memiliki kebenaran, kita tidak dapat memahami siasat curang Iblis, tetapi hanya akan dikendalikan sepenuhnya. Ketika ini berlangsung, kita menjadi makin jauh dari Tuhan, dan ketika pekerjaan Tuhan berakhir, penyesalan sudah terlambat. Kita harus menghargai kesempatan yang kita miliki hari ini untuk diselamatkan oleh Tuhan! Meskipun Iblis membahayakan dan merusak kita dengan cara-cara seperti itu, Tuhan selalu ada di sana, diam-diam menyelamatkan kita. Ketika kita terjerat dalam jaring uang dan tidak bisa keluar, Tuhan membangkitkan hati kita yang mati rasa dengan menangani dan mendisiplinkan kita, membuat kita mampu menenangkan hati dan berusaha memahami kehendak-Nya. Secara lahiriah, mobil mogok tampaknya seperti hal yang buruk, tetapi secara batiniah tersembunyi kasih dan keselamatan Tuhan bagimu!”

Melalui penyingkapan firman Tuhan dan persekutuan saudariku, akhirnya aku mengerti bahwa aku sudah menganggap uang sangat penting, sehingga aku tidak memperhatikan kesehatanku sendiri demi uang dan aku bahkan menjauhi Tuhan. Ternyata semua ini adalah akibat tunduk pada ikatan dan bahaya dari aksioma kehidupan Iblis, dan aku berpikir betapa benarnya hal ini. Sebab, semasa masih kecil, aku telah merasakan kepahitan karena tidak mempunyai uang dan dipandang rendah oleh orang lain, dan aku telah menerima falsafah dan aksioma Iblis, seperti “Uang adalah yang utama” dan “Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang, engkau tidak bisa berbuat apa-apa,” aku percaya bahwa uang dapat menyelesaikan masalah apa pun dan aku telah bertekad bulat untuk menjadi kaya, jadi, tidak peduli seberapa keras atau melelahkan pekerjaanku, aku tidak peduli sama sekali, bahkan jika aku kehilangan kesehatanku sendiri. Khususnya, setelah menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, aku tahu bahwa Tuhan sedang mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya untuk mentahirkan dan mengubah manusia, dan pada akhirnya menuntun manusia ke tempat tujuan mereka yang indah. Aku juga tahu bahwa tahap pekerjaan ini adalah tahap terakhir dari pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, dan bahwa pekerjaan ini sangat penting bagi kita untuk memperoleh keselamatan. Namun aku belum menghargai keselamatan Tuhan, tetapi hanya pernah berpikir untuk mendapatkan lebih banyak uang dan memiliki hal-hal materi yang baik untuk dinikmati, dan akhirnya aku tidak dapat menghadiri pertemuan ibadah secara rutin untuk menyembah Tuhan, dan hatiku lama-kelamaan makin jauh dari Tuhan. Selama waktu ini, Tuhan telah menolongku melalui saudara-saudariku, dan Dia telah memberiku peringatan melalui mobilku yang sering mengalami masalah, tetapi aku tidak memperhatikan kehendak Tuhan, tetapi hanya bertindak dengan sengaja atas inisiatifku sendiri dan memberontak melawan Tuhan. Apakah semua ini tidak disebabkan karena mengandalkan aksioma kehidupan Iblis untuk menjalani hidup? Jika bukan karena mesin mobilku mogok, aku tidak akan terlibat dalam refleksi diri dan mencari kehendak Tuhan, dan bukankah dengan demikian aku akan kehilangan kesempatanku untuk mendapatkan keselamatan Tuhan dan menghabiskan sisa hidupku dalam penyesalan? Aku telah begitu dirusak oleh falsafah Iblis tersebut! Syukur kepada Tuhan, karena tuntunan firman Tuhan yang memampukanku untuk melihat bahwa falsafah dan aksioma itu tidak lain adalah kekeliruan sesat yang dimaksudkan untuk menipu dan merusak manusia, dan aku melihat dengan jelas maksud jahat Iblis untuk merusak manusia. Sejak itu, aku tidak lagi mau ditipu atau diikat oleh Iblis, tetapi aku ingin kembali ke hadapan Tuhan sekali lagi dan menghadiri pertemuan ibadah dengan sungguh-sungguh, mengejar kebenaran dan menyembah Tuhan.

Kemudian, aku menjadwal ulang waktuku: aku mencari dua malam setiap minggu untuk berkumpul dengan saudara-saudari untuk bersekutu tentang firman Tuhan dan, bila tidak menghadiri pertemuan, aku akan meluangkan waktu untuk membaca firman Tuhan dan merenungkan kebenaran. Beberapa waktu kemudian, hatiku merasa tenang dan damai, hubunganku dengan Tuhan lama-kelamaan makin dekat, dan yang mengejutkanku adalah bahwa penyakitku juga mulai membaik.

Aku Berjuang untuk Menyingkirkan Ikatan Uang dan Mulai Menghargai Otoritas Tuhan

Tidak lama kemudian, Tuhan menguji aku. Suatu hari, gereja mengatur tugas bagiku yang membutuhkan beberapa hari untuk mengerjakannya. Aku tahu bahwa Tuhan meninggikan aku dengan memberiku tugas ini dan aku benar-benar ingin memulainya, tetapi waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas ini kebetulan berbenturan dengan pekerjaanku. Aku memikirkan tentang bagaimana aku harus melunasi pembayaran hipotek dan biaya sekolah anak-anakku, dan dalam dua hari aku harus memberi kepada anak-anakku uang sekolah mereka. Jika tidak bekerja selama beberapa hari, aku tidak akan mempunyai cukup uang untuk membayar semuanya. Saat itu aku merasa berada dalam posisi yang agak pelik dan aku tidak tahu apa yang terbaik yang harus kulakukan, jadi aku berdoa kepada Tuhan dan memberitahukan kesulitanku kepada-Nya. Setelah itu, aku membaca bagian firman Tuhan “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III”: “Hal pertama yang harus mereka mengerti, ketika menginjakkan kaki di bumi, adalah dari mana datangnya manusia? Mengapa manusia hidup? Siapa yang mengatur nasib manusia? Siapa yang memberikan dan memiliki kedaulatan atas keberadaan manusia? Hal-hal inilah aset kehidupan yang sebenarnya, inilah dasar esensial bagi kelangsungan hidup manusia.” “Jika seseorang memandang hidup sebagai kesempatan untuk mengalami kedaulatan Sang Pencipta dan mengenal otoritas-Nya, jika seseorang melihat hidupnya sebagai kesempatan langka untuk melakukan tugasnya sebagai manusia ciptaan dan memenuhi misinya, ia pasti akan memiliki pandangan yang benar akan hidup, akan menjalani hidup yang diberkati dan dibimbing oleh Sang Pencipta, akan berjalan dalam terang Sang Pencipta, mengenal kedaulatan Sang Pencipta, tunduk pada kuasa-Nya, menjadi saksi akan mukjizat dan otoritas-Nya” (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Setelah membaca firman Tuhan, aku memahami bahwa Tuhan menciptakan umat manusia dan memberi kita napas kehidupan, bahwa Dia memberi kepada kita segala yang kita butuhkan untuk bertahan hidup dan memegang kedaulatan atas nasib kita, dan Dia mengungkapkan kebenaran untuk menuntun kita ke jalan yang benar dalam kehidupan. Sebagai makhluk ciptaan, kita harus melakukan tugas makhluk ciptaan di hadapan Tuhan untuk membalas kasih-Nya, kita harus mengalami pekerjaan-Nya dalam kehidupan nyata kita, dan mengalami serta mengetahui otoritas Tuhan. Mengingat kembali diriku yang dahulu, aku selalu mengandalkan upaya subjektif dan ambisi liarku sendiri untuk menempuh jalan manusia duniawi dalam mengejar uang, dan satu-satunya yang kudapatkan adalah penderitaan, dan aku mengalami kehilangan dalam hidupku. Sekarang, aku tidak bisa menjadi seperti dahulu lagi—aku harus mengejar kebenaran, mencari kehendak Tuhan dalam berbagai situasi yang kuhadapi setiap hari, melakukan firman Tuhan dan tunduk pada kedaulatan Tuhan, karena hanya inilah jalan yang benar dalam kehidupan dan hanya pengejaran seperti inilah yang bisa mendapatkan pujian Tuhan. Setelah sampai pada pemahaman ini, aku berdoa kepada Tuhan: “Ya Tuhan! Aku sekarang mengerti kehendak-Mu. Aku ingin taat dan melaksanakan tugasku. Aku juga ingin bertekad bulat di hadapan-Mu, bahwa apa pun situasi yang mungkin kuhadapi di masa mendatang, aku akan selalu mencari kebenaran dari dalam firman-Mu, melakukan sesuai dengan persyaratan-Mu, tunduk pada kedaulatan dan pengaturan-Mu dan melaksanakan tugasku sebagai makhluk ciptaan. Aku memohon agar Engkau menuntunku.” Setelah berdoa, hatiku menjadi tenang dan aku memutuskan untuk melakukan tugasku dengan sungguh-sungguh.

Dua hari kemudian, istriku memberi tahu bahwa putra kami membutuhkan tujuh ribu peso untuk uang sekolahnya, jadi aku membawa satu perhiasan yang sebelumnya kubeli dari pegadaian dan menggadaikannya kembali ke rumah gadai itu. Aku tidak pernah menyangka manajer pegadaian memberiku 18.000 peso untuk perhiasan itu! Bagiku ini tidak masuk akal, karena manajer pegadaian ini biasanya hanya membayar dalam jumlah kecil. Aku mengira perhiasan itu hanya akan mendapatkan paling banyak 11.000 peso, tetapi sekarang manajer itu benar-benar memberiku tujuh ribu peso lebih dari jumlah itu dan itu sangat cukup untuk uang sekolah putraku—ini benar-benar perbuatan ajaib Tuhan! Aku sungguh-sungguh menghargai bahwa otoritas Tuhan memerintah dan mengelola segala sesuatu, bahwa Tuhan mengatur segala sesuatu bagi hidup kita dan bahwa kita tidak perlu khawatir atau resah. Aku hanya bisa memanjatkan syukur dan pujian kepada Tuhan.

Aku Merasa Sangat Bersyukur atas Kasih Tuhan dan Terus Melangkah Menuju Hidup Baru

Suatu hari, aku membaca firman Tuhan ini: “Yang ingin Tuhan lihat adalah bahwa hati manusia dapat dihidupkan kembali. Cara-cara yang dipakai-Nya untuk melakukan pekerjaan pada manusia bertujuan untuk secara terus-menerus membangkitkan hati manusia, membangkitkan semangat manusia, memberi tahu manusia dari mana asal mereka, siapa yang membimbing mereka, mendukung mereka, menyediakan kebutuhan mereka, dan siapa yang telah membuat manusia dapat hidup sampai sekarang; cara-cara ini dimaksudkan untuk memberi tahu manusia siapa Sang Pencipta, siapa yang harus mereka sembah, jalan mana yang harus mereka lalui, dan dengan cara bagaimana manusia harus datang ke hadapan Tuhan; cara-cara ini dipakai untuk secara bertahap menghidupkan kembali hati manusia, sehingga manusia mengenal hati Tuhan, memahami hati Tuhan, serta memahami perhatian dan pemikiran yang besar di balik pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Ketika hati manusia telah dihidupkan kembali, mereka tidak lagi ingin menjalani kehidupan dengan watak yang kurang bermoral dan rusak, tetapi sebaliknya ingin mengejar kebenaran untuk memuaskan Tuhan. Ketika hati manusia telah disadarkan, mereka kemudian dapat memutuskan hubungan dengan Iblis, tidak lagi dirugikan oleh Iblis, tidak lagi dikendalikan atau ditipu olehnya. Sebaliknya, manusia dapat bekerja sama dalam pekerjaan Tuhan dan dalam firman-Nya dengan cara yang positif untuk menyenangkan hati Tuhan, sehingga mereka beroleh takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Inilah tujuan semula dari pekerjaan Tuhan” (“Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI ” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Baru setelah pengalamanku ini, akhirnya aku mengerti bahwa Tuhan telah mengatur berbagai situasi ini untuk membangkitkan hati dan jiwaku, dan untuk membuat aku mengikuti jalan yang benar dalam kehidupanku menaati Tuhan, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan hidup dalam berkat-berkat Tuhan—semua ini adalah upaya keras Tuhan! Aku merenungkan kembali apa yang telah kulalui, mulai dari tenggelam ke dalam rawa-rawa uang dan menderita penyakit serius hingga memiliki kekayaan untuk mendengar Injil Tuhan di akhir zaman dan datang ke hadapan Tuhan, kemudian sekali lagi mengejar uang dan terjerat dalam jaring Iblis. Saudara-saudariku memberiku persekutuan tentang firman Tuhan, aku mulai memiliki beberapa pengetahuan tentang fakta kedaulatan Tuhan atas nasib umat manusia, dan aku juga memiliki beberapa pengetahuan tentang maksud jahat Iblis dalam menggunakan kekeliruan sesat untuk merusak manusia, dan hanya pada saat itulah aku mulai melepaskan uang sedikit demi sedikit, dan aku mengerti bahwa hanya melakukan firman Tuhan dan tunduk pada kedaulatan Tuhan adalah jalan benar yang harus ditempuh dalam kehidupan…. Untuk membangkitkan hatiku dan menyelamatkanku agar tidak dicelakakan oleh Iblis, Tuhan membayar harga yang sangat mahal bagiku dan Dia menunjukkan belas kasih-Nya kepadaku. Setiap langkah yang kuambil, apakah aku mendengarkan dan taat, ataukah aku memberontak dan menjauhi Tuhan, Dia selalu menggunakan cara yang paling pantas untuk menyelamatkan aku. Aku sungguh-sungguh menghargai betapa nyata kasih Tuhan dan betapa indah dan baiknya hati Tuhan! Kalau bukan karena keselamatan Tuhan, aku masih tinggal di dalam jerat Iblis, terperangkap dalam pusaran uang, benar-benar tidak menyadari tentang Iblis apakah yang akan mengubahku. Setelah menghargai kasih Tuhan ini, aku memiliki perasaan yang mendalam tentang sungguh suatu kehormatan yang sejati dan betapa beruntungnya aku bisa datang ke hadapan Tuhan—Tuhan telah memberiku kasih karunia dan menunjukkan kemurahan padaku! Aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dan energi di masa mendatang dengan menghadiri pertemuan ibadah, membaca firman Tuhan dan menyembah Tuhan, mempersenjatai diriku dengan lebih banyak kebenaran, dan melaksanakan tugasku dengan baik demi membalas kasih Tuhan. Syukur bagi Tuhan dan terpujilah Dia!

Kesaksian Kristen

Apa Arti Keselamatan? Bagaimana Kita Dapat Diselamatkan dan Masuk ke Dalam Kerajaan Surga?

Oleh Saudari Shen Qingqing, Korea Selata

Banyak orang berharap untuk diselamatkan oleh Tuhan pada saat kedatangan-Nya dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Sampai sekarang, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang telah secara terbuka memberi kesaksian bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, dan bahwa Dia sedang melakukan pekerjaan penghakiman yang mulai di rumah Tuhan untuk menyelamatkan dan mentahirkan manusia. Beberapa orang mungkin merasa kebingungan ketika mendengar kabar ini. Mereka membaca ayat-ayat berikut ini: “Ia yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan; tetapi ia yang percaya tidak akan dikutuk” (Markus 16:16). “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10), dan percaya ayat-ayat ini memiliki makna bahwa karena Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa seluruh umat manusia, asalkan mereka percaya kepada Tuhan, mereka akan diselamatkan, dan bahwa sekali mereka telah diselamatkan berarti mereka diselamatkan untuk selamanya. Mereka percaya bahwa asalkan mereka menjaga nama Tuhan dan bertahan sampai akhir, mereka dapat diangkat langsung ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali tanpa harus menerima pekerjaan penghakiman dan pentahiran Tuhan pada akhir zaman. Apakah kepercayaan semacam ini benar?

Marilah kita merenungkan: apakah Tuhan pernah mengatakan bahwa sekali seseorang diselamatkan dia dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Apakah ini dikatakan dalam Alkitab? Jawaban untuk kedua pertanyaan ini jelas tidak. Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7:21-21). Berdasarkan firman Tuhan, kita tahu bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga yang dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Melakukan kehendak Bapa di surga berarti mampu melakukan firman Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan mampu hidup sesuai dengan firman Tuhan apa pun situasinya, dan tidak pernah lagi berbuat dosa atau menentang Tuhan. Namun kita terus berbohong dan berbuat dosa walaupun sebenarnya kita tidak mau, dan bahkan gagal menerapkan ajaran Tuhan, jadi dapatkah seseorang yang masih dapat berbuat dosa dan menentang Tuhan dengan cara ini masuk ke dalam kerajaan surga? Sayangnya, keyakinan kita bahwa “sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan” adalah keyakinan yang keliru. Dalam hal masalah penting tentang memasuki kerajaan Tuhan, kita harus mengikuti firman Tuhan. Kita tidak bisa menggunakan gagasan dan imajinasi manusia! Jadi, apa arti “keselamatan” yang sesungguhnya dalam Alkitab? Bagaimana sebenarnya seseorang dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Ini adalah pertanyaan yang sekarang akan kita diskusikan dan eksplorasi bersama.

Arti “Keselamatan” yang Sesungguhnya

Kita semua tahu bahwa pada akhir Zaman Hukum Taurat, umat manusia menjadi semakin sedemikian dirusak oleh Iblis. Orang-orang Israel sering melanggar hukum Taurat dan perintah-perintah Tuhan dan semakin banyak berbuat dosa—sedemikian rupa sehingga tidak ada pengorbanan sebanyak apa pun yang cukup, dan mereka semua diperhadapkan pada bahaya akan dikutuk dan dijatuhi hukuman mati oleh hukum Taurat. Untuk menyelamatkan manusia dari ancaman kematian, Tuhan turun ke dunia dalam daging sebagai Tuhan Yesus untuk melakukan pekerjaan penebusan, untuk disalibkan demi manusia, untuk menjadi korban penghapus dosa bagi seluruh umat manusia, dan untuk mengampuni manusia dari dosa-dosanya sekali untuk selamanya. Sejak saat itu, asalkan seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan dan bertobat, dia akan diampuni dari dosa-dosanya dan menikmati semua berkat dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat, ini adalah “keselamatan.” Karena itu, “keselamatan” yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus bukanlah seperti yang kita bayangkan, bahwa asalkan kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita akan diselamatkan sekali untuk selamanya; lebih tepatnya, itu berarti orang yang berbuat dosa tidak lagi akan dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat, dan dosa-dosa manusia akan diampuni. Marilah kita melihat satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: “Meskipun manusia telah ditebus dan diampuni dosanya, itu hanya dapat dianggap bahwa Tuhan tidak lagi mengingat pelanggaran manusia dan tidak memperlakukan manusia sesuai dengan pelanggarannya. Namun, ketika manusia hidup dalam daging dan belum dibebaskan dari dosa, ia hanya bisa terus berbuat dosa, tanpa henti menyingkapkan watak rusak Iblis dalam dirinya. Inilah kehidupan yang manusia jalani, siklus tanpa henti berbuat dosa dan meminta pengampunan. Mayoritas manusia berbuat dosa di siang hari lalu mengakui dosa di malam hari. Dengan demikian, sekalipun korban penghapus dosa selamanya efektif bagi manusia, itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya separuh dari pekerjaan penyelamatan telah diselesaikan, karena watak manusia masih rusak” (“Misteri Inkarnasi (4)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi” (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Dari sini kita dapat memahami bahwa untuk menyelesaikan masalah watak jahat yang berakar sedemikian dalam pada diri manusia dan membebaskan manusia sepenuhnya dari belenggu dosa, adalah perlu bagi Tuhan untuk datang kembali pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan mengungkapkan kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Bahkan, Tuhan telah menubuatkan ini sejak lama, sebagaimana tertulis di dalam Alkitab: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:12–13). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17).

Ketika kita percaya kepada Tuhan, meskipun kita memang menerima karunia keselamatan dan dosa-dosa kita diampuni, kita tidak dibebaskan dari belenggu dosa dan terus hidup dalam dosa. Beberapa contohnya adalah: kita bisa menjadi sangat congkak, selalu ingin mengambil keputusan akhir dalam posisi kelompok apa pun dan membuat orang lain mengikuti apa yang kita katakan, dan jika seseorang tidak setuju dengan apa yang kita katakan, kita mungkin menjadi marah dan menegur mereka, dan bahkan dalam kasus yang lebih serius, kita mungkin menghukum atau menghina mereka dengan cara tertentu. Kita dapat menjadi sangat egois dan mendasarkan segalanya pada prinsip kepentingan pribadi, dan bahkan mencoba untuk membuat transaksi dengan Tuhan dalam kepercayaan kita kepada-Nya; ketika segalanya damai dan berjalan lancar, kita bersyukur kepada-Nya, tetapi ketika menghadapi rintangan dan kegagalan, kita menjadi penuh dengan kesalahpahaman dan keluhan terhadap-Nya, dan bahkan sampai bisa mengkhianati dan meninggalkan Dia. Kita bisa menjadi sangat curang, sehingga setiap kali kepentingan pribadi kita terganggu, kita berbohong dan menipu walaupun sebenarnya kita tidak mau. Ini hanyalah beberapa contoh tentang bagaimana kita terus hidup dalam dosa. Alkitab berkata, “Karena jika kita dengan sengaja berbuat dosa setelah menerima pengetahuan kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada adalah penghakiman mengerikan dan lautan api yang akan menghanguskan orang-orang durhaka” (Ibrani 10:26–27). “Siapa saja yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34–35). Tuhan itu kudus. Setelah kita mengetahui jalan yang benar, kita masih dapat berbuat dosa dan menentang Tuhan walaupun sebenarnya kita tidak mau. Itu berarti kita adalah hamba dosa, dan tidak dapat dipuji oleh Tuhan. Alkitab berkata, “Tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan” (Ibrani 12:14). Jika seseorang belum ditahirkan dari dosa-dosa mereka, dan mereka sering berbuat dosa dan menentang Tuhan, dapatkah orang ini diselamatkan selamanya? Apakah orang ini layak masuk ke dalam kerajaan surga? Jelas tidak bisa. Hanya setelah kita ditahirkan sepenuhnya dari dosa-dosa kita, barulah kita bisa menjadi kudus dan masuk ke dalam kerajaan surga. Dan sekarang beberapa orang mungkin bertanya: Bagaimana kita dapat ditahirkan sehingga kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga?

Bagaimana Kita Dapat Menerima Keselamatan dan Masuk ke dalam kerajaan surga?

Sekarang, atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan mengungkapkan semua kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan manusia untuk menyelesaikan masalah natur manusia yang berdosa sekali untuk selamanya dan membebaskannya dari belenggu dosa, menyucikannya, sampai akhirnya dia didapatkan oleh Tuhan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman menggenapi nubuat-nubuat ini sepenuhnya. Semua orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman akan menerima penyucian dan penyelamatan Tuhan. Mereka semua akan memiliki kesempatan untuk dibentuk menjadi para pemenang sebelum datangnya malapetaka besar, untuk dimuliakan bersama Tuhan, dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Jadi bagaimana Tuhan Yang Mahakuasa menghakimi dan mentahirkan manusia dan membebaskan mereka dari belenggu dosa?

Firman Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan” (“Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Dapat diipahami dari firman Tuhan ini bahwa Tuhan menggunakan banyak kebenaran untuk menghakimi dan menyingkapkan watak jahat manusia yang memberontak dan menentang Tuhan. Ketika kita mengalami penghakiman firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita secara pribadi mengalami bahwa watak Tuhan yang benar tidak menoleransi pelanggaran. Setiap perkataan Tuhan menembus hati kita dan menyingkapkan segala macam perwujudan dari kerusakan, serta pemikiran dan gagasan yang keliru, motif yang tercemar, dan gagasan serta imajinasi di lubuk hati kita, serta natur jahat di balik semua ini, dengan demikian menyebabkan kita merasa dipenuhi rasa malu dan sangat menyesal sehingga kita bersujud di hadapan Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya. Sementara itu, Tuhan juga menunjukkan kepada kita jalan penerapan, seperti pandangan apa yang harus kita miliki dalam kepercayaan kita kepada Tuhan, bagaimana menjadi orang yang jujur, bagaimana meninggikan Tuhan dan memberikan kesaksian tentang Tuhan, bagaimana menghindari menempuh jalan antikristus, bagaimana mencapai ketaatan sejati kepada Tuhan dan kasih sejati kepada Tuhan, dan sebagainya. Hanya ketika kita telah mengalami pekerjaan penghakiman Tuhan dan kita melakukan penerapan sesuai dengan firman Tuhan barulah kita dapat hidup dalam keserupaan dengan manusia yang normal. Ini semua adalah hasil dari penghakiman Tuhan.

Sekarang, berbagai jenis kesaksian pengalaman dari banyak saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang telah mengalami penghakiman telah dipublikasikan di Internet. Dari pengalaman dan kesaksian nyata ini, dapat dilihat bahwa hanya dengan mengalami pekerjaan penghakiman dan hajaran yang Tuhan lakukan pada akhir zaman barulah seseorang dapat ditahirkan dan sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan—ini adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk mencapai kerajaan surga. Sampai sekarang, banyak orang dari seluruh dunia yang benar-benar percaya kepada Tuhan telah menemukan jalan menuju kerajaan surga melalui firman Tuhan Yang Mahakuasa dan telah kembali kepada-Nya. Jika kita terus berpegang teguh pada pemahaman “sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan” dan tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, watak-watak kita yang rusak tidak akan ditahirkan dan diubahkan, dan oleh karena itu, kita tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Jadi, tunggu apa lagi?

Banyak orang Kristen bersedia untuk lebih banyak mengenal Tuhan, mengejar untuk memahami kebenaran dan memiliki jalan dalam kehidupan. Kami telah memilih banyak artikel kesaksian Kristen mengalami pekerjaan Tuhan, termasuk Reuni dengan Tuhan, Peperangan Rohani, Pernikahan dan Keluarga,Tempat Kerja, Mendidik Anak-anak, Berkat yang mengagumkan, Renungan Harian. Klik untuk membaca lebih banyak Kesaksian Kristen.

Firman Tuhan

Firman Tuhan Hari Ini – “Kata Pengantar” – Kutipan 281

Membaca sepenggal Firman Tuhan setiap hari akan membuat Anda semakin intim dengan Tuhan! Semoga Tuhan memimpin kehidupan seharian Anda.

Firman Tuhan Hari Ini

Firman Tuhan Hari Ini – “Kata Pengantar” – Kutipan 281

Tuhan tidak pernah dapat disamakan dengan manusia. Hakikat-Nya dan pekerjaan-Nya adalah hal yang paling tidak dapat dipahami dan diselami oleh manusia. Jika bukan Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaan-Nya dan mengucapkan perkataan-Nya dalam dunia manusia, manusia tidak akan pernah dapat mengerti kehendak Tuhan. Karena itu, orang-orang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan sekalipun tidak akan bisa mendapat perkenan Tuhan. Tanpa pekerjaan Tuhan, tidak peduli seberapa baik perbuatan manusia, tidak ada artinya, karena pikiran Tuhan selalu lebih tinggi daripada pikiran manusia, dan hikmat Tuhan tidak dapat dipahami oleh manusia. Oleh karena itu, Aku katakan bahwa orang-orang yang “memahami” Tuhan dan pekerjaan-Nya sia-sia, mereka semua sombong dan bodoh. Manusia seharusnya tidak mendefinisikan pekerjaan Tuhan. Lagi pula, manusia memang tidak dapat mendefinisikan pekerjaan Tuhan. Di mata Tuhan, manusia lebih kecil daripada semut, jadi bagaimana mungkin manusia dapat memahami pekerjaan Tuhan? Mereka yang terus-menerus berkata: “Tuhan tidak bekerja dengan cara ini atau itu” atau “Tuhan seperti ini atau itu”—bukankah mereka semua sombong? Kita semua harus tahu bahwa manusia, yang berasal dari daging, semuanya telah dirusak oleh Iblis. Sudah menjadi sifat mereka menentang Tuhan, dan mereka tidak dapat disamakan dengan Tuhan, tidaklah mungkin mereka dapat memberi penjelasan tentang pekerjaan Tuhan. Cara Tuhan menuntun manusia adalah pekerjaan Tuhan sendiri. Manusia harus tunduk dan tidak mempertahankan pandangan tertentu, karena manusia hanyalah debu. Karena kita berusaha mencari Tuhan, kita tidak boleh memaksakan pemahaman kita atas pekerjaan Tuhan untuk pertimbangan Tuhan, apalagi menggunakan watak kita yang rusak untuk secara sengaja berusaha menentang pekerjaan Tuhan. Tidakkah hal itu membuat kita menjadi antikristus? Bagaimana orang seperti itu bisa mengaku bahwa mereka percaya kepada Tuhan? Karena kita percaya bahwa Tuhan itu ada, dan karena kita ingin memuaskan dan melihat-Nya, kita harus mencari jalan kebenaran, dan harus mencari jalan untuk menjadi sesuai dengan Tuhan. Kita tidak boleh tegar tengkuk menentang Tuhan. Apa gunanya tindakan semacam itu?
Saat ini, Tuhan mempunyai pekerjaan yang baru. Engkau mungkin tidak dapat menerima perkataan ini, mungkin perkataan ini terdengar aneh bagi engkau, tetapi Aku sarankan engkau tidak memperlihatkan kenaifan engkau, karena hanya orang yang benar-benar lapar dan haus akan kebenaran di hadapan Tuhan dapat memperoleh kebenaran, dan hanya mereka yang benar-benar saleh bisa mendapatkan pencerahan dan bimbingan Tuhan. Tidak ada gunanya mencari kebenaran melalui perbantahan. Hanya dengan mencari secara tenang kita bisa mendapatkan hasil. Ketika Aku mengatakan bahwa “Saat ini, Tuhan mempunyai pekerjaan yang baru,” yang Aku maksudkan kembalinya Tuhan kepada daging. Engkau mungkin tidak keberatan dengan perkataan ini, atau mungkin membencinya, atau mungkin sangat tertarik. Apa pun itu, Aku harap semua orang yang benar-benar merindukan penampakan Tuhan bisa menerima kenyataan ini dan mempertimbangkannya dengan baik. Engkau sebaiknya tidak langsung membuat kesimpulan. Inilah yang seharusnya dilakukan orang bijak.

Dikutip dari “Kata Pengantar”

Tidak Seorang pun Dapat Menyelami Pekerjaan Tuhan

Tuhan dan manusia tidak setara. Hakikat dan pekerjaan Tuhan tak dapat dipahami dan tak terselami. Jika bukan Tuhan sendiri yang bekerja dan mengucapkan firman-Nya di antara manusia, kehendak-Nya tak akan pernah dipahami. Bahkan yang t’lah mengabdikan s’luruh hidup buat Tuhan tak ‘kan mampu mendapatkan perkenan dari Tuhan. Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?

Tanpa pekerjaan Tuhan, perbuatan terbaik manusia tak ada artinya, kar’na pikiran Tuhan selalu lebih tinggi dari pikiran m’reka. Tidak seorang pun dapat menyelami hikmat-Nya. Maka Tuhan berkata: mereka yang berpikir dapat “”melihat dengan jelas”” Tuhan dan pekerjaan-Nya, m’reka semua congkak dan bodoh. Iblis t’lah m’rusak manusia, sifat manusia ialah menentang Tuhan. M’reka tak setara dengan-Nya, dan tak dapat b’ri saran ‘tuk pekerjaan-Nya. Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?

Pekerjaan Tuhan ialah membimbing manusia. Manusia harus tunduk dan jangan bertaut pada paham tertentu, s’bab manusia hanyalah debu. S’bab kita b’rusaha mencari Tuhan, kita tak boleh memaksakan gagasan kita pada pekerjaan Tuhan agar Dia mempertimbangkannya. Apalagi memakai watak rusak kita ‘tuk b’rusaha menentang pekerjaan Tuhan. Tidakkah itu menjadikan kita antikristus? Apakah orang s’perti itu percaya Tuhan? Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?

Karena kita percaya bahwa Tuhan ada, dan kita ingin memuaskan dan melihat-Nya, kita harus mencari jalan kebenaran dan cara untuk jadi sesuai dengan-Nya. Jangan tegar tengkuk menentang-Nya. Apalah gunanya berbuat itu? Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?

dari “Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru”

Apakah Anda merasakan bimbingan bila renungan pagi Kristen? Segera melihat renungan pagi Kristen 2020.

Renungan Harian

Bagaimana cara untuk lebih dekat dengan Tuhan? Ada jalan di sini

Rekomendasi:Renungan Harian adalah pelajaran wajib bagi orang Kristen. Membaca artikel mengenai pengalaman hidup orang Kristen sehari-hari sangat bermanfaat bagi pertumbuhan kehidupan rohani kita sebagai orang Kristen. Silakan klik tautan untuk memahami lebih lanjut.
Banyak saudara dan saudari mengalami kesulitan seperti ini: Karena mereka sibuk dengan pekerjaan, mereka tidak memiliki lebih banyak waktu untuk dekat dengan Tuhan. Setelah beberapa lama, mereka merasa kosong di dalam hati dan jauh dari Tuhan serta tidak dapat merasakan bimbingan dan tuntunan Tuhan dalam hidup mereka. Oleh karena itu, mereka ingin dekat dengan Tuhan, dan mengembalikan hubungan normal dengan Tuhan, akan tetapi mereka menderita karena tidak ada jalannya.
Bagaimana cara mengatasi masalah ini? Tuhan berfirman: “Pertama, mulailah dari aspek doa. Berdoalah dengan segenap perhatian dan pada waktu yang tetap. Tidak peduli seberapa ketatnya waktumu, seberapa sibuknya pekerjaanmu, atau apa pun yang menimpa dirimu, berdoalah setiap hari seperti biasa, dan makan dan minumlah firman Tuhan seperti biasa. Selama engkau makan dan minum firman Tuhan, tidak peduli apa pun keadaan di sekitarmu, engkau akan memiliki kegembiraan yang besar di dalam rohmu, dan tidak akan terganggu oleh orang-orang, peristiwa, ataupun hal-hal di sekitarmu. Ketika engkau terbiasa merenungkan Tuhan di dalam hatimu, apa yang terjadi di luar tidak dapat mengganggumu. Inilah yang dimaksud dengan memiliki tingkat pertumbuhan.”
“Ketika engkau mampu memberikan hatimu kepada Tuhan, engkau akan dapat melihat setiap gerakan halus di dalam rohmu dan akan mengetahui setiap pencerahan dan penerangan yang diterima dari Tuhan. Berpeganglah pada hal ini, maka secara bertahap engkau akan memasuki jalan disempurnakan oleh Roh Kudus. Semakin hatimu dapat tenang di hadapan Tuhan, semakin rohmu peka dan lemah lembut. Semakin rohmu mampu merasakan gerakan Roh Kudus, hubunganmu dengan Tuhan pun akan menjadi semakin benar. “
Firman Tuhan telah memberi kita jalan penerapan. Jika kita ingin dekat dengan Tuhan, pertama-tama, sesibuk apa pun kita, kita harus selalu berdoa di hadapan Tuhan dan berdoa dengan ikhlas. Selain itu, kita harus lebih banyak membaca firman Tuhan agar hati kita akan tanpa sadar tenang di hadapan Tuhan, dan kita juga akan lebih memahami kehendak Tuhan, dan bahkan ketika kita memberi hati kita kepada Tuhan, kita juga dapat menerima pekerjaan Roh Kudus. Dengan melakukan ini juga dapat memastikan bahwa kita selalu hidup di hadapan Tuhan dan hubungan kita dengan Tuhan juga akan lebih dekat. Jika terkadang kita benar-benar sibuk bekerja, kita dapat berdoa kepada Tuhan dalam hati atau merenungkan firman Tuhan dan memikirkan kasih Tuhan saat kita berjalan di jalan, duduk di mobil, atau di tempat kerja, ini juga dapat mencapai efek yang sama.
Saudara dan saudari, jika postingan ini bermanfaat bagi Anda, Anda dapat membagikannya kepada lebih banyak saudara dan saudari sehingga mereka juga dapat mengetahui cara untuk dekat dengan Tuhan.

Lanjutkan membaca “Bagaimana cara untuk lebih dekat dengan Tuhan? Ada jalan di sini”