Topik renungan kita hari ini adalah:Pada akhir periode dari akhir zaman ini, bagaimana kita bisa menyambut kedatangan kembali Tuhan? Ada orang berpikir bahwa Tuhan akan menampakkan diri-Nya di atas awan dengan tubuh rohani setelah kebangkitan berdasarkan kitab Wahyu, lebih aman jika menyambut Tuhan dengan melihat-Nya. Bahkan ada saudara dan saudari berpikir bahwa Tuhan Yesus pernah mengatakan: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20). Tuhan memberitahu kita bahwa pada akhir zaman Dia akan mengetuk pintu untuk berfirman dan bersuara kepada kita, sekarang ada banyak orang di internet yang telah menyaksikan kembalinya Tuhan, mereka telah mendengar suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan; jika kita tidak berfokus untuk mendengar suara Tuhan dan hanya mengandalkan mata kita untuk melihat-Nya, benarkah tindakan itu lebih aman? Apa yang harus kita lakukan untuk menyambut kedatangan Tuhan? Untuk menyambut kedatangan Tuhan, apakah harus dengan mendengar suara Tuhan atau dengan melihat?
Lanjutkan membaca “Renungan harian hari ini: Menyambut kedatangan Tuhan, apakah dengan mendengarkan atau dengan melihat”Hari: 26 Oktober 2020
Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (II)
Pada awal November, Penatua Chen dari gerejaku sekali lagi datang “berkunjung”. Dengan wajah datar, dia berbicara dengan kasar kepadaku, mengatakan, “Begitu banyak orang telah memperingatkanmu agar tidak percaya pada Kilat dari Timur, tetapi engkau tetap tidak mau mendengarkan. Selain itu, engkau mengkhotbahkan ajaran mereka kepada saudara-saudari di gereja kita sendiri. Pelayananmu di gereja sekarang telah dibatalkan. Mulai hari ini, engkau tidak lagi diizinkan untuk menghadiri Perjamuan Kudus, dan tentu saja tidak diizinkan untuk mengkhotbahkan ajaran Kilat dari Timur kepada orang-orang di gereja kita lagi.”
Aku berkata dengan marah, “Yahweh, Tuhan Yesus, dan Tuhan yang Mahakuasa semuanya adalah Tuhan yang sama! Dalam kepercayaanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, aku mengikuti jejak Anak Domba dan aku memberi tahu saudara-saudari kabar baik tentang kedatangan kembali Tuhan. Di mana salahnya? Saudara-saudari adalah domba Tuhan, dan domba-Nya harus kembali kepada-Nya. Bagaimana mungkin engkau, yang melayani sebagai pemimpin di gereja, terus mengurung saudara-saudari di bawah kendalimu sendiri dan tidak membiarkan mereka mendengar suara Tuhan? Apakah itu tidak membuatmu menjadi pelayan yang jahat?” Penatua Chen menolak apa yang aku katakan dan berbicara dengan angkuh kepadaku: “Aku di sini untuk memperingatkanmu. Jika engkau terus bertindak dengan mengabaikan peringatan kami, maka engkau akan dikeluarkan dari gereja, dan kami akan meminta semua saudara-saudari untuk menjauh darimu dan waspada terhadapmu. Selain itu, ada seorang ibu dan anak perempuan dari gereja terdekat yang mulai percaya pada Tuhan Yang Mahakuasa dan seluruh keluarga mereka telah diusir dari gereja mereka. Aku harap engkau dapat memikirkan suami dan putramu.” Setelah selesai berbicara, dia berbalik dan pergi.
Lanjutkan membaca “Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (II)”Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (I)
Pada awal Maret 2018, Saudari Liu memberikan kesaksian kepadaku tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan memberiku persekutuan tentang berbagai aspek kebenaran, seperti tiga tahap pekerjaan Tuhan, pentingnya nama Tuhan, dan misteri Alkitab. Aku telah menjadi orang yang percaya kepada Tuhan selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah aku mendengar ajaran yang sebagus itu. Dengan menghadiri kebaktian dan persekutuan terus-menerus, aku berangsur-angsur menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa memang Tuhan Yesus yang datang kembali, dan aku ingin sekali memberi tahu suami dan putraku kabar gembira tentang kedatangan kembali Tuhan Yesus ini. Namun, tanpa diduga, mereka telah memberi tahu pendeta dan penatua di gereja kami tentang fakta bahwa aku telah menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, dan sebuah perang tanpa senjata pun dimulai.
Suatu hari setelah makan malam, sang pendeta, istrinya, penatua gereja, dan seorang diaken datang ke rumahku bersama-sama. Pendeta itu berkata kepadaku, “Aku dengar engkau menghadiri kebaktian online dengan orang-orang Kilat dari Timur. Apa yang kalian bicarakan dalam kebaktian kalian?” Aku menjawab, “Kami membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkap misteri Alkitab dan membuka gulungan kecil tersebut. Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali.” Pendeta itu tampak marah dan berkata, “Tidak mungkin! Tuhan adalah Tuhan Trinitas, tetapi mereka tidak percaya pada Tuhan Trinitas, jadi bagaimana mungkin Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali? Jangan percaya hal itu lagi.” Pendeta itu kemudian melanjutkan dengan mengatakan beberapa kebohongan dan kata-kata kutukan tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan, sebelum pergi, dia berkata, “Jangan berhubungan apa pun lagi dengan orang-orang Kilat dari Timur. Kami mengatakan ini demi kebaikanmu sendiri. Ini pamflet gereja kami tentang penentangan kami terhadap Kilat dari Timur. Engkau sebaiknya membacanya.” Saat mengatakan ini, dia menyodorkan pamflet itu kepadaku dan kemudian pergi.
Lanjutkan membaca “Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (I)”