Kesaksian Kristen

Kita Hanya Dapat Memasuki Kerajaan Surga dengan Melakukan Kehendak Tuhan (Bagian Satu)

Oleh Saudari Xinshou, Amerika Serikat

Catatan Editor: Banyak orang percaya bahwa hanya dengan meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan, kita sedang melakukan kehendak Bapa, tetapi Tuhan Yesus berkata,

“Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21–23). Mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa mereka yang bekerja dan berkhotbah dalam nama-Nya adalah para pelaku kejahatan? Bukankah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan berarti melakukan kehendak Bapa? Apa artinya melakukan kehendak Bapa? Pengalaman Saudari Xinshou memberikan kita sebuah jawaban. Bacalah terus untuk mengetahuinya lebih lanjut …

Pada tahun 2012, aku dan suamiku datang ke Amerika Serikat untuk mencari pekerjaan. Dalam suatu kebetulan yang membahagiakan, aku pergi ke sebuah gereja untuk mendengarkan khotbah, dan ketika aku mendengar pendeta berkhotbah bahwa Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita, aku terkejut. Terutama ketika aku mendengar nyanyian pujian kepada Tuhan, kasih Tuhan Yesus yang tanpa pamrih membuatku menangis. Kasih Tuhan bagaikan lampu yang menyala di malam yang gelap yang menerangi seluruh hidupku. Aku mulai berpartisipasi dalam semua jenis kegiatan gereja. Belakangan, aku dipilih untuk tugas-tugas menerima tamu di gereja, dan aku dengan antusias memberitakan Injil bagi Tuhan. Aku percaya bahwa selama aku mencurahkan diri bagi Tuhan dengan bersemangat, aku adalah hamba setia Tuhan, bahwa Dia akan senang denganku, dan bahwa Dia akan memberiku berkat.

Saat Perubahan Tak Terduga Menimpaku, Aku Terjebak dalam Kebingungan

Kami diberkati oleh Tuhan, dan bisnis kami bertumbuh. Pada tahun 2013, kami membuka sebuah perusahaan waralaba, dan bisnis berkembang pesat. Namun masa-masa indah itu tidak berlangsung lama—pada tahun 2015, dengan alasan bahwa kami melanggar peraturan bagi pemegang waralaba, pemilik waralaba mendenda kami sejumlah seluruh bonus tahunan kami. Ketika kami kalah dalam gugatan hukum kami, perusahaan kami berada di ambang kebangkrutan, dan perkara tersebut membuat kami terbelit hutang yang sangat besar. Ketika kami kehilangan kasih karunia Tuhan, aku seperti anak domba yang kehilangan arah. Aku tidak tahu harus ke mana, dan aku merasa sengsara dan tidak berdaya. Larut malam, ketika semua orang tertidur, aku sering berpikir, “Aku sudah selalu bersemangat mencurahkan diri bagi Tuhan dan melayani gereja, jadi mengapa Tuhan tidak mengawasi dan melindungiku? Ataukah hal ini terjadi padaku karena aku melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan?” Aku sangat bingung, dan aku sering kali menangis sementara aku berdoa kepada Tuhan, “Tuhan! Aku tidak tahu mengapa hal ini telah terjadi padaku, dan aku tersiksa. Tuhan! Aku tidak bisa merasakan hadirat-Mu. Apakah Engkau benar-benar telah meninggalkan aku? Tuhan! Di manakah Engkau? Tolong beri aku petunjuk-Mu!” Tetapi setelah aku berdoa, hatiku tetap terasa berat. Tanpa menyadarinya, imanku kepada Tuhan jauh berkurang. Aku menghadiri semakin sedikit pertemuan di gereja, dan aku hanya terus membaca Alkitab dan berdoa di rumah.

Kebingungan Tentang Orang Seperti Apa Yang Dapat Memasuki Kerajaan Surga

Suatu hari, ketika aku membaca Alkitab, aku menemukan firman Tuhan Yesus,

“Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21–23). Firman Tuhan membuatku merenung, “Mengapa Tuhan Yesus mengatakan mereka yang meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Dia, yang begitu aktif melayani Tuhan, adalah para pelaku kejahatan? Adakah beberapa misteri dalam firman Tuhan Yesus?” Aku bertanya kepada para pendeta dan penatuaku tentang arti ayat-ayat Alkitab ini, tetapi secara seragam, jawaban mereka adalah, “Engkau tidak boleh meragukan firman Tuhan. Selama kita memberitakan Injil dan melakukan lebih banyak pekerjaan, ketika saatnya tiba, kita akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan memasuki kerajaan surga.” Setelah mendengar para pendeta dan penatua mengatakan ini, aku merasa bahwa meskipun aku tidak sepenuhnya memahami maksud Tuhan Yesus dalam ayat-ayat ini, aku kembali menemukan motivasi untuk mencurahkan diri bagi Tuhan, jadi aku kembali mengambil bagian dalam banyak kegiatan gereja.

Suatu hari, pada sebuah pertemuan ibadah penginjilan yang dihadiri oleh ribuan orang, aku mendengar nyanyian pujian yang berjudul “Berjalan Keluar”. Nyanyian pujian itu sangat menyentuh hatiku. Aku menyadari bahwa aku tidak pernah benar-benar meninggalkan apa pun. Aku masih mencurahkan diri semua energiku bagi bisnis dan keluargaku sendiri. Sebenarnya aku telah melakukan sangat sedikit bagi Tuhan. Aku berhutang begitu banyak pada Tuhan! Sementara aku memikirkan hal itu, air mata mengalir tak terbendung di wajahku. Aku diam-diam mendorong diriku sendiri dengan berpikir, “Aku tidak bisa terus seperti ini. Aku perlu memiliki iman pada janji-janji Tuhan. Selama aku dengan penuh semangat menyebarkan Injil, aku percaya Tuhan akan menepati janji-janji-Nya.” Aku menyalakan kembali hasrat dalam diriku untuk mengejar Tuhan, tetapi karena kebingunganku tetap tidak terpecahkan, aku juga sering berdoa kepada Tuhan untuk mencari tahu.

Sebuah Pertemuan yang Ajaib Menyalakan Api di Hatiku

Suatu hari, ketika aku menunggu kereta bawah tanah, kereta-kereta tiba-tiba berhenti. Aku sangat cemas, dan aku bertanya kepada wanita di sebelahku apa yang sedang terjadi. Sementara kami bercakap-cakap, aku mengetahui bahwa dia juga seorang Kristen, jadi kami berdoa bersama-sama kepada Tuhan, dan tak lama kemudian, kereta-kereta berjalan lagi. Ketika kami naik kereta dan mulai berbicara, seolah-olah kami sudah saling kenal selama bertahun-tahun. Kami bercakap-cakap dengan sangat akrab. Kami bertukar nomor telepon, dan aku mengundang saudari baruku untuk belajar Alkitab bersamaku.

Suatu kali, saudariku itu mengundangku ke pertemuan pelajaran Alkitab di gerejanya, dan aku dengan senang hati menyetujuinya. Di sana, aku bertemu Saudari Li dan Saudara Zhang, yang persekutuannya sangat bermanfaat. Mereka memberiku pemahaman yang jauh lebih jelas dan terang tentang ayat-ayat Alkitab yang telah membingungkan aku di masa lalu. Setelah itu, Saudara Zhang memutar video tarian dan nyanyian yang berjudul “Tuhan Telah Bawa Kemuliaan-Nya ke Timur” bagiku. Gambar-gambar dalam video itu membuatku terkejut. Aku berseru berkali-kali karena keterampilan para penarinya. Saudara Zhang memberitahuku bahwa para penari tersebut semuanya adalah saudara-saudari yang percaya pada Tuhan. Aku sangat terkejut, dan berpikir bahwa tarian mereka pasti datang melalui tuntunan Roh Kudus. Namun ketika aku melihat video tersebut menyebutkan bahwa Tuhan telah datang ke Timur, aku berpikir, “Mereka bukan orang-orang yang percaya pada Kilat dari Timur, bukan? Di masa lalu aku hanya mendengar para pendeta dan penatua memperingatkan kami agar tidak berhubungan dengan para misionaris Kilat dari Timur, atau kami akan terhilang dari kawanan domba. Apakah aku benar-benar telah bertemu dengan mereka hari ini?” Namun kemudian aku berpikir, “Ada begitu banyak terang dalam persekutuan mereka, dan melalui interaksiku dengan mereka, aku dapat merasakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, yang sama sekali berbeda dari apa yang dikatakan oleh para pendeta dan penatua. Selama aku berada di sini, aku mungkin lebih baik mendengarkan mereka. Dan jika mereka benar-benar telah mengambil jalan yang salah dalam keyakinan mereka, mungkin aku dapat membujuk mereka agar kembali ke jalan yang benar.” Jadi, aku memutuskan untuk terus mendengarkan.

Setelah itu, aku menjelaskan pertanyaan yang membingungkanku kepada mereka, “Dalam Alkitab, Tuhan Yesus berkata,

‘Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan’ (Matius 7: 21–23). Di antara orang-orang ini yang mencurahkan diri dan bekerja bagi Tuhan, beberapa meninggalkan keluarga mereka, yang lain mempersembahkan seluruh masa muda mereka bagi pelayanan, dan beberapa bahkan tidak menikah agar dapat melayani Tuhan sepanjang hidup mereka. Berbicara secara logis, mereka seharusnya telah mendapatkan perkenanan Tuhan, jadi mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa mereka adalah para pelaku kejahatan? Orang seperti apa yang melakukan kehendak Bapa?”

Saudara Zhang tersenyum dan bersekutu, “Di masa lalu, kita semua percaya bahwa selama kita meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja, kita adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa, bahwa kita akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan dapat memasuki kerajaan surga. Namun, apakah secara lahiriah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja benar-benar berarti bahwa kita melakukan kehendak Tuhan? Ini adalah pertanyaan yang harus kita pertimbangkan dengan cermat! Pikirkan kembali orang-orang Farisi. Mereka sering menafsirkan Kitab Suci bagi orang, berdoa bagi orang percaya, dan melakukan perjalanan jauh dan luas untuk bekerja dan berkhotbah, tetapi ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja, mengapa mereka tidak hanya gagal untuk mendapatkan perkenanan Tuhan, tetapi pada kenyataannya dikutuk oleh Tuhan? Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang melayani Tuhan, jadi ketika Tuhan datang untuk bekerja, mereka seharusnya mencari dan menerima keselamatan Tuhan, tetapi mereka justru melakukan yang sebaliknya. Untuk melindungi status dan posisi mereka sendiri, mereka tidak hanya menolak untuk menerima pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, mereka juga menipu dan menghasut orang-orang percaya Yahudi agar secara tak terkendali menentang dan mengutuk Tuhan, menjadi saksi palsu untuk menjebak Tuhan, dan bahkan berkolusi dengan pemerintah Romawi agar Tuhan Yesus disalibkan. Semua yang dilakukan orang-orang Farisi menjadikan diri mereka musuh Tuhan. Dengan demikian mereka meyinggung watak Tuhan, dan Tuhan mengutuk dan menghukum mereka. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa secara lahiriah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja tidak berarti bahwa kita melakukan kehendak Tuhan. Lihatlah juga kita, sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Meskipun kita dapat meninggalkan dan mencurahkan diri dalam nama Tuhan, tujuan kita bukanlah untuk mengasihi dan menaati-Nya, tetapi sebaliknya adalah untuk mengambil kasih karunia dan berkat dari Tuhan, dan untuk memasuki kerajaan surga. Ketika kita membayar harga dan mencurahkan diri dengan cara ini, esensi dari apa yang kita lakukan adalah bertransaksi dengan Tuhan. Kita curang dan menggunakan Tuhan. Ketika kita mengalami penyakit atau kemunduran dalam karier kita, daripada mencari kehendak Tuhan, kita tidak melakukan apa-apa selain berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk menyingkirkan penyakit atau hambatan yang menyebabkan kita menderita, dan ketika Tuhan tidak memenuhi tuntutan kita, kita mengeluh dan salah paham terhadap Tuhan, menjauhkan diri dari Tuhan, dan dalam kasus-kasus serius menyangkal dan mengkhianati Tuhan. Dalam hal bagaimana kita memperlakukan kedatangan Tuhan kembali, kebanyakan orang tidak memfokuskan upaya mereka untuk memahami firman Tuhan atau mencari kehendak-Nya, tetapi sebaliknya secara membabi-buta mendengarkan para pendeta dan penatuanya. Bahkan ketika orang-orang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali, mereka tidak mencari atau menyelidiki, dan beberapa melangkah amat jauh dengan mengikuti para pendetanya dalam menentang dan mengutuk pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Hal ini sangat parah di antara para pendeta dan penatua dunia keagamaan, yang melihat bahwa pekerjaan dan firman Tuhan di akhir zaman memiliki otoritas dan kuasa, tetapi menolak untuk mencari atau menyelidikinya, dan yang atas nama ‘melindungi kawanan domba dan menjamin keamanan jalan kebenaran,’ tetapi sebenarnya untuk melindungi status dan posisi mereka, berusaha keras untuk menyangkal, mengutuk, dan menentang pekerjaan Tuhan di akhir zaman, mencegah orang percaya untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan di akhir zaman, dan menjaga orang dengan ketat di bawah kendali mereka. Bukankah ini menjadikan mereka antikristus yang menentang Tuhan? Dari hal-hal ini, kita dapat melihat bahwa bahkan jika orang dapat meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan, mereka masih mampu menipu dan menggunakan Tuhan, mengikuti dan menyembah manusia, dan bahkan mengutuk Tuhan, menentang Tuhan, dan bertindak sebagai musuh Tuhan. Bukankah orang-orang seperti ini justru adalah orang-orang yang disebut Tuhan Yesus sebagai para pelaku kejahatan? Jadi, meninggalkan dan mencurahkan diri dengan cara ini bukan hanya tak menerima perkenanan Tuhan, tetapi mengundang kutukan Tuhan.

“Tuhan Yesus berkata, ‘Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri’ (Matius 22:37-39). ‘Jika engkau tetap berada di dalam firman-Ku, engkau adalah sungguh-sungguh murid-Ku’ (Yohanes 8:31). Dari firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa mereka yang benar-benar melakukan kehendak Bapa adalah mereka yang, di dalam proses meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja, mampu melaksanakan firman Tuhan, mematuhi perintah-perintah Tuhan, menerapkan persyaratan-persyaratan Tuhan bagi manusia, berdiri teguh dan bersaksi bagi Tuhan di tengah-tengah ujian dan pemurnian, dan melakukan segalanya hanya untuk memuaskan Tuhan. Mereka adalah orang-orang dengan kepatuhan dan kasih yang tulus kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang seperti Abraham, yang menghormati Tuhan di atas segalanya dan dapat mematuhi persyaratan-persyaratan Tuhan. Ketika Tuhan memintanya untuk mengorbankan putranya satu-satunya, Ishak, di atas mezbah, dia tidak mencari alasan atau dalih, tetapi melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dengan ketaatan mutlak, dengan tulus siap untuk mengembalikan Ishak kepada Tuhan, dan akhirnya diberkati oleh Tuhan. Dan juga seperti Petrus, yang mengabdikan hidupnya untuk mengejar kasih Tuhan dan memuaskan Tuhan. Dia ingat firman Tuhan Yesus, dan merindukan dan mencari kebenaran dalam segala hal. Setelah dia menerima amanat Tuhan, Petrus menggembalakan gereja dengan ketat sesuai dengan kehendak dan persyaratan-persyaratan Tuhan, menekankan untuk melakukan kebenaran dan memuaskan kehendak Tuhan, dan akhirnya disalibkan terbalik demi Tuhan. Dia sangat mengasihi Tuhan sepenuhnya, bahkan taat sampai mati. Keduanya mengorbankan segalanya untuk memuaskan Tuhan, bahkan hidup mereka sendiri. Orang-orang seperti ini adalah mereka yang sungguh-sungguh memiliki ketaatan dan kasih kepada Tuhan. Mereka menciptakan kesaksian yang indah dan bergema bagi Tuhan, dan ini adalah orang-orang yang benar-benar melakukan kehendak Bapa.”

Di masa lalu, ketika aku membaca firman ini dari Tuhan Yesus, aku merasa ada kebenaran yang dapat dicari di dalamnya, tetapi aku tidak sepenuhnya mengerti. Namun, melalui persekutuan Saudara Zhang, aku akhirnya mengerti apa yang Tuhan Yesus maksudkan, dan ketika aku mempertimbangkan firman ini dengan persekutuannya, aku diingatkan tentang semua perilakuku di masa lalu: ketika aku menikmati kasih karunia Tuhan, imanku kepada-Nya tampak kuat, dan aku dengan bersemangat mencurahkan diri bagi Tuhan, tetapi ketika malapetaka dan ujian menimpaku, aku kehilangan imanku kepada Tuhan, bahkan mengeluh bahwa Dia tidak melindungi aku, dan kehilangan hasratku untuk mencurahkan diri bagi-Nya. Memikirkan semua yang telah kulakukan, tampaknya aku benar-benar sedang bertransaksi dengan Tuhan. Apakah aku benar-benar tengah menggunakan dan menipu Tuhan? Bisakah bekerja dan mencurahkan diri seperti itu benar-benar mendapatkan pujian Tuhan? Sepertinya aku sebenarnya bukan seseorang yang melakukan kehendak Bapa! Namun kemudian, bagaimana seseorang bisa menjadi orang yang melakukan kehendak Bapa dan memasuki kerajaan surga? Jadi, aku sekali lagi menjelaskan kebingunganku kepada mereka.

Kesaksian Kristen

Bagaimana Nubuat Tentang Kedatangan Tuhan Yesus yang Kedua Akan Digenapi?

Oleh Saudari Zhou Jing

Cara kedatangan Kristus yang kedua kali adalah Tuhan pertama-tama menjadi manusia dan turun ke bumi secara diam-diam, dan kemudian menampakkan diri secara terbuka kepada manusia. Bagaimana Saudari Zhou Jing mengetahui misteri tentang kedatangan Kristus yang kedua kali ini? Mari kita lihat pengalamannya, yang akan membantu Anda menyambut kedatangan Kristus yang kedua kali sesegera mungkin.

Setelah beberapa waktu, Saudari Gan, yang telah lama tidak kujumpai selama beberapa bulan, datang menemuiku; aku tahu ini diatur oleh Tuhan. Saudari Gan telah melayani Tuhan selama beberapa tahun dan dia adalah orang yang bijaksana dan berwawasan luas. Menurutku dia mungkin bisa menyelesaikan masalahku ini, jadi aku berkata, “Saudari Gan, ada sesuatu yang agak membingungkanku yang ingin kumengerti. Itu dicatat dalam Alkitab, ‘Dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan dengan kuasa dan kemuliaan besar’ (Lukas 21:27). ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin’ (Wahyu 1:7). Dikatakan bahwa ketika Tuhan datang, Dia akan turun di atas awan dengan kemuliaan dan kuasa yang besar; Dia akan menampakkan diri secara terbuka dan semua orang akan dapat melihat-Nya. Jadi, kita telah selalu menantikan Dia datang di atas awan untuk membawa kita ke dalam surga. Di seluruh dunia sekarang ada bencana terus-menerus, gempa bumi, kelaparan, dan pecahnya perang, ditambah banyaknya fenomena langit. Semua tanda menunjukkan bahwa nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali pada dasarnya telah digenapi, jadi mengapa kita masih belum melihat Dia turun di awan untuk menjumpai kita? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? “

Saudari Gan mendengarkan apa yang kukatakan, berpikir sejenak, dan kemudian berkata, “Pertanyaanmu ini adalah sesuatu yang kita semua, yang berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua, ingin mengerti. Jika kita ingin menyambut kedatangan-Nya kembali, pertama-tama kita harus mengetahui bagaimana sebenarnya Tuhan akan datang pada akhir zaman— ini sangat penting! Bahkan, ada nubuat dalam Alkitab tentang cara lain Tuhan akan datang, tidak hanya datang di atas awan seperti yang engkau sebutkan. Contohnya, ada Wahyu 16:15: ‘Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri.’ Dan dalam Wahyu 3:3 dikatakan, ‘Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu.’ Ditambah Matius 24:44: ‘Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga.’ Nubuat-nubuat ini menyatakan bahwa Dia akan datang secara diam-diam, bagaikan pencuri, dan tak seorang pun yang akan mengetahuinya. Saudari, lihatlah ayat-ayat yang baru saja kita bicarakan: di ayat yang satu dikatakan Tuhan akan datang kembali secara terbuka di atas awan, di ayat yang lain dikatakan bahwa Dia akan datang secara diam-diam dan tak seorang pun yang akan mengetahuinya. Pernahkah kita merenungkan hal ini? Mengapa nubuat-nubuat tentang hal yang sama, kedatangan Tuhan kembali, mengatakan hal yang berbeda?”

Aku tidak sepenuhnya mengerti dengan apa yang dikatakannya, dan berpikir dalam hati, “Benar. Wahyu 1:7 mengatakan ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia,’ tetapi Wahyu 16:15 mengatakan’ Aku datang bagaikan pencuri.’ Apa artinya? Bagaimana sebenarnya Tuhan akan datang?”

Kebingungan, aku menjawab Saudari Gan, “Beberapa dari nubuat ini mengatakan bahwa Tuhan akan turun secara terbuka, sementara nubuat yang lain mengatakan bahwa Dia akan datang secara diam-diam. Ayat-ayat ini tampaknya bertentangan, tetapi aku tahu bahwa firman Tuhan tidak akan gagal dan hanya saja sekarang aku belum mengerti ini. Tolong persekutukan tentang hal ini kepadaku.”

Sambil tersenyum, Saudari Gan berkata, “Tuhan itu setia dan nubuat-nubuat ini akan digenapi—semuanya akan terjadi. Meskipun ayat-ayat itu tampaknya bertentangan, sebenarnya tidak sama sekali. ‘Bagaikan pencuri’ artinya Tuhan akan datang kembali secara diam-diam, dan ‘datang dengan awan-awan’ merujuk Dia datang secara terbuka. Artinya, ketika Dia datang kembali, Dia akan datang secara diam-diam terlebih dahulu, dan setelah itu barulah Dia akan menampakkan diri secara terbuka.”

“Pertama secara diam-diam dan kemudian secara terbuka!” seruku dalam keterkejutan.

“Ya, ketika Tuhan datang kembali, pertama-tama Dia akan datang secara diam-diam dengan berinkarnasi sebagai Anak Manusia, dan kemudian setelah Dia menyelesaikan pekerjaan itu, Dia akan datang di atas awan dan secara terbuka menampakkan diri kepada semua manusia di segala bangsa,” jelasnya dengan sabar.

Aku berkata dengan penuh semangat, “Jadi Dia terlebih dahulu akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia, datang secara diam-diam, dan kemudian menampakkan diri di awan? Ini baru pertama kali aku mendengarnya!”

Saudari Gan tersenyum dan berkata, “Mari kita membaca ayat Alkitab lainnya dan engkau akan mengerti! Tuhan Yesus berkata, ‘Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak’ (Matius 24:27). ‘Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini’ (Lukas 17:24–25). Ayat-ayat ini menyebutkan ‘Anak Manusia’ dan ‘Kedatangan Anak Manusia.’ ‘Anak Manusia’ lahir dari seseorang, memiliki kemanusiaan yang normal, dan makan, mengenakan pakaian, hidup, serta bersikap seperti orang biasa; Dia berpenampilan sama seperti orang biasa secara lahiriah. Namun, Dia memiliki esensi ilahi, mampu mengungkapkan kebenaran, dan melakukan pekerjaan untuk menyelamatkan umat manusia. Sama seperti Tuhan Yesus disebut ‘Anak Manusia’ karena Dia adalah Roh Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, dan meskipun secara lahiriah Dia tampak normal dan biasa, tetapi daging itu adalah Tuhan dalam esensinya dan memiliki keilahian penuh. Inilah sebabnya Tuhan Yesus adalah Kristus, mengapa Dia adalah Tuhan itu sendiri. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyebut ‘Anak Manusia’ dan ‘Kedatangan Anak Manusia.’ Itu semua merujuk kepada Tuhan yang datang kembali dalam daging pada akhir zaman. Alkitab juga mengatakan, ‘Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.’ Kita semua tahu bahwa hanya ketika Tuhan berinkarnasi di dalam daging sebagai Anak Manusia dan datang di antara manusia secara diam-diam barulah manusia gagal mengenali Dia sebagai Tuhan; mereka menganggap Anak Manusia yang berinkarnasi sebagai orang biasa, dan itulah sebabnya mereka menolak, memfitnah, dan menghakimi Tuhan, atau bahkan memberontak dan menentang Tuhan yang datang dalam daging. Itulah sebabnya Tuhan akan ‘mengalami berbagai penderitaan.’ Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja di dalam daging, Dia mengalami penolakan, fitnah, ejekan, hujatan, penghukuman dari manusia dan akhirnya dipakukan di kayu salib. Jika Tuhan turun di atas awan dan secara terbuka menampakkan diri kepada manusia saat Dia datang kembali, semua orang akan melihatnya, gemetar ketakutan, dan bersujud di hadapan Tuhan dalam penyembahan. Tak seorang pun yang akan berani memberontak atau menentang Tuhan. Lalu bagaimana ‘Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini’ bisa digenapi? Jadi kita dapat yakin bahwa kedatangan Tuhan kembali pertama-tama akan secara diam-diam, dalam daging, dan setelah itu Dia akan menampakkan diri secara terbuka di awan.”

Setelah mendengar perkataannya, aku merenungkannya sendiri. “Jadi ada dasar yang alkitabiah untuk pernyataan bahwa ketika Tuhan datang kembali, Dia akan terlebih dahulu datang secara diam-diam, dan setelah itu Dia akan menampakkan diri secara terbuka di awan. Bagaimana mungkin aku telah membaca Alkitab selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah menemukan bahwa Dia akan datang kembali dengan dua cara yang berbeda? Wow! Namun mengapa Dia pertama-tama menjadi manusia dan datang secara diam-diam, dan kemudian menampakkan diri secara terbuka? Apa yang sedang terjadi? Aku harus bertanya.” Kemudian aku berkata, “Saudari Gan, dari persekutuanmu, aku mengerti bahwa kedatangan Tuhan kembali pertama-tama akan secara diam-diam dan kemudian Dia akan menampakkan diri secara terbuka, dan dengan pengertian ini, nubuat Alkitab tampaknya tidak lagi bertentangan. Namun aku belum sepenuhnya mengerti mengapa Dia pertama-tama akan datang secara diam-diam dan kemudian menampakkan diri secara terbuka. Apa kehendak Tuhan dalam hal ini?”

Saudari Gan menjawab, “Kebenarannya adalah Tuhan pertama-tama menjadi manusia dan bekerja secara diam-diam dan kemudian menampakkan diri secara terbuka pada akhir zaman adalah sepenuhnya yang dibutuhkan untuk pekerjaan-Nya, dan itu adalah sesuatu yang juga kita butuhkan sebagai manusia yang rusak. Kita percaya kepada Tuhan dan kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus; dosa-dosa kita telah diampuni. Namun, natur kita yang berdosa masih sangat mengakar dan kita tidak mampu untuk tidak sering berbuat dosa, atau bahkan melakukan segala sesuatu yang memberontak atau menentang Tuhan. Itu adalah fakta yang tidak bisa disangkali. Tuhan Yahweh berkata, ‘Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus’ (Imamat 11:45). Dan dalam Ibrani 12:14 dikatakan, ‘… tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan.’ Orang-orang seperti kita yang terus-menerus berbuat dosa dan kemudian mengaku dosa sama sekali tidak layak melihat wajah Tuhan, dan kita tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengucapkan nubuat-nubuat ini di waktu lampau: ‘Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu’ (Yohanes 16:12–13). ‘Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman’ (Yohanes 12:48). Ada juga Wahyu 2:7: ‘Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja; Bagi ia yang menang akan Kuberi makan dari pohon kehidupan, yang ada di tengah-tengah Taman Firdaus Tuhan.’ Yang kupahami dari nubuat-nubuat ini adalah bahwa ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengungkapkan lebih banyak firman dan lakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Dia akan datang untuk mengubah, menyucikan, dan menyelamatkan manusia dan membebaskan kita sepenuhnya dari wilayah kekuasaan Iblis. Pekerjaan-Nya pada akhir zaman juga akan termasuk memisahkan manusia menurut jenis mereka—Dia akan menyingkapkan orang percaya yang benar dan yang fasik, gandum dan lalang, domba dan kambing, memisahkan semua menurut jenis mereka, dan kemudian Dia akan memberi upah kepada orang baik dan menghukum orang jahat. Selama periode waktu di mana Tuhan sedang bekerja secara diam-diam, mereka yang menerima pekerjaan penghakiman Tuhan akan diangkat ke hadapan takhta Tuhan. Mereka akan mengalami penghakiman dan hajaran firman Tuhan dan mendapatkan pengenalan sejati tentang sifat jahat mereka sendiri dan akar penentangan mereka terhadap Tuhan. Mereka juga akan memiliki pemahaman tentang watak benar Tuhan yang tidak akan menoleransi pelanggaran. Watak mereka yang rusak akan secara perlahan-lahan disucikan dan diubahkan; mereka akan melangkah ke jalan mencari kebenaran dan diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan. Namun, mereka yang tidak pernah mencari penampakan Tuhan selama masa-Nya bekerja secara diam-diam atau bahkan menolak dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan adalah mereka yang akan disingkapkan sebagai orang tidak percaya, sebagai orang jahat dalam pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Ketika pekerjaan rahasia Tuhan telah berakhir, Dia akan menjatuhkan malapetaka besar untuk mulai memberi upah kepada orang baik dan menghukum orang jahat, dan kemudian setelah malapetaka ini Dia akan menampakkan diri kepada semua orang. Ketika mereka yang menolak dan menentang Tuhan melihat bahwa Dia yang mereka tolak dan tentang benar-benar adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, mereka akan menyesal, meratap, dan menggertakkan gigi mereka. Ini menggenapi firman Tuhan: ‘Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin’ (Wahyu 1: 7). Dari sini kita dapat melihat bahwa pekerjaan Tuhan penuh dengan hikmat, dan ini juga merupakan pengungkapan watak Tuhan yang benar.”

Mendengar persekutuan dari Saudari Gan ini sangat mencerahkan hatiku; aku menyadari bahwa inilah cara nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali akan digenapi. Saat Tuhan datang kembali, Dia pertama-tama akan berinkarnasi dan datang secara diam-diam untuk mengungkapkan kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman, dan menjadikan sekelompok pemenang; setelah itu barulah Dia akan menampakkan diri secara terbuka kepada manusia. Siapa pun yang tidak menerima pekerjaan Tuhan selama masa kerja-Nya secara diam-diam, tetapi dengan ceroboh menghakimi dan mengutuk pekerjaan dan firman Tuhan adalah orang yang membenci kebenaran dan hanya bisa jatuh ke dalam melapetaka dan dihukum saat Tuhan menampakkan diri secara terbuka. Tuhan juga akan menggunakan cara ini untuk menyingkapkan gandum dan lalang, domba dan kambing, hamba yang baik dan yang jahat, memisahkan semua manusia menurut jenis mereka. Tuhan benar-benar sangat bijaksana, sungguh mahakuasa! Aku tidak pernah mengerti sebelumnya bagaimana sebenarnya Tuhan akan datang, tetapi hanya tahu dengan bodohnya menatap ke awan-awan di langit menantikan Tuhan untuk turun ke atas salah satu dari awan-awan itu. Aku tidak pernah benar-benar mencari atau merenungkan semua nubuat tentang kedatangan-Nya yang kedua dan karena itu aku melewatkan nubuat tentang kedatangan-Nya secara diam-diam. Itu sangat berbahaya! Jika aku terus menantikan seperti itu, bukan saja aku tidak akan dapat menyambut Tuhan, tetapi aku akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan dan memasuki kerajaan surga! Ini membuatku merasa agak cemas, jadi aku bergegas bertanya, “Saudari Gan, lalu apa yang harus kita lakukan untuk menemukan pekerjaan Tuhan ketika Dia datang secara diam-diam, dan menyambut kedatangan-Nya kembali?”

Dia tersenyum dan berkata, “Kita baru saja melihat dari apa yang dinubuatkan dalam Alkitab bahwa ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengucapkan lebih banyak firman dan melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Jadi kunci untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua adalah menerima firman-Nya pada akhir zaman dan mengikuti pekerjaan baru Tuhan. Tuhan Yesus berkata, ‘Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya’ (Matius 25:6). ‘Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku’ (Yohanes 10:27). Domba-domba Tuhan dapat mendengar suara Tuhan; semua orang yang mendengar perkataan Tuhan dan dari perkataan itu mampu mengenali suara-Nya akan dapat menyambut penampakan Tuhan. Itu sama seperti murid-murid Tuhan Yesus, Petrus, Yohanes, Matius, dan yang lainnya. Ketika mereka mendengar khotbah Tuhan Yesus tentang Injil kerajaan surga, mereka dapat memastikan dari pekerjaan dan perkataan-Nya bahwa Dia adalah Mesias yang telah mereka nantikan, jadi mereka mengikuti-Nya tanpa keraguan. Mereka adalah para gadis bijaksana. Jika kita ingin menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali, kita juga harus menjadi gadis bijaksana, dengan berfokus mendengar suara-Nya. Jika kita mendengar seseorang berkata bahwa Tuhan telah datang kembali, bahwa Dia telah mengucapkan firman yang baru dan sedang melakukan pekerjaan menghakimi dan menyucikan umat manusia, kita tidak boleh membuang-buang waktu untuk menyelidikinya. Asalkan kita dapat memastikan bahwa itu adalah pekerjaan dan firman Tuhan, kita harus menerima dan tunduk padanya. Dengan demikian kita akan dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali dan menghadiri perjamuan bersama-Nya.”

Mendengar persekutuan Saudari Gan, aku menjawab dengan gembira, “Syukur kepada Tuhan! Sekarang akhirnya aku tahu bahwa kunci untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua adalah menjadi seorang gadis bijaksana dan mendengarkan suara Tuhan dengan saksama. Asalkan aku dapat mengonfirmasi bahwa perkataan itu diucapkan oleh Tuhan, aku harus dengan segera menerimanya—itu adalah satu-satunya cara untuk menyambut kedatangan-Nya kembali. Oh, Saudari Gan, baru beberapa bulan berlalu sejak aku bertemu denganmu. Bagaimana engkau bisa memahami banyak hal dengan begitu cepat?”

Dia berkata dengan gembira, “Syukur kepada Tuhan! Semua yang telah kubicarakan hari ini baru kupahami setelah membaca sebuah buku tertentu. Aku membawanya hari ini. Bagaimana kalau kita membacanya bersama-sama?”

Senang, aku mengangguk dan berkata, “Bagus sekali!”

Sini ada Injil turunnya kerajaan Tuhan untuk menyambut Tuhan Yesus di akhir zaman, sehingga Anda bisa menyambut Tuhan dan masuk kerajaan secepat mungkin.”