Kita semua merindukan kedatangan Tuhan Yesus, menjadi seorang gadis yang bijaksana dan mempersiapkan minyak. Hanya dengan mengetahui cara mendengarkan suara Tuhan kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus.
“Hei Wang, tidak heran kamu hampir tidak menghasilkan uang dalam bisnismu! Baru saja engkau bekerja sangat keras untuk memperbaiki skuter itu tetapi engkau hanya mengenakan sedikit ongkos bagi tenaga kerjamu. Jika itu aku, aku akan menggantinya dengan suku cadang baru saja agar tidak repot dan bisa menghasilkan uang lebih banyak.”
“Itu benar—aku tidak mengkritikmu, hanya saja engkau terlalu keras kepala. Seperti yang mereka katakan, ‘Seorang pria tanpa penghasilan kedua tidak akan pernah menjadi kaya, seperti kuda yang kekurangan jerami di malam hari tidak akan bertambah bobotnya,’ dan ‘Tidak penting apakah seekor kucing berwarna putih atau hitam selama ia menangkap tikus.’ Jika engkau ingin menghasilkan uang dalam bisnis, engkau harus berpikir fleksibel. Dengan hanya mengandalkan keterampilan dan niat baik, engkau tidak akan menghasilkan uang. Masyarakat kita berputar di sekitar uang sekarang—uang berbicara, dan tanpa uang tidak ada yang akan memberimu waktu.”
Ketika menyebut “atasan”, aku pikir beberapa orang akan memikirkan kata-kata “ketat” dan “menuntut”. Aku juga dulu berpikir bahwa seorang atasan harus ketat dengan bawahannya, dan perkataannya harus menjadi hukum—saya berpikir itulah satu-satunya cara mengelola staf dengan benar. Namun, ketika dihadapkan dengan kenyataan, aku melihat bahwa itu jelas bukan pendekatan yang baik!
Staf Terasing dengan Gaya Manajemen Ketatku Enam bulan setelah aku memasuki dunia kerja, aku diangkat menjadi manajer umum Departemen Sumber Daya Manusia perusahaan. Aku ingin meningkatkan kinerja timku untuk membuktikan kemampuan manajemenku sendiri, jadi aku menuntut agar bawahanku bekerja dengan sangat efisien dan cepat, kalau tidak aku akan menegur mereka, apa pun alasannya. Laporan harian yang mereka serahkan juga harus sepenuhnya bebas dari kesalahan; jika ada yang tidak memenuhi standar, aku tidak hanya akan mencaci mereka, tetapi akan meminta mereka untuk mengambilnya kembali dan mengubahnya sampai aku puas.
Sekali waktu, salah seorang karyawan tidak mengerjakan laporan dengan baik. Aku mengatakan kepadanya bagaimana laporan itu harus diubah, tetapi dia tetap tidak melakukannya dengan benar. Akhirnya, aku membuang seluruh laporan tersebut, sambil mengatakan: “Lupakan saja, aku akan meminta orang lain melakukannya. Aku tidak punya kesabaran untuk menunggumu.” Dia gemetar ketakutan karena kelakuanku, tetapi aku tidak peduli, menurutku dia malas saja dan tidak mau mengeluarkan energi mental sedikit pun. Pada lain waktu seorang karyawan lain mengajukan pertanyaan kepadaku, dan itu terdengar terlalu sederhana bagiku, jadi aku sangat marah dan mencacinya: “Berapa kali sudah kukatakan? Jika kamu ada pertanyaan, pikirkan dan cari tahu sendiri. Mengapa kamu menanyakan sesuatu yang begitu sederhana?” Dia menundukkan kepalanya dan berjalan pergi, hanya mengatakan “Oh.” Segera setelah itu aku mendengar dia menangis di toilet. Hati nuraniku merasa sedikit tersentuh dan merasa bahwa gaya manajemenku terlalu keras, tetapi kemudian aku berpikir: Jika aku tidak ketat dengan mereka bagaimana mereka akan menyelesaikan pekerjaan dengan baik? Jadi, aku tidak memikirkannya dengan serius.
Popularitas dan keuntungan adalah tujuan yang dikejar oleh banyak orang seumur hidup mereka, meskipun banyak dari kita yang secara pribadi telah menyaksikan penderitaan orang lain ketika mereka menanggung rasa sakit dan penderitaan dalam perjuangan sengit untuk mendapatkan popularitas dan keuntungan. Namun, hanya sedikit yang bisa membebaskan diri dari belenggu pengejaran popularitas dan keuntungan yang tanpa akhir. Dalam mengejar popularitas dan keuntungan, beberapa orang menentang keluarga mereka sendiri, dan beberapa orang bahkan terdorong untuk membunuh. Yang lain mengejarnya dengan mengorbankan kesehatan mereka, menjadi didera kesakitan dan penyakit bahkan pada puncak masa muda mereka. Lalu masih ada orang lain yang, dalam pengejaran ini, memilih jalan hidup kejahatan. Banyak dari kita yang tidak bisa tidak selain masuk ke dalamnya dan bertanya kepada diri sendiri:”Apa hal paling bermakna yang harus kita kejar dalam hidup? Bisakah mengejar popularitas dan keuntungan benar-benar menjadi tiket menuju kebahagiaan?” Untuk membantu menjelaskan pertanyaan-pertanyaan ini, May—yang pernah mencurahkan seluruh energinya dalam perjuangan yang persis semacam itu—hadir di sini untuk membagikan kisahnya dengan kita … Kesadaran Kristen Popularitas dan Keuntungan”May, apakah kamu benar-benar memutuskan untuk berhenti?”
“Ya, aku sudah memutuskan. Aku akan pergi ke Amerika Serikat untuk mendapatkan gelar masterku. Engkau tahu cara kerja segalanya di sini. Tidak ada yang sukses di perusahaan ini kecuali mereka memiliki gelar yang lebih tinggi,” jawabku dengan tegas kepada rekanku.
Catatan Editor: Jika engkau memiliki seseorang seperti ini dalam hidupmu, seseorang yang ingin menjadi kaya tetapi tidak pernah berhasil, dan yang hidupnya tersiksa, bagaimana engkau harus membantunya melepaskan diri dari kesengsaraannya? Berikut ini pengalaman sang penulis, Shun Xin, yang kesulitannya persis seperti ini, tetapi sekarang ini dia dapat mengevaluasi keuntungan dan kerugian keuangannya dengan hati yang tenang, dan telah menemukan harta yang lebih berharga daripada kekayaan. Bagaimana dia keluar dari siksaannya? Dan apakah kekayaan yang lebih berharga daripada uang ini? Mari kita temukan hal-hal ini melalui ceritanya.
Berjuang Sia-sia untuk Menjadi Kaya Aku mengalami perasaan malu karena kemiskinan dan kesulitan hidup saat masih kanak-kanak, jadi aku bertekad untuk belajar keras dan menjadi kaya di masa depan, untuk menikmati kekayaan dan kemewahan, dan membuat orang lain mengagumi dan menghormatiku. Setelah lebih dari sepuluh tahun belajar dengan pahit, aku hanya bisa masuk ke universitas kelas tiga, tetapi aku tidak berkecil hati. Aku percaya bahwa selama aku bekerja keras, aku tetap bisa menjadi kaya.
Aku Bekerja Keras Menghasilkan Uang agar Aku Dapat Menjadi Kaya Raya
Ketika aku menikah dengan suamiku, kami sangat miskin dan sering dihina oleh orang lain, dan aku bertekad untuk menghasilkan lebih banyak uang agar kami dapat segera pindah ke sebuah gedung apartemen dan membungkam mulut mereka yang telah memandang rendah kami. Karena itu aku pergi bekerja di pabrik pengolah wol di luar kota dan aku bekerja membersihkan helai-helai wol dari drum. Mesin berputar sangat cepat, jadi jika tanganku tidak cukup cepat bergerak maka aku akan tersapu ke dalam mesin dan mati. Namun demi mendapatkan lebih banyak uang, aku mempertaruhkan diri untuk menempuh resiko yang fatal ini dan terus bekerja di dalam shift-shift tambahan. Biasanya, untuk menghemat waktu dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, aku akan makan sambil bekerja, dan aku hanya tidur sekitar tiga atau empat jam semalam. Suatu malam ketika aku sedang bekerja di shift tambahan, aku tertidur ketika mesin masih berjalan. Untungnya, suamiku melihat hal ini ketika dia mengakhiri shift-nya dan kecelakaan pun dapat dihindari.
Meskipun kadang-kadang aku merasa amat lelah, aku hanya perlu melihat uang yang telah kuhasilkan dari kerja kerasku dan hatiku kemudian menjadi tenang. Aku selalu berpikir: “Uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang, engkau tidak bisa melakukan apa pun” dan “Uang membuat dunia berputar.” Tidak ada yang sepenting menghasilkan uang. Selama aku punya uang, aku bisa memperoleh rasa hormat dari orang lain dan menjalani kehidupan yang aku inginkan; aku bersedia untuk mencapai hal ini tidak peduli berapa banyak yang harus kuderita. Dengan cara ini, tujuh tahun berlalu dengan cepat dan kami berhasil menabung puluhan ribu yuan. Putra kami juga sudah menikah dan memiliki putra sendiri, dan hari-hari kami berlangsung dengan bahagia. Namun, kadang-kadang, aku masih merasakan ketidakpuasan yang mengganggu. Ketika aku melihat orang lain membeli rumah dan mobil mewah di kota besar, aku ingin terus bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak uang, berusaha untuk meningkatkan taraf hidupku ke rumah yang lebih besar dan mengendarai mobil yang mewah.
Kita semua merindukan kedatangan Tuhan Yesus, menjadi seorang gadis yang bijaksana dan mempersiapkan minyak. Hanya dengan mengetahui cara mendengarkan suara Tuhan kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus.