video Kristen

Film Rohani Terbaru | Klip Film BANGKIT DARI MIMPI(1)Apakah Kerajaan Tuhan Ada Di Surga Atau Di Bumi?

renungan pagi kristen hari ini

Film Rohani Terbaru | Klip Film BANGKIT DARI MIMPI(1)Apakah Kerajaan Tuhan Ada Di Surga Atau Di Bumi?

Banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus semua menunggu untuk diangkat ke dalam kerajaan surga, tetapi apakah Anda tahu di mana kerajaan surga sebenarnya berada? Apakah Anda tahu arti sesungguhnya dari pengangkatan? Klip film Bangkit dari Mimpi ini, akan mengungkap rahasia pengangkatan bagi Anda!

Rekomendasi: film kesaksian rohani kristen

Gambar Injil

Hanya dengan pertobatan sejati dapat dilindungi Tuhan dari bencana

Ayat emas Alkitab yang harus dibaca bagi orang Kristen untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, sehingga Anda dapat menyambut Tuhan Yesus secepat mungkin.

Hanya dengan pertobatan sejati dapat dilindungi Tuhan dari bencana. Sekarang bencana bertambah parah. Banyak orang percaya berpikir bahwa pertobatan sejati adalah berdoa kepada Tuhan untuk pertobatan, memusatkan perhatian untuk melakukan perbuatan baik untuk membantu orang lain, dan bekerja keras dan berkorban untuk Tuhan. Kita akan mendapatkan belas kasihan Tuhan dan dilindungi oleh-Nya dalam bencana. Tapi kitab suci mengatakan: “Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” (Imamat 11:45). Tuhan itu kudus, dan Tuhan membenci dosa manusia; meskipun kita memiliki beberapa perbuatan baik secara lahiriah, setiap kali berbuat dosa kita berdoa kepada Tuhan untuk mengakui dosa kita, tetapi kita masih akan melakukan dosa yang sama sesudahnya dan kita sama sekali belum membebaskan diri dari belenggu dan kendali dosa. Apakah pengakuan dan pertobatan seperti itu adalah pertobatan sejati? Bisakah kita mendapatkan belas kasihan Tuhan dan dilindungi dari bencana? Bagaimana kita dapat sepenuhnya menyingkirkan belenggu dosa dan mencapai pertobatan sejati? Tuhan Yesus bernubuat: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). “Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17). Alkitab berkata: “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17) “Jadi Kristus satu kali dikorbankan untuk menanggung dosa banyak orang; dan kepada mereka yang mencari-Nya, Dia akan menampakkan diri kedua kalinya tanpa dosa untuk keselamatan” (Ibrani 9:28). Sekarang ini, nubuatan-nubuatan ini sudah digenapi, Tuhan Yesus sudah lama datang kembali, dan Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa—Tuhan yang berinkarnasi. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan firman-firman untuk melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, untuk menyucikan sifat kita yang berdosa dan watak rusak kita, untuk sepenuhnya menyelamatkan kita dari pengaruh Iblis, dan akhirnya dibawa ke dalam kerajaan Tuhan. Hanya dengan menerima penghakiman dan hajaran Tuhan di akhir zaman, kita akan benar-benar bebas dari belenggu dosa, dapat mencapai pertobatan sejati, mendapatkan belas kasihan Tuhan, bertahan hidup dan diselamatkan dalam bencana. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang pekerjaan penghakiman dan penyucian Tuhan di akhir zaman, atau jika Anda memiliki kebingungan tentang iman, klik tombol Messenger di bawah ini untuk segera menghubungi kami. Kami akan berkomunikasi dengan Anda secara online 24 jam sehari.

Kesaksian Kristen

Kita Hanya Dapat Memasuki Kerajaan Surga dengan Melakukan Kehendak Tuhan (Bagian Satu)

Oleh Saudari Xinshou, Amerika Serikat

Catatan Editor: Banyak orang percaya bahwa hanya dengan meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan, kita sedang melakukan kehendak Bapa, tetapi Tuhan Yesus berkata,

“Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21–23). Mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa mereka yang bekerja dan berkhotbah dalam nama-Nya adalah para pelaku kejahatan? Bukankah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan berarti melakukan kehendak Bapa? Apa artinya melakukan kehendak Bapa? Pengalaman Saudari Xinshou memberikan kita sebuah jawaban. Bacalah terus untuk mengetahuinya lebih lanjut …

Pada tahun 2012, aku dan suamiku datang ke Amerika Serikat untuk mencari pekerjaan. Dalam suatu kebetulan yang membahagiakan, aku pergi ke sebuah gereja untuk mendengarkan khotbah, dan ketika aku mendengar pendeta berkhotbah bahwa Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita, aku terkejut. Terutama ketika aku mendengar nyanyian pujian kepada Tuhan, kasih Tuhan Yesus yang tanpa pamrih membuatku menangis. Kasih Tuhan bagaikan lampu yang menyala di malam yang gelap yang menerangi seluruh hidupku. Aku mulai berpartisipasi dalam semua jenis kegiatan gereja. Belakangan, aku dipilih untuk tugas-tugas menerima tamu di gereja, dan aku dengan antusias memberitakan Injil bagi Tuhan. Aku percaya bahwa selama aku mencurahkan diri bagi Tuhan dengan bersemangat, aku adalah hamba setia Tuhan, bahwa Dia akan senang denganku, dan bahwa Dia akan memberiku berkat.

Saat Perubahan Tak Terduga Menimpaku, Aku Terjebak dalam Kebingungan

Kami diberkati oleh Tuhan, dan bisnis kami bertumbuh. Pada tahun 2013, kami membuka sebuah perusahaan waralaba, dan bisnis berkembang pesat. Namun masa-masa indah itu tidak berlangsung lama—pada tahun 2015, dengan alasan bahwa kami melanggar peraturan bagi pemegang waralaba, pemilik waralaba mendenda kami sejumlah seluruh bonus tahunan kami. Ketika kami kalah dalam gugatan hukum kami, perusahaan kami berada di ambang kebangkrutan, dan perkara tersebut membuat kami terbelit hutang yang sangat besar. Ketika kami kehilangan kasih karunia Tuhan, aku seperti anak domba yang kehilangan arah. Aku tidak tahu harus ke mana, dan aku merasa sengsara dan tidak berdaya. Larut malam, ketika semua orang tertidur, aku sering berpikir, “Aku sudah selalu bersemangat mencurahkan diri bagi Tuhan dan melayani gereja, jadi mengapa Tuhan tidak mengawasi dan melindungiku? Ataukah hal ini terjadi padaku karena aku melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan?” Aku sangat bingung, dan aku sering kali menangis sementara aku berdoa kepada Tuhan, “Tuhan! Aku tidak tahu mengapa hal ini telah terjadi padaku, dan aku tersiksa. Tuhan! Aku tidak bisa merasakan hadirat-Mu. Apakah Engkau benar-benar telah meninggalkan aku? Tuhan! Di manakah Engkau? Tolong beri aku petunjuk-Mu!” Tetapi setelah aku berdoa, hatiku tetap terasa berat. Tanpa menyadarinya, imanku kepada Tuhan jauh berkurang. Aku menghadiri semakin sedikit pertemuan di gereja, dan aku hanya terus membaca Alkitab dan berdoa di rumah.

Kebingungan Tentang Orang Seperti Apa Yang Dapat Memasuki Kerajaan Surga

Suatu hari, ketika aku membaca Alkitab, aku menemukan firman Tuhan Yesus,

“Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21–23). Firman Tuhan membuatku merenung, “Mengapa Tuhan Yesus mengatakan mereka yang meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Dia, yang begitu aktif melayani Tuhan, adalah para pelaku kejahatan? Adakah beberapa misteri dalam firman Tuhan Yesus?” Aku bertanya kepada para pendeta dan penatuaku tentang arti ayat-ayat Alkitab ini, tetapi secara seragam, jawaban mereka adalah, “Engkau tidak boleh meragukan firman Tuhan. Selama kita memberitakan Injil dan melakukan lebih banyak pekerjaan, ketika saatnya tiba, kita akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan memasuki kerajaan surga.” Setelah mendengar para pendeta dan penatua mengatakan ini, aku merasa bahwa meskipun aku tidak sepenuhnya memahami maksud Tuhan Yesus dalam ayat-ayat ini, aku kembali menemukan motivasi untuk mencurahkan diri bagi Tuhan, jadi aku kembali mengambil bagian dalam banyak kegiatan gereja.

Suatu hari, pada sebuah pertemuan ibadah penginjilan yang dihadiri oleh ribuan orang, aku mendengar nyanyian pujian yang berjudul “Berjalan Keluar”. Nyanyian pujian itu sangat menyentuh hatiku. Aku menyadari bahwa aku tidak pernah benar-benar meninggalkan apa pun. Aku masih mencurahkan diri semua energiku bagi bisnis dan keluargaku sendiri. Sebenarnya aku telah melakukan sangat sedikit bagi Tuhan. Aku berhutang begitu banyak pada Tuhan! Sementara aku memikirkan hal itu, air mata mengalir tak terbendung di wajahku. Aku diam-diam mendorong diriku sendiri dengan berpikir, “Aku tidak bisa terus seperti ini. Aku perlu memiliki iman pada janji-janji Tuhan. Selama aku dengan penuh semangat menyebarkan Injil, aku percaya Tuhan akan menepati janji-janji-Nya.” Aku menyalakan kembali hasrat dalam diriku untuk mengejar Tuhan, tetapi karena kebingunganku tetap tidak terpecahkan, aku juga sering berdoa kepada Tuhan untuk mencari tahu.

Sebuah Pertemuan yang Ajaib Menyalakan Api di Hatiku

Suatu hari, ketika aku menunggu kereta bawah tanah, kereta-kereta tiba-tiba berhenti. Aku sangat cemas, dan aku bertanya kepada wanita di sebelahku apa yang sedang terjadi. Sementara kami bercakap-cakap, aku mengetahui bahwa dia juga seorang Kristen, jadi kami berdoa bersama-sama kepada Tuhan, dan tak lama kemudian, kereta-kereta berjalan lagi. Ketika kami naik kereta dan mulai berbicara, seolah-olah kami sudah saling kenal selama bertahun-tahun. Kami bercakap-cakap dengan sangat akrab. Kami bertukar nomor telepon, dan aku mengundang saudari baruku untuk belajar Alkitab bersamaku.

Suatu kali, saudariku itu mengundangku ke pertemuan pelajaran Alkitab di gerejanya, dan aku dengan senang hati menyetujuinya. Di sana, aku bertemu Saudari Li dan Saudara Zhang, yang persekutuannya sangat bermanfaat. Mereka memberiku pemahaman yang jauh lebih jelas dan terang tentang ayat-ayat Alkitab yang telah membingungkan aku di masa lalu. Setelah itu, Saudara Zhang memutar video tarian dan nyanyian yang berjudul “Tuhan Telah Bawa Kemuliaan-Nya ke Timur” bagiku. Gambar-gambar dalam video itu membuatku terkejut. Aku berseru berkali-kali karena keterampilan para penarinya. Saudara Zhang memberitahuku bahwa para penari tersebut semuanya adalah saudara-saudari yang percaya pada Tuhan. Aku sangat terkejut, dan berpikir bahwa tarian mereka pasti datang melalui tuntunan Roh Kudus. Namun ketika aku melihat video tersebut menyebutkan bahwa Tuhan telah datang ke Timur, aku berpikir, “Mereka bukan orang-orang yang percaya pada Kilat dari Timur, bukan? Di masa lalu aku hanya mendengar para pendeta dan penatua memperingatkan kami agar tidak berhubungan dengan para misionaris Kilat dari Timur, atau kami akan terhilang dari kawanan domba. Apakah aku benar-benar telah bertemu dengan mereka hari ini?” Namun kemudian aku berpikir, “Ada begitu banyak terang dalam persekutuan mereka, dan melalui interaksiku dengan mereka, aku dapat merasakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, yang sama sekali berbeda dari apa yang dikatakan oleh para pendeta dan penatua. Selama aku berada di sini, aku mungkin lebih baik mendengarkan mereka. Dan jika mereka benar-benar telah mengambil jalan yang salah dalam keyakinan mereka, mungkin aku dapat membujuk mereka agar kembali ke jalan yang benar.” Jadi, aku memutuskan untuk terus mendengarkan.

Setelah itu, aku menjelaskan pertanyaan yang membingungkanku kepada mereka, “Dalam Alkitab, Tuhan Yesus berkata,

‘Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan’ (Matius 7: 21–23). Di antara orang-orang ini yang mencurahkan diri dan bekerja bagi Tuhan, beberapa meninggalkan keluarga mereka, yang lain mempersembahkan seluruh masa muda mereka bagi pelayanan, dan beberapa bahkan tidak menikah agar dapat melayani Tuhan sepanjang hidup mereka. Berbicara secara logis, mereka seharusnya telah mendapatkan perkenanan Tuhan, jadi mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa mereka adalah para pelaku kejahatan? Orang seperti apa yang melakukan kehendak Bapa?”

Saudara Zhang tersenyum dan bersekutu, “Di masa lalu, kita semua percaya bahwa selama kita meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja, kita adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa, bahwa kita akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan dapat memasuki kerajaan surga. Namun, apakah secara lahiriah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja benar-benar berarti bahwa kita melakukan kehendak Tuhan? Ini adalah pertanyaan yang harus kita pertimbangkan dengan cermat! Pikirkan kembali orang-orang Farisi. Mereka sering menafsirkan Kitab Suci bagi orang, berdoa bagi orang percaya, dan melakukan perjalanan jauh dan luas untuk bekerja dan berkhotbah, tetapi ketika Tuhan Yesus datang untuk bekerja, mengapa mereka tidak hanya gagal untuk mendapatkan perkenanan Tuhan, tetapi pada kenyataannya dikutuk oleh Tuhan? Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang melayani Tuhan, jadi ketika Tuhan datang untuk bekerja, mereka seharusnya mencari dan menerima keselamatan Tuhan, tetapi mereka justru melakukan yang sebaliknya. Untuk melindungi status dan posisi mereka sendiri, mereka tidak hanya menolak untuk menerima pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, mereka juga menipu dan menghasut orang-orang percaya Yahudi agar secara tak terkendali menentang dan mengutuk Tuhan, menjadi saksi palsu untuk menjebak Tuhan, dan bahkan berkolusi dengan pemerintah Romawi agar Tuhan Yesus disalibkan. Semua yang dilakukan orang-orang Farisi menjadikan diri mereka musuh Tuhan. Dengan demikian mereka meyinggung watak Tuhan, dan Tuhan mengutuk dan menghukum mereka. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa secara lahiriah meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja tidak berarti bahwa kita melakukan kehendak Tuhan. Lihatlah juga kita, sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Meskipun kita dapat meninggalkan dan mencurahkan diri dalam nama Tuhan, tujuan kita bukanlah untuk mengasihi dan menaati-Nya, tetapi sebaliknya adalah untuk mengambil kasih karunia dan berkat dari Tuhan, dan untuk memasuki kerajaan surga. Ketika kita membayar harga dan mencurahkan diri dengan cara ini, esensi dari apa yang kita lakukan adalah bertransaksi dengan Tuhan. Kita curang dan menggunakan Tuhan. Ketika kita mengalami penyakit atau kemunduran dalam karier kita, daripada mencari kehendak Tuhan, kita tidak melakukan apa-apa selain berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk menyingkirkan penyakit atau hambatan yang menyebabkan kita menderita, dan ketika Tuhan tidak memenuhi tuntutan kita, kita mengeluh dan salah paham terhadap Tuhan, menjauhkan diri dari Tuhan, dan dalam kasus-kasus serius menyangkal dan mengkhianati Tuhan. Dalam hal bagaimana kita memperlakukan kedatangan Tuhan kembali, kebanyakan orang tidak memfokuskan upaya mereka untuk memahami firman Tuhan atau mencari kehendak-Nya, tetapi sebaliknya secara membabi-buta mendengarkan para pendeta dan penatuanya. Bahkan ketika orang-orang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali, mereka tidak mencari atau menyelidiki, dan beberapa melangkah amat jauh dengan mengikuti para pendetanya dalam menentang dan mengutuk pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Hal ini sangat parah di antara para pendeta dan penatua dunia keagamaan, yang melihat bahwa pekerjaan dan firman Tuhan di akhir zaman memiliki otoritas dan kuasa, tetapi menolak untuk mencari atau menyelidikinya, dan yang atas nama ‘melindungi kawanan domba dan menjamin keamanan jalan kebenaran,’ tetapi sebenarnya untuk melindungi status dan posisi mereka, berusaha keras untuk menyangkal, mengutuk, dan menentang pekerjaan Tuhan di akhir zaman, mencegah orang percaya untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan di akhir zaman, dan menjaga orang dengan ketat di bawah kendali mereka. Bukankah ini menjadikan mereka antikristus yang menentang Tuhan? Dari hal-hal ini, kita dapat melihat bahwa bahkan jika orang dapat meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja untuk Tuhan, mereka masih mampu menipu dan menggunakan Tuhan, mengikuti dan menyembah manusia, dan bahkan mengutuk Tuhan, menentang Tuhan, dan bertindak sebagai musuh Tuhan. Bukankah orang-orang seperti ini justru adalah orang-orang yang disebut Tuhan Yesus sebagai para pelaku kejahatan? Jadi, meninggalkan dan mencurahkan diri dengan cara ini bukan hanya tak menerima perkenanan Tuhan, tetapi mengundang kutukan Tuhan.

“Tuhan Yesus berkata, ‘Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri’ (Matius 22:37-39). ‘Jika engkau tetap berada di dalam firman-Ku, engkau adalah sungguh-sungguh murid-Ku’ (Yohanes 8:31). Dari firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa mereka yang benar-benar melakukan kehendak Bapa adalah mereka yang, di dalam proses meninggalkan, mencurahkan diri, bersusah payah, dan bekerja, mampu melaksanakan firman Tuhan, mematuhi perintah-perintah Tuhan, menerapkan persyaratan-persyaratan Tuhan bagi manusia, berdiri teguh dan bersaksi bagi Tuhan di tengah-tengah ujian dan pemurnian, dan melakukan segalanya hanya untuk memuaskan Tuhan. Mereka adalah orang-orang dengan kepatuhan dan kasih yang tulus kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang seperti Abraham, yang menghormati Tuhan di atas segalanya dan dapat mematuhi persyaratan-persyaratan Tuhan. Ketika Tuhan memintanya untuk mengorbankan putranya satu-satunya, Ishak, di atas mezbah, dia tidak mencari alasan atau dalih, tetapi melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dengan ketaatan mutlak, dengan tulus siap untuk mengembalikan Ishak kepada Tuhan, dan akhirnya diberkati oleh Tuhan. Dan juga seperti Petrus, yang mengabdikan hidupnya untuk mengejar kasih Tuhan dan memuaskan Tuhan. Dia ingat firman Tuhan Yesus, dan merindukan dan mencari kebenaran dalam segala hal. Setelah dia menerima amanat Tuhan, Petrus menggembalakan gereja dengan ketat sesuai dengan kehendak dan persyaratan-persyaratan Tuhan, menekankan untuk melakukan kebenaran dan memuaskan kehendak Tuhan, dan akhirnya disalibkan terbalik demi Tuhan. Dia sangat mengasihi Tuhan sepenuhnya, bahkan taat sampai mati. Keduanya mengorbankan segalanya untuk memuaskan Tuhan, bahkan hidup mereka sendiri. Orang-orang seperti ini adalah mereka yang sungguh-sungguh memiliki ketaatan dan kasih kepada Tuhan. Mereka menciptakan kesaksian yang indah dan bergema bagi Tuhan, dan ini adalah orang-orang yang benar-benar melakukan kehendak Bapa.”

Di masa lalu, ketika aku membaca firman ini dari Tuhan Yesus, aku merasa ada kebenaran yang dapat dicari di dalamnya, tetapi aku tidak sepenuhnya mengerti. Namun, melalui persekutuan Saudara Zhang, aku akhirnya mengerti apa yang Tuhan Yesus maksudkan, dan ketika aku mempertimbangkan firman ini dengan persekutuannya, aku diingatkan tentang semua perilakuku di masa lalu: ketika aku menikmati kasih karunia Tuhan, imanku kepada-Nya tampak kuat, dan aku dengan bersemangat mencurahkan diri bagi Tuhan, tetapi ketika malapetaka dan ujian menimpaku, aku kehilangan imanku kepada Tuhan, bahkan mengeluh bahwa Dia tidak melindungi aku, dan kehilangan hasratku untuk mencurahkan diri bagi-Nya. Memikirkan semua yang telah kulakukan, tampaknya aku benar-benar sedang bertransaksi dengan Tuhan. Apakah aku benar-benar tengah menggunakan dan menipu Tuhan? Bisakah bekerja dan mencurahkan diri seperti itu benar-benar mendapatkan pujian Tuhan? Sepertinya aku sebenarnya bukan seseorang yang melakukan kehendak Bapa! Namun kemudian, bagaimana seseorang bisa menjadi orang yang melakukan kehendak Bapa dan memasuki kerajaan surga? Jadi, aku sekali lagi menjelaskan kebingunganku kepada mereka.

Kesaksian Kristen

Apa Arti Keselamatan? Bagaimana Kita Dapat Diselamatkan dan Masuk ke Dalam Kerajaan Surga?

Oleh Saudari Shen Qingqing, Korea Selata

Banyak orang berharap untuk diselamatkan oleh Tuhan pada saat kedatangan-Nya dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Sampai sekarang, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang telah secara terbuka memberi kesaksian bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, dan bahwa Dia sedang melakukan pekerjaan penghakiman yang mulai di rumah Tuhan untuk menyelamatkan dan mentahirkan manusia. Beberapa orang mungkin merasa kebingungan ketika mendengar kabar ini. Mereka membaca ayat-ayat berikut ini: “Ia yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan; tetapi ia yang percaya tidak akan dikutuk” (Markus 16:16). “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10), dan percaya ayat-ayat ini memiliki makna bahwa karena Tuhan Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa seluruh umat manusia, asalkan mereka percaya kepada Tuhan, mereka akan diselamatkan, dan bahwa sekali mereka telah diselamatkan berarti mereka diselamatkan untuk selamanya. Mereka percaya bahwa asalkan mereka menjaga nama Tuhan dan bertahan sampai akhir, mereka dapat diangkat langsung ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali tanpa harus menerima pekerjaan penghakiman dan pentahiran Tuhan pada akhir zaman. Apakah kepercayaan semacam ini benar?

Marilah kita merenungkan: apakah Tuhan pernah mengatakan bahwa sekali seseorang diselamatkan dia dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Apakah ini dikatakan dalam Alkitab? Jawaban untuk kedua pertanyaan ini jelas tidak. Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7:21-21). Berdasarkan firman Tuhan, kita tahu bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga yang dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Melakukan kehendak Bapa di surga berarti mampu melakukan firman Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan mampu hidup sesuai dengan firman Tuhan apa pun situasinya, dan tidak pernah lagi berbuat dosa atau menentang Tuhan. Namun kita terus berbohong dan berbuat dosa walaupun sebenarnya kita tidak mau, dan bahkan gagal menerapkan ajaran Tuhan, jadi dapatkah seseorang yang masih dapat berbuat dosa dan menentang Tuhan dengan cara ini masuk ke dalam kerajaan surga? Sayangnya, keyakinan kita bahwa “sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan” adalah keyakinan yang keliru. Dalam hal masalah penting tentang memasuki kerajaan Tuhan, kita harus mengikuti firman Tuhan. Kita tidak bisa menggunakan gagasan dan imajinasi manusia! Jadi, apa arti “keselamatan” yang sesungguhnya dalam Alkitab? Bagaimana sebenarnya seseorang dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Ini adalah pertanyaan yang sekarang akan kita diskusikan dan eksplorasi bersama.

Arti “Keselamatan” yang Sesungguhnya

Kita semua tahu bahwa pada akhir Zaman Hukum Taurat, umat manusia menjadi semakin sedemikian dirusak oleh Iblis. Orang-orang Israel sering melanggar hukum Taurat dan perintah-perintah Tuhan dan semakin banyak berbuat dosa—sedemikian rupa sehingga tidak ada pengorbanan sebanyak apa pun yang cukup, dan mereka semua diperhadapkan pada bahaya akan dikutuk dan dijatuhi hukuman mati oleh hukum Taurat. Untuk menyelamatkan manusia dari ancaman kematian, Tuhan turun ke dunia dalam daging sebagai Tuhan Yesus untuk melakukan pekerjaan penebusan, untuk disalibkan demi manusia, untuk menjadi korban penghapus dosa bagi seluruh umat manusia, dan untuk mengampuni manusia dari dosa-dosanya sekali untuk selamanya. Sejak saat itu, asalkan seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan dan bertobat, dia akan diampuni dari dosa-dosanya dan menikmati semua berkat dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat, ini adalah “keselamatan.” Karena itu, “keselamatan” yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus bukanlah seperti yang kita bayangkan, bahwa asalkan kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita akan diselamatkan sekali untuk selamanya; lebih tepatnya, itu berarti orang yang berbuat dosa tidak lagi akan dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat, dan dosa-dosa manusia akan diampuni. Marilah kita melihat satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: “Meskipun manusia telah ditebus dan diampuni dosanya, itu hanya dapat dianggap bahwa Tuhan tidak lagi mengingat pelanggaran manusia dan tidak memperlakukan manusia sesuai dengan pelanggarannya. Namun, ketika manusia hidup dalam daging dan belum dibebaskan dari dosa, ia hanya bisa terus berbuat dosa, tanpa henti menyingkapkan watak rusak Iblis dalam dirinya. Inilah kehidupan yang manusia jalani, siklus tanpa henti berbuat dosa dan meminta pengampunan. Mayoritas manusia berbuat dosa di siang hari lalu mengakui dosa di malam hari. Dengan demikian, sekalipun korban penghapus dosa selamanya efektif bagi manusia, itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya separuh dari pekerjaan penyelamatan telah diselesaikan, karena watak manusia masih rusak” (“Misteri Inkarnasi (4)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi” (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Dari sini kita dapat memahami bahwa untuk menyelesaikan masalah watak jahat yang berakar sedemikian dalam pada diri manusia dan membebaskan manusia sepenuhnya dari belenggu dosa, adalah perlu bagi Tuhan untuk datang kembali pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan mengungkapkan kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Bahkan, Tuhan telah menubuatkan ini sejak lama, sebagaimana tertulis di dalam Alkitab: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:12–13). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17).

Ketika kita percaya kepada Tuhan, meskipun kita memang menerima karunia keselamatan dan dosa-dosa kita diampuni, kita tidak dibebaskan dari belenggu dosa dan terus hidup dalam dosa. Beberapa contohnya adalah: kita bisa menjadi sangat congkak, selalu ingin mengambil keputusan akhir dalam posisi kelompok apa pun dan membuat orang lain mengikuti apa yang kita katakan, dan jika seseorang tidak setuju dengan apa yang kita katakan, kita mungkin menjadi marah dan menegur mereka, dan bahkan dalam kasus yang lebih serius, kita mungkin menghukum atau menghina mereka dengan cara tertentu. Kita dapat menjadi sangat egois dan mendasarkan segalanya pada prinsip kepentingan pribadi, dan bahkan mencoba untuk membuat transaksi dengan Tuhan dalam kepercayaan kita kepada-Nya; ketika segalanya damai dan berjalan lancar, kita bersyukur kepada-Nya, tetapi ketika menghadapi rintangan dan kegagalan, kita menjadi penuh dengan kesalahpahaman dan keluhan terhadap-Nya, dan bahkan sampai bisa mengkhianati dan meninggalkan Dia. Kita bisa menjadi sangat curang, sehingga setiap kali kepentingan pribadi kita terganggu, kita berbohong dan menipu walaupun sebenarnya kita tidak mau. Ini hanyalah beberapa contoh tentang bagaimana kita terus hidup dalam dosa. Alkitab berkata, “Karena jika kita dengan sengaja berbuat dosa setelah menerima pengetahuan kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada adalah penghakiman mengerikan dan lautan api yang akan menghanguskan orang-orang durhaka” (Ibrani 10:26–27). “Siapa saja yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34–35). Tuhan itu kudus. Setelah kita mengetahui jalan yang benar, kita masih dapat berbuat dosa dan menentang Tuhan walaupun sebenarnya kita tidak mau. Itu berarti kita adalah hamba dosa, dan tidak dapat dipuji oleh Tuhan. Alkitab berkata, “Tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan” (Ibrani 12:14). Jika seseorang belum ditahirkan dari dosa-dosa mereka, dan mereka sering berbuat dosa dan menentang Tuhan, dapatkah orang ini diselamatkan selamanya? Apakah orang ini layak masuk ke dalam kerajaan surga? Jelas tidak bisa. Hanya setelah kita ditahirkan sepenuhnya dari dosa-dosa kita, barulah kita bisa menjadi kudus dan masuk ke dalam kerajaan surga. Dan sekarang beberapa orang mungkin bertanya: Bagaimana kita dapat ditahirkan sehingga kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga?

Bagaimana Kita Dapat Menerima Keselamatan dan Masuk ke dalam kerajaan surga?

Sekarang, atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan mengungkapkan semua kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan manusia untuk menyelesaikan masalah natur manusia yang berdosa sekali untuk selamanya dan membebaskannya dari belenggu dosa, menyucikannya, sampai akhirnya dia didapatkan oleh Tuhan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman menggenapi nubuat-nubuat ini sepenuhnya. Semua orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman akan menerima penyucian dan penyelamatan Tuhan. Mereka semua akan memiliki kesempatan untuk dibentuk menjadi para pemenang sebelum datangnya malapetaka besar, untuk dimuliakan bersama Tuhan, dan diangkat ke dalam kerajaan surga. Jadi bagaimana Tuhan Yang Mahakuasa menghakimi dan mentahirkan manusia dan membebaskan mereka dari belenggu dosa?

Firman Tuhan Yang Mahakuasa berkata: “Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan” (“Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”).

Dapat diipahami dari firman Tuhan ini bahwa Tuhan menggunakan banyak kebenaran untuk menghakimi dan menyingkapkan watak jahat manusia yang memberontak dan menentang Tuhan. Ketika kita mengalami penghakiman firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita secara pribadi mengalami bahwa watak Tuhan yang benar tidak menoleransi pelanggaran. Setiap perkataan Tuhan menembus hati kita dan menyingkapkan segala macam perwujudan dari kerusakan, serta pemikiran dan gagasan yang keliru, motif yang tercemar, dan gagasan serta imajinasi di lubuk hati kita, serta natur jahat di balik semua ini, dengan demikian menyebabkan kita merasa dipenuhi rasa malu dan sangat menyesal sehingga kita bersujud di hadapan Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya. Sementara itu, Tuhan juga menunjukkan kepada kita jalan penerapan, seperti pandangan apa yang harus kita miliki dalam kepercayaan kita kepada Tuhan, bagaimana menjadi orang yang jujur, bagaimana meninggikan Tuhan dan memberikan kesaksian tentang Tuhan, bagaimana menghindari menempuh jalan antikristus, bagaimana mencapai ketaatan sejati kepada Tuhan dan kasih sejati kepada Tuhan, dan sebagainya. Hanya ketika kita telah mengalami pekerjaan penghakiman Tuhan dan kita melakukan penerapan sesuai dengan firman Tuhan barulah kita dapat hidup dalam keserupaan dengan manusia yang normal. Ini semua adalah hasil dari penghakiman Tuhan.

Sekarang, berbagai jenis kesaksian pengalaman dari banyak saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang telah mengalami penghakiman telah dipublikasikan di Internet. Dari pengalaman dan kesaksian nyata ini, dapat dilihat bahwa hanya dengan mengalami pekerjaan penghakiman dan hajaran yang Tuhan lakukan pada akhir zaman barulah seseorang dapat ditahirkan dan sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan—ini adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk mencapai kerajaan surga. Sampai sekarang, banyak orang dari seluruh dunia yang benar-benar percaya kepada Tuhan telah menemukan jalan menuju kerajaan surga melalui firman Tuhan Yang Mahakuasa dan telah kembali kepada-Nya. Jika kita terus berpegang teguh pada pemahaman “sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan” dan tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, watak-watak kita yang rusak tidak akan ditahirkan dan diubahkan, dan oleh karena itu, kita tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Jadi, tunggu apa lagi?

Banyak orang Kristen bersedia untuk lebih banyak mengenal Tuhan, mengejar untuk memahami kebenaran dan memiliki jalan dalam kehidupan. Kami telah memilih banyak artikel kesaksian Kristen mengalami pekerjaan Tuhan, termasuk Reuni dengan Tuhan, Peperangan Rohani, Pernikahan dan Keluarga,Tempat Kerja, Mendidik Anak-anak, Berkat yang mengagumkan, Renungan Harian. Klik untuk membaca lebih banyak Kesaksian Kristen.

Kesaksian Kristen

Dapatkah kita memasuki kerajaan surga karena dibenarkan oleh iman?

PertanyaanAlkitab mengatakan: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10). Kita sudah diselamatkan melalui iman kepada Yesus. Sekali diselamatkan, kita selamanya selamat. Saat Tuhan datang, kita pasti bisa masuk Kerajaan Surga.

Jawaban:
“Sekali kita diselamatkan, kita selamanya selamat dan bisa masuk Kerajaan Surga,” ini sekadar pemahaman dan khayalan manusia. Ini sama sekali tidak sejalan dengan firman Tuhan. Tuhan Yesus tidak pernah berkata orang bisa masuk Kerajaan Surga hanya dengan diselamatkan melalui iman. Tuhan Yesus berkata, hanya orang yang melakukan kehendak Bapa Surgawi yang dapat masuk Kerajaan Surga. Hanya firman Tuhan Yesus yang memiliki otoritas dan adalah kebenaran. Pemahaman dan khayalan manusia bukan kebenaran. Bukan standar bagi orang untuk dapat memasuki Kerajaan Surga. Saudara-saudari, tentang “keselamatan melalui iman” yang kita bicarakan, “keselamatan” ini hanya merujuk pada pengampunan dosa seseorang, tidak dikutuk atau dihukum mati oleh Taurat. Ini bukan berarti orang yang sudah “diselamatkan” dapat menempuh jalan Tuhan, dibebaskan dari dosa, dan sudah menjadi kudus. Ini jelas bukan berarti bahwa orang itu dapat masuk Kerajaan Surga. Walau dosa kita sudah diampuni melalui iman, dosa itu tetap ada. Kita masih sering berbuat dosa dan menentang Tuhan. Kita hidup dalam siklus konstan berdosa dan mengaku dosa. Bagaimana orang semacam itu bisa masuk Kerajaan Surga? Alkitab mengatakan: “karena tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan.” kalau kalian bilang orang yang sering berdosa bisa masuk Kerajaan Surga, itu tidak sesuai dengan fakta. Kalian berani mengatakan orang yang tidak suci dan rusak, yang sering berbuat dosa, hidup di Kerajaan Surga? Kalian pernah melihat orang tidak suci dan jahat di Kerajaan Surga? Tuhan itu benar dan kudus. Mungkinkah Tuhan mengizinkan orang yang sering berdosa masuk Kerajaan Surga? Tuhan Yesus pernah berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34-35). Maka kita bisa memahami bahwa orang yang belum bebas dari dosa dan menerima kekudusan tidak bisa masuk Kerajaan Surga. Seandainya pendapat kalian benar, dan orang yang menerima keselamatan melalui iman dapat masuk Kerajaan Surga, mengapa Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga“? Mengapa Dia mengatakan akan memisahkan kambing dari domba dan gandum dari lalang? Karena itu, “mereka yang diselamatkan melalui iman pasti diizinkan masuk Kerajaan Surga” tak mungkin benar! Keyakinan itu langsung dibantah oleh firman Tuhan Yesus!

Dikutip dari naskah film “Kenangan Menyakitkan”

Rekomendasi:kita sering hidup dalam dosa, hanya mereka yang memiliki pertobatan sejati yang bisa mendapatkan belas kasihan Tuhan, tetapi bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Silakan melihat khotbah ini tentang pertobatan.

Kesaksian Kristen

Apa Arti Pengangkatan Menurut Alkitab? Bagaimana Kita Akan Diangkat Sebelum Kesengsaraan Besar?

Kerajaan SurgaOleh Saudari Becky, U.S.A.

Sekarang, bencana di seluruh dunia menjadi semakin parah. Berita dipenuhi dengan kisah-kisah tentang wabah, gempa bumi, banjir, dan kekeringan. Pernahkah engkau merenung: nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali telah digenapi, jadi mengapa kita masih belum menyambut Tuhan? Jika ini terus berlanjut, saat kesengsaraan besar tiba, bukankah kita juga akan jatuh ke dalam bencana? Kapan Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam kerajaan surga? Lanjutkan membaca “Apa Arti Pengangkatan Menurut Alkitab? Bagaimana Kita Akan Diangkat Sebelum Kesengsaraan Besar?”

Renungan Harian

Apa yang Dimaksud dengan Pertobatan Sejati?

005-尼尼微王及大臣披麻蒙灰-ZB-20180516Oleh Liu Shuo

Catatan Editor: Pertobatan adalah suatu bentuk perilaku di mana orang Kristen dapat mengakui dosa-dosa mereka, bertobat, dan memperbaiki jalan mereka. Melakukan pertobatan menurut Alkitab adalah penerapan yang umum bagi setiap orang Kristen. Namun sering kali kita masih akan berbuat dosa lagi setelah bertobat kepada Tuhan, yang menunjukkan bahwa pertobatan kita bukanlah pertobatan sejati, jadi apa arti pertobatan sejati? Pertobatan macam apa yang sejalan dengan kehendak Tuhan? Marilah kita melihat bagaimana rekan-rekan sekerja ini menemukan jawabannya pada pertemuan pembelajaran Alkitab. Lanjutkan membaca “Apa yang Dimaksud dengan Pertobatan Sejati?”

Kesaksian Kristen

Belajar Alkitab: Di mana kerajaan surga

kerajaan surga, Oleh Jinyi, Amerika Serikat

Banyak orang Kristen percaya bahwa kerajaan surga ada di surga, tetapi Doa Bapa Kami menyatakan: “Kerajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu terjadilah di bumi, seperti di surga” (Matius 6:10). Dan Kitab Wahyu juga menyatakan: “Kerajaan-kerajaan di dunia ini menjadi milik Tuhan kita, dan Kristus-Nya” (Wahyu 11:15). Jadi, apakah kerajaan surga ada di surga atau di bumi? Dalam artikel ini, kami mengungkapkan jawabannya untuk Anda. Lanjutkan membaca “Belajar Alkitab: Di mana kerajaan surga”