Misteri Alkitab

Mengenal Apa Itu kebenaran Baru Dapat Menyambut Tuhan

Apakah itu kebenaran? Apa hubungan kebenaran dengan menyambut kembalinya Tuhan? Sebenarnya, Tuhan Yesus telah menubuatkan: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). Kitab Wahyu pasal 2 dan 3 juga menubuatkan berkali-kali:”Barang siapa memiliki telinga, hendaklah dia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.” Dari nubuatan itu, kita dapat melihat bahwa Tuhan di akhir zaman akan berfirman dan membimbing manusia memahami semua kebenaran. Jika kita ingin menyambut Tuhan, kita harus tahu apa itu kebenaran. Jika kita tidak tahu apa itu kebenaran, akan sulit untuk menyambut Tuhan. Sama seperti ketika Tuhan Yesus pertama kali datang bekerja, Dia memberi orang jalan pertobatan, mengungkapkan kebenaran untuk menyediakan dan menggembalakan manusia, dan menyelesaikan kesulitan praktis manusia. Tetapi orang-orang Farisi yang hafal dengan Alkitab tidak tahu apa itu kebenaran, dan mereka mengutuk Tuhan Yesus karena mengatakan hal-hal yang sombong, dan bahkan memakukan Tuhan Yesus yang mengungkapkan kebenaran di kayu salib, akhirnya mereka dihukum dan dikutuk oleh Tuhan. Dapat dilihat bahwa mengetahui apa itu kebenaran terlalu penting bagi kita, dan itu terkait langsung dengan akhir kita. Jadi, apa sebenarnya itu kebenaran? Bagaimana kita bisa mengetahui kebenaran dan menyambut Tuhan? Mari kita bicarakan bersama.

Lanjutkan membaca “Mengenal Apa Itu kebenaran Baru Dapat Menyambut Tuhan”
Misteri Alkitab

Apa kesalahan termudah saat kita menunggu Tuhan Yesus

Pertanyaan: Tuhan berjanji bahwa Dia akan datang lagi membawa kita ke dalam kerajaan surga, namun kalian bersaksi bahwa Tuhan telah berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Alkitab dengan jelas menubuatkan Tuhan turun di atas awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Kesaksian kalian sangat berbeda, Tuhan telah berinkarnasi dan secara rahasia datang di antara manusia.

Lanjutkan membaca “Apa kesalahan termudah saat kita menunggu Tuhan Yesus”
Misteri Alkitab

Bagaimana kita memastikan bahwa Tuhan Yesus telah datang

Pertanyaan: Engkau berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali; jadi, mengapa kami belum melihat Dia? Melihat barulah percaya, kabar angin tidaklah dapat diandalkan. Jika kami belum melihat Dia, itu pasti berarti bahwa Dia belum datang kembali; Aku akan percaya kalau aku melihat Dia. Engkau berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali; jadi, di manakah Dia sekarang? Pekerjaan apa yang sedang dilakukan-Nya? Firman apa yang telah Tuhan katakan? Aku akan percaya setelah engkau mampu menjelaskan hal-hal ini melalui kesaksianmu.

Jawaban:

Penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman sama seperti yang dinubuatkan oleh Tuhan Yesus. Ada dua bagian—kedatangan-Nya secara rahasia dan kedatangan-Nya secara terbuka. Kedatangan secara rahasia berarti Tuhan berinkarnasi di antara umat manusia sebagai Anak Manusia untuk mengucapkan firman-Nya, dan melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman. Ini adalah kedatangan-Nya secara rahasia. Kedatangan secara terbuka adalah Tuhan datang secara terbuka di tengah awan-awan, yaitu Tuhan datang bersama puluhan ribu orang kudus, terlihat oleh semua bangsa dan semua umat. Saat kita sekarang ini menjadi saksi pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, banyak orang ragu: “Engkau mengatakan bahwa Tuhan telah menampakkan diri dan sedang melakukan pekerjaan. Mengapa kami belum melihat Dia? Kapan dan bagaimana Tuhan mengucapkan firman-Nya? Adakah yang mencatat firman Tuhan saat Dia mengucapkannya, atau apakah Dia menyampaikan firman itu langsung kepada kita? Mengapa Tuhan berbicara di antara engkau semua? Mengapa kita tidak mendengar suara-Nya atau melihat-Nya?” … Tuhan telah menampakkan diri di Tiongkok, di Timur; Dia mengungkapkan suara-Nya dan bekerja dalam rupa Anak Manusia yang berinkarnasi. Sama sekali tidak ada yang supernatural. Tuhan mengenakan daging biasa, penampilan-Nya adalah penampilan seorang manusia biasa, dan Dia berfirman dan bekerja di antara kita. Tidak ada yang supernatural. Sebagian orang berkata: “Jika ini sedikit pun tidak supernatural, apakah Dia itu Tuhan atau bukan? Jika Tuhan menampakkan diri dan bekerja, penampakan-Nya dan pekerjaan-Nya haruslah supernatural.” Izinkan Aku bertanya kepadamu, apakah Tuhan Yesus supernatural ketika Dia bekerja? Ketika Dia berbicara dengan Petrus, dapatkah orang-orang di tempat lain melihatnya? Ketika Dia menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat di satu tempat, dapatkah orang-orang di tempat lain melihatnya? Tentu saja tidak. Tuhan Yesus adalah Anak Manusia dalam rupa daging, dan pekerjaan-Nya serta perkataan-Nya tidaklah bersifat supernatural; selain dari peragaan tanda-tanda dan mukjizat-Nya, tidak ada aspek supernatural. Itulah sebabnya orang-orang di tempat lain tidak dapat mendengar firman-Nya ataupun melihat pekerjaan-Nya—hanya orang-orang di sisi-Nya yang dapat melihat, mendengar, dan mengalaminya. Ini adalah sisi praktis dan normal dari pekerjaan Tuhan. Karena itu, agama lain dan denominasi lain tidak tahu pekerjaan yang telah dilakukan Tuhan melalui Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di Tiongkok. Mengapa mereka tidak tahu? Tuhan tidak bekerja secara supernatural. Hanya orang-orang di antara siapa Dia telah bekerja yang dapat melihat dan mendengarnya; orang-orang di antara siapa Dia belum bekerja tidak dapat mendengar suara-Nya. Ketika Tuhan Yesus melakukan pekerjaan-Nya di antara orang-orang Yahudi, apakah kita, orang-orang Tiongkok, dapat melihat atau mendengarnya? Apakah orang Inggris dan orang Amerika di Barat dapat melihat dan mendengarnya? Lalu mengapa orang Barat dan orang Tiongkok di Timur akhirnya dapat menerima pekerjaan Tuhan Yesus? Karena ada orang-orang yang memberikan kesaksian, yang mengabarkan Injil kepada kita, dan mereka memberikan Alkitab ini yang mencatat perkataan dan pekerjaan Tuhan Yesus kepada kita. Ketika kita berdoa kepada Tuhan Yesus, Roh Kudus melakukan pekerjaan-Nya dan Ia menyertai kita; Dia menganugerahkan kasih karunia kepada kita, dengan demikian kita menjadi percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Beginilah cara kita menjadi percaya. Orang Barat mengatakan bahwa “Tuhan telah menampakkan diri dan bekerja di Tiongkok—mengapa kita belum mengetahui hal ini? Mengapa kita belum dapat melihat dan mendengar hal ini?” Apakah pertanyaan ini mudah dijelaskan?

Apakah ada nubuat dari Tuhan di Alkitab mengenai pekerjaan di akhir zaman? Apa kata Tuhan Yesus mengenai hal ini? “Karena sama seperti kilat datang dari arah Timur dan bersinar ke arah Barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27). Apa artinya ini? Ini berarti pekerjaan Tuhan di akhir zaman bagaikan kilat, yang memancar dari Timur. Anak Manusia akan bekerja di Timur, sehingga orang-orang Timurlah yang pertama dapat melihat penampakan cahaya yang besar itu, dapat melihat penampakan cahaya yang sejati, dapat melihat penampakan Tuhan, dan kemudian segera setelah itu, cahaya besar ini akan bersinar ke arah Barat bagaikan kilat. Artinya, setelah firman Tuhan yang Mahakuasa memancar dari Timur, firman ini dipublikasikan secara online dan dengan demikian menyebar ke Barat. Kapankah firman Tuhan Yang Mahakuasa dipublikasikan secara online? Edisi bahasa Mandarin dipublikasikan secara online, paling lambat pada tahun 2007, atau lebih awal pada tahun 2005. Edisi bahasa Inggris mungkin dipublikasikan secara online pada tahun 2010. Firman Tuhan sudah online selama bertahun-tahun, tetapi berapa banyak orang dari kalangan keagamaan yang telah online untuk menelitinya? Tidak banyak; sangat sedikit yang melakukannya. Jalan Tuhan dan firman yang diucapkan-Nya telah lama online. Orang-orang sekarang telah melihat bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa sudah online, jadi mengapa mereka yang disebut orang-orang percaya yang taat kepada Tuhan Yesus tidak menelitinya? Apa masalahnya di sini? Kesaksian jalan Tuhan telah diberikan kepada orang-orang dari semua bangsa dan semua wilayah. Jika manusia tidak pernah menelitinya, sehingga pada akhirnya menderita kebinasaan dan dimusnahkan, siapa yang bertanggung jawab? Siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini? Apakah ini kesalahan Tuhan ataukah kesalahan manusia? Itu kesalahan manusia. Mengapa kita mengatakan itu? Karena Tuhan Yesus berkata sejak lama, “Karena itu berjaga-jagalah: karena engkau tidak tahu kapan waktunya Tuhanmu datang” (Matius 24:42), “Dan pada tengah malam terdengar teriakan: ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'” (Matius 25:6), “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku” (Yohanes 10:27). Tuhan Yesus mengatakan hal-hal ini berulang kali: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Ini janji Tuhan, dan Tuhan Yesus mengatakan hal-hal seperti ini beberapa kali. Menurut perkataan Tuhan Yesus, jika manusia tidak pernah mencari Tuhan, dan tidak pernah menelitinya ketika dia mendengar seseorang memberi kesaksian tentang kedatangan Tuhan, melainkan malah mengutuk mereka secara membabi buta, mengatakan hal-hal seperti: “Semua yang memberi kesaksian tentang kedatangan Tuhan adalah bidah dan pengikut ajaran sesat,” orang-orang ini, yang belum menerima pekerjaan Tuhan, pada akhirnya akan jatuh ke dalam malapetaka dan akan mati dalam pergolakan hukuman mereka dalam bencana. Siapa yang harus disalahkan? Banyak orang dari kalangan keagamaan curiga mengenai masalah ini. “Mengapa Tuhan tidak menampakkan diri kepada kami? Mengapa Dia tersembunyi dari kami? Mengapa Dia tidak memberitahukan kepada kami?” Pernahkah Tuhan berkata, “Ketika Aku secara rahasia tiba untuk melakukan pekerjaan, Aku akan menampakkan diri dan memberikan wahyu kepada semua orang”? Apa yang dikatakan Tuhan? “Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu” (Wahyu 3:3). Ini dinubuatkan dalam Kitab Wahyu. Karena itu, jika kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan mendengar bahwa seseorang telah memberikan kesaksian bahwa “Mempelai laki-laki telah tiba; Tuhan telah datang kembali,” tetapi kita tidak secara aktif meneliti atau menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, bila kita jatuh ke dalam bencana dan mati dalam menjalani hukuman, kita tidak dapat menyalahkan Tuhan. Kita harus mencari masalah dari dalam diri kita sendiri untuk melihat aspek mana yang belum kita lakukan dengan benar. Hanya ini yang adil. Melihat ke belakang, bagaimana engkau menerima Tuhan Yesus? Apakah Tuhan Yesus datang kepadamu? Apakah Tuhan menampakkan diri kepadamu? Dia tidak melakukan keduanya. Engkau menerima Tuhan Yesus karena orang lain mengkhotbahkan Injil dan memberikan kesaksian tentang Tuhan kepadamu. Orang percaya kepada jalan karena ia mendengar tentang jalan tersebut, dan orang mendengar tentang jalan tersebut karena ia mendengar dari firman Tuhan. Sekarang setelah seseorang memberikan kesaksian kepadamu tentang Injil ini dan fakta bahwa Tuhan telah tiba untuk melakukan pekerjaan, ini adalah kasih, belas kasihan, dan kepedulian Tuhan kepadamu—bukankah engkau seharusnya memahaminya? Beginilah seharusnya orang yang saleh memahami hal ini. Karena itu, jangan congkak di hadirat Tuhan, jangan terlalu tinggi memikirkan dirimu sendiri, jangan hanya berpikir, “Jika Tuhan datang, pertama-tama Dia harus memberikan wahyu kepadaku. Terlebih dahulu, Dia harus mengungkapkannya kepadaku. Jika Dia tiba dan tidak mengungkapkannya kepadaku, berarti Dia bukan Tuhan, dan aku tidak akan mengakui Dia.” Orang seperti apakah ini? Kesalahan apa yang telah orang-orang ini perbuat? Apakah engkau berani memastikan bahwa Tuhan harus mengungkapkannya kepadamu ketika Dia tiba? Apa alasanmu tentang hal ini? Apakah Tuhan mengatakan kepadamu, “Terlebih dahulu, Aku akan mengungkapkannya kepadamu saat Aku tiba”? Apakah Dia telah mengatakan perkataan-perkataan semacam itu kepadamu? Apakah engkau mengira bahwa engkau melebihi semua orang lain di dunia, bahwa engkau adalah yang paling penting, bahwa engkau paling mencintai Tuhan? Apakah engkau lebih penting daripada orang lain? Apakah engkau makhluk ciptaan yang sangat istimewa? Dapatkah orang seperti itu diselamatkan dengan mudah? Mengapa Tuhan harus melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman? Itu karena manusia yang rusak tidak layak melihat Tuhan. Semua manusia yang rusak memiliki watak Iblis; mereka semua sangat congkak dan sombong, dan mereka semua memiliki keinginan yang berlebihan tentang Tuhan. Mereka menempatkan diri mereka di atas segalanya, hanya sedikit di bawah langit dan jauh di atas orang lain, seolah-olah mereka disukai oleh Surga. Dengan watak rusak seperti ini, siapa pun yang belum menerima penghakiman dan hajaran Tuhan tidak layak untuk melihat Tuhan.

Dikutip dari “Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan”

Ada banyak orang, termasuk orang-orang beragama, yang berkata: “Jika Tuhan telah datang, mengapa aku belum melihat Dia? Karena aku belum melihat Dia, itu buktinya Tuhan belum datang.” Bagaimana kedengarannya menurutmu? Itu terdengar konyol dan tak masuk akal. Dapatkah engkau melihat kedatangan Tuhan? Jika engkau melihat wujud asli Tuhan, engkau pasti mati! Jadi, bagaimana cara Tuhan datang? Ia berinkarnasi dalam wujud Anak Manusia, yang berfirman untuk menyelamatkan umat manusia. Dapatkah engkau mengenali Tuhan yang berinkarnasi jika engkau melihat-Nya? Bahkan jika engkau melihat-Nya, engkau tidak akan mengenali Dia. Ini persis seperti ketika Tuhan Yesus datang. Banyak orang yang melihat Tuhan Yesus, tetapi berapa banyak dari antara mereka yang mengenali Dia sebagai Kristus, Putra Tuhan? Hanya satu orang: Petrus, dan itu karena Roh Kudus mencerahkan dia. Apa yang dibuktikan oleh hal ini? Hal ini membuktikan bahwa umat manusia yang rusak tidak punya kesempatan melihat tubuh roh Tuhan saat Mereka berada dalam bentuk fisik. Jika engkau melihat tubuh roh Tuhan, engkau akan mati—engkau tidak akan pernah melihat tubuh roh-Nya. Mampu mendengar suara Tuhan saja sudah cukup menguntungkan bagi umat manusia yang rusak. Saat Tuhan bekerja pada Zaman Hukum Taurat, berapa banyak orang yang dapat mendengar suara Tuhan? Tidak banyak. Kita tahu bahwa Ayub mendengar suara Tuhan, tetapi apakah dia melihat wajah Tuhan? Tidak, ia hanya mendengar Tuhan Yahweh berbicara kepadanya dari dalam pusaran angin, jadi kita dapat mengatakan bahwa mendengar suara Tuhan setara dengan melihat rupa-Nya. Musa mendengar Tuhan memanggilnya, tetapi apakah dia melihat wajah Tuhan? Musa kemudian melihat bagian belakang Tuhan, tetapi tidak melihat wajah-Nya. Jadi jika engkau mendengar seseorang berkata: “Engkau bersaksi bahwa Tuhan telah datang, tetapi mengapa aku masih belum melihat-Nya? Mengapa kedatangan-Nya tidak ada di TV atau radio nasional?” Apa pendapatmu tentang pembicaraan seperti ini? Ini sangatlah kekanak-kanakan! Siapa yang sudah melihat kedatangan Tuhan Yesus? Hanya beberapa orang Yahudi di zaman itu. Orang-orang Yahudi di zaman itu yang, menurut firman Tuhan Yesus, mendengar suara Tuhan dan mendengar otoritas dan kuasa, mengikuti Dia. Namun, pada akhirnya, berapa banyak yang benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus dan benar-benar mengikuti Dia? Sangat sedikit. Jadi ketika Tuhan yang berinkarnasi datang di akhir zaman dan berpakaian layaknya manusia biasa, kita tidak harus melihat wajah orang ini untuk melihat wajah Tuhan. Justru ketika kita mendengar suara-Nya dan melihat kebenaran yang Ia nyatakanlah kita harus menerimanya, menaatinya, dan melakukannya. Orang-orang yang melakukan hal ini akan memperoleh kebenaran dan hidup, dan akan memperoleh keselamatan dari Tuhan. Apakah perkataan seseorang, “Aku harus melihat wajah Kristus sebelum aku menerima Dia” dapat dipegang? Dapatkah rupa Tuhan yang berinkarnasi mewakili tubuh roh Tuhan? Dapatkah rupa Tuhan Yesus mewakili rupa Tuhan yang sebenarnya? Tidak. Jadi, wujud yang diambil oleh Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia bersifat sementara, dan sudah cukup bagi orang-orang untuk melihat bahwa Ia hanyalah manusia yang normal dan biasa. Yang paling penting, orang harus menerima Tuhan yang berinkarnasi, mendengar firman-Nya, dan menerima semua kebenaran yang Ia nyatakan. Ini adalah cara untuk memperoleh kasih dan keselamatan dari Tuhan! Jika engkau tidak mendengarkan firman-Nya dan menerima semua kebenaran yang Ia nyatakan, engkau tidak akan memiliki hubungan dengan Tuhan, engkau tidak akan pernah memenangkan pujian dari Tuhan. Kebenaran yang Tuhan nyatakan di akhir zaman semuanya adalah kebenaran yang memurnikan dan menyelamatkan orang, dan oleh karenanya, itulah kebenaran yang paling penting. Orang-orang yang tidak menerima dan melakukannya pasti tidak akan pernah memperoleh keselamatan dari Tuhan.

Dikutip dari “Persekutuan dari Atas”

Misteri Alkitab

Menonton film di Internet Membuat Saya Bersatu Kembali dengan Tuhan

Pada Februari 2020, pneumonia meletus di Wuhan. Untuk mencegah penularannya, seluruh belahan dunia dibatasi untuk keluar, jadi saya hanya bisa duduk di rumah. Pada saat ini, sepupu saya menelepon saya dan mengatakan bahwa khotbah yang dikhotbahkan oleh Saudari Li dari gereja mereka sangat baik dan mengundang saya untuk mendengarkan khotbah online dengannya. Begitu saya dengar itu adalah khotbah online, saya secara langsung berjaga-jaga dalam hati, dan berpikir bahwa pendeta pernah berkata bahwa ada banyak ajaran palsu dan bidat di Korea, dan memberi tahu kita harus berjaga-jaga agar tidak tertipu. Saya tidak dapat menahan diri untuk berpikir, “Apakah gereja yang sepupu percaya itu adalah gereja palsu? Bagaimana jika dia percaya pada yang salah? Oh, tidak bisa begitu, saya harus mendengarkan khotbah itu dan melihat apa isi-isi yang mereka bagikan, jika itu bukan ajaran Tuhan Yesus, maka saya membujuk sepupu saya untuk berhenti percaya.” Jadi saya berjanji untuk bergabung dengan sepupu saya.

Lanjutkan membaca “Menonton film di Internet Membuat Saya Bersatu Kembali dengan Tuhan”
Misteri Alkitab

Saya Memahami Misteri Tentang Jenis Gender Tuhan dan Saya Menyambut Kembalinya Tuhan (I)

Aku mulai percaya kepada Tuhan Yesus pada tahun 1992, dan membaca ayat ini di dalam Alkitab: “Karena Tuhan begitu mengasihi dunia ini, Dia menyerahkan Anak Laki-Lakinya yang tunggal, sehingga barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan memiliki kehidupan kekal” (Yohanes 3:16). Untuk menebus umat manusia dari dosa-dosa kita, Tuhan Yesus disalibkan pada kayu salib sebagai korban penghapus dosa. Setiap kali memikirkan hal itu, hatiku akan merasa sangat terharu. Setelah mulai percaya kepada Tuhan, aku dengan antusias menghadiri kebaktian-kebaktian gereja, dan akan membaca Alkitab dan berdoa kapan pun aku punya waktu.

Suatu hari, adik perempuanku membawa dua saudari yang belum pernah kutemui sebelumnya ke rumahku. Saat kami berbicara, mereka berkata bahwa Tuhan telah datang kembali dalam daging, dan telah muncul dan bekerja dalam wujud seorang perempuan. Saat mendengar hal ini, aku segera membantahnya, dengan mengatakan, “Bagaimana mungkin? Dinyatakan dengan jelas dalam Alkitab, “Karena Tuhan begitu mengasihi dunia ini, Dia menyerahkan Anak Laki-Lakinya yang tunggal, sehingga barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan memiliki kehidupan kekal” (Yohanes 3:16). Putra tunggal yang disebutkan dalam Alkitab ini pastilah laki-laki. Jadi, pasti Tuhan juga harus datang kembali sebagai laki-laki? Bagaimana mungkin engkau mengatakan bahwa Tuhan telah datang kembali sebagai seorang perempuan?” Meskipun melihat bahwa aku telah mengambil sikap menentang, mereka tetap penuh belas kasih kepadaku dan berkata, “Saudari, meskipun Tuhan yang berinkarnasi sebagai seorang perempuan tidak cocok dengan gagasan kita, kita harus tahu bahwa pekerjaan Tuhan tidak berubah dengan kehendak kita sendiri dan kita tidak boleh menilai tindakan Tuhan dengan pikiran kita sendiri. Ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, misalnya, ini melampaui gagasan dan imajinasi manusia; Dia tidak dilahirkan di sebuah istana, melainkan lahir di sebuah palungan. Dia juga tidak memimpin orang-orang Yahudi untuk menggulingkan penguasa Romawi, tetapi sebaliknya mengajarkan orang-orang untuk mengasihi musuh mereka dan menunjukkan toleransi dan kesabaran. Bukankah orang-orang Farisi pada waktu itu menentang dan mengutuk Tuhan Yesus karena pekerjaan-Nya tidak sesuai dengan gagasan mereka?” Pada saat itu, pintu hatiku tertutup, dan apa pun yang mereka katakan, aku tidak mau mendengarkannya satu pun. Sebaliknya, aku hanya bangkit dan pergi untuk melakukan sesuatu yang lain …

Kristen memberitakan Injil KerajaanSetelah itu, ibuku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, dan dia kemudian berkhotbah kepadaku, dengan mengatakan, “Tuhan telah berinkarnasi dan datang kembali. Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali dan Dia mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penyucian manusia. Kita telah percaya pada Tuhan selama bertahun-tahun, menantikan hari ketika kita dapat menyambut kedatangan-Nya kembali. Jika engkau tidak menerima bahwa Dia telah datang kembali, semua keyakinanmu akan sia-sia. Saat adik perempuanmu datang kembali, engkau harus benar-benar mendengarkannya. Kalau tidak, engkau akan kehilangan kesempatanmu untuk menyambut kedatangan Tuhan dan akan menyesalinya seumur hidupmu.” Namun dalam hatiku, aku tetap percaya bahwa, karena Tuhan Yesus adalah laki-laki, maka Tuhan yang datang kembali harus dalam wujud laki-laki juga, dan bahwa Dia tidak mungkin datang dalam wujud perempuan. Aku bahkan mencoba menasehati ibuku agar tidak menerimanya, tetapi ibuku tidak mau mendengarkanku; dia telah mengambil keputusan.

Kemudian, beberapa saudara-saudari datang untuk mengabarkan Injil kedatangan kembali Tuhan kepadaku, tetapi aku tidak ingin mendengarnya dan aku menentang mereka. Namun kemudian aku memikirkan bagaimana kita semua percaya pada Tuhan dan bahwa Alkitab menyatakan kita harus menerima tamu dengan kasih. Terlepas dari apakah apa yang mereka khotbahkan sesuai dengan konsepku sendiri atau tidak, aku tetap harus hidup sebagai manusia biasa, dan karenanya aku menerima mereka ke rumahku. Sementara mereka memberiku persekutuan, aku duduk di satu sisi dengan ekspresi wajah kosong. Namun, aku menemukan bahwa, sikap apa pun yang aku ambil terhadap mereka, mereka tetap penuh belas kasih kepadaku dan masih mau bersusah payah berkhotbah kepadaku. Melihat cara mereka menghidupi kehidupan mereka, aku mulai lengah.

Maka, aku berkata kepada mereka, “Kalian memberitakan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai seorang perempuan, tetapi aku tidak dapat memahami hal ini. Seperti yang kita semua ketahui, saat Tuhan Yesus datang sebelumnya, Dia datang sebagai laki-laki. Jadi, bukankah Tuhan juga akan datang kembali pada akhir zaman sebagai laki-laki? Bagaimana mungkin Dia datang kembali sebagai perempuan?”

Setelah mendengarkan pertanyaanku, seorang saudari berkata dengan sabar, “Dalam Kejadian 1:26–27, tercatat, ‘Dan Tuhan berfirman, Hendaklah kita menjadikan manusia sesuai rupa Kita, menurut gambar Kita: dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan burung di udara dan atas ternak, serta seluruh bumi, serta segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya, dalam gambar Tuhan diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka’ Jelas dinyatakan dalam Kejadian bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dalam gambar-Nya sendiri. Jika Tuhan itu laki-laki, seperti yang kita katakan, lalu bagaimana penjelasan dalam Alkitab ini? Sebenarnya, esensi Tuhan adalah Roh dan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hanya karena Tuhan berinkarnasi untuk menyelamatkan umat manusia, muncullah perbedaan antara laki-laki dan perempuan, tetapi ini tidak berarti bahwa Tuhan adalah laki-laki atau perempuan. Kita tidak boleh membatasi Tuhan karena Tuhan Yesus berinkarnasi sebagai laki-laki. Apakah Tuhan berinkarnasi sebagai laki-laki ataupun perempuan, selama itu adalah pekerjaan Tuhan, maka kita harus menyelidikinya dan menerimanya. Kita tidak boleh mengandalkan gagasan dan imajinasi kita sendiri dalam pendekatan kita terhadap hal itu …”

Ya, pikirku. Jelas dinyatakan dalam Kejadian bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya sendiri. Tuhan menciptakan Adam sebagai laki-laki dan Hawa sebagai perempuan, dan apakah mereka berdua tidak diciptakan menurut gambar Tuhan? Ini kenyataan! Setelah mereka pergi, aku berpikir pembicaraan mereka masuk akal, dan apa yang mereka katakan cocok sekali dengan Alkitab. Jika mereka datang lagi, aku putuskan untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan berusaha memahami semuanya.

Wanita Kristen menolak Injil KerajaanNamun beberapa hari kemudian, kakak perempuanku membawa lima saudara-saudari dari gereja besar kami, dan mereka berkata dengan serius, “Apakah ada yang memberitakan Kilat dari Timur pernah ke rumahmu? Engkau tidak boleh memercayainya! Bagaimana mungkin Tuhan datang untuk melakukan pekerjaan-Nya dalam wujud seorang perempuan? Engkau tidak boleh memercayainya ….” Mereka bergiliran mengatakan sesuatu dan, meskipun aku ragu-ragu sebelumnya, karena apa yang mereka katakan, pintu hatiku yang baru saja mulai terbuka sekali lagi terbanting menutup. Setelah itu, aku menjadi takut bahwa orang-orang dari gerejaku akan mengetahuinya, dan ketika saudara-saudari itu datang lagi untuk mengkhotbahkan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman kepadaku, aku melarang mereka masuk.

Namun ibuku terus percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa seperti sebelumnya, dan dia menghadiri kebaktian setiap kali diadakan, tidak pernah melewatkan satu pun, seburuk apa pun cuacanya. Aku juga melihat bahwa, sejak ibuku mulai percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dia tampak penuh senyum dan imannya kepada Tuhan semakin positif dan kuat. Dia memperlakukan keluarga kami dengan baik dan ramah, toleran dan sabar terhadap orang-orang, dan ini merupakan perubahan besar dari ketika dia hanya percaya kepada Tuhan. Namun, adapun aku, aku pergi ke gereja untuk mendengarkan khotbah, tetapi itu semua urusan lama yang sama, dan semangatku tidak terpuaskan. Di rumah, aku akan membaca Alkitab dan berdoa, tetapi aku tidak bisa merasakan pekerjaan Roh Kudus, aku hanya memberikan perhatian sepintas lalu untuk membaca Alkitab dan kadang-kadang tertidur saat membacanya. Sebanyak apa pun yang aku baca, aku tidak bisa saja memahami kehendak Tuhan di dalam Alkitab, dan hatiku tidak ada di dalamnya ketika berdoa—aku hanya melakukannya begitu saja. Imanku semakin dingin, dan aku merasa seolah-olah rohku kering dan layu. Hatiku mulai terombang-ambing: Mungkinkah Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar Tuhan Yesus yang datang kembali? Apakah aku sedang menutup pekerjaan Tuhan yang benar?

Artikel Selanjutnya: Saya Memahami Misteri Tentang Jenis Gender Tuhan dan Saya Menyambut Kembalinya Tuhan (II)

Film Rohani Kristen adalah kebutuhan hidup Anda. Hanya dengan menjadi orang jujur yang menyenangkan Tuhan, kita bisa damai dan bahagia dalam jiwa

Misteri Alkitab

Saya Memahami Misteri Tentang Jenis Gender Tuhan dan Saya Menyambut Kembalinya Tuhan (II)

Suatu hari, seorang saudari dari gereja asalku datang ke rumahku, dan dia berkata kepadaku dengan sungguh-sungguh, “Saudari, setiap saudara-saudari yang percaya kepada Tuhan merindukan-Nya datang kembali. Sekarang Dia telah datang kembali, jika kita tidak mencari atau menyelidikinya hanya karena jenis kelamin Tuhan tidak sesuai dengan gagasan kita, maka bukankah kita akan menutup diri dari Tuhan? Apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan? Tuhan Yesus berfirman, ‘Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu’ (Matius 7:7). Jika engkau tidak mencari atau menyelidiki, lalu bagaimana Tuhan akan membuka pintu bagimu? Dan bagaimana engkau dapat menyambut kedatangan-Nya? Berpikir kembali ke zaman Yesus, orang-orang Farisi fasih dalam Alkitab, tetapi karena kedatangan Tuhan Yesus tidak sesuai dengan gagasan mereka sendiri, mereka memaku-Nya hidup-hidup pada kayu salib dan bangsa Israel menderita kesakitan penaklukan nasional. Apakah kita akan menapaki jalan yang sama dengan orang-orang Farisi? Tuhan secara inheren adalah Roh, tidak berbentuk, tidak terlihat, dan tidak berwujud, dan tidak ada perbedaan gender. Baru setelah Tuhan menjadi daging, muncullah perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Tidak peduli apakah Tuhan berinkarnasi sebagai laki-laki atau perempuan, tujuan dari pekerjaan-Nya tidak berubah, yaitu untuk sepenuhnya menyelamatkan semua orang yang mengasihi Tuhan dari pengaruh Iblis dan menuntun mereka ke dalam kerajaan-Nya.”

Beberapa kata dari saudari itu mengingatkanku dengan lembut, dan aku berpikir: Ya! Ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, imam-imam kepala Yahudi, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi fasih dalam Alkitab dan telah melayani Tuhan di bait suci selama beberapa generasi. Namun, karena Tuhan Yesus tampak biasa dan normal, karena Dia tidak memiliki wajah seorang raja dan tidak disebut Mesias, mereka mengutuk-Nya dan menghujat-Nya, mereka menolak menerima kebenaran yang Dia katakan, dan akhirnya mereka menyalibkan-Nya pada kayu salib. Sekarang, aku telah mendengar bahwa Tuhan telah datang kembali, dan aku tidak mencari atau menyelidikinya, tetapi sebaliknya telah menolak untuk menerimanya dan telah berkali-kali menolak masuknya saudara-saudari yang datang untuk mengkhotbahkan kedatangan-Nya kepadaku. Bukankah aku menempuh jalan yang sama dengan orang-orang Farisi? Saudari itu melihat bahwa aku tetap diam, dan berkata, “Aku punya buku firman Tuhan di sini. Aku harap engkau akan membacanya dengan sungguh-sungguh.” Kata-kata tulus dan tatapan penuh pengharapannya meluluhkan hatiku. Sudah sekian lama, saudara-saudari telah datang berkali-kali ke rumahku untuk memberitakan Injil, dan tidak ada yang dapat memiliki iman dan kasih sebanyak ini kecuali itu datang langsung dari Tuhan. Oleh karena itu, aku menerima buku tersebut dan memberi tahu saudari itu bahwa aku telah memutuskan untuk menyelidiki dengan cara ini.

Lanjutkan membaca “Saya Memahami Misteri Tentang Jenis Gender Tuhan dan Saya Menyambut Kembalinya Tuhan (II)”
Kesaksian Kristen

Menafsirkan kembali “Dibenarkan oleh iman”, saya menyambut kembalinya Tuhan

orang kristen berdoa,Oleh Kemu, Amerika Serikat

Percaya pada Tuhan yang Benar, Hatiku Dipenuhi Kedamaian dan Sukacita

Keluargaku dulunya beragama Buddha, tetapi pada tahun 2004, kami bersama bibiku pindah agama menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Pada saat itu, aku menyadari bahwa umat manusia diciptakan oleh Tuhan, dan bahwa kelangsungan hidup manusia hingga saat ini adalah karena penyaliban Tuhan Yesus demi menebus kita; aku merasa bahwa kasih Tuhan benar-benar hebat. Secara khusus, aku tersentuh saat melihat para misionaris memberitakan injil, mengunjungi saudara-saudari mereka, dan tanpa pamrih membantu saudara-saudari mereka yang kesulitan. Lanjutkan membaca “Menafsirkan kembali “Dibenarkan oleh iman”, saya menyambut kembalinya Tuhan”

Kesaksian Kristen

Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Yesus Ketika Dia Datang Mengetuk Pintu?

yesus mengetuk pintu, Dengarkan suara Tuhan,Oleh Xiao Fei

Setelah saya mulai percaya kepada Tuhan, saudara dan saudari seiman suka menyanyikan sebuah nyanyian pujian yang berjudul “Kekasih Kita Sedang Mengetuk Pintu” yang berbunyi: “Kekasih kita sedang mengetuk pintu, rambut-Nya basah oleh embun; marilah kita cepat-cepat bangun dan membuka pintu, dan tidak membiarkan orang yang kita kasihi berbalik dan pergi. … ” Setiap kali kami mulai menyanyikan lagu pujian ini, hati kami sangat tersentuh dan tergerak. Kami semua ingin meminta kekasih kami untuk menginap, dan ketika Dia datang dan mengetuk pintu, kami ingin menjadi yang pertama mendengar suara-Nya dan menyambut Tuhan. Lanjutkan membaca “Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Yesus Ketika Dia Datang Mengetuk Pintu?”

Kesaksian Kristen

Apa yang harus kita lakukan agar tidak kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman(II)

Oleh Jiang Ping, Tiongkok

Karena fondasi saya tidak stabil, gangguan dari anggota-anggota gereja menyebabkan saya menyerah untuk mencari kebenaran

Beberapa minggu telah berlalu, suatu hari, pasangan suami istri yaitu saudara gereja lama saya yang pertama kali membagikan Injil kepada saya, datang ke rumah saya dan berkata dengan marah, “Anda tidak menyampaikan khotbah di gereja selama lebih dari sebulan, dan kami telah mendengar bahwa Anda sekarang percaya pada kilat dari timur. Lanjutkan membaca “Apa yang harus kita lakukan agar tidak kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman(II)”