Kesaksian Kristen

Kitab Wahyu 20:11 menyebutkan tentang penghakiman takhta putih. Apakah penghakiman tersebut hanya menghakimi orang yang tidak percaya?

Renungan Rohani KristenOleh Tiantian

Wahyu 20: 11-12 mengatakan, “Dan aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya langit dan bumi lenyap dan tidak ditemukan tempatnya lagi. Lalu aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta Tuhan itu; kemudian semua kitab dibuka, dan dibuka sebuah kitab lain yaitu kitab kehidupan dan orang-orang mati dihakimi menurut apa yang tertulis di kitab itu, menurut perbuatan mereka.Lanjutkan membaca “Kitab Wahyu 20:11 menyebutkan tentang penghakiman takhta putih. Apakah penghakiman tersebut hanya menghakimi orang yang tidak percaya?”

Kesaksian Kristen

Bisakah Kita Benar-Benar “Mengubah Citra Kita Dalam Sekejap” dan diangkat ke Kerajaan Surga?

yesus mengetuk pintuOleh Feng Shun, Tiongkok

Alkitab berkata: “Kita semua akan diubah, dalam sekejap mata, dengan seketika, saat sangkakala terakhir ditiup, dan orang-orang mati akan dibangkitkan, dalam keadaan yang tidak dapat binasa, dan kita semua akan diubah. Karena apa yang binasa ini harus mengenakan apa yang tidak dapat binasa, dan apa yang mati ini harus mengenakan apa yang tidak dapat mati” (1 Korintus 15: 52-53). Banyak orang kira bahwa meskipun kita masih berdosa, Tuhan itu maha kuasa, dan ketika Tuhan datang kembali, Dia akan mengubah citra kita dalam sekejap, mengubah orang yang berdosa menjadi orang yang tidak berdosa, dan kemudian mengangkat kita masuk ke dalam kerajaan surga. Lanjutkan membaca “Bisakah Kita Benar-Benar “Mengubah Citra Kita Dalam Sekejap” dan diangkat ke Kerajaan Surga?”

Firman Tuhan

Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran

Pekerjaan di akhir zaman bertujuan untuk memisahkan segala sesuatu menurut jenisnya, untuk mengakhiri rencana pengelolaan Tuhan, karena waktunya sudah makin dekat dan hari Tuhan telah tiba. Tuhan membawa semua yang telah memasuki kerajaan-Nya, yaitu mereka yang telah setia kepada-Nya sampai akhir, ke dalam zaman Tuhan sendiri. Namun, sampai datangnya zaman Tuhan itu sendiri, pekerjaan yang akan Tuhan lakukan bukanlah untuk mengamati perbuatan-perbuatan manusia atau menyelidiki kehidupan manusia, tetapi menghakimi pemberontakannya, karena Tuhan akan menyucikan semua orang yang datang ke hadapan takhta-Nya. Lanjutkan membaca “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran”

Firman Tuhan

Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru (Kutipan II)

Tuhan adalah Tuhan atas segenap umat manusia. Dia tidak menjadikan diri-Nya sebagai milik pribadi suatu negara atau bangsa tertentu, dan Ia melangsungkan pekerjaan yang direncanakan-Nya tanpa dihambat oleh bentuk, negara, atau bangsa mana pun. Mungkin engkau belum pernah membayangkan bentuk seperti ini, atau mungkin engkau menyangkal keberadaan-Nya, atau mungkin negara atau bangsa di mana Tuhan menampakkan diri justru terkucilkan dan merupakan yang paling tertinggal di bumi ini. Meski begitu, Tuhan memiliki hikmat-Nya sendiri. Dengan kuasa-Nya dan melalui kebenaran dan watak-Nya, Ia telah benar-benar memperoleh sekumpulan orang yang memiliki pikiran yang selaras dengan pikiran-Nya. Lanjutkan membaca “Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru (Kutipan II)”

Firman Tuhan

Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru (Kutipan I)

Rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan sudah hampir berakhir, dan gerbang kerajaan-Nya telah dibukakan bagi semua orang yang mencari penampakan Tuhan. Saudara-saudari yang terkasih, tunggu apa lagi? Apa yang engkau cari? Apakah engkau menantikan penampakan Tuhan? Apakah engkau mencari jejak langkah Tuhan? Betapa didambakannya penampakan Tuhan! Betapa sulitnya menemukan jejak langkah Tuhan! Di zaman seperti ini, di dunia seperti ini, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menyaksikan hari penampakan Tuhan? Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti jejak langkah Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan itu dihadapi oleh semua yang menantikan penampakan Tuhan. Lanjutkan membaca “Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru (Kutipan I)”

Kesaksian Kristen

Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan “Diatas Awan” (II)

Renungan Rohani KristenBy Li Xun

Aku membuka buku itu dan tanpa sengaja melihat sebuah perikop: “Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari kesukaan di akhir zaman, saat Yesus sang Juruselamat datang di atas awan putih dan menampakkan diri di antara manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus sang Juruselamat saat ini. Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi: ‘Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.’ Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih (awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga), ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan kedatangan-Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan ….” Setelah membacanya, perikop ini benar-benar menyentuh hatiku. Aku merasakan kata-kata ini semuanya menusukku sampai ke inti keberadaanku. Selama bertahun-tahun dalam imanku kepada Tuhan, aku telah menanti dan merindukan Tuhan datang kembali seperti ini. Aku juga merasakan firman ini yang dapat mengungkapkan situasi manusiawi kita dalam menantikan kedatangan Tuhan bukanlah kata-kata yang bisa dipikirkan oleh siapa saja. Jadi aku berpikir, “Mungkinkah Tuhan benar-benar sudah datang kembali? Mungkinkah Dia telah menyatakan firman dan melakukan satu tahap penghakiman?” Tetapi kemudian aku ingat bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan. Jadi aku tetap merasa bingung tentang hal ini. Lanjutkan membaca “Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan “Diatas Awan” (II)”

Kesaksian Kristen

Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan “Diatas Awan” (I)

DG-20171111-A-001-Q0I77MM-ZBOleh Li Xun

Desakan menyatakan kegigihan, yang berarti penantian, dan bahkan lebih merupakan kerinduan rohani …. Tetapi jika arah desakan kita salah, tidakkah kita akan tersesat?

—Catatan

Suatu sore di bulan Juni, rasanya gerah, tanpa embusan angin. Saat itu, aku sedang beristirahat di kursi bambu di rumah.

Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil “Bibi.” Aku melihat keponakan laki-lakiku Xiaofang, yang ditemani oleh salah seorang temannya yang berpakaian rapi dan terlihat ramah. Lanjutkan membaca “Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan “Diatas Awan” (I)”

Kesaksian Kristen

Bagaimana nubuat tentang kedatangan Tuhan dalam Alkitab digenapi?

Menguak Alkitab, Oleh Li Shuo, Tiongkok

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa orang bersaksi di internet bahwa Tuhan telah kembali menjadi daging dan mengucapkan firman untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian manusia, yang telah menciptakan kehebohan yang tidak kecil di dunia keagamaan. Merujuk pada hal ini, seseorang memosting di internet: “Keempat Injil mencatatnya dengan jelas: Tuhan Yesus menampakkan diri kepada manusia selama empat puluh hari dalam tubuh roh-Nya setelah kebangkitan-Nya. Ketika Ia naik ke surga, dua malaikat berkata kepada dua rasul Tuhan Yesus: ‘Yesus yang sama ini, yang terangkat dari antara kalian ke surga, juga akan datang kembali dengan cara yang sama seperti engkau melihat Dia naik ke surga” (Kisah Para Rasul 1:11). Alkitab jelas berkata: Tuhan Yesus naik ke surga dalam tubuh roh-Nya, jadi Ia pasti akan datang dalam tubuh roh. Oleh karena itu, ketika Tuhan Yesus datang kembali, Ia tidak mungkin menjadi daging.” Lanjutkan membaca “Bagaimana nubuat tentang kedatangan Tuhan dalam Alkitab digenapi?”

Firman Tuhan

Mengapa Tuhan dipanggil dengan nama-nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Apa makna di balik nama-nama Tuhan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Mungkinkah nama Yesus—”Tuhan menyertai kita”—merepresentasikan watak Tuhan secara keseluruhannya? Mungkinkah itu sepenuhnya memperjelas Tuhan? Kalau manusia mengatakan bahwa Tuhan hanya dapat disebut Yesus dan mungkin tidak memiliki nama lain karena Tuhan tidak dapat mengubah watak-Nya, maka kata-kata ini benar-benar penghujatan! Apakah engkau percaya bahwa nama Yesus yang berarti Tuhan menyertai kita, cukup untuk merepresentasikan Tuhan secara keseluruhannya? Tuhan mungkin dipanggil dengan banyak nama, tetapi di antara banyak nama ini, tidak ada satu pun yang mampu merangkum semua nama Tuhan, tidak satu pun dapat merepresentasikan Tuhan sepenuhnya. Karena itu, Tuhan memiliki banyak nama, tetapi nama yang banyak ini tidak dapat sepenuhnya memperjelas watak Tuhan karena watak Tuhan sangat kaya sehingga melebihi kemampuan manusia untuk mengenal-Nya. Lanjutkan membaca “Mengapa Tuhan dipanggil dengan nama-nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Apa makna di balik nama-nama Tuhan?”

Misteri Alkitab

Apakah kata-kata dalam Alkitab diilhami Tuhan?

Bacaan Alkitab harian, Halo saudara-saudari dari Tanya & Jawab Rohani:

Akhir-akhir ini aku bingung tentang sesuatu, dan aku ingin meminta bantuan Anda. Aku sudah percaya kepada Tuhan selama beberapa dekade, dan aku selalu berpikir bahwa Alkitab diilhami oleh Tuhan. Tetapi belakangan, ketika membaca ayat-ayat kitab suci, aku terkejut menemukan bahwa beberapa catatan dalam Alkitab tersebut tidak konsisten. Sebagai contoh: Dalam catatan Alkitab mengenai tiga penyangkalan Petrus terhadap Tuhan, Matius 26:34 mengatakan: “Yesus berkata kepadanya, Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa hari ini, bahkan malam ini, sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali” Tetapi Markus 14:30 menyatakan: “Dan Yesus berkata kepadanya, Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa hari ini, bahkan malam ini, sebelum ayam jantan berkokok dua kali, engkau sudah menyangkal Aku tiga kali.Lanjutkan membaca “Apakah kata-kata dalam Alkitab diilhami Tuhan?”