Firman Tuhan yang Relevan:
Di setiap kurun waktu, Tuhan akan memulai pekerjaan yang baru, dan di masing-masing kurun waktu itu akan ada permulaan yang baru di antara manusia. Jika manusia hanya mematuhi kebenaran bahwa “Yahweh adalah Tuhan” dan “Yesus adalah Kristus”, yang merupakan kebenaran yang berlaku hanya di salah satu zaman, maka manusia tidak akan pernah bisa mengikuti pekerjaan Roh Kudus dan selamanya tidak akan mampu mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Bagaimana pun cara Tuhan bekerja, manusia harus mengikuti tanpa keraguan sedikit pun dan dengan saksama. Dengan cara ini, bagaimana mungkin manusia akan disingkirkan oleh Roh Kudus? Apa pun yang Tuhan lakukan, selama manusia yakin bahwa itu adalah pekerjaan Roh Kudus, dan bekerja sama dalam pekerjaan Roh Kudus tanpa keraguan sedikit pun dan selama manusia tetap berusaha memenuhi persyaratan Tuhan, bagaimana mungkin ia dihukum? Pekerjaan Tuhan tidak pernah berhenti, langkah-langkah kaki-Nya tidak pernah berhenti. Sebelum pekerjaan pengelolaan-Nya tuntas, Dia selalu sibuk dan tidak pernah berhenti. Namun, manusia berbeda. Setelah memperoleh secuil saja pekerjaan Roh Kudus, dia menganggap pekerjaan itu tidak akan pernah berubah; setelah mendapatkan sedikit pengetahuan, dia tidak terus mengikuti jejak langkah pekerjaan Tuhan yang baru; setelah menyaksikan sebagian kecil saja pekerjaan Tuhan, dia langsung menempatkan Tuhan dalam wujud patung kayu tertentu, lalu meyakini bahwa Tuhan akan senantiasa berdiam dalam wujud yang dia lihat di hadapannya. Manusia yakin bahwa jika di masa lampau wujud itu demikian, di masa depan pun akan selalu demikian. Setelah mendapatkan pengetahuan yang dangkal, manusia menjadi begitu sombong dan lupa diri, lalu mulai menyatakan dengan seenaknya bahwa watak dan sosok Tuhan itu tidak ada. Setelah menjadi yakin tentang satu tahap pekerjaan Roh Kudus, manusia tetap tidak mau menerima pekerjaan Tuhan yang baru, siapa pun orang yang menyatakannya. Inilah orang-orang yang tidak mampu menerima pekerjaan Roh Kudus yang baru; mereka terlalu konservatif dan tidak mampu menerima hal-hal baru. Orang-orang ini percaya kepada Tuhan tetapi sekaligus menolak Tuhan. Manusia percaya bahwa bangsa Israel bersalah karena “hanya percaya kepada Yahweh dan tidak percaya kepada Yesus”, tetapi mayoritas orang hidup dalam peran “hanya percaya kepada Yahweh dan menolak Yesus” serta “menantikan kedatangan kembali Sang Mesias tetapi melawan Mesias yang bernama Yesus itu”. Maka, tidak heran, orang-orang tetap hidup di bawah kekuasaan Iblis setelah menerima satu tahap pekerjaan Roh Kudus, dan tetap tidak menerima berkat Tuhan. Bukankah ini adalah akibat dari pemberontakan manusia? … Meskipun mereka memang memiliki “kesetiaan yang tertinggi” terhadap firman yang diucapkan Tuhan, perkataan dan tindakan mereka masih terasa sangat menjijikkan karena mereka melawan pekerjaan Roh Kudus serta melakukan penyesatan dan kejahatan. Mereka yang tidak mengikut sampai titik terakhir, yang tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus, dan yang hanya berpaut pada pekerjaan yang lama, bukan hanya gagal mencapai kesetiaan kepada Tuhan, tetapi sebaliknya, juga telah menjadi orang-orang yang melawan Tuhan, yang ditolak oleh zaman yang baru, dan yang akan dihukum. Adakah yang lebih menyedihkan dibandingkan mereka?
Lanjutkan membaca “Apa natur dari masalah manusia yang tidak mengetahui makna penting nama Tuhan atau tidak menerima nama baru-Nya?”