Renungan Harian

Bacaan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?

Saat ini, gempa bumi, kebakaran, banjir, wabah serangga, wabah dan bencana lainnya semakin besar, dan baru-baru ini coronavirus telah menyebar ke seluruh dunia. Menghadapi bencana-bencana ini, banyak orang percaya berpikir bahwa, setelah menerima keselamatan dari penyaliban Tuhan Yesus, selama mereka mengakui Tuhan dengan mulut dan percaya kepada-Nya dalam hati mereka maka mereka diselamatkan. Mereka percaya bahwa selama mereka sering berdoa dan banyak membaca Alkitab dan memiliki iman kepada Tuhan, maka Tuhan akan melindungi mereka dari bencana, dan mereka akan terus diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Dia kembali, karena Alkitab mengatakan: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10).Tetapi apakah anggapan ini benar? Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Mari kita menyelidiki bersama,untuk membantu Anda menemukan jalan yang telah Tuhan janjikan untuk memasuki kerajaan surga.

Bacaan renungan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?

Lanjutkan membaca “Bacaan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?”
Renungan Harian

Hanya dengan melakukan 3 hal ini di saat teduh, kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan

Saat teduh adalah bagian penting dari kehidupan seharian umat Kristen. Inilah saatnya bagi umat Kristen untuk memusatkan perhatian untuk mendekati dan berkomunikasi dengan Tuhan. Di saat teduh, umat Kristen dapat berdoa, membaca Alkitab, menyanyikan lagu rohani, memuji Tuhan, dll. Saat teduh yang efektif dapat memelihara hubungan baik kita dengan Tuhan dan membantu kita bertumbuh secara rohani. Meskipun banyak saudara dan saudari memiliki saat teduh setiap hari, mereka masih merasa bahwa mereka jauh dari Tuhan dan belum banyak bertumbuh dalam kehidupan rohani mereka. Roh mereka seringkali berada dalam kegelapan serta bersikap negatif dan lemah. Saat teduh seperti itu tidak efektif. Lalu bagaimana kita menerapkan dalam saat teduh agar mencapai hasil?

Pertama, tenangkan hati di hadapan Tuhan pada saat teduh

Lanjutkan membaca “Hanya dengan melakukan 3 hal ini di saat teduh, kita bisa menjadi lebih dekat dengan Tuhan”
Renungan Harian

Renungan Alkitab Hari Ini: “Mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu”, apa arti sebenarnya dari ayat ini?

Dari Xinjie

Apa renungan alkitab hari ini ? Kita semua berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Saat ini, empat bulan darah telah muncul; gempa bumi, kelaparan, wabah, dan segala macam bencana lainnya menjadi semakin sering terjadi. Nubuat tentang kedatangan Tuhan yang kedua pada dasarnya telah digenapi. Dan ada banyak orang yang bersaksi secara umum bahwa Tuhan Yesus telah kembali. Banyak saudara dan saudari mulai renungan alkitab , karena Alkitab dengan jelas mengatakan:”Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu.” (Matius 24:36). Bagaimana mereka yang bersaksi dapat mengetahui bahwa Tuhan telah kembali? Apakah Tuhan benar-benar kembali? Bagaimana kita bisa menyambut Tuhan? ” Ini adalah pertanyaan penting yang berhubungan dengan apakah kita dapat menyambut Tuhan. Mari kita menjelajahi bersama.

Lanjutkan membaca “Renungan Alkitab Hari Ini: “Mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu”, apa arti sebenarnya dari ayat ini?”
Renungan Harian

Tiga Cara bagi Orang Kristen untuk menang atas pencobaan

Saudari Jingxing, Korea Selatan

Saudara-saudari,

Aku berharap damai Tuhan beserta kalian! Tidak jarang, segala jenis pertempuran roh akan terjadi di sepanjang kita beriman dan mengikuti Tuhan. Ada pencobaan-pencobaan yang menyangkut uang, status dan nama, pencobaan-pencobaan antara laki-laki dan perempuan, juga fitnah dari orang-orang yang tidak percaya, halangan dan tekanan dari orang-orang terkasih, dan juga pengejaran dan penganiayaan oleh suatu rezim yang jahat. Kadang, bencana yang sama sekali tidak diharapkan menimpa kita. Alkitab mengatakan: “Sadarlah, waspadalah, karena si Iblis, lawanmu itu, sama seperti singa yang mengaum, berjalan keliling mencari mangsa untuk ditelan” (1 Petrus 5:8). Firman Tuhan mengatakan: “Di bumi, segala macam roh jahat tanpa henti berkeliaran mencari tempat untuk beristirahat, tanpa henti mencari mayat-mayat manusia untuk dimakan.” Tidak sekejap pun Iblis tidak ada di samping kita, memeras otaknya untuk memakai setiap orang, peristiwa, atau hal untuk mencobai, menguji, dan menganiaya kita, berusaha untuk membuat kita tenggelam ke dalam kejahatan, ke dalam bencana dan untuk menjauhkan kita sendiri dari Tuhan, untuk mengkhianati-Nya sehingga pada akhirnya kita bisa ditelan sepenuhnya olehnya. Jika kita tidak memiliki kebenaran, kita juga tidak memiliki kearifan; jika kita tidak dapat melihat pertempuran roh dengan jelas, jika kita tidak dapat tinggal dengan teguh dalam firman Tuhan, kemungkinan kita akan ikut dengan kenikmatan dan kesenangan daging, jatuh ke dalam jarring Iblis dan kehilangan kesaksian kita. Sebagai orang Kristen, belajar bagaimana mengenali tipu muslihat Iblis sangat penting. Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk memampukan diri kita sendiri mendeteksi tipu muslihat Iblis di tengah-tengah pertempuran roh dan memberi kesaksian bagi Tuhan? Aku hendak membagikan persekutuan dengan kalian tentang tiga jalan penerapan untuk menang atas pencobaan Iblis.

Lanjutkan membaca “Tiga Cara bagi Orang Kristen untuk menang atas pencobaan”
Renungan Harian

Kesalahan yang Paling Mudah Dilakukan dalam Hal Menyambut Kedatangan Tuhan

Oleh Wu Wen, China

Apakah Anda ingin menyambut kembalinya Tuhan? Tahukah Anda kesalahan apa yang paling mudah dilakukan ketika menyambut kembalinya Tuhan? Kunci utama apa yang harus kita kuasai untuk menyambut Tuhan? Anda hanya perlu memahami “Kesalahan yang Paling Mudah Dilakukan dalam Hal Menyambut Kedatangan Tuhan” untuk menemukan cara menyambut kembalinya Tuhan. Mari kita diskusi bersama.

Menyambut Tuhan tidak dapat memegang teguh pada Konsepsi dan Imajinasi

Seperti yang kita semua tahu, pada Zaman Hukum Taurat, para imam kepala Yahudi, ahli taurat dan orang Farisi sangat menantikan kedatangan Mesias, tetapi pada waktu yang sama, mereka bahkan menentang dan mengutuk Dia dengan keras. Mereka memiliki banyak ilusi tentang nubuatan, dan berpikir bahwa Juruselamat harus dipanggil sebagai Mesias saat Dia datang, Dia harus dilahirkan di istana kekaisaran, atau di keluarga bangsawan atau setidaknya di keluarga terkemuka. Namun saat Tuhan Yesus datang, Dia tidak dipanggil Mesias dan dilahirkan di keluarga biasa, yang sepenuhnya bertentangan dengan konsepsi dan imajinasi mereka. Jadi mereka mulai menghujat dan mengutuk Tuhan Yesus. Mereka memegang teguh pada pandangan salah mereka bahwa “Selama engkau tidak dipanggil Mesias, engkau bukan Kristus,” menentang dan memfitnah Tuhan Yesus. Mereka sepenuhnya tidak ada hati yang mencari kebenaran. Akhirnya, mereka bukan hanya gagal menyambut Mesias, tetapi menyalibkan Tuhan Yesus. Mereka melakukan dosa yang mengerikan dan seluruh bangsa menjadi sasaran kehancuran.

Lanjutkan membaca “Kesalahan yang Paling Mudah Dilakukan dalam Hal Menyambut Kedatangan Tuhan”
Renungan Harian

Ketika Bencana Melanda, Hanya Mereka yang Mencapai Pertobatan Sejati Bisa dilindungi oleh Tuhan

Oleh Qi Xin

Sekarang semua jenis bencana terjadi satu demi satu. Wabah mengamuk di seluruh dunia. Setiap hari ada sejumlah besar orang yang tewas dalam bencana dan banyak orang menjadi panik. Banyak orang percaya mengira bahwa ketika bencana terjadi, mereka harus berdoa kepada Tuhan secara intensif, untuk mengakui dosa-dosa mereka dan bertobat, sehingga mereka dapat dilindungi oleh Tuhan dalam bencana. Dapatkah berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita menjamin bahwa kita bisa mendapat perlindungan Tuhan dalam bencana? Mengapa beberapa orang berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa mereka, tetapi mereka masih tewas dalam bencana? Apakah yang bisa kita lakukan agar dilindungi oleh Tuhan? Selanjutnya kita akan mencari jawaban dalam kata-kata Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus sudah lama memperingatkan kita: “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17). Dari sini dapat dilihat bahwa hanya mereka yang benar-benar bertobat yang akan dilindungi oleh Tuhan selama bencana dan memasuki kerajaan Tuhan. Jadi apakah berdoa dan mengakui dosa kepada Tuhan dianggap sebagai pertobatan sejati? Beberapa orang mungkin berkata, Ketika kita berdoa dan mengakui dosa-dosa kita kepada Tuhan, kita bisa menangis serta menyesali diri kita sendiri; dari penampilan lahiriah, kita juga dapat menerapkan toleransi, pengendalian diri, dan bekerja keras untuk Tuhan. Bukankah ini adalah pertobatan sejati? Jadi apa itu pertobatan sejati? Kita tidak dapat memahaminya berdasarkan gagasan dan imajinasi kita sendiri. Kita harus mencari jawaban dalam firman Tuhan. Firman Tuhan mengatakan: “Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” (Imamat 11:45). “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34-35) serta “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka dapat memperoleh hak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu” (Wahyu 22:14). Dari sini dapat dilihat bahwa Tuhan itu kudus. Jadi, barangsiapa yang hidup dalam dosa adalah orang yang dibenci dan ditinggalkan oleh Tuhan. Oleh karena itu, pertobatan sejati bukan hanya sekadar mengakui dan menyesali dosa-dosa kita, melainkan adalah terbebas dari belenggu dosa sepenuhnya, dan tidak lagi berbuat dosa terhadap Tuhan. Ketika sifat berdosa kita telah ditahirkan, tidak peduli dalam apapun lingkungan, kita dapat melakukan kehendak Tuhan, kita dapat benar-benar menaati Tuhan, tidak lagi memberontak kepada Tuhan dan melawan Tuhan, kita dapat berkorban untuk Tuhan dengan hati yang penuh kasih tanpa niat untuk melakukan perdagangan pribadi, dan semua yang kita lakukan hanyalah demi menaati Tuhan dan membalas kasih Tuhan. Hanya ini yang adalah pertobatan sejati. Hanya dengan mencapai pertobatan sejati, kita dapat dilindungi Tuhan dalam bencana.

Lanjutkan membaca “Ketika Bencana Melanda, Hanya Mereka yang Mencapai Pertobatan Sejati Bisa dilindungi oleh Tuhan”
Renungan Harian

Cara Mendapatkan Keselamatan Kekal

Renungan firman Tuhan hari ini Kristen memungkinkan Andan untuk mengetahui pekerjaan apa yang akan Tuhan lakukan di akhir zaman sehingga Anda dapat menyambut Tuhan dan masuk kerajaan surga secepat mungkin.

Apabila menyebut “keselamatan”, kebanyakan orang berpikir bahwa dengan percaya kepada Tuhan Yesus, kita akan memperoleh keselamatan kekal Tuhan. Karena Roma 10:10 mengatakan, “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” Dengan percaya kepada Tuhan Yesus di dalam hati kita dan mengakui Dia dengan mulut kita, kita sudah diselamatkan dan dibenarkan oleh iman serta mendapatkan keselamatan kekal, jadi ketika Tuhan kembali, Dia akan membawa kita ke kerajaan surga secara langsung. Kita akan menjadi orang-orang yang menerima keselamatan kekal dari Tuhan. Namun, ada orang yang telah meragukan hal ini; meskipun kita diselamatkan oleh iman kita, kita masih melakukan dosa, sering kali kehilangan kesabaran, merasa iri pada orang lain, dan memiliki pikiran jahat. Kita bahkan mengikuti tren duniawi yang jahat. Tuhan Yesus mengatakan dengan jelas bahwa, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34-35). Mereka yang sering berdosa dan mengakui dosa masih adalah hamba dosa, dan sama sekali tidak bisa masuk ke kerajaan surga. Jadi bagaimana itu bisa dianggap sebagai menerima keselamatan kekal dari Tuhan?

Kami ingin bersekutu dan berbincang tentang topik yang kontroversial ini pada hari ini: Apakah mendapatkan keselamatan dari Tuhan Yesus berarti mendapatkan keselamatan kekal dari Tuhan? Dan bagaimana kita bisa menerima keselamatan kekal Tuhan?

Keselamatan dari Tuhan Yesus

Lanjutkan membaca “Cara Mendapatkan Keselamatan Kekal”
Renungan Harian

Apa Artinya Diangkat Sebelum Bencana? Dan Apa Artinya Dibuat Lengkap Menjadi Pemenang Sebelum Bencana?

Menurut nubuatan alkitabiah, Tuhan akan berinkarnasi dan menjadi Anak Manusia untuk bekerja di antara umat manusia pada saat Dia datang kembali. Lalu tahukah Anda inkarnasi artinya? Klik tautan ini untuk mengetahui misteri ini.

Oleh Li Wei, Tiongkok

Saat ini, segala macam bencana terjadi satu demi satu, seperti gempa bumi, kelaparan, wabah, banjir, kekeringan, dan wabah belalang, dan daerah-daerah yang terkena dampak dari bencana semakin besar dalam skala. Nubuat dalam Alkitab mengenai kedatangan Tuhan pada dasarnya telah digenapi, dan dengan demikian membuktikan bahwa Tuhan telah kembali. Namun ada banyak saudara dan saudari yang masih merasa bingung dan berkata, “Kami selalu menjaga nama Tuhan sejak kami mulai percaya. Kita bersikap toleran dan sabar seperti yang Tuhan ajarkan kita, dan kita mampu menyerahkan segalanya dan bekerja keras untuk Tuhan. Ini membuktikan bahwa kita telah menjadi pemenang. Ketika Tuhan datang kembali, Dia akan mengangkat kita ke udara dan kita akan menikmati berkat-berkat di kerajaan surga bersama-Nya. Tetapi sekarang, gerhana bulan darah telah terlihat dan bencana telah menjadi begitu besar, namun kita masih belum diangkat ke udara. Mengapa demikian?” Sebenarnya, jika kita ingin memahami masalah ini, kita harus memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan diangkat sebelum bencana, dan apa artinya dibuat lengkap menjadi pemenang sebelum bencana.

Lanjutkan membaca “Apa Artinya Diangkat Sebelum Bencana? Dan Apa Artinya Dibuat Lengkap Menjadi Pemenang Sebelum Bencana?”
Renungan Harian

Apa natur dari masalah manusia yang tidak mengetahui makna penting nama Tuhan atau tidak menerima nama baru-Nya?

Firman Tuhan yang Relevan:

Di setiap kurun waktu, Tuhan akan memulai pekerjaan yang baru, dan di masing-masing kurun waktu itu akan ada permulaan yang baru di antara manusia. Jika manusia hanya mematuhi kebenaran bahwa “Yahweh adalah Tuhan” dan “Yesus adalah Kristus”, yang merupakan kebenaran yang berlaku hanya di salah satu zaman, maka manusia tidak akan pernah bisa mengikuti pekerjaan Roh Kudus dan selamanya tidak akan mampu mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Bagaimana pun cara Tuhan bekerja, manusia harus mengikuti tanpa keraguan sedikit pun dan dengan saksama. Dengan cara ini, bagaimana mungkin manusia akan disingkirkan oleh Roh Kudus? Apa pun yang Tuhan lakukan, selama manusia yakin bahwa itu adalah pekerjaan Roh Kudus, dan bekerja sama dalam pekerjaan Roh Kudus tanpa keraguan sedikit pun dan selama manusia tetap berusaha memenuhi persyaratan Tuhan, bagaimana mungkin ia dihukum? Pekerjaan Tuhan tidak pernah berhenti, langkah-langkah kaki-Nya tidak pernah berhenti. Sebelum pekerjaan pengelolaan-Nya tuntas, Dia selalu sibuk dan tidak pernah berhenti. Namun, manusia berbeda. Setelah memperoleh secuil saja pekerjaan Roh Kudus, dia menganggap pekerjaan itu tidak akan pernah berubah; setelah mendapatkan sedikit pengetahuan, dia tidak terus mengikuti jejak langkah pekerjaan Tuhan yang baru; setelah menyaksikan sebagian kecil saja pekerjaan Tuhan, dia langsung menempatkan Tuhan dalam wujud patung kayu tertentu, lalu meyakini bahwa Tuhan akan senantiasa berdiam dalam wujud yang dia lihat di hadapannya. Manusia yakin bahwa jika di masa lampau wujud itu demikian, di masa depan pun akan selalu demikian. Setelah mendapatkan pengetahuan yang dangkal, manusia menjadi begitu sombong dan lupa diri, lalu mulai menyatakan dengan seenaknya bahwa watak dan sosok Tuhan itu tidak ada. Setelah menjadi yakin tentang satu tahap pekerjaan Roh Kudus, manusia tetap tidak mau menerima pekerjaan Tuhan yang baru, siapa pun orang yang menyatakannya. Inilah orang-orang yang tidak mampu menerima pekerjaan Roh Kudus yang baru; mereka terlalu konservatif dan tidak mampu menerima hal-hal baru. Orang-orang ini percaya kepada Tuhan tetapi sekaligus menolak Tuhan. Manusia percaya bahwa bangsa Israel bersalah karena “hanya percaya kepada Yahweh dan tidak percaya kepada Yesus”, tetapi mayoritas orang hidup dalam peran “hanya percaya kepada Yahweh dan menolak Yesus” serta “menantikan kedatangan kembali Sang Mesias tetapi melawan Mesias yang bernama Yesus itu”. Maka, tidak heran, orang-orang tetap hidup di bawah kekuasaan Iblis setelah menerima satu tahap pekerjaan Roh Kudus, dan tetap tidak menerima berkat Tuhan. Bukankah ini adalah akibat dari pemberontakan manusia? … Meskipun mereka memang memiliki “kesetiaan yang tertinggi” terhadap firman yang diucapkan Tuhan, perkataan dan tindakan mereka masih terasa sangat menjijikkan karena mereka melawan pekerjaan Roh Kudus serta melakukan penyesatan dan kejahatan. Mereka yang tidak mengikut sampai titik terakhir, yang tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus, dan yang hanya berpaut pada pekerjaan yang lama, bukan hanya gagal mencapai kesetiaan kepada Tuhan, tetapi sebaliknya, juga telah menjadi orang-orang yang melawan Tuhan, yang ditolak oleh zaman yang baru, dan yang akan dihukum. Adakah yang lebih menyedihkan dibandingkan mereka?

Lanjutkan membaca “Apa natur dari masalah manusia yang tidak mengetahui makna penting nama Tuhan atau tidak menerima nama baru-Nya?”
Renungan Harian

Zaman Nuh Telah Tiba: Bagaimana Kita Bisa Menaiki Bahtera Akhir Zaman?


Apa Yang Harus Kita Simpulkan Dari Tanda-tanda munculnya Zaman Nuh?

Pemandangan ini mengingatkan kita pada zaman Nuh. Orang-orang pada zaman itu tidak begitu peduli tentang keberadaan Tuhan, mereka juga tidak menghormati Tuhan atau mengikuti ajaran-Nya. Sebaliknya, mereka melakukan segala macam perbuatan jahat yang menentang Tuhan, seperti pembunuhan, pembakaran, pencurian dan perampokan. Perzinaan telah menjadi kebiasaan bagi mereka sehingga mereka menikah berulang kali, pikiran dan tindakan mereka penuh dengan kejahatan dan kerusakan mereka telah sampai pada tahap yang tidak dapat dipandang. Akhirnya, mereka dihukum oleh Tuhan dan dihancurkan oleh air bah. Sekarang, orang-orang di dunia sama rusak dan jahat seperti orang-orang di zaman Nuh, bahkan lebih parah lagi. Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus bernubuat: “Dan sama seperti di zaman Nuh, begitu juga kelak di hari-hari Anak Manusia. Mereka makan, minum, kawin, dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu air bah datang dan menghancurkan mereka semua. Demikian juga yang terjadi di zaman Lot: mereka makan, minum, menjual, membeli, menanam, dan membangun. Tetapi di hari yang sama Lot keluar dari Sodom, dan turunlah hujan api, dan belerang dari langit dan menghancurkan mereka semua. Demikian juga pada hari ketika Anak Manusia menampakkan diri-Nya” (Lukas 17:26-30). Firman Tuhan memberi tahu kita sesuatu yang sangat penting: Orang-orang di akhir zaman telah menjadi rusak dan jahat seperti orang-orang pada zaman Nuh, maka ia akan menjadi hari kedatangan Anak Manusia dan hari Tuhan datang kembali. Jadi bagaimana kita bisa naik ke bahtera pada akhir zaman sebelum bencana diturunkan?

Lanjutkan membaca “Zaman Nuh Telah Tiba: Bagaimana Kita Bisa Menaiki Bahtera Akhir Zaman?”