
Kategori: Firman Tuhan
Firman Tuhan Harian – “Tentang Alkitab (1)” – Kutipan 269
Firman Tuhan Harian – “Tentang Alkitab (1)” – Kutipan 269
Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan untuk menghubungi kami.
“Pada akhir dari akhir zaman, menonton film Kristen yang diperlukan untuk menyambut Tuhan akan membuat Anda memahami misteri kedatangan kembali Tuhan Yesus dan bersatu kembali dengan Tuhan Yesus secepat mungkin.
Firman Tuhan Harian – “Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal” – Kutipan 140
Bagaimana melakukan renungan pagi agar lebih efektif? Artikel ini memberi tahu Anda jawabannya.
Tuhan yang menjadi manusia adalah Kristus, dan karena itu, Kristus yang bisa memberikan kebenaran kepada orang-orang adalah Tuhan. Tidak ada yang berlebihan dalam hal ini, karena Ia memiliki substansi sebagai Tuhan, dan memiliki watak Tuhan, serta hikmat dalam pekerjaan-Nya yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya Kristus, tetapi tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan, adalah penipuan. Kristus bukan sekadar manifestasi Tuhan di dunia, tetapi justru merupakan daging manusia yang dipilih oleh Tuhan selagi Ia menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia. Manusia ini bukan sesuatu yang bisa digantikan oleh sembarang manusia, tetapi yang mampu memikul pekerjaan Tuhan di dunia, dan mengungkapkan watak Tuhan, mewakili Tuhan, dan memberikan kehidupan bagi manusia. Cepat atau lambat, para Kristus palsu itu akan jatuh, karena walau mereka mengaku sebagai Kristus, mereka tidak memiliki substansi Kristus. Karena itu, Aku mengatakan bahwa keaslian Kristus tidak bisa didefinisikan oleh manusia, melainkan dijawab dan diputuskan oleh Tuhan sendiri. Dengan demikian, jika engkau sungguh-sungguh ingin mencari jalan kehidupan, engkau harus mengakui terlebih dahulu bahwa dengan datang ke dunia, Ia menganugerahi jalan kehidupan kepada manusia, dan engkau harus mengakui bahwa pada akhir zaman Ia datang ke dunia untuk menganugerahi jalan kehidupan kepada manusia. Ini bukan masa yang lampau; hal ini terjadi sekarang.
Lanjutkan membaca “Firman Tuhan Harian – “Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal” – Kutipan 140″Firman Tuhan Harian – “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III” – Kutipan 63
Firman Tuhan harian memungkin Anda menjalin hubungan normal dengan Tuhan, dan biarkan Tuhan memimpin hidupmu sepanjang hari.
Firman Tuhan Harian – “Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan” – Kutipan 36
Firman Tuhan Harian – “Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan” – Kutipan
Firman Tuhan Harian – “Visi Pekerjaan Tuhan (3)” – Kutipan 39
Video lagu rohani Kristen terbaru ini akan membawa Anda untuk mengenal kasih dan keselamatan Tuhan.
Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan…
Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan untuk menghubungi kami.
Perluas Bacaan Anda
Firman Tuhan Hari Ini – “Kata Pengantar” – Kutipan 281
Membaca sepenggal Firman Tuhan setiap hari akan membuat Anda semakin intim dengan Tuhan! Semoga Tuhan memimpin kehidupan seharian Anda.

Firman Tuhan Hari Ini – “Kata Pengantar” – Kutipan 281
Tuhan tidak pernah dapat disamakan dengan manusia. Hakikat-Nya dan pekerjaan-Nya adalah hal yang paling tidak dapat dipahami dan diselami oleh manusia. Jika bukan Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaan-Nya dan mengucapkan perkataan-Nya dalam dunia manusia, manusia tidak akan pernah dapat mengerti kehendak Tuhan. Karena itu, orang-orang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan sekalipun tidak akan bisa mendapat perkenan Tuhan. Tanpa pekerjaan Tuhan, tidak peduli seberapa baik perbuatan manusia, tidak ada artinya, karena pikiran Tuhan selalu lebih tinggi daripada pikiran manusia, dan hikmat Tuhan tidak dapat dipahami oleh manusia. Oleh karena itu, Aku katakan bahwa orang-orang yang “memahami” Tuhan dan pekerjaan-Nya sia-sia, mereka semua sombong dan bodoh. Manusia seharusnya tidak mendefinisikan pekerjaan Tuhan. Lagi pula, manusia memang tidak dapat mendefinisikan pekerjaan Tuhan. Di mata Tuhan, manusia lebih kecil daripada semut, jadi bagaimana mungkin manusia dapat memahami pekerjaan Tuhan? Mereka yang terus-menerus berkata: “Tuhan tidak bekerja dengan cara ini atau itu” atau “Tuhan seperti ini atau itu”—bukankah mereka semua sombong? Kita semua harus tahu bahwa manusia, yang berasal dari daging, semuanya telah dirusak oleh Iblis. Sudah menjadi sifat mereka menentang Tuhan, dan mereka tidak dapat disamakan dengan Tuhan, tidaklah mungkin mereka dapat memberi penjelasan tentang pekerjaan Tuhan. Cara Tuhan menuntun manusia adalah pekerjaan Tuhan sendiri. Manusia harus tunduk dan tidak mempertahankan pandangan tertentu, karena manusia hanyalah debu. Karena kita berusaha mencari Tuhan, kita tidak boleh memaksakan pemahaman kita atas pekerjaan Tuhan untuk pertimbangan Tuhan, apalagi menggunakan watak kita yang rusak untuk secara sengaja berusaha menentang pekerjaan Tuhan. Tidakkah hal itu membuat kita menjadi antikristus? Bagaimana orang seperti itu bisa mengaku bahwa mereka percaya kepada Tuhan? Karena kita percaya bahwa Tuhan itu ada, dan karena kita ingin memuaskan dan melihat-Nya, kita harus mencari jalan kebenaran, dan harus mencari jalan untuk menjadi sesuai dengan Tuhan. Kita tidak boleh tegar tengkuk menentang Tuhan. Apa gunanya tindakan semacam itu?
Saat ini, Tuhan mempunyai pekerjaan yang baru. Engkau mungkin tidak dapat menerima perkataan ini, mungkin perkataan ini terdengar aneh bagi engkau, tetapi Aku sarankan engkau tidak memperlihatkan kenaifan engkau, karena hanya orang yang benar-benar lapar dan haus akan kebenaran di hadapan Tuhan dapat memperoleh kebenaran, dan hanya mereka yang benar-benar saleh bisa mendapatkan pencerahan dan bimbingan Tuhan. Tidak ada gunanya mencari kebenaran melalui perbantahan. Hanya dengan mencari secara tenang kita bisa mendapatkan hasil. Ketika Aku mengatakan bahwa “Saat ini, Tuhan mempunyai pekerjaan yang baru,” yang Aku maksudkan kembalinya Tuhan kepada daging. Engkau mungkin tidak keberatan dengan perkataan ini, atau mungkin membencinya, atau mungkin sangat tertarik. Apa pun itu, Aku harap semua orang yang benar-benar merindukan penampakan Tuhan bisa menerima kenyataan ini dan mempertimbangkannya dengan baik. Engkau sebaiknya tidak langsung membuat kesimpulan. Inilah yang seharusnya dilakukan orang bijak.
Dikutip dari “Kata Pengantar”
Tidak Seorang pun Dapat Menyelami Pekerjaan Tuhan
Ⅰ
Tuhan dan manusia tidak setara. Hakikat dan pekerjaan Tuhan tak dapat dipahami dan tak terselami. Jika bukan Tuhan sendiri yang bekerja dan mengucapkan firman-Nya di antara manusia, kehendak-Nya tak akan pernah dipahami. Bahkan yang t’lah mengabdikan s’luruh hidup buat Tuhan tak ‘kan mampu mendapatkan perkenan dari Tuhan. Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?
Ⅱ
Tanpa pekerjaan Tuhan, perbuatan terbaik manusia tak ada artinya, kar’na pikiran Tuhan selalu lebih tinggi dari pikiran m’reka. Tidak seorang pun dapat menyelami hikmat-Nya. Maka Tuhan berkata: mereka yang berpikir dapat “”melihat dengan jelas”” Tuhan dan pekerjaan-Nya, m’reka semua congkak dan bodoh. Iblis t’lah m’rusak manusia, sifat manusia ialah menentang Tuhan. M’reka tak setara dengan-Nya, dan tak dapat b’ri saran ‘tuk pekerjaan-Nya. Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?
Ⅲ
Pekerjaan Tuhan ialah membimbing manusia. Manusia harus tunduk dan jangan bertaut pada paham tertentu, s’bab manusia hanyalah debu. S’bab kita b’rusaha mencari Tuhan, kita tak boleh memaksakan gagasan kita pada pekerjaan Tuhan agar Dia mempertimbangkannya. Apalagi memakai watak rusak kita ‘tuk b’rusaha menentang pekerjaan Tuhan. Tidakkah itu menjadikan kita antikristus? Apakah orang s’perti itu percaya Tuhan? Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?
Karena kita percaya bahwa Tuhan ada, dan kita ingin memuaskan dan melihat-Nya, kita harus mencari jalan kebenaran dan cara untuk jadi sesuai dengan-Nya. Jangan tegar tengkuk menentang-Nya. Apalah gunanya berbuat itu? Manusia tak boleh artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan? M’reka tak dapat artikan pekerjaan Tuhan. Di hadapan Tuhan, manusia tak lebih dari semut; bagaimana mungkin dapat menyelami pekerjaan Tuhan?
dari “Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru”
Apakah Anda merasakan bimbingan bila renungan pagi Kristen? Segera melihat renungan pagi Kristen 2020.
TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN MANUSIA
Rekomendasi:Klik tautannya, dan bagikan firman Tuhan harian dengan Anda, sehingga hubungan Anda dengan Tuhan lebih akrab!
Sejak engkau datang dengan menangis ke dalam dunia ini, engkau mulai melakukan tugasmu. Engkau mulai mengambil peranmu dalam rencana Tuhan dan dalam penetapan Tuhan. Engkau memulai perjalanan hidupmu. Apa pun latar belakangmu dan bagaimanapun perjalanan yang ada di hadapanmu, tak ada seorang pun yang dapat lolos dari penyelenggaraan dan pengaturan yang telah Surga siapkan, dan tak ada seorang pun yang dapat mengendalikan nasibnya, sebab hanya Ia, yang mengatur segala sesuatu, yang dapat melakukan pekerjaan tersebut. Sejak hari manusia diciptakan, Tuhan terus melakukan pekerjaan-Nya, mengelola alam semesta ini dan mengarahkan perubahan dan pergerakan segala sesuatu. Seperti semua hal lainnya, manusia dalam hening dan tanpa sadar menerima pemeliharaan yang manis dan hujan serta embun dari Tuhan. Seperti semua hal lainnya, manusia tanpa sadar hidup dalam pengaturan tangan Tuhan. Hati dan jiwa manusia berada dalam genggaman Tuhan, dan seluruh kehidupan manusia berada dalam pengamatan mata Tuhan. Entah engkau memercayainya atau tidak, setiap dan segala hal, baik hidup maupun mati, akan berganti, berubah, diperbarui, dan lenyap seturut pemikiran Tuhan. Beginilah cara Tuhan memerintah atas segala sesuatu.
Lanjutkan membaca “TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN MANUSIA”Tuhan Bermaksud Menghancurkan Dunia dengan Banjir. Memerintahkan Nuh untuk Membangun Bahtera
(Kej 6:9-14) Inilah kisah Nuh. Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela di dalam generasinya, dan Nuh berjalan bersama Tuhan. Nuh memiliki tiga anak, Sem, Ham, dan Yafet. Namun bumi sudah rusak di hadapan Tuhan dan penuh dengan kekerasan. Tuhan memandang bumi itu dan melihat bumi memang sudah rusak, karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi. Lalu Tuhan berfirman kepada Nuh: “Akhir semua makhluk hidup sudah ada di hadapan-Ku; karena bumi penuh dengan kekerasan oleh mereka, maka Aku akan menghancurkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah sebuah bahtera dari kayu gofir; petak-petak ruang haruslah engkau buat di dalamnya dan engkau harus melapisinya dari luar dan dari dalam dengan pakal.”
(Kej 6:18-22) Tetapi dengan engkau Aku akan menetapkan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu, yaitu engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan istrimu, dan istri anak-anakmu. Dan dari segala makhluk yang hidup, satu pasang dari tiap jenis haruslah engkau bawa ke dalam bahtera itu, supaya hidup mereka tetap terpelihara bersama engkau; mereka haruslah jantan dan betina. Dari segala jenis burung, dan segala jenis ternak, dari segala jenis binatang melata di bumi, masing-masing satu pasang harus datang kepadamu, supaya hidup mereka tetap terpelihara. Dan bawalah bersamamu segala yang bisa engkau makan, dan engkau harus mengumpulkannya untuk menjadi makanan bagimu dan makanan mereka. Itulah yang dilakukan Nuh, tepat seperti yang Tuhan perintahkan, demikianlah dilakukannya.
……
Pada zaman itu, Tuhan bermaksud memanggil Nuh untuk melakukan hal yang sangat penting. Mengapa Ia harus melakukannya? Karena Tuhan punya rencana di hati-Nya pada saat itu. Rencana-Nya adalah menghancurkan dunia dengan menggunakan banjir. Mengapa menghancurkan dunia? Dikatakan di sini: “Bumi sudah rusak di hadapan Tuhan dan penuh dengan kekerasan.” Apa yang engkau lihat dari frasa “bumi penuh dengan kekerasan”? Ini adalah sebuah fenomena di bumi ketika dunia dan orang-orang di dalamnya sudah sedemikian rusaknya hingga ke tingkat yang ekstrem, dan itulah yang dimaksud dengan: “bumi penuh dengan kekerasan.” Dalam bahasa zaman sekarang, “penuh dengan kekerasan” artinya segala sesuatu dalam keadaan kacau balau. Bagi manusia, itu berarti di semua lapisan masyarakat tidak ada lagi ketertiban, dan segala sesuatunya kacau dan sulit untuk dikelola. Di mata Tuhan, itu berarti orang-orang di dunia sudah terlalu rusak. Rusak sampai sejauh mana? Sedemikian rusaknya sampai-sampai Tuhan tidak tahan lagi untuk melihatnya dan tidak dapat lagi bersabar tentang hal itu. Sedemikian rusaknya sampai-sampai Tuhan memutuskan untuk menghancurkannya. Setelah Tuhan berketetapan untuk menghancurkan dunia, Ia berencana menemukan seseorang untuk membangun bahtera. Kemudian Tuhan memilih Nuh untuk melakukan hal ini, yaitu meminta Nuh untuk membangun bahtera. …
Bahwa Nuh dipanggil adalah fakta yang sederhana, tetapi poin utama dari apa yang kita bicarakan─watak Tuhan, kehendak-Nya dan esensi-Nya dalam catatan ini─tidaklah sederhana. Untuk memahami beberapa aspek tentang Tuhan ini, pertama-tama kita harus memahami jenis orang seperti apa yang ingin Tuhan panggil, dan melalui ini kita memahami watak, kehendak dan esensi-Nya. Ini sangat penting. Jadi di mata Tuhan, orang jenis apakah yang Ia panggil? Orang ini haruslah seseorang yang dapat mendengarkan firman-Nya, yang dapat mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Pada saat yang sama, orang ini haruslah juga seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab, seseorang yang akan melaksanakan firman Tuhan dan menganggapnya sebagai tanggung jawab dan kewajiban yang harus mereka penuhi. Lalu, apakah orang ini harus seseorang yang mengenal Tuhan? Tidak. Pada waktu itu, Nuh belum mendengar terlalu banyak pengajaran Tuhan atau mengalami pekerjaan Tuhan apa pun. Oleh karena itu, pengetahuan Nuh akan Tuhan sangat sedikit. Walaupun dicatat di sini bahwa Nuh berjalan bersama Tuhan, apakah ia pernah melihat pribadi Tuhan? Jawabannya, tidak! Karena pada waktu itu, hanya utusan Tuhan yang datang kepada manusia. Meskipun mereka dapat mewakili Tuhan dengan mengatakan dan melakukan berbagai hal, mereka hanya menyampaikan kehendak dan maksud Tuhan. Pribadi Tuhan tidak diungkapkan kepada manusia dengan berhadapan muka. Di bagian kitab suci ini, semua yang pada dasarnya kita lihat adalah apa yang orang ini, yaitu Nuh, harus lakukan dan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepadanya. Jadi, apa esensi yang Tuhan ungkapkan di sini? Segala sesuatu yang Tuhan lakukan direncanakan dengan tepat. Ketika Ia melihat sesuatu atau situasi yang terjadi, akan ada standar untuk mengukur di mata-Nya, dan standar ini akan menentukan apakah Ia akan memulai sebuah rencana untuk berurusan dengan hal itu atau bagaimana untuk memperlakukan hal dan situasi tersebut. Ia tidak bersikap acuh tak acuh atau tidak berperasaan terhadap segala sesuatu. Sebenarnya, justru sebaliknya. Ada ayat di sini di mana Tuhan berkata kepada Nuh: “Akhir semua makhluk hidup sudah ada di hadapan-Ku; karena bumi penuh dengan kekerasan oleh mereka, maka Aku akan menghancurkan mereka bersama-sama dengan bumi.” Di dalam firman Tuhan saat ini, apakah Ia berkata bahwa Ia akan menghancurkan hanya manusia? Tidak! Tuhan berkata Ia akan menghancurkan semua makhluk hidup dari daging. Mengapa Tuhan menginginkan kehancuran? Ada penyingkapan lain dari watak Tuhan di sini: Di mata Tuhan, ada batas untuk kesabaran-Nya terhadap kerusakan manusia, terhadap kenajisan, kekerasan dan ketidaktaatan semua manusia. Apakah batas-Nya? Batas-Nya seperti yang Tuhan katakan: “Tuhan memandang bumi itu dan melihat bumi memang sudah rusak, karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi.” Apa yang dimaksud dengan frasa “karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi.”? Artinya semua makhluk hidup, termasuk mereka yang mengikuti Tuhan, mereka yang memanggil nama Tuhan, mereka yang pernah mengorbankan korban bakaran kepada Tuhan, mereka yang secara lisan mengakui Tuhan dan bahkan memuji Tuhan─begitu perilaku mereka penuh dengan kerusakan dan terlihat oleh Tuhan, Ia harus menghancurkan mereka. Itulah batas Tuhan. Jadi sampai sejauh mana Tuhan tetap bersabar terhadap manusia dan kerusakan semua manusia? Sampai sejauh semua orang, entah pengikut Tuhan atau orang tidak percaya, tidak lagi berjalan di jalan yang benar. Sampai sejauh manusia tidak hanya rusak secara moral dan penuh dengan kejahatan, tetapi juga tak seorang pun percaya akan keberadaan Tuhan, tak seorang pun percaya bahwa dunia ini diatur oleh Tuhan dan bahwa Tuhan dapat memberikan cahaya dan jalan yang benar bagi manusia. Sampai sejauh manusia meremehkan keberadaan Tuhan dan tidak mengizinkan Tuhan ada. Begitu kerusakan manusia mencapai titik ini, Tuhan tidak akan bersabar lagi. Apa yang akan menggantikan kesabarannya? Datangnya murka Tuhan dan hukuman Tuhan. Bukankah ini adalah sebagian penyingkapan dari watak Tuhan? Di zaman sekarang ini, apakah masih ada orang yang benar di mata Tuhan? Apakah masih ada manusia yang sempurna di mata Tuhan? Apakah zaman ini adalah zaman di mana perilaku semua manusia di bumi rusak di mata Tuhan? Di zaman sekarang ini, selain mereka yang ingin Tuhan sempurnakan, mereka yang dapat mengikuti Tuhan dan menerima keselamatan-Nya, bukankah semua manusia yang terbuat dari daging sedang menantang batas kesabaran Tuhan? Bukankah segala sesuatu yang terjadi di sampingmu, yang engkau lihat dengan matamu dan dengar dengan telingamu, dan yang secara pribadi engkau alami setiap hari di dunia ini penuh dengan kekerasan? Di mata Tuhan, bukankah dunia seperti ini, zaman seperti ini, seharusnya sudah diakhiri? Meskipun latar belakang zaman sekarang sepenuhnya berbeda dengan latar belakang di zaman Nuh, perasaan dan murka Tuhan terhadap kerusakan manusia tetap sama persis seperti pada waktu itu. Tuhan sanggup bersabar oleh karena pekerjaan-Nya, tetapi berdasarkan segala macam keadaan dan kondisi, dunia ini seharusnya sudah dihancurkan sejak lama di mata Tuhan. Situasinya jauh dan melampaui situasi di masa lalu ketika dunia dihancurkan oleh banjir.
……
Dalam keadaan seperti ini, apa yang paling Tuhan pedulikan? Sama sekali bukan bagaimana mereka yang tidak mengikuti Dia atau mereka yang menentang Dia, memperlakukan-Nya atau menentang-Nya, atau bagaimana umat manusia memfitnah-Nya. Ia hanya peduli tentang apakah mereka yang mengikuti-Nya, objek keselamatan-Nya dalam rencana pengelolaan-Nya, telah disempurnakan oleh-Nya, apakah mereka telah mencapai kepuasan hati-Nya. Mengenai orang-orang selain mereka yang mengikuti Dia, Ia hanya sesekali saja memberi mereka sedikit hukuman untuk menyatakan murka-Nya. Misalnya: tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain sebagainya. Pada saat yang sama, Ia juga sangat melindungi dan menjaga mereka yang mengikuti Dia dan yang akan diselamatkan oleh-Nya. Watak Tuhan adalah ini: Di satu sisi, Ia dapat memberikan kesabaran dan ketahanan yang luar biasa kepada orang-orang yang bermaksud Ia sempurnakan, dan menunggu mereka selama mungkin. Di sisi lain, Tuhan teramat sangat membenci orang-orang tipe Iblis yang tidak mengikuti Dia dan yang menentang Dia. Meskipun Dia tidak peduli apakah orang-orang tipe Iblis ini mengikuti-Nya atau menyembah-Nya, Ia tetap membenci mereka sementara bersabar bagi mereka di dalam hati-Nya, dan manakala Ia menentukan kesudahan dari orang-orang tipe Iblis ini, Ia juga menantikan tibanya langkah-langkah dalam rencana pengelolaan-Nya.
Rekomendasi:Hanya dengan memahami tanda tanda kedatangan tuhan yesus barulah kita dapat bertemu Tuhan. Silakan membaca untuk memahami 5 nubuatan tentang kedatangan Tuhan yang kedua.
Orang seperti apa yang diselamatkan Tuhan? Orang seperti apakah yang disingkirkan-Nya?
Rekomendasi:Halaman Firman Tuhan Hari ini memungkinkan Anda untuk membaca lebih banyak kata-kata Tuhan dan memahami kehendak Tuhan. Klik tautan untuk membacanya.
Firman Tuhan yang Relevan:
Mereka yang menjadi milik Iblis tidak mengerti firman Tuhan, dan mereka yang merupakan milik Tuhan dapat mendengar suara-Nya. Semua yang menyadari dan memahami kata-kata yang Kuucapkan adalah mereka yang akan diselamatkan, dan memberi kesaksian tentang Tuhan; mereka yang tidak mengerti kata-kata yang Kuucapkan tidak dapat memberi kesaksian tentang Tuhan, dan akan disingkirkan.
Dikutip dari “Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan”
Orang-orang mati adalah mereka yang tidak punya roh, mati rasa secara ekstrem, dan menentang Tuhan. Terlebih lagi, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Orang-orang ini tidak punya keinginan sedikit pun untuk mematuhi Tuhan: mereka hanya memberontak terhadap-Nya dan menentang-Nya, dan sama sekali tidak punya kesetiaan. Orang-orang yang hidup adalah mereka yang rohnya telah dilahirkan kembali, yang tahu mematuhi Tuhan, dan setia kepada Tuhan. Mereka dikuasai kebenaran dan menjadi kesaksian, dan hanya orang-orang inilah yang menyenangkan bagi Tuhan di dalam rumah-Nya. Tuhan menyelamatkan orang-orang yang bisa hidup kembali, yang dapat melihat pekerjaan penyelamatan Tuhan, yang bisa setia terhadap Tuhan, dan mau mencari Tuhan. Ia menyelamatkan mereka yang percaya kepada inkarnasi Tuhan, dan percaya pada penampakan-Nya. Sebagian orang bisa hidup kembali, dan sebagian lainnya tidak; ini tergantung pada sifat mereka, apakah bisa diselamatkan atau tidak. Banyak orang telah mendengar banyak firman Tuhan tetapi tidak memahami keinginan-Nya. Mereka telah mendengar banyak firman Tuhan tetapi masih tidak mampu melakukannya. Mereka tidak mampu hidup dalam kebenaran apa pun dan dengan sengaja mengganggu pekerjaan Tuhan. Mereka tidak mampu melakukan pekerjaan apa pun bagi Tuhan, mereka tidak mampu menyerahkan apa pun bagi-Nya, dan mereka juga secara diam-diam memakai uang gereja serta makan di rumah Tuhan dengan gratis. Orang-orang seperti ini mati dan mereka tidak akan diselamatkan. Tuhan menyelamatkan semua orang yang berada dalam pekerjaan-Nya. Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang tidak bisa menerima penyelamatan-Nya; hanya sebagian kecil yang bisa menerima penyelamatan ini, karena kebanyakan orang terlalu mati sehingga tidak bisa diselamatkan. Mereka benar-benar dieksploitasi Iblis, dan sifat dasarnya terlalu jahat. Sejumlah kecil orang ini pun bukan orang-orang yang sepenuhnya mampu mematuhi Tuhan. Mereka bukanlah orang-orang yang telah sepenuhnya patuh kepada Tuhan sejak awal, atau memiliki cinta terdalam kepada Tuhan sejak permulaan. Alih-alih, mereka menjadi patuh kepada Tuhan karena pekerjaan penaklukan-Nya—mereka melihat Tuhan karena cinta terhebat-Nya, sehingga ada perubahan dalam watak mereka karena watak Tuhan yang penuh kebenaran. Orang-orang ini menjadi mengenal Tuhan karena pekerjaan-Nya, yang nyata dan normal.
Dikutip dari “Sudahkah Engkau Hidup Kembali?”
Tuhan senantiasa menyempurnakan orang-orang yang melayani-Nya. Dia tidak menyingkirkan mereka begitu saja. Jika engkau benar-benar menerima penghakiman dan hajaran firman Tuhan, jika engkau mampu mengesampingkan segala penerapan dan peraturan agamamu yang lama, dan berhenti menggunakan gagasan agamamu yang lama sebagai ukuran firman Tuhan zaman sekarang, barulah ada masa depan untukmu. Akan tetapi, jika engkau berpegang teguh pada perkara-perkara lama, jika engkau terus menyimpannya, tidak mungkin engkau dapat diselamatkan. Tuhan tidak akan memedulikan orang-orang seperti itu.
Dikutip dari “Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan”
Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan adalah mereka yang mau menerapkan firman Tuhan dan mau melakukan kebenaran. Orang-orang yang dapat sungguh-sungguh bersaksi bagi Tuhan adalah mereka yang juga mau menerapkan firman-Nya dan dapat dengan sungguh-sunguh berdiri di pihak kebenaran. Orang-orang yang menggunakan tipu daya dan melakukan ketidakadilan semuanya yang tidak memiliki kebenaran, dan mereka semua mempermalukan Tuhan. Siapa pun yang terlibat pertikaian di dalam gereja adalah kaki tangan dan jelmaan Iblis. Orang-orang seperti ini sangatlah jahat. Orang-orang yang tidak berpengertian dan tidak mampu berdiri di pihak kebenaran semuanya memendam niat jahat dan menodai kebenaran. Orang-orang ini sangat jelas merupakan representasi Iblis; mereka tidak mungkin ditebus dan tentu saja merupakan sasaran penyingkiran. Keluarga Tuhan tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak melakukan kebenaran untuk tetap tinggal. juga tidak boleh membiarkan mereka yang dengan sengaja mengacaukan gereja untuk tetap tinggal. Namun, saat ini belum waktunya untuk melakukan pekerjaan pengusiran; orang-orang semacam itu hanya akan dibongkar dan disingkirkan pada akhirnya. Tidak ada lagi pekerjaan sia-sia yang perlu dilakukan atas orang-orang ini; mereka yang adalah milik Iblis tidak mampu berdiri di pihak kebenaran, sedangkan orang-orang yang mencari kebenaran dapat berdiri di pihak kebenaran. Orang-orang yang tidak melakukan kebenaran tidak layak mendengarkan jalan kebenaran dan tidak layak menjadi saksi kebenaran. Kebenaran sama sekali tidak diperuntukkan bagi telinga mereka, melainkan ditujukan pada mereka yang melakukannya. Sebelum kesudahan setiap orang dinyatakan, mereka yang mengganggu gereja dan pekerjaan Tuhan akan pertama-tama disisihkan untuk sekarang ini, mereka akan ditangani kemudian. Begitu pekerjaan itu selesai, orang-orang ini akan disingkapkan satu demi satu, dan setelah itu akan disingkirkan.Untuk saat ini, sementara kebenaran diberikan, mereka akan diabaikan. Ketika kebenaran telah dinyatakan seluruhnya kepada manusia, orang-orang itu harus disingkirkan; itu juga akan menjadi saat ketika semua orang akan dikelompokkan sesuai jenisnya. Karena kepicikan berpikir mereka, orang-orang yang tak berpengertian akan hancur di tangan orang-orang jahat, akan disesatkan oleh orang jahat tanpa bisa dipulihkan kembali. Orang-orang ini harus ditangani dengan cara demikian, karena mereka tidak mencintai kebenaran, karena mereka tidak mampu berdiri di pihak kebenaran, karena mereka mengikuti orang jahat dan berdiri di pihak yang jahat, dan karena mereka bersekongkol dengan orang jahat dan menentang Tuhan. Kendati tahu benar bahwa orang-orang jahat itu menyebarkan kejahatan, mereka mengeraskan hatinya dan tetap menentang kebenaran untuk mengikuti mereka. Bukankah orang-orang ini yang tidak melakukan kebenaran, tetapi yang melakukan hal-hal yang menghancurkan dan menjijikkan ini semuanya melakukan kejahatan? Walaupun ada di antara mereka yang menganggap dirinya raja dan ada orang-orang yang mengikuti mereka, Bukankah natur mereka yang menentang Tuhan sama saja? Dalih apa yang dapat mereka miliki untuk mengklaim bahwa Tuhan tidak menyelamatkan mereka? Alasan apa yang dapat mereka kemukakan bahwa Tuhan tidak adil? Bukankah kejahatan mereka sendiri yang menghancurkan mereka? Bukankah pemberontakan mereka sendiri yang menyeret mereka ke neraka? Orang-orang yang melakukan kebenaran pada akhirnya akan diselamatkan dan disempurnakan oleh karena kebenaran. Orang-orang yang tidak melakukan kebenaran pada akhirnya akan mengalami kehancuran oleh karena kebenaran. Inilah kesudahan yang menanti orang-orang yang melakukan kebenaran dan yang tidak melakukan kebenaran.
Dikutip dari “Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran”
Sebagian orang berperilaku sangat sopan dan pantas dan tampak “penuh sopan santun” di hadirat Tuhan, tapi mereka berbalik menentang dan kehilangan seluruh kendali diri di hadirat Roh. Apakah engkau semua menganggap manusia semacam itu orang yang jujur? Jika engkau seorang munafik dan orang yang mahir bergaul, maka Aku katakan bahwa engkau benar-benar orang yang terlalu meremehkan Tuhan. Jika kata-katamu dipoles dengan alasan dan pembenaran diri yang tidak ada nilainya, maka Aku katakan engkau adalah orang yang benar-benar benci untuk melakukan kebenaran. Jika engkau memiliki banyak rahasia yang enggan engkau bagikan, dan jika engkau tidak mau membuka rahasiamu—yaitu kesulitanmu—di hadapan orang-orang untuk mencari jalan terang, maka Aku katakan engkau adalah orang yang tidak akan menerima keselamatan dengan mudah dan orang yang tidak akan mudah keluar dari kegelapan. Jika mencari jalan kebenaran menyenangkan hatimu, maka engkau adalah orang yang selalu diam di dalam terang. Jika engkau sangat senang menjadi pelaku pelayanan di rumah Tuhan, bekerja dengan rajin dan bersungguh-sungguh tanpa ingin dikenal, selalu memberi, dan tidak pernah mengambil, maka Aku katakan engkau adalah orang suci yang setia, karena engkau tidak mencari upah dan hanya menjadi orang yang jujur. Jika engkau mau berterus terang, jika engkau mau mengorbankan seluruh milikmu, jika engkau mampu mengorbankan hidupmu bagi Tuhan dan menjadi saksi, jika engkau jujur sampai ke taraf engkau hanya tahu untuk memuaskan Tuhan dan tidak memikirkan dirimu sendiri atau mengambil untuk dirimu sendiri, maka Aku katakan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang terpelihara dalam terang dan yang akan hidup untuk selamanya di dalam kerajaan.
Dikutip dari “Tiga Peringatan”
Beberapa orang menghentikan tugas-tugas mereka ketika sesuatu yang negatif menimpa mereka, dan tidak mampu bangkit setelah mengalami setiap kemunduran. Orang-orang ini semuanya adalah orang bodoh yang tidak mengasihi kebenaran, dan mereka akan gagal mendapatkan kebenaran bahkan meskipun mereka tetap beriman seumur hidup. Bagaimana orang bodoh semacam itu bisa mengikuti sampai akhir? Orang-orang yang cerdik dan mereka yang benar-benar memiliki kualitas batin serta memahami perkara-perkara rohani adalah para pencari kebenaran, dan seringkali mereka mungkin bisa mendapatkan beberapa inspirasi, pelajaran, pencerahan, dan kemajuan. Ketika hal yang sama terjadi sepuluh kali pada orang bodoh yang tidak memahami perkara-perkara rohani, tidak satu kali pun mereka akan mendapatkan manfaat dari kehidupan, tidak satu kali pun mereka akan membuat perubahan dan tidak satu kali pun mereka akan memahami natur mereka. Mereka gagal sepuluh kali, mereka tersandung sepuluh kali, tetapi mereka masih belum tersadar juga, demikian pula mereka tidak mencari kebenaran untuk menemukan akar masalahnya. Tidak peduli sebanyak apa pun orang semacam itu mungkin mendengarkan khotbah, mereka tidak akan pernah memahami kebenaran—mereka tidak mungkin berhasil. Setiap kali mereka tersandung, mereka membutuhkan orang lain untuk membantu mereka kembali bangkit, untuk membujuk mereka. Jika mereka tidak dibujuk atau diberi bantuan, mereka tidak akan bangkit lagi. Setiap kali hal itu terjadi, ada bahaya terjatuh, dan setiap kali ada bahaya mereka akan mengalami kemunduran. Tidakkah ini merupakan akhir bagi mereka? Apakah masih ada alasan bagi orang-orang yang tidak berguna ini untuk diselamatkan? Penyelamatan Tuhan atas manusia adalah penyelamatan bagi mereka yang mengasihi kebenaran. Itu adalah penyelamatan bagi mereka yang memiliki kemauan dan keteguhan hati, mereka yang bercita-cita untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan. Mengatakan bahwa seseorang memiliki keteguhan hati berarti bahwa mereka merindukan keadilan, kebaikan dan kebenaran, dan bahwa mereka memiliki hati nurani. Tuhan bekerja di dalam diri orang-orang ini sehingga mereka bisa memahami dan mendapatkan kebenaran, sehingga kerusakan mereka dapat ditahirkan dan watak hidup mereka dapat diubah. Jika di dalam dirimu tidak ada kasih terhadap kebenaran atau aspirasi terhadap keadilan dan terang, maka setiap kali engkau menghadapi kejahatan, engkau tidak akan memiliki keinginan untuk membuang hal-hal yang jahat atau keteguhan hati untuk menanggung kesusahan, dan jika hati nuranimu mati rasa, maka kemampuanmu untuk menerima kebenaran juga mati rasa, engkau tidak peka terhadap kebenaran atau perkara-perkara yang terjadi, tidak mampu membedakan apa pun, dan engkau tidak memiliki kemampuan untuk menangani atau menyelesaikan sesuatu, dengan demikian tidak ada jalan untuk diselamatkan. Orang seperti ini tidak memiliki apa pun untuk direkomendasikan pada diri mereka, tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk bekerja bersamanya. Mereka tidak memberikan tanggapan, tidak peduli sejelas atau seterang apa Tuhan berbicara tentang kebenaran, seolah-olah mereka sudah mati. Bukankah semuanya sudah berakhir bagi mereka? Siapa pun yang masih bernapas dapat diselamatkan melalui pernapasan buatan. Tetapi jika mereka telah mati dan roh mereka telah pergi, maka pernapasan buatan tidak akan ada gunanya lagi. Begitu sesuatu menimpa engkau, engkau menciut, dan engkau tidak memberikan kesaksian, sehingga engkau tidak mungkin bisa diselamatkan dan engkau benar-benar menuju kebinasaan.
Dikutip dari “Orang yang Bimbang Tidak Dapat Diselamatkan”
Orang-orang semacam ini tidak memiliki pengertian mengenai pekerjaan yang baru, tetapi dipenuhi dengan berbagai gagasan yang tak habis-habisnya. Mereka tidak melakukan fungsi apa pun di gereja. Sebaliknya, mereka membuat kerusakan dan menyebarkan hal-hal yang negatif ke mana-mana, bahkan sampai melakukan segala macam pelanggaran dan gangguan di gereja, dan akhirnya mendorong orang-orang yang kurang arif ke dalam kebingungan dan kekalutan. Setan-setan hidup ini, roh-roh jahat ini harus segera meninggalkan gereja, jika tidak, gereja akan menjadi sengsara karenamu. Engkau mungkin tidak takut akan pekerjaan hari ini, tetapi tidakkah engkau takut akan hukuman yang benar di hari esok? Ada banyak orang di gereja yang adalah benalu, begitu pula ada banyak serigala yang berusaha mengacaukan pekerjaan Tuhan yang berjalan baik. Semua ini adalah setan-setan yang dikirim oleh si raja setan, serigala-serigala jahat yang berusaha menelan domba-domba yang tidak menyadarinya. Jika orang-orang seperti ini tidak disingkirkan, mereka menjadi parasit di gereja dan ngengat-ngengat yang menggerogoti persembahan. Belatung-belatung yang keji, bebal, rendah, dan menjijikkan ini suatu hari nanti akan dihukum!
Dikutip dari “Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan”
Orang-orang yang hanya memikirkan daging dan mencintai kesenangan hidup, orang-orang yang imannya mendua, orang-orang yang terlibat dalam jampi-jampi jahat dan mantera, orang-orang yang tidak bermoral, compang-camping dan acak-acakan, orang-orang yang mencuri persembahan korban bagi Yahweh dan apa yang menjadi milik-Nya, orang-orang yang mencintai suap, orang-orang yang memimpikan untuk pergi ke surga, orang-orang yang angkuh dan sombong, dan semata-mata berjuang demi kemasyhuran dan kekayaan pribadi, orang-orang yang menyebarkan kata-kata yang tidak sopan, orang-orang yang menghujat Tuhan itu sendiri, orang-orang yang tidak melakukan apa pun selain menghakimi dan memfitnah Tuhan, orang-orang yang berkomplot dengan orang lain dan mencoba membentuk golongan tersendiri, orang-orang yang meninggikan diri mereka lebih tinggi daripada Tuhan, laki-laki dan perempuan muda yang ceroboh, laki-laki dan perempuan paruh baya dan lanjut usia yang terjerat dalam percabulan, laki-laki dan perempuan yang menikmati kemasyhuran dan kekayaan pribadi dan mengejar status pribadi di antara orang lain, orang-orang yang tidak bertobat dan terperangkap dalam dosa—bukankah mereka semuanya berada di luar keselamatan? Percabulan, perbuatan yang berdosa, jampi-jampi jahat, mantera, kata-kata tak senonoh, dan kata-kata yang tidak sopan, semuanya merajalela di antaramu, sementara firman kebenaran dan kehidupan diinjak-injak di antaramu, dan bahasa yang kudus itu tercemar di antaramu. Engkau semua, orang-orang kafir, penuh dengan kenajisan dan ketidaktaatan! Di manakah engkau semua akan berakhir? Beraninya orang-orang yang mencintai daging, yang melakukan perbuatan jahat kedagingan, dan terjerat dalam dosa percabulan masih bertebal muka untuk melanjutkan kehidupan? Tidakkah engkau semua tahu bahwa orang-orang sepertimu adalah belatung yang berada di luar keselamatan? Apa yang membuatmu memenuhi syarat untuk menuntut ini dan itu? Hingga saat ini, tidak ada perubahan sedikit pun dalam diri orang-orang yang tidak mencintai kebenaran dan yang hanya mencintai daging—jadi, bagaimana orang-orang semacam itu dapat diselamatkan? Bahkan saat ini pun, mereka yang tidak mencintai jalan hidup, yang tidak meninggikan Tuhan dan memberikan kesaksian tentang Dia, yang menyusun rencana jahat demi status mereka sendiri, yang memuji diri mereka sendiri—tidakkah mereka tetap sama? Apa pentingnya menyelamatkan mereka? Apakah engkau dapat diselamatkan atau tidak, itu tidaklah bergantung pada seberapa berkualitasnya dirimu, atau berapa tahun engkau telah bekerja, apalagi pada berapa banyak sertifikat yang sudah engkau miliki. Hal itu tergantung pada apakah pengejaranmu telah membuahkan hasil. Engkau harus tahu bahwa yang diselamatkan adalah “pohon-pohon” yang menghasilkan buah, bukan pohon-pohon dengan dedaunan lebat dan bunga melimpah tetapi tidak menghasilkan buah. Bahkan seandainya engkau telah menghabiskan bertahun-tahun bepergian ke banyak tempat, lalu apa? Di manakah kesaksianmu? Rasa hormatmu terhadap Tuhan jauh lebih rendah dari kasihmu terhadap diri sendiri dan hasratmu yang penuh hawa nafsu—bukankah orang seperti ini adalah orang yang hina? Bagaimana mereka bisa menjadi contoh dan teladan keselamatan? Sifatmu tidak dapat diubah, engkau terlalu pemberontak, engkau tidak dapat diselamatkan! Bukankah orang-orang seperti inilah yang akan disingkirkan? Ketika pekerjaan-Ku selesai, bukankah itu merupakan datangnya hari terakhirmu? Aku telah melakukan begitu banyak pekerjaan dan mengucapkan begitu banyak firman di antara engkau semua—berapa banyakkah di antaranya yang masuk ke telingamu? Berapa banyakkah di antaranya yang pernah engkau taati? Ketika pekerjaan-Ku berakhir, itu juga akan menjadi saat engkau berhenti menentang dan melawan Aku. Selama periode Aku bekerja, engkau selalu bertindak melawan Aku; engkau tidak pernah menaati kata-kata-Ku. Aku melakukan pekerjaan-Ku, dan engkau melakukan “pekerjaanmu” sendiri, engkau membangun kerajaan kecilmu sendiri—engkau semua sekawanan rubah dan anjing, semua yang engkau lakukan melawan Aku! Engkau selalu berusaha membawa orang-orang yang mencintaimu saja ke dalam pelukanmu—di mana rasa hormatmu? Semua yang engkau lakukan adalah tipu daya! Engkau tidak memiliki ketaatan atau rasa hormat—semua yang engkau lakukan tipu daya dan penghujatan! Dapatkah orang-orang seperti itu diselamatkan? Laki-laki yang secara seksual tidak bermoral dan penuh nafsu selalu ingin menarik para pelacur genit itu kepada mereka demi kesenangan mereka sendiri. Aku sama sekali tidak akan menyelamatkan setan-setan yang secara seksual tidak bermoral seperti itu. Aku membencimu, wahai setan-setan cabul, nafsu birahi dan kegenitanmu akan menjerumuskanmu ke dalam neraka—apa yang akan engkau katakan kepada dirimu sendiri? Engkau semua, setan-setan cabul dan roh-roh jahat, sangat memuakkan! Engkau semua sangat menjijikkan! Bagaimana mungkin sampah seperti itu diselamatkan? Mungkinkah mereka yang terjerat dalam dosa masih dapat diselamatkan? Saat ini, kebenaran ini, jalan ini, dan kehidupan ini tidak menarik bagimu; engkau hanya tertarik pada dosa, uang, kedudukan, kemasyhuran dan keuntungan, kenikmatan daging, ketampanan laki-laki dan kegenitan perempuan. Apa yang membuatmu memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan-Ku? Citramu bahkan lebih besar dari Tuhan, statusmu lebih tinggi dari Tuhan, belum lagi martabatmu—engkau telah menjadi idola yang dipuja orang. Tidakkah engkau telah menjadi penghulu malaikat? Ketika kesudahan dari manusia disingkapkan, yang juga menjadi saat ketika pekerjaan penyelamatan hampir selesai, banyak orang dari antaramu akan menjadi mayat-mayat yang berada di luar keselamatan dan harus disingkirkan.
Dikutip dari “Penerapan (7)”
Orang yang kelak akan bertahan sampai tempat perhentian semuanya telah mengalami hari kesengsaraan dan juga menjadi saksi bagi Tuhan. Mereka semuanya adalah orang-orang yang telah melakukan tugas mereka dan berniat untuk menaati Tuhan. Orang-orang yang hanya ingin menggunakan kesempatan untuk melayani demi menghindarkan diri dari melakukan kebenaran tidak akan dapat bertahan. Tuhan punya standar yang tepat untuk mengatur kesudahan semua orang. Ia tidak hanya mengambil keputusan ini berdasarkan pada perkataan dan perilaku orang, Ia juga tidak membuat keputusan berdasarkan pada perilaku mereka selama periode waktu tertentu. Ia sama sekali tidak akan berlaku lunak terhadap semua perilaku jahat seseorang karena pelayanan orang tersebut kepada Tuhan di masa lalu. Ia juga tidak akan melepaskan orang dari kematian karena jasa satu kali yang orang tersebut lakukan bagi Tuhan. Tidak seorang pun dapat menghindari pembalasan atas kejahatan mereka, dan tidak seorang pun dapat menutupi perilaku jahat mereka dan dengan demikian menghindarkan diri mereka dari siksaan kehancuran. Jika orang dapat dengan sungguh-sungguh melakukan tugasnya sendiri, ini berarti mereka selamanya setia kepada Tuhan dan tidak mencari upah, terlepas dari apakah mereka menerima berkat atau menderita kemalangan. Jika orang setia kepada Tuhan ketika mereka melihat berkat, tetapi kehilangan kesetiaan ketika mereka tidak dapat melihat berkat dan pada akhirnya mereka tidak dapat menjadi saksi bagi Tuhan, dan tetap tidak mampu melakukan tugas mereka seperti yang seharusnya, orang-orang ini, yang pernah memberikan pelayanan kepada Tuhan dengan setia, mereka tetap akan dihancurkan. Singkatnya, orang-orang jahat tidak dapat bertahan sampai ke kekekalan, dan mereka juga tidak dapat masuk ke tempat perhentian. Hanya orang benar yang merupakan tuan atas tempat perhentian.
Dikutip dari “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama”
Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab”