video lagu rohani

Tuhan Berharap Manusia Benar-Benar Bertobat

Tuhan ingin makin banyak orang ‘kan memp’lajari
firman Tuhan dan karya-Nya,
perlakukan firman-Nya dengan hati yang saleh.
Jangan ikuti langkah m’reka yang dihukum.
Jangan seperti Paulus, tahu jalan kebenaran
tapi sengaja langgar, hilang korban penebusan.
Sambut karya baru dan kebenaran-Nya.
Maka kau bisa peroleh kes’lamatan Tuhan!

Tuhan tak ingin banyak yang dihukum,
berharap banyak yang dis’lamatkan,
makin banyak orang yang mengikuti jejak kaki-Nya,
banyak yang masuk dalam kerajaan Tuhan!
Sambut karya baru dan kebenaran-Nya.
Maka kau bisa peroleh kes’lamatan Tuhan!

Tuhan berlaku adil pada s’mua,
b’rapapun usiamu, seb’rapa seniornya kau,
seb’rapa kau menderita.
Watak-Nya tetap s’lamanya tak berubah, benar hadapi semua ini.
Dia pandang siapa pun sama,
peduli manusia yang terima kebenaran dan karya baru-Nya,
tinggalkan hal lainnya.
Sambut karya baru dan kebenaran-Nya.
Maka kau bisa peroleh kes’lamatan Tuhan!
Sambut karya baru dan kebenaran-Nya.
Maka kau bisa peroleh kes’lamatan Tuhan!

dari “Contoh Klasik Hukuman atas Penolakan terhadap Tuhan Yang Mahakuasa·Penutup”

Kasih Tuhan itu besar dan tanpa pamrih, hanya Tuhan yang paling mencintai manusia! Rekomendasikan 20 lirik lagu rohani menyentuh hati, mari kita bersyukur kepada Tuhan atas cintanya.

Renungan Harian

Menyelidiki Jalan yang Benar Di Internet dan Aku Menemukan Jalan Menuju Penyucian Dosa

Hidup dalam dosa dan tidak berdaya untuk menyingkirkannya
Aku percaya kepada Tuhan Yesus sejak aku masih kecil. Kemudian aku tidak bisa pergi ke gereja untuk sering mendengarkan khotbah karena aku pergi ke kuliah di daerah lain. Oleh karena itu, aku menonton beberapa video Injil di YouTube, dan sering berdoa kepada Tuhan untuk memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan. Pada suatu kali, aku mendengar pendeta berkhotbah: Sekarang adalah akhir zaman, bencana terus berlanjut di berbagai negara di dunia, dan tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus kembali sudah muncul. Inilah saatnya kita bersiap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali. Oleh karena itu, kita harus menjaga diri kita dengan hati-hati, berwaspada dan berdoa, dengan ini kita akan dapat diangkat masuk ke kerajaan surga saat Tuhan Yesus datang kembali. Ketika aku mengetahui bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali dengan segera, hatiku sangat senang sekaligus khawatir.

Lanjutkan membaca “Menyelidiki Jalan yang Benar Di Internet dan Aku Menemukan Jalan Menuju Penyucian Dosa”
Misteri Alkitab

Mengenal Apa Itu kebenaran Baru Dapat Menyambut Tuhan

Apakah itu kebenaran? Apa hubungan kebenaran dengan menyambut kembalinya Tuhan? Sebenarnya, Tuhan Yesus telah menubuatkan: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). Kitab Wahyu pasal 2 dan 3 juga menubuatkan berkali-kali:”Barang siapa memiliki telinga, hendaklah dia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.” Dari nubuatan itu, kita dapat melihat bahwa Tuhan di akhir zaman akan berfirman dan membimbing manusia memahami semua kebenaran. Jika kita ingin menyambut Tuhan, kita harus tahu apa itu kebenaran. Jika kita tidak tahu apa itu kebenaran, akan sulit untuk menyambut Tuhan. Sama seperti ketika Tuhan Yesus pertama kali datang bekerja, Dia memberi orang jalan pertobatan, mengungkapkan kebenaran untuk menyediakan dan menggembalakan manusia, dan menyelesaikan kesulitan praktis manusia. Tetapi orang-orang Farisi yang hafal dengan Alkitab tidak tahu apa itu kebenaran, dan mereka mengutuk Tuhan Yesus karena mengatakan hal-hal yang sombong, dan bahkan memakukan Tuhan Yesus yang mengungkapkan kebenaran di kayu salib, akhirnya mereka dihukum dan dikutuk oleh Tuhan. Dapat dilihat bahwa mengetahui apa itu kebenaran terlalu penting bagi kita, dan itu terkait langsung dengan akhir kita. Jadi, apa sebenarnya itu kebenaran? Bagaimana kita bisa mengetahui kebenaran dan menyambut Tuhan? Mari kita bicarakan bersama.

Lanjutkan membaca “Mengenal Apa Itu kebenaran Baru Dapat Menyambut Tuhan”
Misteri Alkitab

Apa kesalahan termudah saat kita menunggu Tuhan Yesus

Pertanyaan: Tuhan berjanji bahwa Dia akan datang lagi membawa kita ke dalam kerajaan surga, namun kalian bersaksi bahwa Tuhan telah berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Alkitab dengan jelas menubuatkan Tuhan turun di atas awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Kesaksian kalian sangat berbeda, Tuhan telah berinkarnasi dan secara rahasia datang di antara manusia.

Lanjutkan membaca “Apa kesalahan termudah saat kita menunggu Tuhan Yesus”
video Kristen

Firman Tuhan Harian – “Perkataan Kristus pada Mulanya: Bab 56” – Kutipan 233

Firman Tuhan Harian – “Perkataan Kristus pada Mulanya: Bab 56” – Kutipan 233

Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan untuk menghubungi kami.

“Klik untuk melihat. Anda akan memahami arti penghakiman Tuhan di akhir zaman, dan memiliki kesempatan untuk bersatu dengan Tuhan Yesus lagi.

Kesaksian Kristen · 未分類

Kesaksian Kehidupan: Bagaimana Saya Menerapkan Integritas dalam Bisnis

“Hei Wang, tidak heran kamu hampir tidak menghasilkan uang dalam bisnismu! Baru saja engkau bekerja sangat keras untuk memperbaiki skuter itu tetapi engkau hanya mengenakan sedikit ongkos bagi tenaga kerjamu. Jika itu aku, aku akan menggantinya dengan suku cadang baru saja agar tidak repot dan bisa menghasilkan uang lebih banyak.”

“Itu benar—aku tidak mengkritikmu, hanya saja engkau terlalu keras kepala. Seperti yang mereka katakan, ‘Seorang pria tanpa penghasilan kedua tidak akan pernah menjadi kaya, seperti kuda yang kekurangan jerami di malam hari tidak akan bertambah bobotnya,’ dan ‘Tidak penting apakah seekor kucing berwarna putih atau hitam selama ia menangkap tikus.’ Jika engkau ingin menghasilkan uang dalam bisnis, engkau harus berpikir fleksibel. Dengan hanya mengandalkan keterampilan dan niat baik, engkau tidak akan menghasilkan uang. Masyarakat kita berputar di sekitar uang sekarang—uang berbicara, dan tanpa uang tidak ada yang akan memberimu waktu.”

Lanjutkan membaca “Kesaksian Kehidupan: Bagaimana Saya Menerapkan Integritas dalam Bisnis”
video Kristen

Firman Tuhan Harian – “Visi Pekerjaan Tuhan (3)” – Kutipan 39

Firman Tuhan Harian – “Visi Pekerjaan Tuhan (3)” – Kutipan 39

Tuhan Yesus yang kita rindukan telah kembali! Apakah Anda ingin memahami penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman? Apakah Anda ingin mendapatkan keselamatan Tuhan pada akhir zaman? Jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Tuhan Yesus telah berkali-kali menubuatkan bahwa Tuhan akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia di akhir zaman. Tahukah Anda apa itu inkarnasi? Klik untuk masuk ke halaman menu agar Anda tahu lebih banyak tentang misteri inkarnasi.

Renungan Harian

Apakah Anda tahu penyimpangan terbesar yang kita lakukan dalam menyelidiki jalan yang benar?

Suatu hari saya mendengar percakapan seperti ini.

J: “Sekarang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa menyaksikan bahwa Tuhan Yesus telah kembali, dan Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa telah menyatakan kebenaran dan melakukan tahap pekerjaan, yaitu pekerjaan penghakiman. Haruskah kita pergi menyelidiki jalan yang benar untuk melihat apakah Tuhan Yesus datang lagi?”

B: “Tidak, kita tidak bisa menyelidiki lebih dulu. Kita harus meminta para pendeta dan penatua untuk melihat apa yang dipikirkan para pendeta dan penatua tentang hal ini. Ketika para pendeta dan penatua membiarkan kita menyelidiki, barulah kita menyelidiki. Para pendeta dan penatua tidak membiarkan kita menyelidiki, jadi kita tidak usah menyelidiki. Lagi pula, tingkat pertumbuhan para pendeta dan penatua lebih besar dari kita. Tambahan pula, mereka telah melayani Tuhan Yesus selama bertahun-tahun. Mereka sering mempelajari dan menjelaskan Alkitab. Jadi, benar tindakan kita membiarkan para pendeta dan penatua mengawasi untuk kita dan mendengarkan para pendeta dan penatua.”

Lanjutkan membaca “Apakah Anda tahu penyimpangan terbesar yang kita lakukan dalam menyelidiki jalan yang benar?”
Misteri Alkitab

Bagaimana kita memastikan bahwa Tuhan Yesus telah datang

Pertanyaan: Engkau berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali; jadi, mengapa kami belum melihat Dia? Melihat barulah percaya, kabar angin tidaklah dapat diandalkan. Jika kami belum melihat Dia, itu pasti berarti bahwa Dia belum datang kembali; Aku akan percaya kalau aku melihat Dia. Engkau berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali; jadi, di manakah Dia sekarang? Pekerjaan apa yang sedang dilakukan-Nya? Firman apa yang telah Tuhan katakan? Aku akan percaya setelah engkau mampu menjelaskan hal-hal ini melalui kesaksianmu.

Jawaban:

Penampakan dan pekerjaan Tuhan di akhir zaman sama seperti yang dinubuatkan oleh Tuhan Yesus. Ada dua bagian—kedatangan-Nya secara rahasia dan kedatangan-Nya secara terbuka. Kedatangan secara rahasia berarti Tuhan berinkarnasi di antara umat manusia sebagai Anak Manusia untuk mengucapkan firman-Nya, dan melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman. Ini adalah kedatangan-Nya secara rahasia. Kedatangan secara terbuka adalah Tuhan datang secara terbuka di tengah awan-awan, yaitu Tuhan datang bersama puluhan ribu orang kudus, terlihat oleh semua bangsa dan semua umat. Saat kita sekarang ini menjadi saksi pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, banyak orang ragu: “Engkau mengatakan bahwa Tuhan telah menampakkan diri dan sedang melakukan pekerjaan. Mengapa kami belum melihat Dia? Kapan dan bagaimana Tuhan mengucapkan firman-Nya? Adakah yang mencatat firman Tuhan saat Dia mengucapkannya, atau apakah Dia menyampaikan firman itu langsung kepada kita? Mengapa Tuhan berbicara di antara engkau semua? Mengapa kita tidak mendengar suara-Nya atau melihat-Nya?” … Tuhan telah menampakkan diri di Tiongkok, di Timur; Dia mengungkapkan suara-Nya dan bekerja dalam rupa Anak Manusia yang berinkarnasi. Sama sekali tidak ada yang supernatural. Tuhan mengenakan daging biasa, penampilan-Nya adalah penampilan seorang manusia biasa, dan Dia berfirman dan bekerja di antara kita. Tidak ada yang supernatural. Sebagian orang berkata: “Jika ini sedikit pun tidak supernatural, apakah Dia itu Tuhan atau bukan? Jika Tuhan menampakkan diri dan bekerja, penampakan-Nya dan pekerjaan-Nya haruslah supernatural.” Izinkan Aku bertanya kepadamu, apakah Tuhan Yesus supernatural ketika Dia bekerja? Ketika Dia berbicara dengan Petrus, dapatkah orang-orang di tempat lain melihatnya? Ketika Dia menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat di satu tempat, dapatkah orang-orang di tempat lain melihatnya? Tentu saja tidak. Tuhan Yesus adalah Anak Manusia dalam rupa daging, dan pekerjaan-Nya serta perkataan-Nya tidaklah bersifat supernatural; selain dari peragaan tanda-tanda dan mukjizat-Nya, tidak ada aspek supernatural. Itulah sebabnya orang-orang di tempat lain tidak dapat mendengar firman-Nya ataupun melihat pekerjaan-Nya—hanya orang-orang di sisi-Nya yang dapat melihat, mendengar, dan mengalaminya. Ini adalah sisi praktis dan normal dari pekerjaan Tuhan. Karena itu, agama lain dan denominasi lain tidak tahu pekerjaan yang telah dilakukan Tuhan melalui Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di Tiongkok. Mengapa mereka tidak tahu? Tuhan tidak bekerja secara supernatural. Hanya orang-orang di antara siapa Dia telah bekerja yang dapat melihat dan mendengarnya; orang-orang di antara siapa Dia belum bekerja tidak dapat mendengar suara-Nya. Ketika Tuhan Yesus melakukan pekerjaan-Nya di antara orang-orang Yahudi, apakah kita, orang-orang Tiongkok, dapat melihat atau mendengarnya? Apakah orang Inggris dan orang Amerika di Barat dapat melihat dan mendengarnya? Lalu mengapa orang Barat dan orang Tiongkok di Timur akhirnya dapat menerima pekerjaan Tuhan Yesus? Karena ada orang-orang yang memberikan kesaksian, yang mengabarkan Injil kepada kita, dan mereka memberikan Alkitab ini yang mencatat perkataan dan pekerjaan Tuhan Yesus kepada kita. Ketika kita berdoa kepada Tuhan Yesus, Roh Kudus melakukan pekerjaan-Nya dan Ia menyertai kita; Dia menganugerahkan kasih karunia kepada kita, dengan demikian kita menjadi percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Beginilah cara kita menjadi percaya. Orang Barat mengatakan bahwa “Tuhan telah menampakkan diri dan bekerja di Tiongkok—mengapa kita belum mengetahui hal ini? Mengapa kita belum dapat melihat dan mendengar hal ini?” Apakah pertanyaan ini mudah dijelaskan?

Apakah ada nubuat dari Tuhan di Alkitab mengenai pekerjaan di akhir zaman? Apa kata Tuhan Yesus mengenai hal ini? “Karena sama seperti kilat datang dari arah Timur dan bersinar ke arah Barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27). Apa artinya ini? Ini berarti pekerjaan Tuhan di akhir zaman bagaikan kilat, yang memancar dari Timur. Anak Manusia akan bekerja di Timur, sehingga orang-orang Timurlah yang pertama dapat melihat penampakan cahaya yang besar itu, dapat melihat penampakan cahaya yang sejati, dapat melihat penampakan Tuhan, dan kemudian segera setelah itu, cahaya besar ini akan bersinar ke arah Barat bagaikan kilat. Artinya, setelah firman Tuhan yang Mahakuasa memancar dari Timur, firman ini dipublikasikan secara online dan dengan demikian menyebar ke Barat. Kapankah firman Tuhan Yang Mahakuasa dipublikasikan secara online? Edisi bahasa Mandarin dipublikasikan secara online, paling lambat pada tahun 2007, atau lebih awal pada tahun 2005. Edisi bahasa Inggris mungkin dipublikasikan secara online pada tahun 2010. Firman Tuhan sudah online selama bertahun-tahun, tetapi berapa banyak orang dari kalangan keagamaan yang telah online untuk menelitinya? Tidak banyak; sangat sedikit yang melakukannya. Jalan Tuhan dan firman yang diucapkan-Nya telah lama online. Orang-orang sekarang telah melihat bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa sudah online, jadi mengapa mereka yang disebut orang-orang percaya yang taat kepada Tuhan Yesus tidak menelitinya? Apa masalahnya di sini? Kesaksian jalan Tuhan telah diberikan kepada orang-orang dari semua bangsa dan semua wilayah. Jika manusia tidak pernah menelitinya, sehingga pada akhirnya menderita kebinasaan dan dimusnahkan, siapa yang bertanggung jawab? Siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini? Apakah ini kesalahan Tuhan ataukah kesalahan manusia? Itu kesalahan manusia. Mengapa kita mengatakan itu? Karena Tuhan Yesus berkata sejak lama, “Karena itu berjaga-jagalah: karena engkau tidak tahu kapan waktunya Tuhanmu datang” (Matius 24:42), “Dan pada tengah malam terdengar teriakan: ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'” (Matius 25:6), “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku” (Yohanes 10:27). Tuhan Yesus mengatakan hal-hal ini berulang kali: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Ini janji Tuhan, dan Tuhan Yesus mengatakan hal-hal seperti ini beberapa kali. Menurut perkataan Tuhan Yesus, jika manusia tidak pernah mencari Tuhan, dan tidak pernah menelitinya ketika dia mendengar seseorang memberi kesaksian tentang kedatangan Tuhan, melainkan malah mengutuk mereka secara membabi buta, mengatakan hal-hal seperti: “Semua yang memberi kesaksian tentang kedatangan Tuhan adalah bidah dan pengikut ajaran sesat,” orang-orang ini, yang belum menerima pekerjaan Tuhan, pada akhirnya akan jatuh ke dalam malapetaka dan akan mati dalam pergolakan hukuman mereka dalam bencana. Siapa yang harus disalahkan? Banyak orang dari kalangan keagamaan curiga mengenai masalah ini. “Mengapa Tuhan tidak menampakkan diri kepada kami? Mengapa Dia tersembunyi dari kami? Mengapa Dia tidak memberitahukan kepada kami?” Pernahkah Tuhan berkata, “Ketika Aku secara rahasia tiba untuk melakukan pekerjaan, Aku akan menampakkan diri dan memberikan wahyu kepada semua orang”? Apa yang dikatakan Tuhan? “Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu” (Wahyu 3:3). Ini dinubuatkan dalam Kitab Wahyu. Karena itu, jika kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan mendengar bahwa seseorang telah memberikan kesaksian bahwa “Mempelai laki-laki telah tiba; Tuhan telah datang kembali,” tetapi kita tidak secara aktif meneliti atau menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, bila kita jatuh ke dalam bencana dan mati dalam menjalani hukuman, kita tidak dapat menyalahkan Tuhan. Kita harus mencari masalah dari dalam diri kita sendiri untuk melihat aspek mana yang belum kita lakukan dengan benar. Hanya ini yang adil. Melihat ke belakang, bagaimana engkau menerima Tuhan Yesus? Apakah Tuhan Yesus datang kepadamu? Apakah Tuhan menampakkan diri kepadamu? Dia tidak melakukan keduanya. Engkau menerima Tuhan Yesus karena orang lain mengkhotbahkan Injil dan memberikan kesaksian tentang Tuhan kepadamu. Orang percaya kepada jalan karena ia mendengar tentang jalan tersebut, dan orang mendengar tentang jalan tersebut karena ia mendengar dari firman Tuhan. Sekarang setelah seseorang memberikan kesaksian kepadamu tentang Injil ini dan fakta bahwa Tuhan telah tiba untuk melakukan pekerjaan, ini adalah kasih, belas kasihan, dan kepedulian Tuhan kepadamu—bukankah engkau seharusnya memahaminya? Beginilah seharusnya orang yang saleh memahami hal ini. Karena itu, jangan congkak di hadirat Tuhan, jangan terlalu tinggi memikirkan dirimu sendiri, jangan hanya berpikir, “Jika Tuhan datang, pertama-tama Dia harus memberikan wahyu kepadaku. Terlebih dahulu, Dia harus mengungkapkannya kepadaku. Jika Dia tiba dan tidak mengungkapkannya kepadaku, berarti Dia bukan Tuhan, dan aku tidak akan mengakui Dia.” Orang seperti apakah ini? Kesalahan apa yang telah orang-orang ini perbuat? Apakah engkau berani memastikan bahwa Tuhan harus mengungkapkannya kepadamu ketika Dia tiba? Apa alasanmu tentang hal ini? Apakah Tuhan mengatakan kepadamu, “Terlebih dahulu, Aku akan mengungkapkannya kepadamu saat Aku tiba”? Apakah Dia telah mengatakan perkataan-perkataan semacam itu kepadamu? Apakah engkau mengira bahwa engkau melebihi semua orang lain di dunia, bahwa engkau adalah yang paling penting, bahwa engkau paling mencintai Tuhan? Apakah engkau lebih penting daripada orang lain? Apakah engkau makhluk ciptaan yang sangat istimewa? Dapatkah orang seperti itu diselamatkan dengan mudah? Mengapa Tuhan harus melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman? Itu karena manusia yang rusak tidak layak melihat Tuhan. Semua manusia yang rusak memiliki watak Iblis; mereka semua sangat congkak dan sombong, dan mereka semua memiliki keinginan yang berlebihan tentang Tuhan. Mereka menempatkan diri mereka di atas segalanya, hanya sedikit di bawah langit dan jauh di atas orang lain, seolah-olah mereka disukai oleh Surga. Dengan watak rusak seperti ini, siapa pun yang belum menerima penghakiman dan hajaran Tuhan tidak layak untuk melihat Tuhan.

Dikutip dari “Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan”

Ada banyak orang, termasuk orang-orang beragama, yang berkata: “Jika Tuhan telah datang, mengapa aku belum melihat Dia? Karena aku belum melihat Dia, itu buktinya Tuhan belum datang.” Bagaimana kedengarannya menurutmu? Itu terdengar konyol dan tak masuk akal. Dapatkah engkau melihat kedatangan Tuhan? Jika engkau melihat wujud asli Tuhan, engkau pasti mati! Jadi, bagaimana cara Tuhan datang? Ia berinkarnasi dalam wujud Anak Manusia, yang berfirman untuk menyelamatkan umat manusia. Dapatkah engkau mengenali Tuhan yang berinkarnasi jika engkau melihat-Nya? Bahkan jika engkau melihat-Nya, engkau tidak akan mengenali Dia. Ini persis seperti ketika Tuhan Yesus datang. Banyak orang yang melihat Tuhan Yesus, tetapi berapa banyak dari antara mereka yang mengenali Dia sebagai Kristus, Putra Tuhan? Hanya satu orang: Petrus, dan itu karena Roh Kudus mencerahkan dia. Apa yang dibuktikan oleh hal ini? Hal ini membuktikan bahwa umat manusia yang rusak tidak punya kesempatan melihat tubuh roh Tuhan saat Mereka berada dalam bentuk fisik. Jika engkau melihat tubuh roh Tuhan, engkau akan mati—engkau tidak akan pernah melihat tubuh roh-Nya. Mampu mendengar suara Tuhan saja sudah cukup menguntungkan bagi umat manusia yang rusak. Saat Tuhan bekerja pada Zaman Hukum Taurat, berapa banyak orang yang dapat mendengar suara Tuhan? Tidak banyak. Kita tahu bahwa Ayub mendengar suara Tuhan, tetapi apakah dia melihat wajah Tuhan? Tidak, ia hanya mendengar Tuhan Yahweh berbicara kepadanya dari dalam pusaran angin, jadi kita dapat mengatakan bahwa mendengar suara Tuhan setara dengan melihat rupa-Nya. Musa mendengar Tuhan memanggilnya, tetapi apakah dia melihat wajah Tuhan? Musa kemudian melihat bagian belakang Tuhan, tetapi tidak melihat wajah-Nya. Jadi jika engkau mendengar seseorang berkata: “Engkau bersaksi bahwa Tuhan telah datang, tetapi mengapa aku masih belum melihat-Nya? Mengapa kedatangan-Nya tidak ada di TV atau radio nasional?” Apa pendapatmu tentang pembicaraan seperti ini? Ini sangatlah kekanak-kanakan! Siapa yang sudah melihat kedatangan Tuhan Yesus? Hanya beberapa orang Yahudi di zaman itu. Orang-orang Yahudi di zaman itu yang, menurut firman Tuhan Yesus, mendengar suara Tuhan dan mendengar otoritas dan kuasa, mengikuti Dia. Namun, pada akhirnya, berapa banyak yang benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus dan benar-benar mengikuti Dia? Sangat sedikit. Jadi ketika Tuhan yang berinkarnasi datang di akhir zaman dan berpakaian layaknya manusia biasa, kita tidak harus melihat wajah orang ini untuk melihat wajah Tuhan. Justru ketika kita mendengar suara-Nya dan melihat kebenaran yang Ia nyatakanlah kita harus menerimanya, menaatinya, dan melakukannya. Orang-orang yang melakukan hal ini akan memperoleh kebenaran dan hidup, dan akan memperoleh keselamatan dari Tuhan. Apakah perkataan seseorang, “Aku harus melihat wajah Kristus sebelum aku menerima Dia” dapat dipegang? Dapatkah rupa Tuhan yang berinkarnasi mewakili tubuh roh Tuhan? Dapatkah rupa Tuhan Yesus mewakili rupa Tuhan yang sebenarnya? Tidak. Jadi, wujud yang diambil oleh Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia bersifat sementara, dan sudah cukup bagi orang-orang untuk melihat bahwa Ia hanyalah manusia yang normal dan biasa. Yang paling penting, orang harus menerima Tuhan yang berinkarnasi, mendengar firman-Nya, dan menerima semua kebenaran yang Ia nyatakan. Ini adalah cara untuk memperoleh kasih dan keselamatan dari Tuhan! Jika engkau tidak mendengarkan firman-Nya dan menerima semua kebenaran yang Ia nyatakan, engkau tidak akan memiliki hubungan dengan Tuhan, engkau tidak akan pernah memenangkan pujian dari Tuhan. Kebenaran yang Tuhan nyatakan di akhir zaman semuanya adalah kebenaran yang memurnikan dan menyelamatkan orang, dan oleh karenanya, itulah kebenaran yang paling penting. Orang-orang yang tidak menerima dan melakukannya pasti tidak akan pernah memperoleh keselamatan dari Tuhan.

Dikutip dari “Persekutuan dari Atas”

Renungan Harian

Apakah Artinya Pertobatan Sejati? Bagaimana Mencapai Pertobatan Sejati

Apakah artinya pertobatan sejati
Tuhan Yesus berkata: “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17). Tuhan mengajar kita untuk benar-benar bertobat. Ini adalah syarat untuk memasuki kerajaan surga. Tanpa pertobatan sejati, saat bencana melanda, kita akan jatuh ke dalam bencana dan menangis serta menggertakkan gigi. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus: “Dan, lihatlah, Aku segera datang; dan upah-Ku akan Kubawa bersama-Ku, untuk Kuberikan kepada setiap orang sesuai perbuatannya” (Wahyu 22:12). Dari sini, dapat dilihat bahwa apakah kita mencapai pertobatan sejati atau tidak berkaitan secara langsung dengan apakah kita bisa masuk kerajaan surga! Jadi apakah artinya pertobatan sejati? Bagaimana mencapai pertobatan sejati?

Apakah perilaku baik berarti pertobatan sejati?
Banyak orang berpikir bahwa selama mereka berdoa dan mengakui dosa-dosa mereka kepada Tuhan; selama mereka menerapkan toleransi, kerendahan hati, dan kesabaran menurut firman Tuhan Yesus; selama mereka menanggung penderitaan, memikul salib, memberitakan injil dengan banyak, serta memiliki banyak perilaku baik, maka ini disebut sebagai pertobatan sejati. Tetapi apakah ini benar-benar kenyataannya? Setelah mengikuti Tuhan, kita memang memiliki beberapa perubahan dalam perilaku kita. Kita dapat menjadi rendah hati, toleran, sabar, meninggalkan sesuatu dan mengorbankan diri, serta mengkhotbahkan injil untuk menyaksikan Tuhan, tetapi tidak dapat disangkal bahwa kita masih sering berbohong, menipu, mengejar uang, mendorong terjadinya kejahatan, hidup dalam watak iblis seperti kesombongan dan keangkuhan, serta keegoisan dan ketamakan. Ketika Tuhan memberkati kita sehingga keluarga kita aman dan semua hal berjalan dengan lancar, kita memuji dan bersyukur kepada Tuhan dalam hati kita. Tetapi ketika kita menghadapi pekerjaan yang tidak lancar, pernikahan yang tidak bahagia, dan kemiskinan dalam hidup, kita akan menyalahkan Tuhan. Ketika kita berdoa kepada Tuhan tapi tidak dapat melihat berkat Tuhan, kita bahkan menyangkal dan mengkhianati Tuhan. Tuhan menuntut kita untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, serta bersikap toleran dan sabar terhadap orang lain. Ketika tidak menyangkut kepentingan pribadi kita, kita masih dapat melakukan ajaran Tuhan Yesus, tetapi ketika kepentingan kita yang lebih besar dirugikan, kita akan merebut dengan orang lain tanpa sadar demi kepentingan kita dan menyakiti orang lain. Kita bahkan gagal mempraktikkan perilaku yang baik. Ambil diri saya sebagai contoh, sebelum saya percaya kepada Tuhan, hubungan saya dengan keluarga sangat buruk, saya sering marah dan berperang dingin dengan keluarga saya. Setelah percaya kepada Tuhan, saya tahu bahwa Tuhan meminta kita untuk mengasihi orang lain, jadi saya mulai mempraktikkan toleransi dan kesabaran sesuai dengan firman Tuhan. Kemudian saya juga dapat membaca Alkitab, berdoa, mengikuti kebaktian, dan melakukan pekerjaan untuk Tuhan. Dari luar, tampaknya saya berbeda dari sebelum saya percaya kepada Tuhan, tapi dalam kehidupan nyata, saya masih meminta anggota keluarga saya untuk mendengarkan kata-kata saya. Ketika mereka tidak mendengarkan, saya akan marah dengan anggota keluarga saya. Kemudian, saya menyadari bahwa perwujudan saya di masa lalu hanya sekadar mengekang diri dan itu bukan benar-benar dapat menerapkan firman Tuhan. Meskipun kita bisa datang kepada Tuhan untuk mengaku dan bertobat setelah berbuat dosa, kita akan berbuat dosa lagi nanti. Jika kita mengatakan bahwa memiliki perilaku baik berarti orang-orang benar-benar bertobat dan tidak akan hidup lagi dalam dosa, lalu mengapa kita sering berbuat dosa dan menentang Tuhan? Mengapa kita masih melakukan dosa di siang hari dan kemudian mengakui dosa di malam hari, terus begitu dalam siklus yang terus menerus berputar. Dari sini, dapat dilihat bahwa hanya mengikuti aturan, memiliki beberapa perbuatan baik dari penampilan lahiriah, dan memiliki beberapa perubahan dalam perilaku tidak mewakili pertobatan yang sejati. Sama seperti orang Farisi, ahli Taurat, dan imam, penampilan luar mereka sangat saleh, mereka bisa menghafalkan hukum-hukum dengan baik, membaca kitab suci, berkhotbah, dan memberitakan injil sepanjang tahun, dan sering mempersembahkan korban kepada Tuhan untuk mengakui kesalahan mereka. Menurut pandangan kita, mereka seharusnya adalah orang yang paling bisa diterima oleh Tuhan, tapi mengapa mereka masih bisa menyalibkan Mesias yang telah lama ditunggu-tunggu oleh mereka? Ini membuktikan apa? Membuktikan bahwa hanya memiliki perilaku lahiriah yang baik dan mematuhi aturan lahiriah tidak berarti bahwa kita tidak akan melakukan dosa lagi, tidak berarti bahwa kita tidak akan menentang Tuhan lagi. Selama kita tidak benar-benar bertobat, kita masih akan melakukan dosa. Tuhan Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya” (Yohanes 8:34-35). Diukur dengan firman Tuhan, hanya dengan mengakui dosa-dosa sendiri dan memiliki beberapa perilaku lahiriah yang baik, kita masih belum mencapai efek dari pertobatan sejati dan tidak dapat memasuki kerajaan surga.

Apa itu pertobatan sejati
Kitab Wahyu pasal 22 ayat 14 mengatakan, “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka dapat memperoleh hak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.” Matius pasal 3 ayat 8 mengatakan, “Menghasilkan buah sesuai dengan pertobatan.” Imamat pasal 11 ayat 45 mengatakan: “Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.” Tuhan itu kudus, dan Tuhan membenci dosa manusia, jadi kita dapat yakin bahwa standar pertobatan sejati adalah perubahan sifat berdosa kita, yaitu kita tidak lagi membuat dosa, tidak lagi melakukan kejahatan dan menentang Tuhan. Artinya, keegoisan, tipu daya, kesombongan dan watak rusak lain dalam diri kita telah disucikan dan diubah, dan dilahirkan kembali menjadi manusia yang baru. Tidak peduli lingkungan apapun yang kita hadapi, kita dapat menaati Tuhan, kita tidak akan lagi melakukan dosa dan menentang Tuhan. Tidak peduli bagaimana iblis mencobai kita, kita dapat melihat dengan jelas tipu muslihat iblis dan berdiri teguh dalam kesaksian. Hanya mereka yang memiliki sikap dan perwujudan dari pertobatan adalah orang yang benar-benar bertobat dan memenuhi syarat untuk masuk kerajaan surga.

Seperti Daud yang dicatat di dalam Alkitab, pada awalnya dia mengambil istri Uria dan telah melakukan dosa perzinaan. Jadi, hukuman Tuhan menimpanya. Daud tahu bahwa dosa yang dia lakukan telah menyinggung Tuhan, maka dia berdoa kepada Tuhan dan mengaku bahwa dia telah melakukan dosa. Dia bersedia menaati serta menerima hukuman Tuhan. Daud menyesali apa yang telah dia lakukan, dan meneteskan air mata setiap kali dia memikirkannya, seperti “Sepanjang malam aku membasahi peraduanku; aku menggenangi petiduranku dengan air mataku” yang dicatat di dalam Mazmur pasal 6 ayat 6, yang menunjukkan seberapa jauh Daud menyesal. Daud merasa kedinginan di usia tuanya, para menteri mengirim gadis cantik ke dalam pelukannya dan dia tidak menyentuhnya. Ini adalah perwujudan dari pertobatan sejati Daud. Jika kita mengatakan bahwa kita telah bertobat, tetapi kita masih menjalani keserupaan manusia yang lama, masih melakukan dosa dan mengakui dosa kita, maka itu tidak bisa dikatakan sebagai pertobatan. Karena pertobatan mencakup memiliki pemahaman yang benar tentang kebenaran bahwa diri sendiri dirusak oleh Iblis, mengembangkan kebencian akan kerusakan diri sendiri, sehingga mencapai perubahan sejati, dan tidak akan lagi menentang atau memberontak terhadap Tuhan. Ini adalah pertobatan sejati.

Bagaimana mencapai pertobatan sejati
Jika kita ingin mencapai pertobatan sejati, kita harus menerima pekerjaan keselamatan Tuhan selanjutnya. Tuhan Yesus bernubuat: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). “Dan ketika Dia datang, Dia akan menegur dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman” (Yohanes 16:8). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). Selain itu, Alkitab juga bernubuat, “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17). Dapat dilihat bahwa pada akhir zaman, Tuhan akan melakukan satu tahap pekerjaan, yaitu pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, Tuhan berfirman untuk mengungkapkan semua kebenaran yang tidak kita mengerti sebelumnya, dengan demikian menghakimi dan mentahirkan dosa-dosa kita. Ketika kita menerima firman-firman penghakiman Tuhan, kita akan benar-benar memahami dan membenci watak rusak iblis kita, mencapai pertobatan sejati, dan diangkat ke dalam kerajaan-Nya oleh Tuhan.

Catatan Editor: setelah Anda mendengarkan ini, saya percaya Anda sudah memahami arti dari pertobatan sejati dan cara-cara mencapai pertobatan sejati. Lalu, apa prioritas utama kita sekarang? Kita semua telah melihat bahwa berbagai bencana melanda secara terus-menerus. Wabah, kebakaran, banjir, dan gempa bumi ada di mana-mana. Nubuat kedatangan Tuhan telah digenapi. Pada saat ini, hal yang paling penting adalah mencari jejak langkah Tuhan, menerima pekerjaan penghakiman yang Tuhan lakukan selama kedatangan kembali-Nya, dan menyingkirkan watak rusak kita. Inilah pelaksanaan yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen.

“Semua orang Kristen harus belajar untuk merenungkan firman Tuhan, mengenal diri mereka sendiri dalam firman Tuhan, dan mencapai pertobatan sejati. Dengan ini, Anda akan menjadi orang yang dipuji oleh Tuhan.