Kesaksian Kristen

Tinggalkan bekerja keras menghasilkan uang, temukan kehidupan sebenarnya

“Tuhan pilihku dari kerumunan, membuatku datang ke sisi-Nya. Firman-Nya hangatkan hatiku. Panggilan-Nya membangunkan aku. Suara-Nya serta wajah elok-Nya tak berubah dari sejak awal. Kurasa kasih di rumah-Nya, ku mendekat, tak mau berpisah. Tak pernah tinggalkanku, Tuhan berkorban tanpa mengeluh. Ku ‘kan buang yang jahat, dibersihkan. Ku ‘kan bersama-Nya selamanya, selamanya. Tanpa Tuhan, hidup sangat sukar. Aku melangkah kesakitan. Perlindungan-Nya memimpinku. Firman Tuhan kini memuaskanku”. Setiap saat aku mendengar lagu indah dan merdu ini, aku dipenuhi rasa syukur terhadap Tuhan. Tuhanlah yang telah menyelamatkanku dari jurang uang dan membuatku tidak lagi bekerja begitu mati-matian, dan aku mengucapkan selamat tinggal pada hari-hari saat aku menjual hidup demi uang ….

Tinggalkan bekerja keras menghasilkan uang,temukan kehidupan sebenarnyaPerjuanganku: Lelah Secara Mental dan Fisik


Karena aku berasal dari keluarga miskin, dulu aku diejek dan diremehkan oleh teman-teman dan kerabat saat aku kecil, maka aku diam-diam membuat suatu resolusi: Setelah besar nanti, aku akan menghasilkan banyak uang, menjadi orang penting dalam hidup dan membuat orang-orang itu duduk dan memperhatikanku. Setelah dewasa, untuk mencari cara-cara menghasilkan uang, aku sering mentraktir makan malam, dan aku berteman dengan banyak orang yang tahu cara menghasilkan uang. Suatu hari teman-temanku terlalu banyak minum dan berkelahi dengan beberapa orang lain. Ketika aku berusaha melerai perkelahian itu, mataku cidera dan hasilnya, aku masuk rumah sakit. Namun pada saat itu, semua temanku menjauhiku. Hal ini membuatku sangat kecewa. Karena pengobatan itu menghabiskan banyak uang, keluargaku menjadi terbelit hutang besar, dan hal ini membuatku sangat tertekan. Karena itu aku sering tidak dapat tidur di malam hari, dan kadang-kadang aku akan terbangun di tengah malam dan pergi ke tepi sungai untuk menangis. Kejamnya kenyataan membuatku bahkan tambah merasa bahwa di dalam masyarakat yang terobsesi pada uang ini, status sosial mereka diukur dari standard jumlah uang yang dimilikinya. Maka aku memutuskan sekali lagi: aku akan sungguh-sungguh menghasilkan banyak uang dan mengubah posisiku yang rendah dalam hidup.

Lanjutkan membaca “Tinggalkan bekerja keras menghasilkan uang, temukan kehidupan sebenarnya”